6/16/2014

Membaca tweet di atas, membuat saya jadi bertanya-tanya lagi, apakah gaji besar lantas bisa menurunkan/menghilangkan niat orang utk korupsi? Pertanyaan ini pernah saya lontarkan dalam diskusi dengan teman2 saya, yg anehnya menurut saya, mengiyakan dan menyetujui pernyataan itu.

Alasan mereka simple. "Lihat saja orang Singapura, Amerika Serikat, dan negara2 Barat lain. Mereka tidak korupsi karena gaji mereka tinggi." Dan jawaban tersebut membuat saya terpingkal-pingkal. =))

Lho, apa yg salah dg jawaban teman2 saya itu?

Saya yakin tentu ada yg bertanya seperti itu. Jawabannya simple. Mereka membandingkan gaji orang Barat dengan kurs Indonesia. Ya jelas terlihat bahwa gaji mereka besoarr sekali, dan ini dianggap sebagai penyebab mereka tidak korupsi. Naif sekali! ;-)

Jika kita hendak membandingkan apel dg apel, maka mari kita cek dengan pejabat2 di Indonesia yg terlibat korupsi (dan ditangkap KPK). Siapa yg tidak tahu Ratu Atut, Angelina Sondakh, Akil Muchtar? Mereka pejabat2 tinggi negara yg gajinya cukup besar. Silakan googling untuk mencek berapa gaji mereka. Tapi yg jelas, sbg anggota DPR, AS menerima setidaknya Rp 60 juta/bulan. Lantas, kok masih (mau) korupsi? Ya WATAK dan MENTAL itu penyebabnya.

Lalu biaya kampanye yg dikeluarkan, yg sedemikian mahal, mesti 'dikembalikan' lagi dengan menaikkan gaji mereka?

Entah gimana logikanya, tapi menurut hati saya sih perlakuan itu tidaklah fair. Gaji para pejabat itu didapat dari pajak yg dikumpulkan dari rakyat. Lalu para pejabat itu menggunakan uang rakyat utk kepentingannya rakyat sendiri. Menurut saya, ini sama saja dengan anda memberi uang ke teman anda utk nonton film di bioskop (beserta akomodasinya), lalu teman anda cerita bahwa dia sudah mewakili anda menonton dan makan2. :-))

Jadi, solusinya apa utk mencegah korupsi? Jelas mesti dibuat sistem yg memang ketat dan menyulitkan orang (pejabat) untuk korupsi. Sediakan juga instrumen utk menghukum para pelaku korupsi serta disusunlah aturan (undang-undang) yg berisi hukuman yg berat bagi para koruptor.

Lantas, apakah dg sistem dan instrumen hukum yg lengkap merupakan jaminan tidak ada korupsi? Saya tidak bisa jamin 100%, karena seperti saya bilang di atas, itu tergantung mental. Dan orang Indonesia cukup terkenal pintar utk ngadalin aturan2. ;-)

Setidaknya dengan hal di atas saya percaya bahwa instrumen2 di atas akan mempersulit orang utk korup, termasuk utk membuat org2 berpikir kembali utk korup. Tidak sekedar iklan "Katakan tidak pada(hal) korupsi", hehehe ;-)


Moral story:
- jangan pilih capres yg berpikir dan memberi solusi instan ;-)

- tidak mudah untuk menjadi presiden/pemimpin

Posted on Monday, June 16, 2014 by M Fahmi Aulia

No comments

6/11/2014

Rasa-rasanya hawa di timeline Twitter kian panas usai debat capres yg dilakukan beberapa hari lalu.

Saling ejek dan saling hina capres lawan menjadi 'makanan' rutin yg tersaji di TL saya. Saya sendiri tidak mau terlalu ambil pusing dengan aktivitas tersebut, meski kadang meng-RT beberapa berita yg (berpotensi) dianggap merugikan pihak lawan. ;-)

Tentu saja masih ada yg (cukup) waras untuk memposting hal-hal yg memang layak untuk dinikmati secara (lebih) intelek. ;-) Setidaknya ada 2 artikel blog berikut ini yg saya rekomendasikan untuk dibaca dan layak untuk menjadi bahan renungan menjelang pilpres 9 Juli 2014.

Artikel pertama "Apakah pendukung Prabowo secara inheren tidak logis dan kurang pintar?" berisi sindiran dan ejekan kepada para pemilih Prabowo. Meski ditampilkan dengan kata2 yg cukup menarik, tetapi yaaa tetap saja kandungan penghinaan bisa dirasakan di artikel itu. ;-D

Artikel kedua, "PARA PENDUKUNG FANATIK JOKOWI" bisa dibilang 'antitesis' (atau lebih tepat disebut 'hak jawab'?) dari artikel pertama. Di artikel ini disebutkan bahwa kelakuan para fans (lebay) Jokowi membuat beberapa (saya tidak menggunakan kata banyak, mengingat tidak jelasnya jumlah orang yg disebut serta adanya relativitas jumlah banyak) orang yg semula mendukung Jokowi akhirnya menyurutkan niatnya dan akhirnya beralih ke tim Capres No 1.

Saya berada di posisi mana?

Jika anda membaca artikel2 di blog ini, tidak sulit untuk menemukan dan mengetahui bahwa saya merupakan salah satu pendukung Jokowi, bahkan sejak PilGub DKI 2012 lalu. Namun saya menolak dengan tegas jika saya dikategorikan sebagai pendukungnya yg lebay.

Kritik saya terhadap Jokowi bisa dilihat di artikel2 yg juga ada di blog ini.

Intinya, saya fans kritisnya Jokowi. Membela dan menyuarakan apa yg benar dan jelas mengkritiknya jika dirasa ada yg kurang sesuai.

Salah satu hal yg hendak saya kritisi terhadap Jokowi adalah pernyataannya bahwa hanya dibutuhkan waktu 2 minggu untuk membuat aplikasi e-Government. Saya pernah berkecimpung di bidang IT sebelum akhirnya mendarat di bidang yg sekarang, sehingga saya tahu (meski tidak detail) bahwa pernyataan Jokowi di atas adalah suatu absurditas. ;-)

Update (12 Juni 2014): saya baru dapatkan 'respon' terhadap 'tantangan' 2 minggu-nya Jokowi ini. Silakan cek di gambar sebelah ini.

Pernyataan ini langsung dimanfaatkan para hater untuk menyerang Jokowi. Saya hanya bisa memaklumi 'kebuasan' para hater ini, meski toh saya tidak bisa mengungkapkan kekecewaan saya ketika saya dapati seorang mantan wartawan demikian membabi buta menyerang Jokowi. Alasannya,"saya tidak bermaksud mengejek Jokowi, tapi justru Jokowi yg sudah mengejek dirinya sendiri" dalam satu pernyataannya. Dahulu saya ketahui ybs cukup santun dalam berpendapat, namun sejak pileg lalu, kesantunan ybs menghilang entah ke mana. ;-(

Belakangan ini sih, saya lebih suka meng-RT hasil karya Jokowi (dan Prabowo, jika ada) meski bagi para hater, semua itu adalah pencitraan. Pernyataan para hater ini membuat saya bertanya-tanya dan saya tuangkan dalam tweet di bawah ini.

Jika anda klik tweet saya di atas, anda akan melihat rincian 'pertanyaan' saya. Terserah apakah anda meng-amini pernyataan saya atau malah kontra. Itu hak anda dan saya TIDAK MAU AMBIL PUSING. ;-)

Demikian sekilas coretan saya, di sela2 puyeng memikirkan solusi untuk masalah pekerjaan di kantor. ;-)

Gambar dari sini.

Moral story:
- hater dan fanboy akan selalu ada karena keduanya saling melengkapi

- daripada menyebarkan hal2 buruk ttg lawan (politik), saya lebih suka share hal2 positif :-)

- pilpres 2014 ini memang berdarah-darah ;-S

- artikel ini layak untuk dibaca juga, mungkin bisa menjawab pertanyaan2 hater Jokowi ;-)

Posted on Wednesday, June 11, 2014 by M Fahmi Aulia

No comments

6/06/2014

Kemarin saya membaca tweet dari mbak @ajengkol sebagaimana bisa dilihat di atas. Tweet tersebut sebagian dari 'kultwit' mbak @ajengkol mengenai prestasi Gub Jabar.

Saya tidak berniat mempermasalahkan isi kultwitnya kecuali hanya 'tergelitik' saat membaca tweet ttg kapasitas kapal nelayan China yg ditulis sebesar 10 GIGA TON.

Terus terang, saya baru tahu ada kapal nelayan bisa memuat barang sebesar 10 GIGA TON. Itu artinya kapal tersebut bisa membawa barang sebesar 10^12 kg. Padahal massa bumi (iya, bumi planet kita ini) kira2 seberat 6 x 10^24 kg.

Jika mau berpikir sedikit, dengan membandingkan angka2 di atas, maka bisa disimpulkan kapal Cina tsb bisa mengangkut material dg berat ~ 1/2 dari massa bumi!!!

Saya sudah konfirmasi kepada ybs, dg membalas tweetnya, namun hingga artikel ini dibuat tidak ada respon. Saya cek di timeline ybs juga tidak ada keterangan/ralat mengenai tweet yg saya tanyakan tersebut.

Saya berpikir positif kalo mbak @ajengkol terlalu bersemangat nge-tweet sehingga mengesampingkan satuan yg dia tulis. Namun merujuk dari sini, saya hendak mengingatkan kembali akan pentingnya penggunaan satuan yg tepat.

Contoh lain penggunaan satuan yg salah (dan sering terjadi) adalah byte dan Bit. Kesalahan ini sering terjadi (dan ditemui) pada saat menghitung kecepatan bandwidth internet. Misalnya: koneksi internet di rumah saya berkecepatan 2Mbps, kenceng kan?! Tetapi pada saat dicek ternyata kecepatan yg tampak adalah sebesar 100 KBps. Apa yg salah? Pergi ke mana 'sisa' kecepatan yg 1,9 juta?

Nah, kesalahpahaman ini (atau salah kaprah?) terjadi karena kita tidak memperhatikan PERBEDAAN huruf yg tertulis!

Kecepatan internet ditulis dg huruf b (bit). Ini tentu saja berbeda makna dg huruf B (byte). Hal ini dikarenakan 1 Byte = 8 bit. Jangan tanya saya kenapa aturannya mesti begitu, karena hal ini sudah menjadi kaidah umum yg disepakati oleh para ilmuwan, terutama yg berkaitan dengan ilmu komputer/informatika. Anda bisa membaca penjelasan lebih detail tentang perbedaan bit dan Byte di artikel yg menarik dan mudah dipahami ini.

Sudah paham kan? Jadi, pastikan tidak lagi melakukan kesalahan pada saat menulis satuan karena bisa membuat kita menjadi bahan tertawaan, apalagi jika yg menuliskannya adalah orang2 yg sudah lama berkecimpung dalam jurnalisme. Saya berpendapat ini menunjukkan ybs tidak memperbaharui pengetahuannya. ;-)

Semoga bermanfaat.

Gambar dari sini.

Moral story:
- hati2 pada saat menulis satuan. kesalahan kecil dalam penulisan bisa menimbulkan dampak yg tidak bisa dibayangkan! *iya, ini lebay* ;-)

- jika memang salah menulis satuan dan ada yg mengkonfirmasinya, hendaknya merespon. apalagi konfirmasi tersebut dilakukan dg cara yg sopan dan baik. ;-)

Posted on Friday, June 06, 2014 by M Fahmi Aulia

2 comments

6/03/2014

Memperhatikan jabatan presiden di NKRI ini, rasa2nya hanya BJ Habibie presiden yg tidak menjabat sebagai ketua partai. GD, Megawati, apalagi SBY, terutama Soeharto, jelas sekali keberpihakan dan jabatan ganda mereka sebagai presiden dan sebagai ketua parpol.

Bagi saya, double job seperti ini jelas tidak baik. Saya jamin 99.99% presiden tidak akan fokus mengurus negara, apalagi mengayomi masyarakat. Dia (tetap) akan sibuk mengurus partai, apalagi jika partainya mengalami masalah seperti yg dialami Demokrat yg berakibat SBY mesti turun gunung mengurusi lagi partainya.

Hal ini jelas merugikan mayoritas masyarakat Indonesia. Seorang presiden digaji oleh rakyat dan sudah seharusnya mengemban amanah utk bekerja demi rakyat. Jika dia malah asyik mengurusi partainya, rakyat tidak bisa mengstop gajinya.

Wacana mengenai pemisahan jabatan presiden dan ketua partai sudah muncul sejak lama. Namun kenyataannya, pada praktiknya, NOL BESAR!

Di ajang pilpres ini saya masih bisa berharap Presiden terpilih tidaklah menjabat sebagai ketua partai. Ya, Jokowi. Meski dia diejek sebagai pelayan partai, saya masih merasa hal itu wajar karena pada dasarnya semua capres/cawapres adalah pelayan partai masing2. Siapa yg bisa menjamin Prabowo tidak punya misi dalam menjalankan tugasnya sebagai Presiden RI, jika dia terpilih?

Pelayan partai di sini, saya tafsirkan sebagai apakah dia memegang langsung komando partai (ketua partai) atau hanya suruhan partai?

Simak tweet berikut
Dari penampilan Jokowi selama menjadi Gub DKI, saya tidak (belum?) melihat nyalinya seberani Ahok. Atau mungkin karena karakternya yg memang sangat 'Njowo', membuat Jokowi terkesan lemah lembut dan sangat (terlalu?) menghargai partainya.

However, pilihan thd Jokowi itu tetap beresiko karena apabila ternyata saat dia menjadi Presiden RI dan ternyata PDIP memang mengontrol dan mengendalikan dia, yaaa...wassalam saja! Tapi, jika Prabowo yg menjadi Presiden RI, dengan asumsi dia tetap menjabat pimpinan Gerindra (demikian juga HR masih menjabat ketua PAN), yaa tidak ada perubahan. Dan saya kok yakin mereka berdua tidak akan melepas jabatan ketua partai (kecuali mgkn HR karena masa jabatannya mmg sudah habis?).

Gambar dari sini.

Moral story:

- pekerjaan yg disambi tidak akan fokus, percayalah!

- kultur (?) di Indonesia membuat Presiden bisa juga menjabat sebagai ketua partai.

- semestinya untuk urusan Presiden, Indonesia bisa mencontoh Amerika Serikat. Obama tidak (dan bukan) ketua partai Demokrat lho! :-)

- kalo capres boneka, ya jelas bukan Jokowi lah! cek saja gambar berikut hihihi...

Posted on Tuesday, June 03, 2014 by M Fahmi Aulia

No comments

6/01/2014

Jadi saya sudah sekian bulan kecanduan main game Line Ranger ini. Cukup mengherankan karena biasanya saya cepat bosan dengan game. Sebelum game LR ini, saya pernah main Pokopang dan Line Jelly. Tidak lama saya bertahan dengan 2 game itu sebelum akhirnya saya uninstall dari gadget saya.


Oya, gadget saya sudah ganti lagi. Gadget terakhir yg saya posting di sini adalah si ALE2.

Namun sejak saya beli dan gunakan P780 di bulan Peb 2014 ini, saya 'tidak keberatan' utk menginstal game, terutama karena internal memori P780 lebih besar daripada si ALE2.

Pertimbangan saya membeli P780 adalah karena baterai yg mantap sumantap, 4000 mAh. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata percuma punya batre sebesar itu apabila P780 sering digunakan untuk main game LR, apalagi jika sinyalnya tidak memadai.

Walhasil, P780 saya yg biasanya 2 hari baru dicharge, kini mesti sehari sekali dicharge! :-))

Menyesal? Ah, tidak jugak. Keasyikan main game LR membuat saya tidak peduli dg batre yg cepat menipis, hihihi.

Ok, saya ingin membahas sedikit mengenai game LR ini. Kunci bermain game LR adalah SABAR serta BERPIKIR TAKTIS. Sabar karena kadang untuk melewati 1 stage dibutuhkan waktu yg cukup lama. Rekor saya: 4 hari untuk bisa melewati level 100. Berpikir taktis dalam artian, anda mesti cari solusi untuk menaklukkan lawan anda dengan memanfaatkan kelebihan masing2 ranger yg anda miliki.

Saat artikel ini dibuat, saya sudah di level 117, hehehe. :-)

Terus terang, keberhasilan saya berada di sana adalah karena saya punya ranger KSM, salah satu ranger terkuat yg ada. Beberapa orang mungkin tidak membutuhkan ranger KSM, tapi dengan adanya KSM saya bisa mengalahkan musuh lebih mudah (dan cepat).

Berikut ini taktik yg biasa saya gunakan untuk bermain game LR:
1. Jika musuh di level tersebut bergerak dengan cepat, maka gunakan taktik: 2 ranger SPLASH, 1 ranger HEALTH/BALANCE, dan 2 ranger ATTACK (dengan kebutuhan gem yg kecil). Saya biasa gunakan: KSM, SOL (atau Luke atau Clara), Fighter Moon/Macho Moon, Crush, Scott (atau Glenn).

2. Jika musuh di level tersebut bergerak dg normal, saya biasanya gunakan taktik: 1 ranger SPLASH, 2 ranger HEALTH, dan 2 ranger ATTACK (dg gem menengah). Contoh: KSM/SOL, Fighter Moon/Macho Moon, Sindy, Ellin.

3. Di level 100 ke atas, saya biasanya mencapai level 4 sebelum mulai menyerang. Di tengah2 pertarungan, saya baru naikkan level kebutuhan gem hingga level 8.

4. Siapkan hujan meteor, hujan es, angin topan, dan recovery + friend sebelum bertarung. Untuk friend, pastikan anda manfaatkan karena jika tidak maka akan dianggap hangus. Sementara utk 4 item pertama tadi, jika anda tidak gunakan maka tidak akan hangus.

Menemui kesulitan menembus level tertentu? Cara paling mudah: cari video tutorialnya di youtube, hehehe. :-)

Moral story:
- game itu mengasyikkan, tapi bisa bikin lupa waktu! ;-)

- saya jarang suka game, tapi begitu saya suka maka saya akan 'serius' bermain dan mendalaminya. ;-D

Update 20 Juli 2014:

Game Line Ranger (LR) kini sudah mengalami banyak peningkatan. Level-level baru, stage baru sudah disediakan oleh pencipta dan pengembang game ini.

Level baru sudah mencapai 132 level dengan adanya level Maze. Cukup sulit bagi saya untuk bergerak dan maju dengan cepat karena ranger2 yg saya miliki nampaknya kurang memadai.


Beberapa waktu lalu sempat ada event untuk memperoleh ranger terkuat, yakni Susu, namun saya gagal mendapatkannya. :-(


Stage-stage baru yg disediakan adalah "Endless Mode" dan "Battle Mode". Di endless mode kita akan melawan musuh2 LR dari level 1 hingga level terakhir yg kita capai. Cukup seru dan mengasyikkan melawan musuh yg tidak berhenti2 datang. :-D

Sementara untuk Battle mode kita akan melawan musuh yg dipilih secara acak. Rekor saya berhasil menang 50 kali berturut-turut. Saya lupa screenshotnya, nanti jika sudah ketemu saya akan update.

Saat ini komposisi ranger saya adalah seperti berikut:


Tips tambahan:
- bagi yg ingin serius 'mendalami' game LR ini, bisa mengunjungi situs berikut.

- untuk memperoleh ruby secara gratis, ikuti langkah2 berikut. Pertama, login tiap hari (meski tidak main). Jika anda rutin login tiap hari, maka dalam seminggu anda akan memperoleh 35 ruby (gratis). Kedua, bermain battle mode. Meski sulit utk meraih top ranking, tapi MINIMAL anda bisa dapat 20 ruby/minggu. Total jendral anda bisa dapatkan 55 ruby/minggu. Dalam sebulan bisa diperoleh 220 ruby.

- gunakan ruby di gacha HANYA PADA SAAT EVENT seperti contoh berikut ini. Dengan demikian peluang mendapat ranger 5* akan lebih besar! saya pernah 'iseng' mencoba gacha yg 100 ruby (mendapat 6 rangers) di luar event. Hasilnya sangat mengecewakan! Yang saya dapatkan: 1 ranger 5*, 1 ranger 4* dan sisanya, 4 ranger 3*. Sementara jika saya coba di saat event, yg saya dapatkan 3 ranger 5*, 1 4* dan 2 3*.

Update 2 Agustus 2014:

Saya mendapatkan 3 ranger baru yg baru launch tgl 1 Agustus 2014.

*foto dari sini*


Yang paling powerfull (dan berguna) adalah si Chichi, yg menggunakan 'jurus' Taichi (or something like that). :-)

Update 3 Agustus 2014:

Berikut beberapa tips yg cukup penting.

Tim Ranger
1. Di level 85-96, gunakan komposisi 3 ranger dg mineral sedikit + 2 ranger dengan kemampuan splash. Komposisi yg saya gunakan, sebelum ranger saya sebanyak sekarang, adalah sebagai berikut:





2. Untuk melalui dan memenangkan level 97-108, bisa gunakan ranger dg komposisi: 1 health, 1 balance, 3 splash.



3. Sementara untuk level 109-120, saya gunakan 1 health, 1 balance, 1 attack, 2 splash. Ganti Soc Cony dg KSM, itu lebih baik.



4. Agar bisa menang di level 121-127, saya gunakan beberapa komposisi berikut.




Taktik Tempur
1. Untuk level 85-108, naikkan level mineral hingga 4, baru serang musuh. JANGAN naikkan level mineral ke level 8 saat awal permainan, karena kemungkinan kalah akan besar.

2. Musuh di level 100, 104, dan 108 relatif mudah. Di sini saatnya mendapatkan ranger2 dengan * yg tinggi (4* dan 5*), misalnya Xan, Witch Con. Jadikan mereka master. Skill yg dibutuhkan: jago menghentikan spin.

3. Di level 109-112, naikkan level mineral hingga level 8, baru menyerang.

4. Di level 113-127, naikkan level mineral bertahap dg sesekali mengeluarkan ranger untuk menahan serangan musuh. Minimal mineral level 4 baru full konsentrasi menyerang.

Jumlah kemenangan battle maksimal = 99 wins, meskipun anda sudah menang 2juta kali battle. ;-(


Semoga berguna. :-)

Catatan: artikel ini diupdate di sini. Bagi yg request di-add teman Line (utk game LR ini) silakan berkomentar di artikel baru, karena di sini sering tidak muncul.

Artikel ini pindah ke blog baru khusus Line Rangers.

Posted on Sunday, June 01, 2014 by M Fahmi Aulia

302 comments