5/28/2014

Beberapa hari lalu saya berkesempatan untuk menonton film terbaru dari Marvel ini. Sebelumnya saya tidak membaca sopiler mengenai film ini, namun dari beberapa teman di TL saya, mereka (sangat) merekomendasikan film ini. So, akhirnya saya bela2in nonton film ini usai pulang ngantor. Minta ijin dulu pada Wify sebelumnya, daripada nanti disuruh tidur di luar *eehhh...* ;-)

Menyaksikan aksi Prof Xavier, Magneto, Wolverine dkk melawan pasukan Sentinel yg berniat membasmi mutan membuat saya cukup tercengang dan asyik menikmati film ini. Terlebih sentinel yg ditampilkan bukanlah sentinel tipe lama yg selama ini saya kenal, melainkan sentinel yg telah mengalami perubahan (transformasi & evolusi) sedemikian rupa sehingga menjadi musuh yg cukup tangguh bagi para X Men.

Saya tidak akan banyak bercerita ttg film ini karena saya tidak ingin artikel ini menjadi sopiler, hehe.

Bagaimanapun, skenario dan jalan cerita serta ending dari film ini membuat kita 'mesti' melupakan film X Men, X Men 2, dan X Men: The Last Stand karena perubahan perilaku para X Men di tahun 1973 membuat sejarah mereka berubah cukup signifikan! Cukup menarik dan mengejutkan menurut saya karena itu berarti semua 'pertarungan' dan kematian yg kita tonton di 3 film X Men terdahulu tidak pernah tercatat dalam sejarah! ;-) *hahaha..ini mah sopiler sekalih!*


Tokoh dari film ini menurut saya: Wolverine dan Quicksilver. Wolverine karena, meski slengean dan remuk redam tubuhnya, dia berhasil meyakinkan Xavier muda utk bangkit dan mau membantu Wolverine untuk menciptakan masa depan yg berbeda. Sementara Quicksilver merupakan tokoh penting untuk bisa membebaskan Magneto dari penjara di bawah Pentagon.

Pertarungannya sendiri sebenarnya lebih menarik saat X Men melawan sentinel2 masa depan yg benar2 membuat para X Men kalang kabut, meski akhirnya...ah, sudahlah, silakan tonton sendiri sajah! Seru kok! :-)

Gambar dari sini dan sini.

Moral story:
- beberapa quote menarik ada di film ini, salah satunya berkaitan dg hukum Fisika. sayangnya saya tidak ingat quote lengkapnya, juga males nyarinya ;-D

- JFK itu ternyata MUTAN!!! =)) *sopiler*

- film ini, menurut saya sebanding dg film TDK (dan TDKR).

Posted on Wednesday, May 28, 2014 by M Fahmi Aulia

No comments

5/27/2014

Detik demi detik berlalu, berganti menjadi jam, berganti lagi menjadi hari, minggu, tahun, dan seterusnya. Begitulah waktu. Dia tidak akan pernah berhenti dan tidak ada yg bisa menghentikannya. Dalam Islam, disebutkan bahwa orang yg tidak menghargai (dan tidak peduli) dengan waktu, maka dia termasuk orang2 yg merugi!

Lalu, bagaimana caranya kita memperlakukan waktu agar tidak termasuk orang2 yg rugi?

Pertama, gunakan waktu seefektif mungkin. Kedua, jangan terlalu sering buang2 waktu (kecuali memang anda benar2 sudah ga tau mesti ngapain). Ketiga, melangkahlah seiring dg waktu. Jika bisa lebih cepat dari waktu, misalnya utk urusan proyek bisa selesai lebih cepat yaaa lebih baik. Keempat, mirip dengan no 3: beradaptasi (berubah) dan berusaha beriringan dg waktu.

Well, saya sendiri masih terus belajar untuk bisa menjadi orang yg lebih sedikit tingkat kerugiannya. Dari waktu ke waktu, saya senantiasa melakukan refleksi dan terus memperbaiki diri terhadap manajemen waktu. Hasilnya tidak perlu saya beberkan detail di sini, namun yang jelas perubahan2 dalam hidup, terutama adanya perubahan dalam bidang pekerjaan membuat saya tidak pernah berpikir untuk berhenti belajar beradaptasi dengan waktu.

Banyak dari kita yg mungkin merasakan apa yg saya sering rasakan ttg waktu. "Tahu-tahu..." "Eh,kok sudah begini saja..." dan pernyataan2 lain yg menunjukkan waktu berlalu dengan tidak terasa. Paling gampang, saya ambil contoh mbak Mika dalam hidup saya.

Tidak terasa sudah hampir 4 tahun dia hadir di tengah2 saya dan Wify. Jika kami kilas balik ke (hampir) 4 tahun lalu, rasanya masih tidak percaya kami (akhirnya) mendapat amanah ini.

Atau, tidak terasa saya sudah lebih dari 3,5 tahun bekerja di perusahaan sumur madu sebelum akhirnya saya pindah. Atau, tidak terasa sudah hampir 10 tahun sejak saya menginjakkan kaki Ibukota untuk mulai bekerja dan merajut harapan untuk masa depan saya (dan calon keluarga saat itu).

Dan di hari ini, Wify dan mbak Mika memberikan kado berupa jam tangan, sebagai pengingat bagi saya untuk lebih memperhatikan waktu. Terima kasih saya ucapkan kepada mereka berdua. Kehadiran mereka berdua dalam hidup saya adalah salah satu faktor penyemangat saya untuk selalu menjadi insan yg lebih baik.

Demikian artikel ini saya akhiri :-)

Gambar dari sini.

Moral story:

- jangan remehkan waktu! sekali anda remehkan, dia akan menggilas anda tanpa kenal ampun!

- gambar jam tangan = ilustrasi sajah kok! ;-)

Posted on Tuesday, May 27, 2014 by M Fahmi Aulia

No comments

5/25/2014

Sebulan terakhir ini, kami (saya dan Wify) mendapati banyak mainannya mbak Mika yg rusak ataupun tidak jelas keberadaannya. Semula kami curiga mbak Mika memainkan mainannya dg cara yg brutal sehingga membuat mainan2nya tidak berumur panjang. Namun mengingat cara kami mendidik mbak Mika utk menghargai dan memperlakukan barang2 (tidak cuma mainan) miliknya, kecurigaan itu kami sampingkan.

Dan akhirnya Wify yg menemukan bukti bahwa tersangka dari pengrusakan mainan2 itu adalah anak dari ART kami!

Dalam beberapa kesempatan, Wify menemukan anak tsb, sebut saja Didi, meminjam (meski tanpa ijin) dan memainkan mainannya mbak Mika dg cara yg terlalu kasar dan memang berpotensi merusak mainan tersebut! :-(

Traktor mainan, lalu mainan Doraemon serta masih banyak mainan lainnya menjadi cacat, tercerai berai, bahkan juga menjadi tidak bisa berfungsi seperti seharusnya karena ada bagian yg patah atau hilang.

Melarang Didi ikut ibunya ke rumah kami, jelas opsi yg sulit dilakukan. Maka, solusi yg kami lakukan adalah Wify membereskan dan membenahi mainan2nya mbak Mika serta menempatkannya di kamar mbak Mika, tempat yg jarang didatangi Didi.

Jika anda (pernah) mengalami hal serupa, apa solusi anda?

Gambar dari sini dan sini.

Moral story:
- jika ada masalah, cobalah mencari solusi yg bisa kita kendalikan (alias ke dalam). jgn terlalu mengharapkan org lain sbg solusi.

- sejak kecil, anak mesti diajarkan cara memperlakukan dan menghargai barang (baik yg dia miliki maupun milik orang lain).

- anak kecil yg suka merusak mainan? hmmm...saya kok jadi ingat karakter Sid di Toy Story yak? ;-D

Posted on Sunday, May 25, 2014 by M Fahmi Aulia

2 comments

5/19/2014

Sebenarnya sudah lama unek2 ini ingin saya sampaikan kepada tukang krosposting antar media sosial.

Catatan: harap dibedakan krosposting ke berbagai media sosial dg krosposting antar media sosial. Krosposting ke berbagai media sosial masih saya tolerir, karena pada dasarnya dia sama dg kupipes pesan ke berbagai media sosial yg dia miliki. Sementara krosposting antar media sosial, dia posting di satu media sosial yg lalu 'di-fw' ke media sosial lain.

Krosposting ke berbagai media sosial saya lakukan utk publikasi blog. Dan sekali lagi, saya melihatnya sebagai suatu hal yg wajar, apalagi wordpress memang menyediakan fitur ini.

Sementara krosposting antar media sosial, bagi saya 'merusak' fungsi dari media sosial itu sendiri.

Contoh paling mudah, path. Medsos ini (dulu) terbatas sifatnya, hanya 150 orang (kini sih katanya jadi 500 orang). Tapi karena ada fitur krosposting, maka postingan di path akan muncul juga di twitter dan facebook, yg notabene berarti merusak hakikat path sebagai 'privacy' (atau terbatas) media sosial.

Dengan embel2 mesti klik url di path, bagi saya ini seperti 'pemerkosaan' path (hahaha..lebay bahasanya).

However, sebenarnya TIDAK ADA PRIVASI DI MEDIA SOSIAL! Jika kita mau melongok ke belakang, kita tentu masih ingat adanya postingan perempuan yg ngomel2 di pathnya ttg tempat duduk. Dan itu semestinya hanya bisa dilihat teman2nya saja. Tapi karena ada temannya yg 'berkhianat', maka bocorlah postingan di path itu dan si perempuan itu menjadi obyek kecaman di berbagai media sosial.

Intinya sih, saya hendak tekankan bahwa tidak ada privasi di media sosial. Tapi hendaknya (jika memungkinkan) tidak krosposting antar media sosial, apalagi jika ternyata anda klik url path si A, ternyata A bukan teman anda. Saat anda minta konfirmasi jadi teman, si A malah ga respon. Pedih kaannn...?? *eitsss...ini bukan curcol. saya sih baik2 saja kalo ga direspon/di-accept jadi teman di path. ga akan mati gara2 ga di-accept kok!*

Gambar dari sini.

Moral story:
- krosposting antar media sosial itu menyebalkan (buat sayah)! :-(

Posted on Monday, May 19, 2014 by M Fahmi Aulia

No comments

5/18/2014

Hari Sabtu, 17 Mei 2014 semestinya menjadi salah satu hari yg menyenangkan bagi kami sekeluarga karena pada hari itu kami mengajak keluarga Wify (dari Bandung) untuk menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di Ancol dan berkunjung ke Sea World. Ternyata ada diskon jika kita gunakan cc mandiri. Lumayan, hehehe.
Sabtu pagi kami sudah standby di Ancol. Usai naik perahu di pantai Ancol serta menangkap ubur-ubur, rombongan kami masuk ke Sea World dan menikmati atraksi2 dan hewan2 air sekitar 1 jam sebelum akhirnya kami keluar karena perut sudah merasa lapar. ;-)

Usai makan siang, kamipun berpisah. Kami sekeluarga pulang ke Kalibata sementara rombongan kembali ke Bandung.

Kondisi jalan tol dari Ancol ke arah Cililitan kemarin siang sedemikian penuhnya.

Di sekeliling saya banyak angkutan berat (container) yg berjalan lambat. Hendak nyalip kok sulit, jadi akhirnya ngekor saja di belakang.

Hingga menjelang jam 2, kondisi lalu lintas di tol tidak membaik. Saya berpikir utk keluar dari tol. Selain untuk menghindari kemacetan yg masih menggila, saatnya sholat Dhuhur. Maka saya pun keluar tol di sekitar Rawamangun.

Berkendara di jalan normal ternyata tidak lebih baik. Kemacetan masih merajalela. Dan entah kenapa, saya begitu MENGANTUK! Tak jarang saya tertidur sejenak sehingga mobil di belakang meng-klakson utk membangunkan saya.

Nah, saat di satu titik jalan saya kehilangan kesadaran karena kantuk yg teramat sangat. Saya tidak ingat apa-apa hingga....BRAAAKKK...!! Ternyata mobil menabrak bagian belakang mobil Carry(atau Espass?). Kantuk saya segera hilang akibat laju adrenalin yg begitu kencang.

Segera saya keluar, menemui pengemudi mobil di depan. Di depan Carry saya lihat ada mobil berhenti juga. Dugaan saya terjadi tabrakan beruntun akibat 'sundulan' saya. Weiitsss...saya langsung berpikir berapa duit yg bakal habis, krn mobil di depan Carry nampaknya bakal butuh biaya rawat yg lumayan mahal juga jika memang ada kerusakan.

Alhamdulillah, tyt mobil depan Carry tidak ada kerusakan. Tinggal saya dan pengemudi Carry ngobrol dan bernegosiasi.

Sang pengemudi tidak serta merta menyalahkan (kengantukan) saya. Yang saya tangkap, dia merasa kesal dg kecelakaan ini karena mobilnya baru seminggu lalu keluar dari bengkel utk kasus yg sama, ditabrak (oleh anak paspamres). Well, saya ikut berduka utk bapak S ini.

Kesimpulan pembicaraan, pak S mengambil KTP saya dan akan kontak saya kemudian utk masalah biaya. Saya setujui saja, karena urusannya memang masalah biaya servis.

Sesaat sebelum saya ngobrol dg pak S, saya amati kondisi mobil saya. Alhamdulillah, tidak ada kerusakan yg berat. Kerusakan terjadi di bagian kap (yg melengkung), lampu kiri&kanan, serta bemper. Kondisi AC dan radiator, alhamdulillah (lagi), masih baik2 saja, tidak terkena dampak apapun.

Saya syukuri hal itu, terutama karena harga servis radiator dan AC akan cukup signifikan utk kantong, terlebih saya tidak mengasuransikan mobil.

Pagi ini saya dikontak pak S, biaya servis mobilnya ternyata tidak semahal yg saya bayangkan. Alhamdulillah (lagi). Saya oke-kan saja biaya servisnya, terlepas apakah dia ambil untung atau tidak, saya tidak ambil pusing lagi. Jikapun dia mengambil untung, saya tidak permasalahkan, hitung2 sedekah plus karena saya juga sudah membuang waktu dia untuk urusan kecelakaan ini.

Kondisi mobil saya sendiri sudah sejak pagi ini masuk bengkel hingga 2 minggu ke depan. Biayanya pun, alhamdulillah, tidak terlalu besar. Itupun setelah saya lakukan perbandingan dg bengkel lain yg mematok harga hingga 2kali hanya utk servis (tidak termasuk spare part).

So, selalu ada untung di balik musibah. ;-)

Gambar dari sini dan BUKAN mobil saya. Sekedar ilustrasi ;-)

Moral story:
- saya baru ngeh bahwa ngantuk memang salah 1 penyebab kecelakaan yg bisa berakibat fatal! hilangnya kesadaran, apalagi saat berkendara dg kecepatan tinggi, bisa mengakibatkan kerusakan yg parah baik utk diri sendiri maupun utk orang lain!

- di jalan tol sering kita temukan anjuran untuk BERHENTI (ATAU MENEPI) APABILA MENGANTUK! anjuran ini berlaku juga untuk berkendara di dalam kota. pergi ke masjid (bagi muslim) atau nyari minuman di pinggir jalan bisa menjadi alternatif penghilang rasa kantuk.

- di balik musibah selalu ada hikmah. kalo orang Jawa bilang selalu ada untung di balik musibah. prinsip yg bagus, IMO :-)

- 'untung' di balik musibah saya ini banyak. pertama, tidak terjadi di jalan tol yg notabene melibatkan kendaraan2 besar (container). bisa dibayangkan kan kerusakan akibat tabrakan dg mereka? kedua, kerusakan yg dialami tidak besar, baik oleh saya ataupun pak P. ketiga, tidak ada yg celaka, baik dari sisi saya maupun pak S. bahkan #mbakMika masih anteng tidur di kursi belakang. saya sih berusaha mengambil hikmah di balik musibah ini, semoga bisa membuat saya menjadi pribadi yg lebih baik di masa depan, aamiin :-)

Posted on Sunday, May 18, 2014 by M Fahmi Aulia

No comments

5/12/2014



Tadi siang menjelang sore, saya sempat memposting artikel parodi yg menceritakan seorang menteri urusan komunikasi dan informasi melakukan 'salah' tindakan dalam mencegah dan menghadapi virus MERS. Silakan anda klik link di atas untuk membacanya.

Eh, tak dinyana, sore menjelang malam baru heboh di twitter. Padahal yaaa sudah basi gitu lhooo...

Lalu saya baca tweet berikut dan terjadilah 'diskusi' panjang.



Jadi, 'diskusi' tersebut membahas apakah parodi boleh menggunakan nama asli atau tidak. Setahu saya, parodi sah2 saja menggunakan nama asli (siapapun itu), karena pada dasarnya parodi adalah satir.

Anda tidak paham parodi dan satir? Coba baca dulu salah satu definisi parodi dan satir di sini.

Hal menggelikan terjadi ketika akun kementerian dan para pendukung menteri tersebut beramai-ramai membela dan menyerang balik orang2 yg 'mempermalukan' menteri tersebut. Bahkan akun kemkominfo menuliskan hal berikut:



Sangatlah disayangkan ketika akun (resmi) kementerian membuat pernyataan yg (seakan-akan) membela menterinya tanpa (ini menurut saya) melakukan pencekan dan memahami artikel (parodi) tersebut. Padahal sebagai lembaga pemerintah yg mengurus komunikasi dan informatika, semestinya mereka lebih paham ttg LELUCON ini.

Tapi, ya sudahlah...saya sendiri sebenarnya enggan utk membahas lebih lanjut karena seperti anjuran saya kepada salah seorang teman di twitter, jgn memikirkan apalagi (berusaha untuk) mengerti kementerian tersebut. :-))

Moral story:

- jika seseorang yg tidak berkompeten memegang jabatan, yaa tinggal tunggu waktu kehancurannya saja ;-)

- cek dan ricek berita itu mesti dan diperlukan! terutama untuk menghindari salah paham. kecuali siap malu! ;-)

Posted on Monday, May 12, 2014 by M Fahmi Aulia

No comments