Semalam saya berbincang dg mbak Dina mengenai rencana investasi yg hendak dilakukannya.

Sepenglihatan saya (bah, kesannya dukun/paranormal banget) masih banyak orang2 yg TIDAK TAHU dan belum paham apa itu investasi. Ketidaktahuan dan ketidakpahaman mereka tentang investasi akhirnya menjadi sasaran empuk bagi para agen2 unit link untuk mempromokan dan menjual produk mereka. Dan rata2 para pelanggan unit link adalah orang2 yg memang tidak tahu dan tidak paham investasi.

Jadi artikel ini mungkin agak panjang, tapi saya harap artikel ini bisa membantu banyak orang utk mengertai investasi dan tidak 'terjerumus' membeli unit link sebagai sarana investasi mereka. ;-) *siap2 diserbu dan dikecam agen2 UL nich!*

Yang mesti dipahami di sini adalah investasi dan asuransi adalah 2 hal yg berbeda. Jadi, JANGAN MENYAMAKAN investasi dg asuransi dan sebaliknya. Khusus pada artikel ini saya akan lebih banyak membahas investasi, sebagaimana judul artikel.

Saya sudah pernah menulis tentang ajakan berinvestasi.

Bagi orang2 awam yg hendak berinvestasi, hendaknya memikirkan hal-hal berikut sebelum berinvestasi:
1. apa tujuan investasi saya? (kalo Ligwina menggunakan tag "Apa tujuan lo?" sebagai brand marketingnya)
2. berapa nilai uang yg hendak saya kumpulkan?
3. berapa lama hasil investasi akan digunakan?

Apabila 3 poin di atas sudah ditetapkan tujuannya, maka langkah berikutnya adalah membaca artikel saya ini, di mana berinvestasi. Di sini saya akan khusus membahas investasi di reksadana.

Untuk kasus mbak Dina, dia berencana memiliki tabungan rencana.

Nah, kembali ke 3 pertanyaan di atas sebelum menentukan jenis investasi yg mesti dilakukan.

Berikut ini beberapa tujuan 'tabungan perencanaan':
1. Pendidikan anak.
Apabila anaknya masih belum lahir, itu lebih baik. Dengan perkiraan anak akan mulai sekolah di usia 3 tahun (masuk di kelas PG), anggap saja masih ada waktu 48 bulan (4 tahun), untuk 'bikin' anak, hamil dan masuk usia PG.

Dengan rentang 4 tahun, maka saya menyarankan investasi di RD saham.

Apa alasannya?
Nilai saham cenderung naik dari tahun ke tahun, kecuali ada kasus khusus yg menyebabkan nilainya terjun bebas. Tentunya yg saya maksud adalah saham normal, bukan saham untuk produk/perusahaan abal2.

Oya, JANGAN menggunakan asuransi pendidikan sebagai sarana 'menabung' anda untuk pendidikan anak.

2. Berlibur.
Apabila hendak berlibur, maka mesti ditarget juga kapan liburan akan dilakukan. Selain itu, lokasi liburan juga mesti diperhatikan karena ongkos liburan di dalam negeri tentu berbeda dengan ongkos liburan di luar negeri.

Apabila anda berlibur di dalam negeri dan dalam waktu kurang dari setahun, maka saya sarankan investasi di RD pasar uang.

Alasannya adalah nilai uang anda tidak akan jatuh terlalu parah jika dibandingkan dengan nilai inflasi. Yaa agak lebih2 dikit lah. ;-)

3. Ibadah.
Karena saya muslim, saya akan fokuskan ke ibadah haji atau umroh.

Untuk ibadah haji, mengingat daftar antrian yg sudah cukup panjang, maka cukup gunakan saja tabungan haji yg sudah banyak ditawarkan oleh banyak bank. Nilai plusnya, kita akan langsung didaftarkan sebagai jamaah haji dan akan diinfokan kapan waktu berangkat apabila nilai tabungan sudah memenuhi batas minimal tertentu.

Dengan tabungan haji, anda tidak perlu lagi memikir uangnya cukup atau tidak, karena tinggal menyesuaikan dengan ONH saat itu.

Sementara untuk umroh, maka yg mesti diperhatikan adalah kapan anda hendak umroh.
a. Kurang dari setahun.
Jika waktu umroh anda kurang dari setahun, maka RD pasar uang merupakan saran saya, tentunya setorannya juga mesti lumayan tinggi.

b. 2-3 tahun.
Sementara jika anda targetkan 2-3 tahun lagi umroh, maka RD campuran atau RD saham adalah solusi terbaik. Pengalaman seorang teman, dengan RD saham dia bisa kumpulkan sekitar 35juta (hasil invest 2 tahun di RD saham) untuk biaya umroh dan uang saku.

4. Menikah
Bagi yg masih single, berinvestasi bisa menjadi solusi untuk mendapatkan biaya nikah. Khusus untuk menikah, jika waktunya < 2 tahun maka RD saham bisa dijadikan alternatif karena nilai RD saham belakangan ini cukup baik sehingga diharapkan bisa memberi return yg cukup (bisa di atas 25%/tahun) untuk biaya resepsi.

Saya tidak sarankan RD pasar uang karena ya nilainya mgkn tidak akan cukup tinggi untuk dijadikan modal resepsi. ;-) Kalo RD campuran yaa boleh saja jadi alternatif investasi apabila anda tidak yakin dengan kondisi bursa efek.

5. Biaya hidup di hari tua.
Jika ini menjadi target investasi anda, maka tidak ada saran lain untuk berinvestasi selain menjadikan RD saham sebagai solusi. Di beberapa produk reksadana, ada yg bisa memberikan return hingga 35%/tahun, tentunya apabila investasi dilakukan dalam jangka panjang dikarenakan nilai saham yg cenderung dinamis.

Demikian artikel (yang ternyata) singkat ini, semoga bisa memberikan gambaran awal bagi anda yg hendak berinvestasi.
Semoga bermanfaat.

Gambar dari sini.

Moral story:
- say no to unit link dan asuransi pendidikan!

- ternyata memulai berinvestasi itu tidak sulit! asal ada duitnya....eh, maksudnya asal jelas tujuannya :-))