Saya memberi saran ini berdasarkan pengalaman pribadi. Sudah sekian lama waktu berlalu sejak saya menjadi suami dari Wify dan sekian lama juga saya menemani dia berbelanja, baik di pasar tradisional maupun di pasar modern (mall). Entah itu berbelanja kebutuhan sehari-hari maupun berbelanja baju, aksesoris, dan barang2 lainnya.

Pada awalnya saya tidak pernah memperhatikan (dengan serius) sikap pasangan yg sedang berbelanja. Hingga satu waktu, ketika menemani Wify berbelanja di pasar tradisional dan dia sedang menawar barang, saya melakukan pengamatan terhadap sekeliling saya.

Saya melihat bahwa JARANG sekali ada suami yg menemani istrinya berbelanja di pasar tradisional. Rata-rata ibu2 itu sendirian berbelanja. Ataupun jika ada laki2 yg menemani, ternyata anaknya.

Sejak saya kecil, saya sudah terbiasa menemani Mama pergi ke pasar, apalagi saya anak laki-laki pertama yg otomatis tubuh saya lebih besar (duluan) daripada adik2 saya. Awalnya saya mengeluh (dan keluhan ini berulang juga di kesempatan2 lain) pada saat menemani Mama belanja. Terutama saat beliau menawar (dengan sadis) harga sayur atau kebutuhan dapur lainnya. ;-)

Toh memang pada umumnya perempuan seperti itu. Menawar harga dengan gila2an di pasar tradisional dan menerima begitu saja harga yg ditetapkan mall. Sungguh suatu sikap yg tidak adil! *halah, salah fokus* 

Kembali ke topik, masih flashback dulu.

Hal yg pernah bikin saya terheran-heran adalah ketika saya menemani Mama belanja, lalu papasan dengan anak perempuan yg juga sdg menemani ibunya berbelanja. Kami berhenti di tempat sayur yg sama. Ketika ibu masing2 sdg menawar, anak perempuan menatap saya penuh keheranan. Lalu saat ibunya selesai duluan, seraya berjalan si anak perempuan itu bertanya kepada ibunya"Bu, itu anak laki2 ngapain ke pasar?" 

Suaranya cukup kencang dan saat itu hal yg terlintas di pikiran saya adalah,"HEEYYYY...APA ADA YG SALAH JIKA ADA ANAK LAKI2 MENEMANI IBUNYA BELANJA???? HALLOWWWW...???" 

Ok, pikiran saya bisa dibilang naif, apalagi utk ukuran anak kelas...err...anak yg masih muda banget lah. ;-) 

Tapi ternyata pemikiran seperti itu mempengaruhi kehidupan saya di masa mendatang, termasuk saat sudah menjadi suami.

Hingga saat ini, alhamdulillah, saya tidak pernah mengeluh jika menemani Wify berbelanja, ke manapun dan belanja apapun. Saya menikmati apa yg saya perbuat. Jika saya perhatikan di pasar tradisional, di jaman sekarang ini nampaknya masih sedikit suami yg mau menemani istrinya belanja. Becek, berat, bla 3x, mungkin menjadi alasan mereka.

Tapi toh hal yg sama juga saya temukan di mall2. Seringkali saya melihat para lelaki (entah suami ataupun pacar) dengan raut wajah yg bosen 1/2 mampus menemani pasangannya memilih baju atau sayur. Malah seringkali saya temukan para lelaki itu lebih memilih duduk2 di luar ataupun nongkrong di lokasi yg jauh dari tempat pasangannya berbelanja.

Ya bagi saya sih, enjoy saja semaksimal mungkin. Prinsip saya,"lebih baik menemani istri belanja, daripada istri cari laki2 lain (baca: selingkuh) gara2 nyari orang yg mau menemani belanja" :-D
Lalu ada komentar dari lae Winner seperti tweet di atas. Aduuuhh...gimana ya respon saya? :p

Mata jelalatan, ya mgkn saja, lah saya sudah bilang kadang saya mengamati orang lain di sekeliling saya. Cuci mata kalo istilah yg biasa digunakan, dengan asumsi yg diliat adalah cewe2 atau mahmud2, heheh.

Well, tidak sepenuhnya salah, karena (lagi2) saya kan suka mengamati orang lain *hahaha..keukeuuuhh...* meski biasanya jarang terjadi karena Wify cukup 'gesit' untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. 

Lagipula, bagi saya, menemani berbelanja adalah salah satu momen untuk mengenal istri lebih dekat. Kadang istripun butuh opini/pendapat dari suami mengenai barang yg hendak dia beli. Entah warna sepatu, corak baju, kecocokan jilbab dengan baju, dst dst.

Alasan saya mungkin terdengar basi atau klise. Tapi memangnya saya peduli? ;-)

Gambar dari sini dan sini.

Moral story:
- menemani istri belanja itu menyenangkan

- salah satu keuntungan menemani istri belanja, saya bisa 'nebeng' nyomot beli cemilan2 yg saya suka, hihihi... ;-)

- hasil menemani Mama ke pasar tradisional, saya jadi tega nawar, tidak saja ke pedagang tradisional tapi juga saat menawar harga ke vendor, hahaha... :-))