Usai sudah KPU menetapkan pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla sebagai peraih suara terbanyak di Pilpres 2014 ini. Dan itu berarti saatnya mereka mulai bekerja, meski masih belum resmi karena pengukuhan (pelantikan) mereka menjadi Presiden dan Wapres RI 2014 - 2019 baru dilakukan Oktober 2014 mendatang.

Namun bukan berarti mereka lantas diam begitu saja.

 Siang ini saya temukan link (tautan) menarik, berisi daftar orang-orang yg dinilai punya kompetensi dan MAU BEKERJA yg dinominasikan menduduki jabatan sejumlah menteri. Anda bisa lihat di sini atau klik di tweet saya di atas.

'Gatel' usai membaca (detail) nama kandidat, saya pun nge-tweet beberapa hal sebagai berikut:


Di tweet akhir, seperti biasa saya beri komen 'ndak penting' ;-D
Menarik sekali mengetahui cara Jkw-JK dalam 'mencari' orang yg hendak dijadikan menteri. Terlebih masyarakat 'diperbolehkan' memberikan saran dan pendapatnya, untuk mengajukan nama calon menteri yg mereka harapkan dengan cara mengisi bagian yg masih kosong.

Sebenarnya tidak terlalu aneh membaca nama-nama yg tercantum, terutama bagi yg rajin mengamati perkembangan industri, pendidikan, maupun hukum. Beberapa nama bahkan sudah sering muncul di layar kaca untuk menyampaikan opininya pada saat pilpres.

Toh, memasukkan nama Ridwan Kamil (Walikota Bandung) sebagai salah satu kandidat Menteri Perumahan Rakyat merupakan kejutan bagi saya, melihat adanya rivalitas yg cukup serius pada saat Pilpres kemarin antara Prabowo (Gerindra) dengan Jokowi (PDIP). Tapi ternyata saya melihat bahwa Jokowi - JK memang (serius) mencari orang yg MAU BEKERJA. Memasukkan nama RK tidak salah, jika kita melihat perubahan2 yg dilakukannya pada saat mengurus Bandung sejak dia menjabat.

Walau demikian, saya sempat 'terusik' dengan tidak munculnya nama Ahok (Basuki TP) dalam kandidat menteri meski pada akhirnya saya menyadari bahwa (warga) DKI Jakarta masih membutuhkan 'sentuhan' Ahok untuk membereskan daerah ini.
Silakan cek aksi Ahok yg terbaru! ;-)
So, mari kita pilih orang2 yg memang kompeten dan MAU BEKERJA agar bisa memajukan bangsa Indonesia ini. Eh, tentunya mesti didukung oleh masyarakat. Jika tidak didukung, maka program2 sebagus apapun dari mereka (Pemerintah) tidak akan berhasil jika masyarakatnya tidak mau mendukung, termasuk mengubah mental yg selama ini sudah cukup akut (naik kendaraan melawan arus, motor naik trotoar, dst dst).

Semoga sukses...!!

Gambar dari sini.

Moral story:

- pemerintahan yg bagus tidak akan berhasil tanpa dukungan rakyat

- memilih JKW - JK bukan berarti selalu mengiyakan dan nurut. TETAP KRITIS!

- meski ada beberapa nama dari parpol pendukung mereka, saya melihat Jokowi - JK berusaha 'netral' dengan membiarkan masyarakat yg memilih. Setidaknya koalisi tanpa syarat yg mereka ajukan masih relatif bersih (hingga saat ini). Mengajukan calon dari partai pendukung, menurut saya, tidak ada larangan karena toh yg nanti yg terpilih adalah yg suaranya terbanyak :-)

- mudah2an cara pemilihan menteri ini tidak di-nyinyir-i kubu sebelah yg masih berkutat di urusan jumlah suara ;-)