Sebenarnya saya hendak ngeblog ttg hal ini sejak saya dapat infonya sekitar 2-3 hari lalu. Namun karena saya ada urusan lain yg lebih penting, maka saya baru bisa posting artikel ini beberapa jam sebelum final Piala Dunia (WC) 2014 dimulai antara Jerman vs Argentina.

Ok, saya mulai artikel ini dengan informasi 'teori konspirasi' mengenai PD/WC 2014.

Informasi tersebut berisi bahwa Jerman akan menjadi juara WC 2014. Beberapa info yg saya dapatkan:
1. Adanya siklus 24 tahun. Seperti diketahui, Jerman terakhir menjadi juara dunia thn 1990.

2. FIFA ingin memperkecil gap/jurang jumlah gelar antara negara Eropa dg Amerika Selatan. Jika ada pertanyaan mengapa bukan Belanda (yg belum pernah menjadi juara dunia) atau Italia (yg sudah 4 kali), maka kembali ke info no 1.

3. Cedera yg 'diderita' Neymar adalah bagian dari konspirasi itu. Brazil 2014 sama dg Brazil 1998, terlalu mengandalkan bintangnya. Jika di tahun 1998 mereka mengandalkan Ronaldo, maka di tahun ini mereka bergantung pada Neymar.

Terbukti, tanpa Ronaldo yg fit 100%, Brazil dibantai 0-3 oleh Perancis di final WC 1998. Sementara usai Neymar cedera, Brazil dicukur Jerman dg skor telak 7-1.

4. Jerman akan menang 3-0 atas Argentina di final.

Saat saya share info ini ke grup, saya mendapat pertanyaan yg bertubi-tubi. Terutama adalah bagaimana cara FIFA 'mengendalikan' permainan dan skor serta tetek bengeknya untuk menunjang dan mendukung teori konspirasi ini?


Untuk pertanyaan ini, jawabannya adalah FIFA 'membiarkan' dahulu babak penyisihan (32 peserta) hingga usai dan masuk ke 16 besar. Jika anda perhatikan perjalanan Jerman sejak 16 besar, nyaris tidak ada kendala, kecuali di bagian Perempat Final saat bertemu dg Perancis dan Semi Final saat bertemu dg Brazil.

Melawan Perancis, FIFA tidak perlu ikut campur, karena hitungan di atas kertas, Jerman akan menang (walau tipis). Persoalan muncul saat Jerman melawan Brazil. Itu sebabnya Neymar 'dibuat' cidera dan mesti ditarik mundur sebelum laga Jerman vs Brazil berlangsung guna memuluskan rencana itu.

Neymar sendiri diberitakan 'baik2' saja kondisinya usai 'cidera' tulang belakang saat pertandingan melawan Colombia. Berikut ini 'bukti' yg berhasil didapat.


Well, percaya atau tidak dg teori konspirasi ini, mari kita buktikan saat laga final nanti berlangsung! :-D

Gambar dari sini.

Moral story:
- teori konspirasi bisa muncul dari mana saja, untuk apa saja.

- kadangkala (atau malah seringkali) teori konspirasi muncul sebagai bentuk 'keisengan' orang2 yg suka menyambung-nyambungkan fakta dg fakta lain. Meski kadangkala ya suka ngawur dan maksa ;-D

- artikel jgn terlalu dianggap serius, kecuali anda sedang bertaruh :p

Update jam 09.00 WIB:
- ternyata Jerman 'cuma' menang 1-0 atas Argentina

- saya dapat info seperti berikut. bisa jadi hoax/editan, tapi berdasarkan ilmu guthak gathuk, info ini mendukung teori konspirasi ;-D