Kemarin saya membaca tweet dari mbak @ajengkol sebagaimana bisa dilihat di atas. Tweet tersebut sebagian dari 'kultwit' mbak @ajengkol mengenai prestasi Gub Jabar.

Saya tidak berniat mempermasalahkan isi kultwitnya kecuali hanya 'tergelitik' saat membaca tweet ttg kapasitas kapal nelayan China yg ditulis sebesar 10 GIGA TON.

Terus terang, saya baru tahu ada kapal nelayan bisa memuat barang sebesar 10 GIGA TON. Itu artinya kapal tersebut bisa membawa barang sebesar 10^12 kg. Padahal massa bumi (iya, bumi planet kita ini) kira2 seberat 6 x 10^24 kg.

Jika mau berpikir sedikit, dengan membandingkan angka2 di atas, maka bisa disimpulkan kapal Cina tsb bisa mengangkut material dg berat ~ 1/2 dari massa bumi!!!

Saya sudah konfirmasi kepada ybs, dg membalas tweetnya, namun hingga artikel ini dibuat tidak ada respon. Saya cek di timeline ybs juga tidak ada keterangan/ralat mengenai tweet yg saya tanyakan tersebut.

Saya berpikir positif kalo mbak @ajengkol terlalu bersemangat nge-tweet sehingga mengesampingkan satuan yg dia tulis. Namun merujuk dari sini, saya hendak mengingatkan kembali akan pentingnya penggunaan satuan yg tepat.

Contoh lain penggunaan satuan yg salah (dan sering terjadi) adalah byte dan Bit. Kesalahan ini sering terjadi (dan ditemui) pada saat menghitung kecepatan bandwidth internet. Misalnya: koneksi internet di rumah saya berkecepatan 2Mbps, kenceng kan?! Tetapi pada saat dicek ternyata kecepatan yg tampak adalah sebesar 100 KBps. Apa yg salah? Pergi ke mana 'sisa' kecepatan yg 1,9 juta?

Nah, kesalahpahaman ini (atau salah kaprah?) terjadi karena kita tidak memperhatikan PERBEDAAN huruf yg tertulis!

Kecepatan internet ditulis dg huruf b (bit). Ini tentu saja berbeda makna dg huruf B (byte). Hal ini dikarenakan 1 Byte = 8 bit. Jangan tanya saya kenapa aturannya mesti begitu, karena hal ini sudah menjadi kaidah umum yg disepakati oleh para ilmuwan, terutama yg berkaitan dengan ilmu komputer/informatika. Anda bisa membaca penjelasan lebih detail tentang perbedaan bit dan Byte di artikel yg menarik dan mudah dipahami ini.

Sudah paham kan? Jadi, pastikan tidak lagi melakukan kesalahan pada saat menulis satuan karena bisa membuat kita menjadi bahan tertawaan, apalagi jika yg menuliskannya adalah orang2 yg sudah lama berkecimpung dalam jurnalisme. Saya berpendapat ini menunjukkan ybs tidak memperbaharui pengetahuannya. ;-)

Semoga bermanfaat.

Gambar dari sini.

Moral story:
- hati2 pada saat menulis satuan. kesalahan kecil dalam penulisan bisa menimbulkan dampak yg tidak bisa dibayangkan! *iya, ini lebay* ;-)

- jika memang salah menulis satuan dan ada yg mengkonfirmasinya, hendaknya merespon. apalagi konfirmasi tersebut dilakukan dg cara yg sopan dan baik. ;-)