Membaca tweet di atas, membuat saya jadi bertanya-tanya lagi, apakah gaji besar lantas bisa menurunkan/menghilangkan niat orang utk korupsi? Pertanyaan ini pernah saya lontarkan dalam diskusi dengan teman2 saya, yg anehnya menurut saya, mengiyakan dan menyetujui pernyataan itu.

Alasan mereka simple. "Lihat saja orang Singapura, Amerika Serikat, dan negara2 Barat lain. Mereka tidak korupsi karena gaji mereka tinggi." Dan jawaban tersebut membuat saya terpingkal-pingkal. =))

Lho, apa yg salah dg jawaban teman2 saya itu?

Saya yakin tentu ada yg bertanya seperti itu. Jawabannya simple. Mereka membandingkan gaji orang Barat dengan kurs Indonesia. Ya jelas terlihat bahwa gaji mereka besoarr sekali, dan ini dianggap sebagai penyebab mereka tidak korupsi. Naif sekali! ;-)

Jika kita hendak membandingkan apel dg apel, maka mari kita cek dengan pejabat2 di Indonesia yg terlibat korupsi (dan ditangkap KPK). Siapa yg tidak tahu Ratu Atut, Angelina Sondakh, Akil Muchtar? Mereka pejabat2 tinggi negara yg gajinya cukup besar. Silakan googling untuk mencek berapa gaji mereka. Tapi yg jelas, sbg anggota DPR, AS menerima setidaknya Rp 60 juta/bulan. Lantas, kok masih (mau) korupsi? Ya WATAK dan MENTAL itu penyebabnya.

Lalu biaya kampanye yg dikeluarkan, yg sedemikian mahal, mesti 'dikembalikan' lagi dengan menaikkan gaji mereka?

Entah gimana logikanya, tapi menurut hati saya sih perlakuan itu tidaklah fair. Gaji para pejabat itu didapat dari pajak yg dikumpulkan dari rakyat. Lalu para pejabat itu menggunakan uang rakyat utk kepentingannya rakyat sendiri. Menurut saya, ini sama saja dengan anda memberi uang ke teman anda utk nonton film di bioskop (beserta akomodasinya), lalu teman anda cerita bahwa dia sudah mewakili anda menonton dan makan2. :-))

Jadi, solusinya apa utk mencegah korupsi? Jelas mesti dibuat sistem yg memang ketat dan menyulitkan orang (pejabat) untuk korupsi. Sediakan juga instrumen utk menghukum para pelaku korupsi serta disusunlah aturan (undang-undang) yg berisi hukuman yg berat bagi para koruptor.

Lantas, apakah dg sistem dan instrumen hukum yg lengkap merupakan jaminan tidak ada korupsi? Saya tidak bisa jamin 100%, karena seperti saya bilang di atas, itu tergantung mental. Dan orang Indonesia cukup terkenal pintar utk ngadalin aturan2. ;-)

Setidaknya dengan hal di atas saya percaya bahwa instrumen2 di atas akan mempersulit orang utk korup, termasuk utk membuat org2 berpikir kembali utk korup. Tidak sekedar iklan "Katakan tidak pada(hal) korupsi", hehehe ;-)


Moral story:
- jangan pilih capres yg berpikir dan memberi solusi instan ;-)

- tidak mudah untuk menjadi presiden/pemimpin