Memperhatikan jabatan presiden di NKRI ini, rasa2nya hanya BJ Habibie presiden yg tidak menjabat sebagai ketua partai. GD, Megawati, apalagi SBY, terutama Soeharto, jelas sekali keberpihakan dan jabatan ganda mereka sebagai presiden dan sebagai ketua parpol.

Bagi saya, double job seperti ini jelas tidak baik. Saya jamin 99.99% presiden tidak akan fokus mengurus negara, apalagi mengayomi masyarakat. Dia (tetap) akan sibuk mengurus partai, apalagi jika partainya mengalami masalah seperti yg dialami Demokrat yg berakibat SBY mesti turun gunung mengurusi lagi partainya.

Hal ini jelas merugikan mayoritas masyarakat Indonesia. Seorang presiden digaji oleh rakyat dan sudah seharusnya mengemban amanah utk bekerja demi rakyat. Jika dia malah asyik mengurusi partainya, rakyat tidak bisa mengstop gajinya.

Wacana mengenai pemisahan jabatan presiden dan ketua partai sudah muncul sejak lama. Namun kenyataannya, pada praktiknya, NOL BESAR!

Di ajang pilpres ini saya masih bisa berharap Presiden terpilih tidaklah menjabat sebagai ketua partai. Ya, Jokowi. Meski dia diejek sebagai pelayan partai, saya masih merasa hal itu wajar karena pada dasarnya semua capres/cawapres adalah pelayan partai masing2. Siapa yg bisa menjamin Prabowo tidak punya misi dalam menjalankan tugasnya sebagai Presiden RI, jika dia terpilih?

Pelayan partai di sini, saya tafsirkan sebagai apakah dia memegang langsung komando partai (ketua partai) atau hanya suruhan partai?

Simak tweet berikut
Dari penampilan Jokowi selama menjadi Gub DKI, saya tidak (belum?) melihat nyalinya seberani Ahok. Atau mungkin karena karakternya yg memang sangat 'Njowo', membuat Jokowi terkesan lemah lembut dan sangat (terlalu?) menghargai partainya.

However, pilihan thd Jokowi itu tetap beresiko karena apabila ternyata saat dia menjadi Presiden RI dan ternyata PDIP memang mengontrol dan mengendalikan dia, yaaa...wassalam saja! Tapi, jika Prabowo yg menjadi Presiden RI, dengan asumsi dia tetap menjabat pimpinan Gerindra (demikian juga HR masih menjabat ketua PAN), yaa tidak ada perubahan. Dan saya kok yakin mereka berdua tidak akan melepas jabatan ketua partai (kecuali mgkn HR karena masa jabatannya mmg sudah habis?).

Gambar dari sini.

Moral story:

- pekerjaan yg disambi tidak akan fokus, percayalah!

- kultur (?) di Indonesia membuat Presiden bisa juga menjabat sebagai ketua partai.

- semestinya untuk urusan Presiden, Indonesia bisa mencontoh Amerika Serikat. Obama tidak (dan bukan) ketua partai Demokrat lho! :-)

- kalo capres boneka, ya jelas bukan Jokowi lah! cek saja gambar berikut hihihi...