Hari Sabtu, 17 Mei 2014 semestinya menjadi salah satu hari yg menyenangkan bagi kami sekeluarga karena pada hari itu kami mengajak keluarga Wify (dari Bandung) untuk menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di Ancol dan berkunjung ke Sea World. Ternyata ada diskon jika kita gunakan cc mandiri. Lumayan, hehehe.
Sabtu pagi kami sudah standby di Ancol. Usai naik perahu di pantai Ancol serta menangkap ubur-ubur, rombongan kami masuk ke Sea World dan menikmati atraksi2 dan hewan2 air sekitar 1 jam sebelum akhirnya kami keluar karena perut sudah merasa lapar. ;-)

Usai makan siang, kamipun berpisah. Kami sekeluarga pulang ke Kalibata sementara rombongan kembali ke Bandung.

Kondisi jalan tol dari Ancol ke arah Cililitan kemarin siang sedemikian penuhnya.

Di sekeliling saya banyak angkutan berat (container) yg berjalan lambat. Hendak nyalip kok sulit, jadi akhirnya ngekor saja di belakang.

Hingga menjelang jam 2, kondisi lalu lintas di tol tidak membaik. Saya berpikir utk keluar dari tol. Selain untuk menghindari kemacetan yg masih menggila, saatnya sholat Dhuhur. Maka saya pun keluar tol di sekitar Rawamangun.

Berkendara di jalan normal ternyata tidak lebih baik. Kemacetan masih merajalela. Dan entah kenapa, saya begitu MENGANTUK! Tak jarang saya tertidur sejenak sehingga mobil di belakang meng-klakson utk membangunkan saya.

Nah, saat di satu titik jalan saya kehilangan kesadaran karena kantuk yg teramat sangat. Saya tidak ingat apa-apa hingga....BRAAAKKK...!! Ternyata mobil menabrak bagian belakang mobil Carry(atau Espass?). Kantuk saya segera hilang akibat laju adrenalin yg begitu kencang.

Segera saya keluar, menemui pengemudi mobil di depan. Di depan Carry saya lihat ada mobil berhenti juga. Dugaan saya terjadi tabrakan beruntun akibat 'sundulan' saya. Weiitsss...saya langsung berpikir berapa duit yg bakal habis, krn mobil di depan Carry nampaknya bakal butuh biaya rawat yg lumayan mahal juga jika memang ada kerusakan.

Alhamdulillah, tyt mobil depan Carry tidak ada kerusakan. Tinggal saya dan pengemudi Carry ngobrol dan bernegosiasi.

Sang pengemudi tidak serta merta menyalahkan (kengantukan) saya. Yang saya tangkap, dia merasa kesal dg kecelakaan ini karena mobilnya baru seminggu lalu keluar dari bengkel utk kasus yg sama, ditabrak (oleh anak paspamres). Well, saya ikut berduka utk bapak S ini.

Kesimpulan pembicaraan, pak S mengambil KTP saya dan akan kontak saya kemudian utk masalah biaya. Saya setujui saja, karena urusannya memang masalah biaya servis.

Sesaat sebelum saya ngobrol dg pak S, saya amati kondisi mobil saya. Alhamdulillah, tidak ada kerusakan yg berat. Kerusakan terjadi di bagian kap (yg melengkung), lampu kiri&kanan, serta bemper. Kondisi AC dan radiator, alhamdulillah (lagi), masih baik2 saja, tidak terkena dampak apapun.

Saya syukuri hal itu, terutama karena harga servis radiator dan AC akan cukup signifikan utk kantong, terlebih saya tidak mengasuransikan mobil.

Pagi ini saya dikontak pak S, biaya servis mobilnya ternyata tidak semahal yg saya bayangkan. Alhamdulillah (lagi). Saya oke-kan saja biaya servisnya, terlepas apakah dia ambil untung atau tidak, saya tidak ambil pusing lagi. Jikapun dia mengambil untung, saya tidak permasalahkan, hitung2 sedekah plus karena saya juga sudah membuang waktu dia untuk urusan kecelakaan ini.

Kondisi mobil saya sendiri sudah sejak pagi ini masuk bengkel hingga 2 minggu ke depan. Biayanya pun, alhamdulillah, tidak terlalu besar. Itupun setelah saya lakukan perbandingan dg bengkel lain yg mematok harga hingga 2kali hanya utk servis (tidak termasuk spare part).

So, selalu ada untung di balik musibah. ;-)

Gambar dari sini dan BUKAN mobil saya. Sekedar ilustrasi ;-)

Moral story:
- saya baru ngeh bahwa ngantuk memang salah 1 penyebab kecelakaan yg bisa berakibat fatal! hilangnya kesadaran, apalagi saat berkendara dg kecepatan tinggi, bisa mengakibatkan kerusakan yg parah baik utk diri sendiri maupun utk orang lain!

- di jalan tol sering kita temukan anjuran untuk BERHENTI (ATAU MENEPI) APABILA MENGANTUK! anjuran ini berlaku juga untuk berkendara di dalam kota. pergi ke masjid (bagi muslim) atau nyari minuman di pinggir jalan bisa menjadi alternatif penghilang rasa kantuk.

- di balik musibah selalu ada hikmah. kalo orang Jawa bilang selalu ada untung di balik musibah. prinsip yg bagus, IMO :-)

- 'untung' di balik musibah saya ini banyak. pertama, tidak terjadi di jalan tol yg notabene melibatkan kendaraan2 besar (container). bisa dibayangkan kan kerusakan akibat tabrakan dg mereka? kedua, kerusakan yg dialami tidak besar, baik oleh saya ataupun pak P. ketiga, tidak ada yg celaka, baik dari sisi saya maupun pak S. bahkan #mbakMika masih anteng tidur di kursi belakang. saya sih berusaha mengambil hikmah di balik musibah ini, semoga bisa membuat saya menjadi pribadi yg lebih baik di masa depan, aamiin :-)