Sejak kemarin, saya amati banyak kicauan tentang kasus pelecehan seksual yg terjadi di sebuah sekolah swasta (dengan embel2 internasional) di Jakarta Selatan. Pelecehan seksual dialami SEORANG ANAK LAKI-LAKI yg, hingga saya ngeblog ini, diduga dilakukan oleh 2 tersangka LAKI-LAKI yg berprofesi sebagai petugas kebersihan di sekolah tersebut. Perbuatan BIADAB ini dilakukan di toilet pada saat korban pergi SEORANG DIRI untuk buang air.

Sejenak mari kita amati kicauan saya di atas.

Percaya atau tidak, orang tua jaman dulu lebih mengkhawatirkan punya anak perempuan. Penyebabnya ya gampang, jika terjadi sesuatu pada anak perempuan (sehingga hamil) maka hal tersebut akan dianggap sebagai aib. Belum lagi jika ada anak perempuannya yg menjanda, sama2 juga dianggap aib. Padahal mesti dilihat dahulu penyebabnya, tidak bisa sembarangan ngasal seperti itu.

Kalo anak laki2 jaman dulu kesannya enak, karena cenderung lebih 'bebas' dan 'tidak bertanggung jawab' terhadap segala perbuatannya. Paling apes yaaa dia diminta menikahi perempuan yg dihamili.

Seiring dengan perkembangan jaman, terjadi perubahan juga perilaku sosial. Termasuk di dalamnya perilaku seksual, dan jenis pelecehannya.

Di jaman sekarang, anak laki2 juga menjadi incaran para predator phedopilia. Kasus phedopilia sebenarnya bukan barang baru juga di Indonesia. Masih ingat kasus robot gedek?

Kasus di sekolah internasional di atas membuka mata masyarakat Indonesia, bahwa kasus pelecehan seksual bisa terjadi di sekolah yg (konon) tingkat keamanannya terjamin. Barangkali keamanan terhadap ancaman luar saja yg menjadi fokus sekolah itu, tapi mereka abai dg ancaman dari dalam.
Toh, meski demikian selalu saja ada orang tua yg bersikap apatis dan 'tidak mau tahu'. Kasarnya mereka 'denial' (menolak mengakui) bahwa peristiwa kejahatan seksual terjadi di sekolah tempat anak mereka menimba ilmu.

Beberapa orang menyatakan bahwa pelaku2 kejahatan seperti ini layak di hukum mati. Saya setuju! Tidak usah ambil pusing dg HAM karena para pelaku kejahatan ini juga sudah melanggar HAM sedemikian rupa.

Anda sendiri bagaimana? Setuju dg hukuman mati bagi pelaku kejahatan ini?

Berikut ini ada info tambahan mengenai kasus pelecehan seksual di sekolah internasyenel tersebut.

Gambar dari sini.

Moral story:

- pelaku kejahatan seksual seperti ini mestinya dihukum seberat-beratnya! mereka sudah menghancurkan masa depan anak, bahkan bisa jadi akan tumbuh generasi yg akan melakukan kejahatan seksual secara masif juga

- hati2 dengan orang2 terdekat. dalam beberapa kasus seringkali mereka justru menjadi pelaku kejatahan tersebut!

- adalah hal yg aneh jika anak TK dibiarkan pergi ke toilet sendirian! setahu saya, hingga umur 10 tahun, ada baiknya anak ditemani utk pergi ke toilet2 umum (termasuk sekolahan)

- barangkali metode berikut bisa digunakan untuk menghindari kejahatan tersebut!

a