12/31/2013

Memang tidak biasanya saya menulis artikel ttg politik di Indonesia, apalagi di akhir tahun. Selain saya memang bukan orang yg kompeten, saya sebenarnya tidak terlalu suka dg perpolitikan di Indonesia yg terlalu banyak trik2 menjijikkan. Toh, saya 'terpaksa' mesti menulis artikel ini terkait dengan pemikiran saya beberapa waktu lalu. Efeknya saya bisa dianggap orang yg kurang piknik! :p



Entah apa yg 'merasuki' saya sehingga saya berkicau seperti di atas, namun seperti saya tulis di atas, saya bisa ngakak terbahak-bahak + berguling2 jika memang muncul Jokowi - Aher sebagai capres dan cawapres.

Mengapa saya mesti 'selebay' itu? Karena dengan memasangkan Aher ke Jokowi, anda bisa bayangkan apa reaksi para pendukung PKS yg selama ini gemar sekali menjelek2kan Jokowi (+ Ahok). Semua kegiatan dan aktivitas Jokowi dianggap sebagai pencitraan semata. Well, saya sih paham dan mengerti penyebab mereka melakukan itu, ya tidak lain dan tidak bukan karena jagoan mereka kalah di ajang pilgub DKI beberapa waktu lalu. Kalahnya pun, saya bisa bilang menyedihkan. Pertama, jagoan mereka, HNW, kalah di putaran 1. Yang 'ajaibnya' adalah, ketika jagoan mereka kalah, partai ini mengalihkan suaranya ke Foke. Padahal sebelumnya HNW sudah menyindir ttg Foke. Dan setelah mereka mendukung Foke pun, tetap saja kalah. ;-)

Oke, lupakan saja kekesalan para simpatisan/pendukung partai itu. Ga penting ngurus mereka, kaya orang kurang piknik sajah! ;-D

Eh, tak dinyana kicauan saya di atas ditanggapi serius oleh mas Amal di facebooknya. Jika anda baca komentar2nya, sungguh menggelitik. ;-)

Beberapa hari kemudian, muncul hasil pemilihan capres dari PKS, seperti terlihat di bawah ini.
Mendapati 'hasil' pemira, saya kembali mengernyitkan dahi. Something wrong dg logika para pemilih di partai tersebut. Mengapa saya katakan wrong? Jika anda perhatikan dengan teliti, maka anda akan melihat HNW ada di urutan pertama. Padahal, seperti di kicauan saya, utk level DKI saja beliau gagal dan tersungkur di putaran 1. Kok ya masih nekad mencalonkan lagi? Buang2 waktu, tenaga, dan duit.

Saya hendak share saja mengenai pemikiran saya jika Jokowi disandingkan dg salah satu top kader PKS di atas.

1. Jokowi - HNW (< 20%)
Saya melihatnya akan suatu blunder besoar. Alasannya ya karena di ajang DKI, HNW menempatkan diri sebagai rival tapi mendadak di pilpres malah berpasangan. Menjilat ludah sendiri? Ah, sudah sering dilakukan sih. Jadi mungkin memang yaaa sudah wataknya! ;-)

2. Jokowi - AM (20% - 35%)
Peluang pasangan ini saya rasa bisa lebih besar. Namun saya rasa tidak akan mencapai 50%, karena sikap AM yg 'pamer' istri mudanya beberapa waktu lalu. Poligami masih jadi isu sensitif, terutama bagi para pendukung Jokowi yg saya yakin tidak rela jagoannya berpasangan dg tukang poligami. ;-)

3. Jokowi - Aher (> 75%)
Pasangan ini paling realistis, jika memang ada wacana hendak menyandingkan mereka. Jika kita baca beberapa artikel ttg Aher, ybs banyak menerima penghargaan. Terlepas dari siapa yg memberi penghargaan ataupun motivasi di belakangnya, yaaa saya sih fine2 saja. Hanya saja, seperti yg ditulis artikel ini, saya yakin akan ada resistansi dari para pendukung Jokowi, meski tidak sebesar no 1 dan 2. Hanya saja, terus terang tidak banyak media yg membahas kinerja Aher secara REAL. Lah, penghargaan Jokowi sebagai walkot terbaik ketiga dunia saja sering dianggap pencitraan dan hasil bayaran oleh para pendukung partai itu, jadi saya pikir wajar saya juga bertanya hal yg sama.

Untuk TFS dan NM, saya tidak berminat membahas. Elektabilitas dan profil mereka, menurut saya, kurang ok disandingkan dengan Jokowi. ;-S

Hal yg menarik adalah saya sempat terpikir utk menyandingkan Jokowi - Ridwan Kamil.

Penyebabnya sepele saja, RK mempunyai langkah2 konkrit dalam membenahi Bandung, usai ybs terpilih menjadi walkot Bandung 2013 - 2018. Jika kita ikuti account twitternya, @ridwankamil, nampak sekali aksi2 nyata yg dilakukannya. Oh, jika Jokowi sih sudah jelas sebagai darling media, prestasinya 'dipompa' habis2an. ;-)

Eh, sebenarnya RK BUKAN kader PKS, tapi karena wakilnya dari PKS, maka para pendukung partai menganggap RK = PKS. Dude, get a life and go picnic! ;-)

Peluang utk Jokowi - RK, sama seperti Jokowi - Aher, saya beri > 75%.

Nah, anda pilih yg mana? ;-D

Moral story:
- jangan suka menganggap hasil karya orang lain sebagai pencitraan. kecuali anda memang hater (sejati)! ;-D

- oya, saya kadang suka berharap memang terjadi 'perkawinan politik' Jokowi-kader PKS. saya ingin tahu (banget) reaksi para tukang jilat ludah itu, hahahah...

Posted on Tuesday, December 31, 2013 by M Fahmi Aulia

2 comments

12/16/2013


Pagi ini saya dikagetkan dengan adanya informasi mengenai meninggalnya seorang pekerja di bidang agensi (periklanan?). Info awal yg saya terima, mbak Mita, bekerja NON STOP selama 30 jam (terlihat dari tweetnya di kicauan awal di artikel ini).

Skrol2 sedikit, saya temui informasi bahwa ybs juga mengonsumsi minuman berenergi (merknya ada di tweet kedua di sini) yg mengakibatkan pembuluh darahnya pecah. Saya hendak bahas dulu mengenai minuman berenergi.

Beberapa waktu lalu saya pernah tweet mengenai bahayanya minumen berenergi yg dikonsumsi terlalu berlebihan. Saya tidak sempat cek tweet saya, nanti akan saya publish jika sudah ketemu. Intinya, ada teman yg mengonsumsi minuman berenergi secara over. Walhasil, dalam setahun 2 ginjalnya melayang. ;-(

Mbak Mita mungkin tidak tahu bahayanya hal ini, sehingga dia mengonsumsi berlebihan dalam rangka kejar target. Dan bagaimanapun juga, tubuh manusia itu tidaklah sekuat mesin. Mesin sekalipun dia membutuhkan istirahat. Apalah lagi manusia? ;-(

Terlepas dari musibah yg dialami mbak Mita dan keluarganya, saya jadi teringat lagi dengan pengalaman saya dan beberapa rekan saya. Kami sempat debat mengenai kerja overtime.

Saya termasuk golongan yg menyetujui OT namun dibatas. Sementara teman saya ngotot OT sampai pekerjaan selesai. Kala itu saya berpendapat bahwa OT yg berlebihan itu tidaklah baik.

Selain merusak diri/tubuh kita, dampak lain yg muncul adalah pekerjaan yg mungkin hasilnya tidak ok dikarenakan kita bekerja dg tubuh yg sudah tidak 'laik kerja'. Hal ini bisa mengakibatkan hasil kerja tidak optimal sehingga mesti dikerjakan ulang lagi.

Sayapun tidak mau mesti bekerja gila2an.

Know my limit, itu prinsip saya.

Bahkan jika saya terkena penyakit yg mungkin menurut orang2 sepele, seperti flu atau batuk, saya berusaha lihat kondisi tubuh saya. Apakah masih bisa bekerja dg hasil yg optimal ataukah malah akan ada hal2 tambahan lain akibat saya bekerja dg tubuh yg kurang sehat?

Satu hal lagi, olahraga.

Mia Wify sendiri berulangkali mengingatkan saya utk berolahraga. Well, saya kadang ikut sarannya, kadang mbandel, hehehe. Paling banter saya berenang dg mbak Mika, itupun kadangkala tidak optimal berenangnya. Belakangan ini saya menambah porsi olahraga saya, jalan kaki di kisaran Warung Buncit - Kalibata.

Intinya, saya juga MESTI LEBIH memperhatikan kesehatan saya. Orang kantoran kadang abai dg hal ini, bahkan mungkin menganggap sepele. Padahal olahraga yg teratur sesungguhnya akan meningkatkan ketahanan fisik tubuh kita. :-)

Jaga makanan termasuk hal yg mesti diperhatikan juga sih!

Well, mari olahraga, jaga makanan, kerja yg cukup, raih hidup bahagia! :-)

Moral story:
- work smart seringkali tidak berlaku jika sudah deadline

- pekerja kantoran lebih rentan terkena serangan penyakit ataupun hal2 yg kurang sehat lainnya

- artikel mengenai mbak Mita bisa dibaca di sini.

Posted on Monday, December 16, 2013 by M Fahmi Aulia

1 comment

12/08/2013

Bagi anda penyuka busana terbaru dan bermerk, pria dan wanita, kini bisa mengupdate penampilan anda dengan model-model busana terbaru dari EZRA, in house label dari ZALORA. Model-model busana terbaru Ezra kali ini bersifat easy to wear sehingga anda bisa kombinasikan dengan berbagai macam pernak pernik yang anda miliki. Saya yakin kombinasi busana dan aksesoris yang anda kenakan akan membuat anda menjadi pusat perhatian dan trend setter bagi para penyuka busana.

Jadi begini, pengertian busana easy to wear itu bukan berarti busana hanya untuk keperluan santai/non formal. Easy to wear, sepemahaman saya, lebih mengarah kepada desain yang simple namun tidak mengurangi tingkat ke-keren-an seseorang.

Selain busana, Ezra juga menampilkan koleksi sepatu dan aksesoris terbaru yang bisa anda kombinasikan dengan busana anda, apabila sepatu dan aksesoris yang ada dirasa kurang memadai atau tidak cocok. Well, untuk hal ini memang selera seseorang sangat memegang peranan penting.

Seperti saya sebut di atas, Ezra menyajikan busana untuk pria dan wanita. Dengan demikian para lelaki tidak perlu khawatir ketinggalan jaman juga. Eh, sekarang sudah lazim kok para pria mengikuti mode karena busana sebenarnya bukanlah dominasi wanita. Para wanita pun bisa mencari busana yang cocok bagi pasangannya, entah suami atau pacar, dari koleksi yang dimiliki Ezra ini.

Bagi beberapa orang, mereka ingin mengikuti model busana terbaru namun (mungkin) mengkhawatirkan harga. Jangan kuatir! Harga produk Ezra ini cukup bersahabat dengan kantong anda. Bahkan bisa dikatakan bersaing dengan toko-toko busana elit di Jakarta. Tentu saja jangan dibandingkan dengan toko-toko yang memang tidak sepadan, karena segmen Ezra memang sedikit berbeda.

Nah, di bulan ini ada liburan dalam rangka Natal dan Tahun Baru. Tidak ada salahnya anda berkunjung ke Zalora dan mengintip koleksi Ezra. Barangkali ada beberapa model yang anda/pasangan anda suka dan cocok dijadikan kado Natal ataupun sebagai hadiah Tahun Baru.

Yuk, jangan sungkan untuk mengintip model busana dan segera pesan daripada menyesal di kemudian hari! ;-)

Posted on Sunday, December 08, 2013 by M Fahmi Aulia

2 comments