9/21/2013


Malam Minggu kali ini nampaknya para jomblo di Indonesia bakal mempunyai kegiatan, yang pasti bukan ngapel, namanya juga jomblo. Para jomblo yg selama ini ga pake BB, bakal bisa punya PIN untuk tukar2an (kalo ada yg mau) karena BBM4Android sudah bisa diunduh dan digunakan di Android.

Berita BBM4A ini sebenarnya sudah lama beredar dikarenakan pihak Blackberry kesulitan bersaing dengan Apple dan Android. Jadi, mereka 'melepas' BBM utk Android dan Apple dengan harapan mereka masih bisa dikenang, minimal masih ada yg mau pake BBM.

Namun hingga malam ini, saya terima banyak kabar (dan keluhan) bahwa BBM4A ini gagal diunduh, malah katanya belum dirilis oleh Blackberry.

Saat saya sampaikan hal ini ke grup di Line, ada teman saya yg mengatakan bahwa dia sudah bisa menginstall dan menggunakan BBM4A. Bahkan dia melampirkan skrinsut sebagai bukti dia tidak hoax.

Akhirnya saya googling dan menemukan site untuk mengunduh aplikasi BBM4A. Silakan coba di sini. Semoga sukses. Kalo gagal donlot, diulang terus sampe berhasil yak?! :-)

Moral story:
- saya pengen tau yg selama ini ga suka BB terus sekarang install BBM. munafik ah klean!! ;-D

- bagi yg sudah install BBM4A, siap2 menerima broadcasting2 ga penting. kalo sudah kejadian begitu, delcon saja orang2 jahiliyah ituh! :-))

- saya sendiri menginstall aplikas ini karena saya hendak mempensiunkan si Gemini yg sudah menemani lebih dari 3 tahun.

Posted on Saturday, September 21, 2013 by M Fahmi Aulia

2 comments

9/08/2013

Saya menulis artikel ini usai saya diskusi (agak serius) dengan Mia Wify di hari Minggu pagi yg cerah. Diskusi muncul bukan karena kami berdua kurang piknik, tapi yaa namanya juga pasangan suami istri, mesti ada pembicaraan serius yg mesti dilakukan, tidak sekedar hal2 yg menyenangkan (baca: agak tidak berbobot) yg kami lakukan.

Awalnya sih 'nyenggol' kasus kecelakaan si Dul, anaknya Ahmad Dhani, yang kemudian melebar ke kehidupan 'nyata' yang memang kami berdua alami sehari-hari. Intinya menyoroti perilaku orang tua yang seringkali 'kalah' terhadap (perilaku) anaknya yang kami temui beberapa waktu belakangan ini.

Pertama, seperti tweet saya di bagian awal artikel ini. Kami perhatikan cukup banyak orang tua (di Jakarta) yg membolehkan (baca: membiarkan, bahkan mengajarkan) anak-anak mereka yg di bawah umur (bahkan di foto saya di samping ini, saya taksir umurnya baru 7-8 tahun) mengendarai kendaraan bermotor. Terus terang, saya gemas dg ortu2 seperti itu. Ingin sekali saya mencap jidat mereka dg tulisan 'IDIOT'. Bukan apa2, sikap permisif mereka ini sebenarnya berbahaya.

Apa pasal?

Satu, mereka masih di bawah umur. JANGAN BERALASAN bahwa para ortu tidak ingin anaknya ketinggalan jaman! Tentu saja hal seperti ini tidak cocok dan tidak bisa dimaklumi! Apa hubungannya ketinggalan jaman dg berkendara motor? Di Jepang dan Belanda, banyakk orang2 dewasa yg bersepeda. Apa mereka termasuk orang2 yg ketinggalan jaman?

Dua, anak-anak itu diajari berkendara tanpa adanya bimbingan dan cara mengendarai yg benar. Poin ini sebenarnya agak2 kontradiksi dengan poin pertama. Karena mestinya, jika masih di bawah umur tentulah TIDAK DIAJARKAN berkendara motor. Ok, katakanlah, mereka diajarkan cara berkendara. Maka mestinya dilakukan dengan baik dan benar. Untuk sepeda motor, hendaknya diajari sopan santun berkendara. Pakai helm, menggunakan lampu sign, menyalakan lampu (baik siang maupun malam), dan tidak meng-rem mendadak, menurut saya adalah hal2 dasar yg mesti diajarkan. Jika tidak, maka mereka akan tumbuh dan besar menjadi pengendara2 sepeda motor yang ugal2an dan menjadi ancaman bagi pengguna jalan yg lain.

Kedua, perilaku orang tua yg membolehkan anaknya menggunakan gadget pribadi. Gadget merupakan salah satu bukti teknologi yang kian berkembang (yang tentu saja ini berarti sesuai perkembangan jaman). Untuk kasus ini, saya setuju bahwa orang tua yg tidak membolehkan anaknya bermain/menggunakan gadget maka anaknya bisa ketinggalan jaman. Tapi toh mesti ada hal2 yg mesti diperhatikan orang tua.

Satu, belikan mereka gadget yg khusus buat mereka. Hal ini perlu dilakukan agar anak2 tidak sembarangan posting ataupun melakukan hal2 'berbahaya' lainnya terhadap gadget milik ortunya. Pengalaman teman Wify, anaknya bermain-main dengan gadgetnya lalu posting artikel2 'ga jelas'. Untungnya si ibu ini tidak memasang hal2 yg 'berbahaya' sehingga tidak sampai terjadi si anak posting foto tidak senonoh ke forum, hehehe.

Eh, harga gadget sudah cukup murah lho. Jadi, sebaiknya menurut saya, belikan 1 untuk mereka.

Dua, jika mereka sudah diberi gadget khusus, maka pasang aplikasi yg membantu kita, selaku ortu, untuk mencegah anak2 mengakses yg tidak2. Untuk gadgetnya #mbakMika, saya pasang aplikasi ini, sehingga dia tidak bisa mengakses hal2 yg aneh ataupun mengubah settingan.

Saya akhiri saja dulu artikel ini. Hari ini hari Minggu, cuaca cerah. Lebih baik saya gunakan untuk menghabiskan waktu dengan Mia Wify dan #mbakMika. Tulisan/unek2 lain akan dilanjutkan kemudian. :-)

Moral story:
- anak2 mesti diajarkan sesuai dengan usia mereka. jangan diajari hal2 yg belum sesuai dengan usia mereka, dengan alasan apapun

- ajari dan beri contoh anak-anak berkendara yg baik agar tidak menjadi ancaman bagi pengguna jalan yg lain!

Posted on Sunday, September 08, 2013 by M Fahmi Aulia

1 comment

9/07/2013




Tanggal 5 September kemarin, jagad twitter sempat dikejutkan dengan ditahannya Benny Handoko, pemilik account twitter @benhan di LP Cipinang dengan tuduhan pencemaran nama baik Misbakhun. Orang2 lalu beramai2 memberi komentar, entah itu mendukung Benny ataupun Misbakhun, dengan argumen dan kesotoyan masing-masing.

Saya? Saya termasuk yg sotoy, namun tidak mendukung siapapun. Bukan tidak punya keberanian atau pendirian, namun saya melihat memang kedua pihak sama2 emosian dan tidak bisa menahan diri.

Di satu sisi, saya melihat Misbakhun jeli memanfaatkan UU ITE (yg ditolak banyak pihak) untuk menjerat orang yg tidak disukai dengan menggunakan pencemaran nama baik sebagai referensi. Salahkah Misbakhun? Bagi saya, tidak. Dia tahu betul cara menggunakan instrumen2 hukum yg sah dan berlaku (meski kontroversi) untuk kepentingannya. Jangan lupa, dia adalah politikus, yg memang sudah 'selayaknya' piawai dalam melakukan 'jurus2' baik untuk menghantam musuhnya ataupun bertahan dari serangan musuhnya.

Hanya saja, saya sendiri agak heran juga kenapa proses penahanan ini baru dilakukan sekarang? Mengingat pertengkaran (twitwar) antara Misbakhun dengan Benny sebenarnya berlangsung tahun lalu. Coba cek di chirpstory ini.

Dugaan paling gampang, yaaa ada upaya pengalihan isu agar kita tidak fokus melulu ke Anang dan Ashanty....eehhhh...entahlah, saya tidak terlalu mengamati perpolitikan dengan rinci, sehingga saya tidak terlalu ambil pusing apakah ini pengalihan isu ataupun tidak.

Kini fokus ke Benny. Benny, menurut saya, terlalu arogan. Jika anda baca di chirpstory itu, saya melihat ada kepongahan dan kesombongan dari seorang selebtwit (karena punya follower banyak). Menurut saya pribadi, Benny sebenarnya tidak perlu sampai masuk penjara dengan catatan dia segera minta maaf atas 'kesalahan' tuduhan dia (yg tidak bisa dibuktikan) terhadap Misbakhun. Yang terjadi, dia malah meralat dengan menambahkan " dan ngeles ngalor ngidul.

Jika merujuk dari kicauan Hans, follower2 Benny ikut andil dengan jadi "kompor" agar Benny ogah minta maaf.

So, jadilah Benny (sempat) dijebloskan ke penjara Cipinang.

Tapi, alih-alih menjalani penahanan, mendadak muncul instruksi dari Wamen Hukum, Denny Indrajaya, dengan turun tangan dan meminta penangguhan terhadap Benny.

LAAAHHHH....KENAPA MESTI ADA INTERVENSI? APA INI BERARTI SELEBTWIT KEBAL HUKUM?

Saya yakin intervensi Denny sedikit banyak dipengaruhi oleh gerakan media sosial (terutama twitter) yg meminta Benny bebas, termasuk dengan menampilkan hashtag #freebenhan.

Terlepas dari motivasi Denny ikut campur dalam pembebasan Benny, saya melihat ada kontradiksi yg terjadi pada kasus ini. Pertama, Benny tidak bisa membuktikan (dengan NYATA) tuduhannya bahwa Misbakhun menyuap staf lembaga hukum untuk membebaskan dia. Yang terbukti secara nyata, Wamen Hukum justru intervensi dengan meminta penangguhannya. Kedua, dari poin 1 maka secara mudah dan gampang bisa dikatakan, selebtwit itu kebal hukum! Jika ada masalah, tinggal 'gerakkan' saja followernya dengan hashtag tertentu untuk mendukung perilakunya ataupun menekan (dan minta bantuan) pejabat2. Ketiga, sebaiknya para selebtwit ndak usah ngomong "MENJUNJUNG TINGGI HUKUM" jika kelakuan mereka merujuk ke poin 2.

Saya setuju dengan pernyataan Hans, bahwa hukum di Indonesia memang bobrok, termasuk memang ada KEMUNGKINAN keputusan pengadilan tidaklah 100% benar. Tapi ya itu resiko dari menjadi warga negara yaa mau tidak mau mesti menerima hal tersebut! Keberatan? Maka kumpulkan bukti dan ajukan banding. Bukan sekedar koar2 di twitter dan cari dukungan, apalagi dengan ngeles ala bajay.

Intinya, Indonesia itu gudangnya lebaaaayyyyyy....hahaha.. ;-D

Moral story:
- selebtwit yg ngawur lebih cocok disebut selebtulalit

- GA USAH NGOMONG INTEGRITAS DAN SUPREMASI HUKUM KALO EMANG GA BISA MELAKUKAN DAN MENJALANINYA! APALAGI BAWA2 PEJABAT SEGALA!

- don't try to mess up politician (especially in Indonesia) unless you have proof and ready to be put in bar. don't forget also to have better relatives than him/her ;-)

Posted on Saturday, September 07, 2013 by M Fahmi Aulia

2 comments

9/04/2013


Recently, in my office many friends of mine are using Line for communication (socmed tools). We also created a group where we can discuss many things, from the daily activities in office (especially some of us are involved in very busy project) and sometimes spread rumours (which some of them became reality) ;-P

In the first time, I'm using Line just for additional socmed tool since I connected too many socmed. But apparently, I'm quite interesting with this app especially Line has many funny stickers. Some of stickers are really funny and it make me want to download them.

Unfortunately, some of Free Line stickers not available here. Since dollar was rising up, it is getting tough and 'hard' to buy stickers. So, I'm looking for the way to get funny and FREE Line stickers.

Some of my friends tried and did some experiments that they got from internet. I tried their way and it worked!

I created the tutorial to get FREE Line stickers here. You can download the tutorial here.

Note: some actions you must do following steps:
1. Make sure YOU HAVE FACEBOOK ACCOUNT FIRST!
2. Register your email for your Line account. Go to Settings - Accounts - Email Account Registration
3. From your android, go to Setting - Apps - find Line application. Tap it
4. Tap "Force Stop" and tap "Clear data"
5. Open your Line application, login with your email address
6. Connect with facebook account
7. Download my tutorial and follow the instructions
8. Good luck!

Moral story:
- sharing is fun!

- free things are also fun! ;-)

Posted on Wednesday, September 04, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments