6/28/2013


Pagi ini TL saya dipenuhi dg kicauan2 ttg aksi Munarman yg melempar air ke lawan 'diskusi' ketika sedang berbicara di acara sebuah televisi. Dan saya tidak mau berita2 negatif merusak mood saya, jadi saya abaikan dahulu hingga siang hari.

Siang hari, barulah saya mencari lebih dalam informasi mengenai insiden yang terjadi tadi pagi. Dan saya dapatkan juga cuplikan kejadiannya seperti di bawah ini.

 

Well, saya bukan fans FPI dan juga bukan orang yg (selalu) suka sepak terjang Munarman. Tapi bagi saya, usai melihat rekaman video itu, memang tidak salah Munarman bersikap seperti itu. Ditunjuk-tunjuk dengan suara keras (dibentak?), apalagi dilakukan oleh Thamrin Amal Tomagola yg (konon) sudah menjabat profesor, jelas tidak etis.

Seorang profesor semestinya bisa bersikap (lebih) santun dalam diskusi. Apalagi diskusi dengan FPI, yg menurut kebanyakan orang, lebih suka main fisik daripada pakai otak.

Saya tidak tahu, apakah Thamrin memang sengaja memprovokasi dan melakukan agitasi kepada Munarman dengan tujuan tertentu (terkait UU Ormas barangkali?), namun memotong pembicaraan lawan diskusi, berdasarkan pengalaman saya, bukan aksi yg biasa dilakukan oleh orang (dg gelar) profesor. ;-)

Belum lagi dengan sikap 'moderator' TV One yg memang doyan potong omongan orang (narasumber).

Dosen2 saya yg profesor, jika mereka diserang dengan pertanyaan2 dari orang2 yg 'panasan', mereka tetap menanggapi dengan tenang. Bahkan karena mereka bersikap tenang, maka mereka bisa 'memutar balikkan' ucapan2 lawan diskusi mereka.

Di sisi lain, saya melihat TV One memang stasiun televisi yg doyan ngadu domba orang. Coba saja lihat acara mereka, ILC. Isinya debat2 ga jelas yg diiringi dengan suara tinggi dan emosi yg memuncak.

Oya, tidak perlu membahas moderator yg (juga) muncul di acara tsb. Just remind, beberapa waktu lalu  reporter TV One juga bikin masalah saat wawancara dengan Jokowi. Sila cek tweet saya di bawah ini.
Intinya, TV One memang stasiun televisi yg lebih mengutamakan mencari sensasi saja. Tidak heran Wify begitu sebal jika saya (tidak sengaja) memindahkan channel tv ke TV One. ;-D

Saya pikir acara2 'diskusi' di TV One itu tidak lain sebenarnya acara untuk mengetes tingkat kemarahan seseorang :-))

Gambar dari sini.

Moral story:
- ndak usah buru2 menyalahkan Munarman, kecuali dari awal anda memang sudah tidak suka dengan Munarman (dan FPI) ;-)

- bangsa kita nampaknya tergolong bangsa yg suka bareng2 (berjama'ah) memusuhi seseorang. akibatnya, obyektivitas akan tersingkirkan. contohnya sekarang orang Maluku jadi marah2 kepada Munarman. :-S

- Munarman mungkin suka lebay juga, tapi bukan berarti semua sikap/aksi dia salah. :-)

Posted on Friday, June 28, 2013 by M Fahmi Aulia

3 comments

6/27/2013


Hari ini, Kamis 27 Juni 2013, jam 9 pagi saya sudah nongkrong di XL Center di Menara Rajawali. Nongkrongnya sih kepaksa, gegara sim card saya mendadak jeprut dan mogok untuk menjalankan fungsinya, yakni mendapatkan sinyal XL untuk komunikasi.

Saya sendiri 'shock' juga ketika Rabu jam 4.30 sore mendapati si robot ijo mendadak mogok untuk mengakses beberapa aplikasi favorit saya. Restart dan cabut baterai sudah beberapa kali saya lakukan dan hasilnya NOTHING. Usai konsultasi dengan admin @XLCare, akhirnya saya disarankan untuk mengganti sim card, barangkali problemnya memang di sana.

So, saya 'kepaksa' ambil cuti 1/2 hari, mengingat saya tidak tahu berapa lama waktu yg dibutuhkan untuk menyelesaikan urusan sim card, apalagi biasanya antriannya cukup panjang. Dan alhamdulillah, ternyata saya termasuk pengunjung awal, hanya ada 2 orang (no 604 dan 605) yg sedang dilayani CS. Saya sendiri dapat nomor 606.

Usai menunggu 10 menit, akhirnya saya bertemu dg CS bernama N*nd*. Usai bla bla bla, akhirnya saya sampaikan bahwa sim card saya rusak dan mesti diganti. Btw, saya juga pernah ganti sim card, tahun 2008. Penyebabnya sama, sim card mendadak mati.

Hal menarik muncul ketika saya tanya penyebab sim card saya rusak. Jawaban N*nd* adalah kicauan saya di atas. Jawaban di atas, jika di manga dan anime Jepang, bisa membuat saya langsung ngakak dan terguling dari kursi. =))
Daripada kepala saya pusing memikirkan hubungannya, akhirnya saya coba konek ke wifi-nya. Kebetulan saya sempat lihat ada fitur wifi gratis di XL Center. Usai mendapatkan passwordnya, saya pun berusaha terhubung ke internet, tapi gagal. So, wajar dong saya tanya lagi ke N*nd*, kok saya ga bisa konek.

Lagi-lagi jawabannya (bisa) membuat saya jatuh dari kursi.

Saya perhatikan ternyata N*nd* orang baru, kayanya masih dalam tahap magang. Setahu saya orang2 yg masih tahap training memang kurang lihai menjawab pertanyaan2 customer. Tapi, mbok yaa apa sampe segini parahnya yak?

Mungkin pihak XL mesti memperhatikan hal ini. Memberikan training yg memadai kepada CS2nya, apalagi yg masih magang. Masih untung ketemu dg customer yg sabar dan mau maklum seperti saya. Kalo ketemu customer yg nyolot dan suka cari perkara, bisa 'babak belur'! ;-D

Foto dari sini.

Moral story:
- saya suka males kalo dapat jawaban dari CS yg ndak pinter. mau didebat, yaaa ga level. tapi ga didebat, kok yaaa bikin kesel ;-D

- dear customer service, TIDAK SEMUA CUSTOMER ITU BODOH! *harap dicamkan dan direnungkan baik2 yak?hihihi..*

- lebih lucu lagi pengalaman Merry

Posted on Thursday, June 27, 2013 by M Fahmi Aulia

3 comments

6/26/2013


Jadi ceritanya teman saya (K) ketiban pulung (lagi) karena ada rekan kerjanya (O) yg resign tapi tidak meninggalkan 'warisan' kerjaan yg jelas, entah itu dokumen atau apapun. Sebelum resign sih, si O sempat ngemeng ke si K agar K mengirim email untuk rincian dokumen yg dibutuhkan dari O. Tentu saja K tidak keberatan karena dengan demikian beban kerjanya lebih ringan. Segera dikirim email ke O, minta rincian dokumen yg dibutuhkan.

Tunggu punya tunggu, hingga akhirnya O benar2 resign (2-3 minggu kemudian usai email dikirim) yaa tidak ada dokumen yg diterima si K. Walhasil si K mesti menyusun dokumen2 dari awal.

'Familiar' dengan cerita di atas. Anda sebagai si K atau sebagai si O? Atau gantian? Kadang jadi si K kadang jadi si O? Hehehe.

Saya pernah mengalami episode di atas, dengan peran lebih banyak sebagai K. Adapun saya menjadi si O, itu sebenarnya bukan kemauan saya sendiri. Serius...coba anda baca cerita saya di bawah ini.

Cerita sebagai si K.

Sebagai tokoh K, saya sudah sering mengalaminya. Tiba-tiba dapat kerjaan limpahan dari orang yg resign tanpa ada referensi yg bisa saya jadikan pegangan untuk melangkah ke tahap berikutnya dari pekerjaan yg ditinggalkan. Efeknya, saya jadi 'mandi darah' mesti melakukan tracking dan bikin ulang dokumen2nya.

Ada plus minusnya dari usaha seperti ini. Plusnya, saya jadi tahu filosofi project yg mesti saya tangani. Minusnya, waktu terbuang banyak, saya jadi terjun juga ke engineering (teknis).

Hal yg paling menyebalkan adalah jika ada deal2 tertentu yg tidak tertulis sehingga customer sukses membuat saya menjadi orang bego ketika ditanya ini itu. Apa yg mesti saya jawab? Yang jelas, saya kan tidak mungkin bilang,"Wah, pak, itu kan kerjaan si anu yg sudah resign. Saya ga tahu."

Jawaban seperti itu jelas akan meruntuhkan kredibilitas anda sendiri (dan juga perusahaan). Pertama, anda dinilai customer tidak cukup cakap. Kedua, anda dianggap tidak mempelajari medan dg baik sebelum terjun. Ketiga, perusahaan anda dicap tidak becus mengurus transfer knowledge dari orang yg hendak resign ke penerusnya. Keempat, yg paling parah, anda (bisa) dianggap lempar tanggung jawab. ;-(

Lalu, apa yg seharusnya dilakukan? Tips dari saya, catat dulu semua hal2 yg dilontarkan oleh customer, terlebih kita memang tidak tahu historicalnya. Jawab saja secara diplomatis,"Saya catat dulu semua hal yg disampaikan Bapak/Ibu, nanti kami akan diskusi internal dahulu dengan tim Sales dan atasan saya."

Langkah berikutnya, usai meeting ya anda segera ketemu (rapat, istilah kerennya) dengan tim sales, atasan, dan orang2 yg pernah ikut di project (dan masih kerja di situ). Sampaikan apa2 yg anda dapat di rapat tadi dan minta support dari mereka utk solusi2 yg akan disampaikan ke customer.

See, simple kan?

Sementara, saat (terpaksa) berperan sebagai O, sebenarnya saya sudah menginfokan sebelumnya (min 1 bulan) bahwa saya akan resign, jadi saya minta ada pengganti untuk project yg saya pegang. Semua dokumen dan perlengkapan yg (kira2) dibutuhkan pengganti saya, sudah saya siapkan. Namun ternyata hingga saya resign tidak ada yg menggantikan saya. Walhasil, semua perlengkapan yg telah saya siapkan itu (dan tersimpan di atas meja saya) mungkin mubazir.

Dan jelas, saya 'boleh' dong untuk males kalo ditelp kantor lama untuk bantuin ini itu, lah wong saat saya punya waktu dan kesempatan untuk transfer knowledge, ga ada yg ditugasin. Giliran saya sudah kerja di tempat baru, malah diganggu2 mulu. HIH! ;-D

Toh, tidak ada yg lebih menyebalkan daripada saat kita sudah transfer knowledge dan hand over pekerjaan ke penerus kita, ternyata pengganti kita itu ga becus kerjanya dan malah terus merongrong kita untuk bantu dia beresin masalahnya. LAH, KALO GUE BANTUIN ELO BERESIN MASALAH ELO, SIAPA YG BANTUIN GW BERESIN URUSAN GW? ELO? LAH ELO SENDIRI MINTA TOLONG KE GW! HALLOOOO...?? ;-D

Bagi saya, tidak ada kerugian saat saya mesti menyiapkan dokumen2 seperti yg saya sebut di atas. Ketahuilah, bahwa tidak ada ruginya (dan jangan pernah menyesal) berbuat baik kok! Saya yakin bahwa tindakan seperti ini sebenarnya menunjukkan cerminan kita, apakah kita memang termasuk orang yg bertanggung jawab (hingga detik penghabisan/resign dari kantor) ataukah memang kita sebenarnya tidak punya kinerja yg baik? ;-)

Gambar dari sini.

Moral story:
- meski telah mengumumkan resign, bukan berarti anda lepas tangan begitu saja dari pekerjaan/project yg sedang anda pegang!

- proses transfer knowledge itu MESTI dilakukan.

- JANGAN PERNAH RAGU UNTUK BERBUAT BAIK, meski 'cuma' di level sharing knowledge/transfer knowledge.

- jika anda sudah ikuti prosedur di atas dan ternyata masih ada huru-hara, maka seperti gambar di atas, "Keep Calm and Just Resign" :-))

- jangan lupa utk kirim surat perpisahan saat resign. Isinya biasa saja, ga usah pake attachment video yg isinya kalian nangis karena begitu sedih mesti resign. It's b*llshit lah! :-))

- baca juga artikel "Pilih resign atau dipecat?", "Resign tidak selalu mudah", "Contoh Surat Resign".

Posted on Wednesday, June 26, 2013 by M Fahmi Aulia

3 comments

6/23/2013


Well, sebenarnya artikel ini di luar konteks jadwal ngeblog saya, tapi ya ga papa toh saya ngeblog? ;p

Saya bukan penggemar (liga) sepakbola Indonesia. Simpel saja alasannya. Pertama, tidak diurus dengan baik (manajemen yg buruk). Kedua, banyak klub yg tidak profesional. Sudah banyak kasus yg menunjukkan ketidakprofesionalan manajemen klub. Mulai dari telatnya pembayaran gaji (bahkan termasuk Bambang Pamungkas dan Irfan Bachdim, yg akhirnya terpaksa hengkang dan nyari makan di klub luar negeri, terlebih dg kasus Diego Mendieta di sini). Ketiga, banyaknya supporter bola yg lebay dan ga beradab (jika tidak mau dikatakan barbar). Keempat, pemain yg suka njotos wasit seenaknya saat bertanding.

Kasus yg terjadi hari Sabtu kemarin, ketika Persib bertandang ke stadion GBK adalah kasus terbaru dari supporter2 bola yg lebih mengedepankan emosi dan fanatisme lebay.

 

Sayangnya kelebayan the jak juga diikuti sikap para bobotoh yg mengadakan razia kendaraan2 bermotor (terutama mobil) dengan plat B yg sedang berlibur di Bandung.

So, saya menilai kedua suporter sama-sama lebayatun akbar.

Jika sudah begini, lebih baik liga sepakbola Indonesia dihapuskan saja. Karena tidak ada manfaatnya! Coba anda tunjukkan manfaat dari liga sepakbola Indonesia! Berprestasi di tingkat ASEAN saja tidak kok! :p

Gambar dari sini.

Moral story:
- ndak perlu mbahas liga sepakbola Indonesia, ga ada manfaatnya :p

- timnas sama saja, ndak ada prestasi yg bisa dibanggakan. oya,ndak usah menghubungkan nasionalisme dengan timnas. tau apa anda ttg nasionalisme? :p

Posted on Sunday, June 23, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

6/22/2013

Akhirnya setelah melalui aksi2 'dramatis' (dan lebay), harga BBM dinaikkan per hari ini, 22 Juni 2013 jam 00.00 WIB.

Alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM (bersubsidi) bisa dibaca di sini.  Yang jelas, saya tertawa membaca paragraf terakhir dari artikel tersebut, yakni di bagian
Untuk itu lanjut Hatta, disamping kenaikan tersebut, pemerintah juga akan melakukan program percepatan dan perluasan pembangunan serta adanya program khusus lainnya untuk melindungi masyarakat yang terkena dampak adanya kenaikan BBM subsidi.
Saya sendiri sudah 'mendoktrin' diri sendiri agar tidak pernah percaya dg janji2 pemerintah seperti di atas, karena pada kenyataannya tidak pernah diumumkan secara resmi dana2 yg berhasil 'dihemat' pemerintah tsb digunakan untuk apa, berikut dengan rinciannya.

Dan sudah menjadi rahasia umum, duit2 hasil 'penghematan' pemerintah tersebut tidak akan pernah bisa ditelusuri alirannya. Maka, seperti kicauan saya di atas, ndak usah repot2 'berteriak' minta audit dana 'penghematan' APBN.

Apatis? Pesimistis? Bisa dikatakan demikian, karena saya pribadi tidak punya kuasa untuk bisa mengubah itu, meski dalam hati saya tetap akan berdoa agar keadilan-Nya bisa segera turun. *ya ya ya, saya tahu ini adalah selemah-lemahnya iman*

Malah yg membuat geram adalah digunakannya APBN 2013 untuk membayar kasus lumpur lapindo.
Cih, rakyat tidak akan pernah berhenti menghujat kalian di dunia dan menuntut keadilan di akhirat kelak! Apalagi membaca pernyataan arb di artikel ini.

Foto dari sini.

Moral story:
- hingga saat ini, rasa2nya ndak ada pemerintah Indonesia yg serius mengurusi kebutuhan rakyatnya ;-(

- semoga rakyat Indonesia cukup pintar dan cerdas utk tidak memilih pemilik perusahaan yg menyebabkan bencana di Sidoarjo, aamiin :-)

Posted on Saturday, June 22, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

6/18/2013


Sudah sekitar 1-2 bulan belakangan ini harga emas (terutama logam mulia, LM) berada di harga yg cenderung statis jika tidak ingin dikatakan sedang menurun (meski tidak terlalu drastis). Saya pernah menulis mengenai logam mulia untuk dijadikan salah satu pilihan instrumen investasi di sini.

Namun dengan kondisi harga logam mulia yang menurut saya cukup ngos-ngosan, bahkan saya melihatnya sebagai harga terendah yang pernah saya lihat selama saya berkecimpung di dunia logam mulia sebagai media investasi, membuat saya mesti berpikir ulang untuk mengajak investasi di LM ini. Bahkan saya sempat nyaris mencoret LM sebagai media investasi usai melihat harga LM yg sempat turun hingga lebih dari Rp 5000/gram.

Karena teman kantor yg tetap ngotot beli LM dengan nominal 10 dan 25 gram, yang membuat saya pikir tidak ada salahnya tetap berinvestasi di LM, dengan catatan bahwa investasi di LM adalah cara untuk berinvestasi > 5 tahun. Sementara untuk investasi di koin dinar, nampaknya sudah mesti dipikirkan untuk dilupakan, terutama jika anda membaca artikel saya tentang 'kisruh' tentang koin dinar.

Saya pribadi sudah mulai mengurangi investasi saya di LM dan saya alihkan di reksadana, yang saat ini mempunyai nilai lebih, terlebih usai IHSG sempat menembus 5,000, meski 1-2 minggu ini agak2 memble kinerjanya, tapi saya melihatnya masih lebih worth daripada LM.

Well, apapun instrumen investasi anda, tidak ada salahnya jika anda melakukan evaluasi tiap 1-2 bulan seraya melihat alternatif instrumen investasi, terutama yang sedang kinclong. ;-)

Foto dari sini.

Moral story:
- investasi itu mesti ke hal-hal yang menguntungkan. jika investasi ke hal yang merugikan, yaaa...itu mah namanya investor ngawur ;-)

- bagi para maniak emas, gonjang ganjing harga emas ini justru dimanfaatkan untuk membeli LM. saya malah khawatir perilaku mereka ini justru akan bikin mereka stres apabila harga LM kian nyungsep. ;-(

Posted on Tuesday, June 18, 2013 by M Fahmi Aulia

5 comments

6/15/2013

jadi anak balita sekarang susah!masuk TK saja mesti di-tes du... on Twitpic 

Sesuai janji saya, saya akan ngeblog 2 kali dalam seminggu. Dan karena hari Jum'at kemarin saya sibuk mengurus kerjaan kantor hingga jam 11 malam, maka baru Sabtu (malam) ini saya bisa posting. ;-)

Semuanya berawal dari jalan saya, Wify dan #mbakMika di sebuah toko buku. Ketika sedang mengantar #mbakMika keliling, saya melihat buku-buku di atas yg segera saya foto dan upload ke twitpic dan saya share di twitter.

Terus terang, saya melihat suatu absurditas yang begitu sulit diterima oleh (setidaknya) akal sehat saya (mudah2an masih cukup sehat). Mengapa untuk masuk TK saja mesti ada 'pedoman' ataupun 'bimbingan'?

Bagi saya, TK adalah masa-masa yang paling indah! Itu sebabnya saya pernah berkicau seperti di bawah ini
Dan saya langsung membayangkan adik #mbakMika kelak akan menempuh hidup yang lebih sulit dibandingkan kakaknya maupun ortunya.

Toh, saya sempat juga kultwit singkat mengenai hal ini, kian beratnya beban masuk TK. Kedengarannya begitu tidak masuk akal, absurd malah. Tapi seperti saya tulis di atas, absurditas ini ternyata suatu kenyataan (pahit?) yang akan dihadapi orang tua-orang tua di masa depan.

Sebenarnya tingkat persaingan sudah dimulai semakin dini. Pada saat bapaknya ejakulasi, si calon anak ini sudah bersaing dengan ratusan juta calon anak lain. Namun untuk peristiwa ini, jelas manusia tidak bisa punya kuasa, kecuali melalui bayi tabung. Toh, itu sekedar kuasa memilih bibit yg dianggap terbaik. Pada akhirnya, kekuasaan ALLOH SWT juga yg berlaku.

Yang jelas, bagi para jomblo, kalian mesti segera menikah. Bagi yg sudah menikah, mesti segera punya anak. Alasannya ya itu, tingkat persaingan akan kian ketat dan biaya kian mahal. Paralel saja seraya mengumpulkan duit. Minimal biaya bisa diprediksi. Tinggal tingkat kepintaran anak yg mesti dipupuk sejak kecil.

Moral story:
- pendidikan kian mahal, tidak cuma di luar negeri tapi juga di Indonesia.

- jangan patah semangat dengan kesulitan2 yg saya tulis. di balik kesulitan sesungguhnya ada kemudahan kok! asal yakin dan ikhtiarnya maksimal :-)

Posted on Saturday, June 15, 2013 by M Fahmi Aulia

5 comments

6/12/2013

Mungkin banyak orang berpikir, buat apa sih nge-blog? Apalagi sampai dibuat jadwal khusus untuk nge-blog? Ngasilin duit juga belum tentu, tapi kok ya mau sampe bela-belain kaya gitu?

Entah kenapa siang ini pertanyaan itu terlintas di benak saya. Tidak sekedar pertanyaan namun juga ada tekad dan semangat yg mendadak muncul, tidak sekedar retorika tanpa hasil. *halah, nulis apa sich?*

Intinya, saya ingin memulai membuat jadwal nge-blog. Tidak sekedar jadwal sebenarnya, tapi juga topiknya.

Jadi, saya kepikiran nge-blog seminggu (minimal) 2 kali. Adapun harinya, ini yg sempat jadi pertanyaan saya juga, apakah perlu dijadwal harinya atau tidak. Meski saya sendiri sempat kepikiran juga untuk posting Senin-Kamis, tapi nanti dianggap nyontek atau jadi pengikut Donny. :p

Toh, akhirnya saya memutuskan untuk menjadwalkan Selasa - Jum'at sebagai hari ngeblog saya. Untuk hari Selasa, saya akan berusaha secara rutin nge-blog mengenai hal2 yg saya anggap serius, seperti finansial, manajemen, project management, engineering, ataupun hal2 teknis dan tetek bengek lain.

Sementara utk hari Jum'at, saya akan ngeblog hal2 yg ringan. Misalnya peristiwa sehari-hari, atau hal2 yg lucu. Pokoknya yg tidak terlalu bikin pusing kepala, namun bukan berarti mengurangi bobot dan manfaat dari artikel itu. *ini juga entah nulis apaan sich?* Contoh artikelnya mungkin membahas lebih dalam mengenai foto di samping kanan ini. ;-)

Gambar dari sini dan sini.

Moral story:
- dengan membuat jadwal utk nge-blog, diharapkan saya bisa lebih rapi mengatur hidup dan memanfaatkan waktu ;-)

- tidak perlu banyak komen atau protes, cukup saya lakukan saja! ;-)

Posted on Wednesday, June 12, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

6/08/2013

Sejak tadi siang, saya tidak banyak terhubung ke dunia maya, terutama twitter sehingga saat saya membaca kicauan pakde @bukik di atas, saya agak2 shock semriwing gituh! ;-D

Dari jaman blog dulu, sebenarnya sudah sering terjadi contek mencontek dan plagiarisme artikel. Sementara di jaman sebelum internet beken, plagiarisme biasanya bisa ditemui di skripsi. Lain waktu saya akan sharing mengenai cerita teman saya yg skripsinya hasil nyontek. ;-(

Saya, mungkin pernah juga sih nyomot (tanpa ijin) artikel ataupun foto. Artikel yg saya comot biasanya saya dapat dari mailing list, sementara foto saya dapatkan dari bagian image hasil googling. Untungnya, rasa2nya saya tidak pernah mengakui hasil comotan saya itu sebagai milik saya. Kalopun saya kasih watermark segede gaban (dan norak), itu biasanya cuma utk menandai bahwa foto itu bisa dilihat di blog saya. :-D

Karenanya, membaca kicauan pakde @bukik di atas, saya cukup terperangah dan bingung melihat 'kebodohan' si Risky dalam me-maling karya orang. Penyebabnya, menjadi maling digital di jaman sekarang itu sulit! Apalagi jika karya yg dicolong itu ternyata milik seseorang yg menjadi anggota sebuah komunitas. Jadi, kasarnya, si Risky itu nantangin orang sekampung dengan cara nyolong barang milik warga kampung itu.

Yang lebih kurang ajarnya lagi, Risky membawa hasil colongannya ke lomba...DAN MENANG! btw, lebih kurang ajar mana, menang atau kalah dg hasil curian yak? Heheheh.

Kadang-kadang, orang masih berkompromi apabila ada orang yg nyomot hasil karya seseorang, selama comotannya itu tidak digunakan untuk kegiatan komersil. Tapi jika comotan tersebut dijadikan pundi-pundi utk memperkaya diri, maka saya berpendapat sudah layak jidatnya dikasih cap "maling digital".

Dan jangan lupa, Google itu lebih kejam dari manusia! Manusia bisa lupa, tapi Google akan menyimpan kelakuan2 digital kita! Dalam hal ini, Risky sudah 'sukarela' menjadikan dirinya bahan cemoohan dan menuliskan sejarah hitam dalam hidupnya, yg akan dibaca oleh keturunannya kelak. Termasuk artikel ini. SELAMAT! ;-)

Moral story:
- jadi maling (digital atau real) ga ada manfaatnya sama sekali! kecuali jadi koruptor. usai dipenjara, meski hartanya dirampas, toh masih banyak yg ga ketauan dan dirampas toh? jadi masih bisa hidup enak. syukur2 bisa jadi anggota dewan dan masyarakat lupa :p

- saya jadi ingat ceritanya Donny tentang Rendy.

- jangan mudah terpedaya dg wajah mirip Risky, dia jago ngedit karya orang lain dan diakui sebagai miliknya lho! ;-))

Posted on Saturday, June 08, 2013 by M Fahmi Aulia

5 comments

Saya dan Wify pernah menyukai Charice Clarice Relucio Pempengco, terutama usai melihat penampilannya di Oprah dengan melantunkan lagu dengan suaranya yg 'dahsyat'. Termasuk ketika kami melihat video clip Pyramid seperti yg saya kicaukan di atas.

Apalagi jika anda menyaksikan penampilan Charice bersama Celine Dion di bawah ini, saya yakin anda akan merasa takjub dengan bakat luar biasa yg dimiliki oleh Charice.



Bahkan jika melihat gaya Charice di bawah ini, saya masih melihat sebagai sebuah kewajaran, mengingat remaja ini berasal dari Philipina (yg notabene jauh lebih bebas dari kita) dan 'dibesarkan' di Amrik bersama David Foster dan kawan2.
Toh, mendapati kicauan di bawah ini
Saya cuma bisa nyengir 'masem'. Ah, ternyata cuma 'segitu' doank kualitas Cherice. Dia tidak bisa mempertahankan jati diri dia dan menjadi seorang lesbian. ;-(

Foto dari sini.

Moral story:
- tidak apa2 saya dibilang kuno, tapi saya pribadi tidak menyetujui aktivitas lesbian dan homoseksualitas, terlebih ajaran Islam melarang aktivitas itu

- jadi seleb itu tidak mudah. iman tidak kuat maka akan mudah diguncang cobaan ;-(

Posted on Saturday, June 08, 2013 by M Fahmi Aulia

1 comment

6/07/2013

Sebenarnya saya dan Wify tidak ada niat menonton film Cetar Trek ini di hari Senin, 27 Mei 2013 lalu. Tapi karena dalam perjalanan pulang kami dihadang hujan, maka 'terpaksa' si red banzai saya belokkan ke arah Kemang Village.


Tiba di tkp sekitar jam 7 malam dengan target menonton selambatnya jam 19.30 WIB, tapi apa daya saat kami tiba di sana ternyata film sudah dimulai. So, kepaksa saya dan Wify pesan tiket untuk nonton jam 21.00 meski itu berarti kami akan pulang cukup larut malam. Tapi, ya gapapa, ga akan digrebek hansip ini kan? :p

Jika ditanya komentar saya tentang si cetar trek ini, simple saja jawab saya: LEBAY! Tidak heran saya lebih suka menyebut cetar trek daripada judul sebenarnya. ;-D

Mengapa lebay? Di film ini, terlalu banyak unsur sinetron yg dimasukkan. Mulai dari si Spock yg 'pasrah' saat menunggu lahar gunung berapi 'melahap' dia, lalu adegan heroik si Khan, belum lagi pertentangan anak-bapak. Ah, lebay dah pokoknya! Saya jadi bingung, jangan2 si JJ Abrams mengundang Syahrini untuk diskusi saat pembuatan film ini. *ahak* ;-D

Toh, sebagai film hiburan, yaa lumayan menghibur sih.

Foto dari sini.

Moral story:
- film hollywood tidak semuanya ok, kadang2 ada juga yg nyleneh seperti cetar trek ini.

- buat trekkie, ga usah ngomel2 kalo baca artikel ini. lebay kalian kalo ngomel2i (artikel) saya ini. :p

Posted on Friday, June 07, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

6/05/2013

Awalnya saya membaca kicauan pertama, lalu saya jawab. Dan ujung2nya malah kepikiran untuk nge-blog mengenai hal ini, barangkali bisa berguna untuk orang lain yg punya pertanyaan yg sama dengan Rara.

Jadi, list di twitter itu gunanya untuk mengelompokkan account2 tertentu dalam satu grup. Untuk lebih mudahnya, saya ambil contoh list milik saya.


Jika saya klik bagian berita, maka akan muncul tampilan berikut:


Anda bisa lihat, isi list "berita" milik saya isinya adalah informasi2 yg disampaikan oleh account-account yg update berita. Di bagian bawah dari list "berita" ini ada juga account Kaskus, Detikcom, dan lainnya.

"Lalu, setelah saya bikin list dan memasukkan account2, apa selanjutnya?"

Nah, untuk menjawab hal ini, saya berikan tampilan berikut:


Tampilan di atas saya comot dari Tweetdeck dan saya tampilkan kolom list "berita". Dengan cara seperti ini, saya bisa mendapatkan berita2 terbaru dari account2 berita yg telah saya buat dan kumpulkan. Untuk aplikasi twitter lain, cara menampilkannya berbeda, anda bisa 'oprek' sendiri yak? ;-)

Semoga berguna :-D

Moral story:
- jangan ragu bertanya kalo ga ngerti/pengen tahu sesuatu. tidak ada pertanyaan bodoh, yg ada orang yg bodoh *eh* :p

Posted on Wednesday, June 05, 2013 by M Fahmi Aulia

8 comments

Entah kenapa, saya yakin banyak orang yg tidak menyadari bahwa ketersediaan air di rumah mereka adalah sebuah karunia dan nikmat yang begitu besar. Apalagi jika air tersebut bersih dan bisa digunakan untuk mandi, minum, masak, mestinya orang2 ini lebih bersyukur lagi.

Namun, sayangnya nikmat ini sering tidak disadari. Mereka tidak peduli dengan keberadaan air yg mereka dapatkan, bahkan seringkali air tersebut mereka buang-buang, entah dengan membiarkan kran terbuka sehingga air meluber ataupun menggunakan air bersih untuk hal2 yg sebenarnya tidak terlalu butuh air bersih.

Ups, nampaknya saya jadi seperti khatib khutbah Jum'at nich, hahaha.

Jadi ceritanya itu, beberapa waktu yg lalu mesin pompa di rumah (kontrakan) mengalami masalah. Saat dinyalakan, dia 'menggerung-gerung' berusaha memompa air (tanah) tapi pada kenyataannya tidak ada sama sekali air yg keluar.

Sebenarnya sempat beberapa kali air berhasil muncul dan ngocor, tapi dengan volume terbatas dan butuh waktu lama untuk mengisi 'torrent'. Jika biasanya hanya 30 menit torrent penuh, ini bisa butuh waktu lebih dari 1 jam.


Hingga satu hari, mesin pompa air ini benar2 gagal menyedot air. Padahal kalo melihat iklannya, katanya sih semburannya kencang, hehehe.

Dan celakanya, kejadian ini terjadi sejak malam. Hingga saya selesai sholat Subuh dari masjid, ketika saya keukeuh nyalain mesin pompa air, nyoba nyedot air, hasilnya nihil.

Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi dan nampaknya sia-sia juga menunggu dan berharap si pompa air ini mengeluarkan kemampuannya menyedot. Satu-satunya solusi: mandi di kantor! :-))

Alhamdulillahnya, kantor saya dekat, hanya 3 menit dari rumah (dengan kendaraan bermotor). So, saya segera menyiapkan perlengkapan mandi dan baju ganti. Saya masukkan ke dalam tas dan wuuusss...saya segera 'ngantor'.

Kebiasaan saya, jika tiba di kantor saya segera menuju lantai 1, khusus pagi ini saya menuju ke kamar mandi lantai dasar. Pinjam ember ke Rahmat, saya segera memulai ritual pagi, cibang cibung, hahaha.

Dan seperti tulisan di awal artikel ini, saya kian menyadari bahwa keberadaan air di rumah tidak bisa diremehkan dan merupakan kenikmatan yg besar. Eitsss...saya selama ini bersyukur kok dengan ketersediaan air di rumah. Namun dengan kejadian ini, saya lebih ngeh lagi bahwa saya mesti LEBIH bersyukur. :-)

Foto dari sini.

Moral story:
- jangan suka boros menggunakan air! gunakan dg bijak dan seperlunya!

- jika anda mengambil air tanah dan lokasi rumah di Jakarta, saya sarankan ngebor dengan kedalaman minimal 30 meter untuk kelangsungan ketersediaan air di rumah anda.

Posted on Wednesday, June 05, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

6/03/2013

Jadi, hari Sabtu lalu saya 'terpaksa' melakukan perubahan dan perombakan terhadap template blog, setelah sebelumnya, 1 Mei 2013, saya telah melakukannya.

Alasan saya melakukan perubahan tidak lain dan tidak bukan karena saya menemukan beberapa 'bug' di template blog sebelumnya. Pertama, warna tautan yg tidak berbeda dengan warna tulisan. Lah, bagaimana pembaca bisa tahu ada info lebih lanjut jika tidak ada 'tanda'? Kedua, gambar/foto yang dipasang selalu align kiri, padahal saya sudah set align tengah.

So, saya melakukan perburuan template baru dan akhirnya menemukan template yang saya gunakan sekarang. Masih ada bug-nya sih, yakni format tanggal postingan mesti khusus. Jika tidak, maka info tanggal artikel tidak akan muncul. *sigh*


Well, setidaknya lebih baik daripada template sebelumnya, hehehe.

Gambar dari sini.

Moral story:
- tidak perlu sungkan bongkar pasang tampilan blog untuk mendapatkan hasil yg diharapkan! :-)

Posted on Monday, June 03, 2013 by M Fahmi Aulia

2 comments