5/27/2013

Siapa yg sering mengalami kondisi menahan hasrat pipis di perjalanan? Meski tidak sering, saya pernah mengalami beberapa kali kondisi ini dan di saat yg tidak tepat pulak, yakni di tengah kemacetan. Jelas bukan hal yg mudah untuk melepaskan hasrat ini meski sebenarnya ada beberapa solusi.


Pertama, pakai pampers utk orang dewasa. Ah well, harga pampers ini cukup mahal. Dan bagi saya, tengsin saja pakai pampers kaya gini. Nanti celana saya terlihat menggelembung dan orang akan berpikir saya sedang e*reksi gara2 mikir jorok.

Kedua, kencing di botol minuman. Ini juga bukan solusi yg saya suka. Pertama, ukuran botol minuman tidak ada yg cukup. Jelas saya tidak mungkin menggunakan galon air. Kedua, nanti ada yg melaporkan saya melakukan porno aksi di jalanan. Ketiga, jika saya khilaf, saya malah minum air ekskresi ini. *mendadak saya merasa 'jijay' dengan tulisan saya di paragraf ini*

Ketiga, ini cara paling gampang. Jangan minum terlalu banyak sebelum bepergian ataupun saat di jalan. Saya lebih memilih kehausan di jalan daripada saya direpotkan dengan urusan buang air kecil ini.

Solusi ketiga ini sudah saya coba lakukan selama 1-2 bulan terakhir ini. Terasa menyiksa memang, tapi setidaknya ada 2 keuntungan yg saya peroleh. Saya tidak perlu menahan pipis di jalan (yg berakibat sakit batu ginjal). Lalu saya bisa menikmati kebahagiaan dan kenikmatan saat tiba di lokasi tujuan dan minum. :-D

Anda sendiri bagaimana?

Foto dari sini.

Moral story:
- Minum-minum berlebihan bisa membahayakan! :-D

- Menahan kencing? JANGAN LAKUKAN! Resiko: sakit batu ginjal! :-(

- Solusi yg sama agar tidak ingin pup di jalan. Kecuali anda memang sedang sakit mencret, lebih baik anda pakai pampers utk orang dewasa :-D

Posted on Monday, May 27, 2013 by M Fahmi Aulia

4 comments

5/25/2013



Berawal dari kicauan yg saya baca sekilas di TL saya kemarin, ada yg 'komplain' mengenai orang2 (baca: wisatawan) yg dirasa mengganggu kekhusyukan ibadah umat Budha saat mereka memperingati hari Waisak.

Dan siang ini saya membaca artikel ini, yg saya tangkap bahwa tidak ada toleransi terhadap ibadah kaum minoritas. Saya sendiri senyum2 saja membaca artikel tersebut.

Mestinya si penulis bisa membedakan intoleransi dg tidak ada aturan (dari agama/pemuka agama ybs). Saya melihat sudah terjadi salah kaprah (dan nampaknya sengaja dipelihara dan dibiarkan) mengenai intoleransi dg tidak ada aturan ibadah.


Intoleransi itu adalah jika ada upaya menghalang-halangi atau membubarkan acara keagamaan/ibadah agama lain. Di Indonesia, yg sering disorot adalah upaya pembubaran ibadah Ahmadiyah dan HKBP di Bekasi beberapa waktu lalu. Padahal jika mau fair, mereka-lah yg tidak mengikuti aturan yg berlaku.

Paling mudah untuk intoleransi adalah jika seorang pimpinan kantor melarang anak buahnya sholat karena dianggapnya sholat membuat si karyawan tidak produktif.

Sementara keluhan 'waisak menjadi obyek wisata' menurut saya karena tidak ada aturan yg jelas mengenai cara mengabadikan/mendokumentasikan acara ibadahnya.

Seperti yg saya kicaukan di atas, umat Islam boleh saja ibadahnya diliput asalkan mereka mematuhi aturan. Misalkan ada yg hendak meliput sholat 'Ied atau ibadah haji. Ada persyaratan2 yg mesti dipenuhi, misalnya si peliput mesti bebas dari najis, lalu jarak tertentu agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah. Untuk ibadah haji, jika hendak meliput langsung ke Masjidil Haram ada aturan tambahan bahwa si peliput mesti beragama Islam.

Saya melihat hal yg serupa untuk ibadah kaum Kristen/Katolik. Mereka tidak rempong dan merasa terganggu saat misa mereka diliput, karena ada aturan yg jelas.

So, apa solusinya?



Demikian sharing singkat ini :-)



Foto dari sini dan sini.

Moral story:
- jangan mudah mencap orang intoleran, apalagi di Indonesia gampang sekali 'menyulut api' jika sudah bawa2 agama ;-)

- pada dasarnya masalah2 seperti itu ada solusinya. problemnya: mau mikir atau ndak? ;-D

- silakan dibaca juga cerita dari @santosfedele mengenai orang2 tidak beretika

- update: 
kicauan saya di atas nampaknya yg cukup 'ampuh' dan sering diimplementasikan

Posted on Saturday, May 25, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

5/24/2013


Sore ini saya ditemani kedua bidadari saya pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Selatan. Meski saya sudah gajian, jangan khusnudzon dg menuduh saya hendak belanja bulanan. Saya ke tkp utk menukar harddisk baru saya yg walaupun umurnya baru seminggu ternyata sudah memiliki bad sector. ;-(

Sudah banyak orang yg mengeluh bahwa lalu lintas di Jakarta bikin mereka tua di jalan. Selain karena banyaknya kendaraan yg hilir mudik ke sana ke mari, ternyata lampu lalu lintas juga memegang peranan penting!

Seperti 2 kicauan saya di atas, saya terjebak di perempatan yg lampu lalu lintasnya mempunyai timer selama 120 second dan 160 second. Yaa...sebenarnya bisa dibilang tidak terlalu lama sih timernya, karena saya pernah menemui timer dengan durasi lebih dari 200 second.



So, apa yg mesti dilakukan? Saya menyikapi kondisi ini dengan 2 sudut pandang. Sudut pandang motoris dan mobiler.

Sebagai motoris, saya ga terlalu ambil pusing dengan timer ini. Daripada saya ngomel2, lebih baik saya melakukan amalan ini. Well, saya bukannya sok alim, tapi yaaa daripada waktu terbuang 'percuma', lebih manfaat diisi dg dzikir toh? :p

Sebagai mobiler, saya tinggal buka gadget saya, lalu konek ke twitter, baca2 TL dan update status. Bisa juga dg aktivitas yg lebih bermanfaat, mengupdate status waze saya, heheh.

Anda sendiri ngapain kalo ketemu timer yg lama?

Foto dari sini.

Moral story:
- Jika dari rumah ke tujuan ada 10 perempatan yg pasang timer 120 second, maka setidaknya anda sudah 'buang' waktu 20 menit. Pulang pergi, sudah 40 menit. Itu sehari. Jika sebulan, maka sudah 1200 menit alias 20 jam.

- Cari aktivitas yg bermanfaat, daripada cuma ngomel2 sepanjang perjalanan. Tidak akan bikin jalanan jadi lebih lancar kok! :p

Posted on Friday, May 24, 2013 by M Fahmi Aulia

2 comments

5/22/2013

Pagi ini saya membaca sekilas di TL saya mengenai perubahan besar2an yg terjadi di blogombal.org.

Penasaran, saya segera menuju TKP, dan ternyata Paman Tyo telah berubah menjadi seorang perempuan muda pecinta teknolog (geek chic!) :-))

Dari hasil skrol2 sekilas dan hasil googling, saya mengambil kesimpulan (sesaat) bahwa 'revolusi' ini terjadi karena domain blog yg expired dan tidak diperpanjang Paman Tyo. Lalu ada yg ambil keuntungan dan voilaa...sukses membuat saya terbengong-bengong.

Berikut ini tampilan blogombal.org saat masih dikelola Paman Tyo.

Dan ini usai dimiliki oleh Geek Chic! ;-D

Moral story:
- no komeng...no komeng... :-S

Posted on Wednesday, May 22, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

5/21/2013

Kisah di artikel ini bisa nyata, bisa fiksi, tergantung dari sisi mana anda melihatnya. ;-)

Jadi, ceritanya ada seorang engineer bernama Dubai. Dia ditugaskan untuk menyelesaikan pekerjaan terkait dengan pengcekan hasil instalasi dan wiring di panel cabinet. Dikarenakan beban pekerjaannya cukup banyak, maka diutuslah setidaknya 2 orang engineer tambahan untuk membantu Dubai agar dia tidak makin stres dan kewarasannya terjaga.

Alih-alih pekerjaannya selesai, kewarasan si Dubai makin menghilang karena 1 engineer tambahan yg diperbantukan untuknya malah membuat Dubai makin stres dan mempertanyakan eksistensi dan logika si engineer itu.

"Saya bisa gila karena si (sebut saja) Wawan keparat ituh!" ujar Dubai dalam sebuah kesempatan kongkow.
"Lah,kenapa bisa begitu?"tanya (sebut saja) Komo.

"Masa si Wawan bilang,"PLN itu 24 volt dc kan?" pas gw bilangin untuk hati2 saat ngecek panel dan sirkuit2 di dalamnya,"gerutu Dubai.

Dan para engineer yg hadir di kongkow itu langsung merasa keselek tang saking shocknya dg pernyataan si Dubai.

"Eh, serius lo?!"tanya (sebut saja) Lasso. "Emangnya si Wawan itu lulusan mana?"
"Bener...gw serius nich! Si Wawan itu lulusan IT. Tapi masa kagak tahu PLN itu 220 Volt AC? Emangnya selama ini dia pake laptop kagak pake pernah dicolokin ke listrik apa?"sungut si Dubai.

"Lah,Bai...bisa aja kan si Wawan pake laptop yg baterenya selalu full, jadi ga pernah tahu rasanya kesetrum listrik,"canda si Lasso.
"Ah, kampret...bangsat tuh yg ngerekrut dia, apa ga mikir sama sekali?"umpat si Dubai.


Foto dari sini.

Moral story:
- apa yg dialami si Dubai, dengan kehadiran si Wawan, sangat...ah, you know lah :-))

- lulusan sarjana (IT pulak) kok ya ada yg segoblog si Wawan yak?

- mestinya saat rekrut engineer ada sesi disetrum kali yak? ahahaha..

- suka inget dg foto2 "trust me, i'm engineer" yg muncul di 9gag.

Posted on Tuesday, May 21, 2013 by M Fahmi Aulia

1 comment

5/18/2013


Tulisan ini bisa dipastikan sangat subyektif, saya lebih suka jujur di awal sehingga anda-anda yg membaca artikel ini kemudian mendebat atau mempertentangkan atau malah tidak menyukai (tulisan) saya, saya anggap itu hal yg lumrah dan resiko dari sebuah pernyataan suara hati yg sedemikian lama terbelenggu. *halah, lebay*

Sudah lebih dari 1 bulan, media di Indonesia menayangkan berita tentang PKS, terutama sejak ditangkapnya LHI dan belakang AF (plus dengan sederet nama dan wajah perempuan2 di belakangnya). Berita ttg PKS 'sedikit' surut ketika Uje meninggal, namun kemudian merebak lagi, bahkan lebih dahsyat terutama ketika seorang model majalah dewasa terseret dan kian sering muncul dalam pemberitaan (lumayan, numpang tenar dan ngiklan gratis).

Saya bukan fans PKS, karena saya pernah tuliskan kekecewaan saya terhadap PKS. Meski demikian, saya melihat pemberitaan terhadap PKS sudah terlalu lebay. Alih-alih menyorot dan mengusut dugaan korupsi (dan cuci uang) yg dilakukan LHI, media malah lebih suka menyorot perempuan2 (seksi). Media boleh berdalih bahwa para perempuan itu ada sangkut pautnya dg AF sehingga layak diberitakan, tapi bagi saya pemberitaannya sudah overrated.

Saya melihat PKS sudah menjadi common enemy. Ibarat Barcelona (pernah) sebagai tim terbaik di dunia saat dilatih Pep Guardiola, semua klub berusaha menjatuhkannya dari singgasana, bahkan dg cara2 yg kotor sekalipun.

Intinya, saya menilai media berusaha menggiring para penonton dan khalayak utk menyatakan LHI bersalah dan AF ada kaitannya dg PKS.

Saya sendiri lebih suka tidak banyak berkomentar (termasuk ke media sosial) mengenai hal ini. Dan saya pun menyayangkan sudah terlalu banyak orang beropini negatif juga, termasuk via media sosial. Problemnya: jika ternyata memang LHI tidak bersalah dan AF tidak ada hubungannya dg LHI dan PKS, apakah orang2 yg sudah beropini negatif mau meminta maaf (termasuk di media sosial)? Atau hanya diam saja, pura2 (atau memang) bego dan begitu gengsi untuk mengatakan maaf?

Toh, saya pun punya kritik juga untuk para kader dan pembela PKS. Klean juga terlalu lebay! Buat apa sih membela mati-matian para petinggi ataupun partai (PKS)?


Seperti kicauan saya di atas, yg lebih layak dibela adalah agama ALLOH SWT (Islam) dan Rasululloh SAW. Pimpinan parpol atau parpol, jika kita memang mau merujuk pada ajaran agama Islam, tidak perlu dibela sedemikian rupa. Cukup bela seperlunya. Biarkan pengacara yg bekerja mengumpulkan bukti2 yg menunjukkan tidak bersalah, lalu melakukan pembelaan dan adu argumen untuk menyakinkan hakim.

Saya pun merasa tidak perlu berlebihan menyikapi (bukan berarti membela) para pimpinan dan PKS. Argumennya sama, jika ternyata memang mereka bersalah, pernyataan2 pembelaan yg pernah saya lontarkan (termasuk di media sosial) ibarat menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.

Terus terang, saya melihat pembelaan (mati2an) para pendukung PKS malah menunjukkan Islam (di Indonesia) sangat reaktif. Pokoknya mereka hanya memandang Islam dan tidak mau menerima 'kenyataan' bahwa pimpinan PKS menjadi 'korban' penangkapan oleh KPK.


"KPK melakukan tebang pilih" << slogan usang yg selalu diteriakkan oleh pendukung partai manapun pada saat pimpinan dan partainya menjadi sasaran KPK. Saya MENOLAK mengomentari pernyataan basi ini. :-D

"Kader PKS ada yg bekerja di KPK, bla 3x" << sempat saya baca di salah satu kicauan. Lah, jika memang kadernya bekerja di KPK, berarti mestinya para pendukung PKS tahu bahwa KPK sudah bekerja sebaik dan seprofesional mungkin. Jika mereka menganggap kinerja KPK tidak becus, yaaa itu berarti kinerja kader mereka di KPK juga tidak becus toh? ;-D *nah kan, terpercik muka sendiri deh!*

Intinya, semua pihak ndak perlu lebay menyikapi kasus yg menimpa pimpinan PKS ini. Mereka bukan Nabi, bahkan Rasululloh SAW saja pernah melakukan kesalahan hingga ditegur oleh ALLOH SWT melalui surat 'Abasa (QS 80).

Moral story:
- terlalu banyak orang lebay di dunia. dan kelebayan kian ditunjukkan di media sosial

- di Indonesia, kelebayan seringkali menggunakan/terkait agama (Islam) ;-(

- ndak usah repot2 ngecap saya sebagai hater PKS, saya tidak akan pernah peduli kok! :-)

- silakan dibaca juga artikel 4 'serangan' PKS ke KPK terkait kasus Luthfi

Posted on Saturday, May 18, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

5/12/2013



Semuanya diawali ketika saya sedang asyik makan malam dengan Wify dan #mbakMika seraya menonton acara di sebuah televisi lokal. Saat jeda, mendadak muncul iklan yg diawali dengan ludah bercampur darah muncul di layar televisi. Sontak saya merasa jijik dan nyaris kehilangan nafsu makan, jika tidak segera memindahkan saluran televisi.

Ya, itulah iklan Parodontax, sebuah pasta gigi yg belakangan sedang gencar beriklan, namun menurut saya kurang etis.

Mengapa kurang etis? Banyak pasta gigi yg beriklan, termasuk yg menyatakan bisa mencegah gusi tidak berdarah bla 3x, namun toh tidak perlu menampilkan visual se'brutal' Parodontax. Jika tidak mau dianggap ekstrim karena beralasan mesti ada bukti gusi berdarah, kenapa iklan pembalut tidak menampilkan pembalut yg berlumuran darah haid? ;-)

Dan ketika saya cek di account twitter @rennyardhita, ternyata banyak juga yg menyatakan kekesalannya dg iklan Parodontax.

Iseng saya searching di Youtube, ternyata memang 'defaultnya' iklan Parodontax adalah menyajikan (secara visual) ludah bercampur darah. Bweehhhh.. :-S

Saya jadi heran dg perusahaan Parodontax ini, apakah mereka ga punya akal dan otak sama sekali yak? :p Saya dirasa kasar? Kasar mana dg iklannya? Eh, anda tidak merasa jijik? Mungkin anda memang tidak normal :-D

Moral story:
- selalu ada cara utk beriklan dg elegan, tanpa perlu bikin penonton merasa mual ataupun tidak nyaman

- beriklan tidak perlu brutal ataupun vulgar, apalagi menampilkan hal2 yg menjijikkan ;-)

Posted on Sunday, May 12, 2013 by M Fahmi Aulia

5 comments

5/11/2013

Adalah hal yg apes (sekaligus menjengkelkan, sedih, dan marah?) apabila ada orang yg salah menyematkan gender gara2 nama kita yg menunjukkan gender lain.

Paling gampang saya kasih beberapa contoh berikut:

Saya sendiri termasuk salah satu orang yg (seringkali) apes dan jadi korban salah panggil. Penyebabnya yaaa itu, ada kata Aulia di belakang nama saya.

Berikut ini skrinsut orang 'salah sebut' gender utk saya.


Hal seperti ini selalu terjadi jika komunikasi dilakukan via email. Tapi jika komunikasi via telepon, syukurlah tidak pernah ada yg salah sebut.

Well, setidaknya saya masih beruntung. Ada beberapa teman saya yg lebih sering mengalami salah sebut gender ini, meski komunikasi dilakukan lewat telpon. Saya sebut saja namanya, yakni Isman dan Dian (let you guess who is Dian here, hehehe..).

Lalu, apakah saya perlu galau dan uring2an gara2 hal seperti ini? Saya sih tidak perlu (dan tidak mau) buang2 energi seperti itu. Biarkan saja. Paling2 nanti ujung2nya ybs akan minta maaf (kalo punya etika) karena salah sebut, hehehe.

Moral story:
- orang Indonesia masih suka 'menduga' gender dari nama

- kayanya kalo ketemu orang bule bisa2 lebih repot lagi, karena setahu saya ada beberapa nama 'bule' yg membingungkan dalam menentukan gender

- ada laki2 yg punya nama laki2, tapi ternyata ngondek, bweheheh...

Posted on Saturday, May 11, 2013 by M Fahmi Aulia

5 comments

5/09/2013

Membaca informasi bahwa Alex Ferguson akan resign dari manajer MU yg telah ditukanginya lebih dari 20 tahun sebenarnya biasa2 saja buat saya. Saya bukan fans MU, seperti yg pernah saya ceritakan di sini, saya lebih suka dengan Loserpool, eh, Liperfool, eh, Liverpool.

Toh, saya tetap mesti angkat topi untuk prestasi si AF (eittsss...AF di sini bukan Aceng Fikri, bukan Ahmad Fathanah, tapi Alex Ferguson) yg berhasil melampaui rekor Liverpool dalam meraih gelar (18 gelar) beberapa tahun lalu. Tahun ini bahkan MU sudah meraih gelar sebanyak 20 kali. Suatu pencapaian yg fantastis, mengingat 13 gelar dipersembahkan oleh AF sendiri! :-)


Lalu, pertanyaan yg penting (buat saya terutama, yg termasuk sebagai salah satu orang yg bosan dg dominasi MU di Premier League), dengan resignnya si Opa apakah itu berarti MU ke depannya akan kehilangan pamor? Jika ya, berarti itu peluang bagi klub2 lain untuk bisa bersaing mendapatkan gelar. Terutama untuk Arsenal dan Liverpool, kedua klub yg sama2 sudah lama (sekali) tidak meraih gelar Premier League, heheh.

Foto dari sini.

Moral story:
- seseorang yg bekerja dg passion/hati, akan meraih kepuasan seperti halnya yg dilakukan si AF ini. 26 tahun bowww menjabat jadi manajer MU. kalo bukan karena passion, saya yakin bakal bosen.

- saya bukan MU haters (banget). biasa saja...cuma kalo ada klub terlalu dominan di sebuah liga (sepakbola), saya bosen aja sih, hehehe.

Posted on Thursday, May 09, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

5/08/2013

Kicauan Wify sebenarnya sudah agak lama saya ketahui. Salah satu 'ritual' kami menjelang tidur adalah saling share cerita hari ini oleh pasangan masing2. Dan karena Wify memang bertugas mengantar-jemput #mbakMika saat bersekolah hari Senin, Rabu, dan Jum'at, maka malamnya otomatis saya mendapatkan update mengenai kondisi sekolah #mbakMika.

Sudah sekitar sebulan lalu, Wify cerita adanya beberapa murid PAUD yg melakukan tindakan tidak menyenangkan (untuk memperhalus: tindakan kasar) terhadap #mbakMika. Awalnya pun Wify tidak ngeh, hingga dia memperhatikan lebih teliti, ternyata memang ada aksi bullying yg diterima #mbakMika.

Saya sendiri gemes juga mendengar cerita Wify. Dan saya yakin Wify tidak mengarang cerita tersebut. Pertama, apa manfaatnya untuk kami? Kedua, pengalaman kami dengan daycare di bulan September 2012 lalu membuat mata kami terbuka lebar mengenai adanya tindakan kekerasan yg (bisa) terjadi di tingkat pendidikan yg rendah sekalipun!

Jika di daycare tindakan kekerasan (diduga) dilakukan oleh pengasuh dan pemilik daycare, maka di PAUD ini ternyata dilakukan oleh teman sebaya! Saya bisa katakan hal ini SANGAT BERBAHAYA!

Bisa dibayangkan, jika sedari TK saja sudah terbiasa nge-gank dan mem-bully orang lain, bukan tidak mungkin kelakuan ini akan terus dilakukan hingga besar nanti! Saya sendiri pernah menulis artikel bahwa bullying terjadi di sekitar lingkungan kita. Namun saat itu saya tidak pernah membayangkan bahwa anak saya (kelak bernama #mbakMika) akan menjadi salah satu korban....dan terjadi di tingkat TK/PAUD pula!



Saat ini saya dan Wify belum banyak bertindak. Wify sendiri sudah mengantisipasi dengan lebih dekat menjaga #mbakMika. Selain agar #mbakMika tidak menjadi korban bullying, tapi juga untuk 'meredam' sifat dan perilaku bullying yg dilakukan teman2 #mbakMika.

Saya sendiri sempat kepikiran untuk minta Wify merekam setiap aktivitas #mbakMika di PAUD, sehingga apabila ada temannya #mbakMika yg melakukan aksi bullying bisa dilaporkan ke guru/orang tuanya. Sejauh ini, aksi ini belum dilakukan. Masih perlu didiskusikan lebih lanjut. ;-)

So, bullying bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Bahkan oleh anak2 kecil yg dianggap tidak berdosa sekalipun.

Saya sendiri heran, apa salahnya #mbakMika sehingga teman2nya membully dia? Padahal, laporan dari Wify, #mbakMika anaknya anteng2 saja, bukan biang kerok dan tukang bikin onar.

Gambar dari sini.

Moral story:
- bagi anda yg menyekolahkan anak anda (apalagi masih balita) jangan lengah dan menganggap enteng bullying. pengalaman kami membuktikan, bullying bisa dilakukan oleh anak balita!

- saya sudah kepikiran untuk mulai berlatih bela diri. namun melihat perilaku dan sikap #mbakMika sekarang, yg lebih suka main, saya masih mempertimbangkan ulang dan menghitung ulang kapan memasukkan #mbakMika ke kelas bela diri. ada saran?

- saya masih agak sulit menuliskan pengalaman #mbakMika di daycare. masih terbayang perih dan pahitnya kejadian tersebut. tapi, insya ALLOH, saya akan selesaikan artikel itu.

- saya masih susah menentukan, siapa yg mesti bertanggung jawab dg sikap dan perilaku anak TK yg melakukan bullying ini. ;-(

Posted on Wednesday, May 08, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

5/06/2013

Usai Casey Stoner mengumumkan dirinya resign dari arena MotoGP, saya sempat pesimis bahwa MotoGP akan tetap seru. Meski Rossi kembali ke tim Yamaha, saat itu saya melihat Pedrosa akan dikepung dan 'diasapi' oleh tim Yamaha.


Sejujurnya, saat itu saya tidak terlalu banyak tahu ttg Marc Marquez. Selain saya sdg malas googling, saya juga sudah kadung ilfeel duluan usai CS resign.

Namun, setelah keberhasilannya meraih podium (juara 1, maksudnya) saya mulai mempertimbangkan penampilan si Marc. Nampaknya ada harapan MotoGP akan menjadi ajang yg seru (lagi). Dan dugaan saya ternyata benar.

Pada lomba di Jerez kemarin, terjadi pertarungan sengit antara Marc dan Lorenzo, terutama di lap2 akhir. Diwarnai dg senggolan (untungnya bukan senggol bacok) yg dilakukan oleh Lorenzeo (IMO, karena dari tayangan terlihat sekali Lorenzo terlalu menikung, berusaha masuk), Marc akhirnya berhasil menempati posisi 2 dan memperkuat posisinya sebagai pimpinan klasemen dengan 61 poin.

So, saya mesti cabut kembali 'perasaan' bahwa MotoGP tidak menarik lagi. Saya berharap dia tidak mati muda seperti si brokoli. ;-(

Moral story:
- mesti memperbanyak info, terutama untuk MotoGP

- ke depannya, saya bakal menunggu aksi2 menarik lainnya dari si Marc.

Posted on Monday, May 06, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

5/03/2013

Melihat postingan di G+ oleh salah seorang teman saya, membuat saya ngikik sekaligus terkagum-kagum. Jika anda melihat gambar di bawah, terlihat para pahlawan Indonesia 'berfoto' bersama dengan gayanya masing2.

Gaya dari Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, dan Pattimura nampak seperti 'bad ass' (bagi saya pribadi). Nampak keren.

Sayangnya mereka semua (saat itu) masih berjuang di masing2 daerahnya. Belum ada twitter atau internet yg bisa mereka gunakan untuk komunikasi dan 'menghubungkan' rasa nasionalisme mereka.


However, saya seringkali bertanya-tanya kepada diri saya sendiri. Kapan bangsa Indonesia punya karakter pemimpin yg seperti mereka (lagi)? Menghadapi masa depan yg kian kompleks, bangsa Indonesia butuh pemimpin dg salah satu karakter di atas.

Atau paling gampangnya, para pembuat film Indonesia membuat film dg tokoh yg keren dan bisa membangkitkan rasa nasionalisme. Lah bangsa Ameriki saja sampai sekarang ga bosen kok bikin film ttg superhero semodel Iron Man, Batman, atau Superman, selama bisa membangkitkan rasa nasionalisme mereka. ;-)

So, meski bukan hari Pahlawan, tidak ada salahnya toh saya posting artikel yg 'nyerempet2' dg pahlawan Indonesia, apalagi dg penampilan seperti di atas. KEREEENNN...!! ;-D

Moral story:
- bangsa Indonesia butuh pemimpin dg karakter salah satu pahlawan Indonesia, yg lebih mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

- entah kenapa, rasa2nya bangsa Indonesia kini tidak terlalu 'care' dengan pahlawan2nya, cmiiw. kecuali diabadikan dalam bentuk uang atau perangko. ;-(

- saya sempat posting foto ini di kantor, menantang teman2 sekantor utk menyebutkan 19 nama pahlawan di atas. di blog ini, saya lakukan hal serupa. menantang pembaca utk menyebutkan 19 nama pahlawan tersebut. ada hadiahnya lho! pulsa Rp 50 ribu. tantangan berakhir tgl 8 Mei 2013. yg pertama kali benar, yg menjadi juara (silakan tulis di bagian komentar). Anda berani? ;-D

Posted on Friday, May 03, 2013 by M Fahmi Aulia

1 comment

5/02/2013

Bisnis merupakan salah satu upaya manusia untuk bisa bertahan hidup.

Eh, apa hubungannya?

Hubungannya mungkin agak njlimet utk dijelaskan, tapi intinya dg bisnis maka orang bisa transaksi dan saling 'tukar' barang serta mendapat keuntungan (baca: duit). Dengan duit yg didapat, dia akan berbisnis dg orang lain untuk kelangsungan hidupnya.

Ga mengerti? Ga papa, saya memang lagi melantur. :-D

Dari sekian banyak jenis bisnis, berdasarkan pengamatan saya maka bisnis makanan merupakan salah satu bisnis yg senantiasa menguntungkan dan tidak ada matinya. Penyebabnya simple saja. Manusia butuh makan untuk hidup.

Jika anda perhatikan lebih seksama, banyak penjual makanan yg mendunia bahkan sudah berlangsung sekian lama. Sebut saja Mc Donalds, KFC. Untuk kalangan lokal sendiri anda bisa temukan Mbok Berek, Ayam Suharti, Daeng Tata, dan masih banyak lagi.

Catatan, bisnis makanan hanya berprospek cerah kecuali makanannya memang tidak enak dan/atau manajemennya kacau balau.

Saya pernah mendapati sebuah warung tegal yg cukup enak dan murah, lokasinya di dekat kantor, tutup di bulan Nov 2012 lalu. Saya tanya ke beberapa orang, katanya sih suaminya yg bikin masalah dg keuangan.

Tahukah anda, bahwa warung tegal punya omzet dan keuntungan yg luar biasa? Jika saya sebut omset sebuah warung tegal mencapai angka Rp 500 juta/tahun (atau kira2 50 juta/bulan), percayakah anda?

Saya yakin mayoritas dari kita (termasuk saya, pada awalnya) tidak percaya. Namun setelah saya membaca artikel ini, barulah saya manggut2 dan (selanjutnya) ngiler dengan keuntungan ini.

Tentu saja, keuntungan tersebut tidak diraih dalam 1-2 hari saja. Butuh waktu dan tempaan hidup untuk bisa mewujudkan angka tersebut.

Bahkan, jika anda tahu omset tukang gorengan, yg sering anda temui sehari-hari (atau bahkan anda juga konsumsi), anda akan menganga.

Tetangga saya ada berprofesi sebagai tukang gorengan, namanya mas Joko. Dia menjual gorengan dg harga yg relatif murah, Rp 500/item. Dalam sehari, dia bisa menjual minimal sekitar 1000 gorengan, itu jika dia jualan di hari biasa, buka dari jam 10 - 2 siang (4 jam kerja). Kalikan 2, jika dia jualan 8 jam. Modal yg dia keluarkan? Hanya 25-30% dari nilai jualan.

Jadi, mas Joko akan mendapat Rp 500 ribu/hari, dengan keuntungan Rp 350 ribu/hari. Katakanlah apes,dia cuma untung 300 ribu. Jika 1 bulan 20 hari, maka mas Joko berpenghasilan Rp 6 juta/bulan. Lebih besar dari gaji fresh graduate kebanyakan. :-D

Banyak orang gengsi untuk bisnis 'kecil' seperti ini. Padahal, jika mau dirunut lebih rinci, keuntungannya bisa dikatakan cetar membahana (jiah, ter-Syahrini deh). :-))

Moral story:
- jika anda suka kuliner, ada baiknya anda mencoba bisnis (terkait) makanan. well, setidaknya lidah anda sudah teruji untuk membedakan makanan mana yg enak dan mana yg enak banged, hahah

- jangan remehkan bisnis 'orang kecil'. pendapatan sebulan mereka bisa jadi jauh berlipat ganda dari gaji anda selama setahun :p

- bisnis tidak mesti bakat. ada kalanya orang berbisnis karena kepepet (untuk bisa survive hidup).

- anda ingin tahu apakah anda bisa berbisnis atau tidak? coba hari ini juga anda pikirkan sebuah bisnis dan jalankan (walau bermodal minim). lihat hasilnya!

Posted on Thursday, May 02, 2013 by M Fahmi Aulia

2 comments

5/01/2013

Akhirnya, setelah sekian lama blog ini tampil dg layout ala Facebook, hari ini saya selesai mendekor ulang tampilan blog saya ini.


Saya sendiri jenuh juga dg tampilan ala FB. Selain saya sendiri (ternyata) ndak doyan FB-an, dari banyak segi memang sudah waktunya blog saya tampil dg suasana baru.

So, sejak beberapa waktu lalu saya sudah mulai hunting tampilan yg baru untuk blog saya ini. Sempat saya coba template yg disediakan oleh Blogger, tapi hasilnya kurang memuaskan, seperti terlihat di bawah ini.


Akhirnya semalam saya temukan template ini, yg saya rasa cukup enak dan simple serta memudahkan orang untuk membaca blog saya ini. Dengan sedikit modifikasi, akhirnya blog ini muncul dengan tampilan baru.


Well, enjoy blog saya yg baru ini :-)

Moral story:
- blog juga mesti diubah tampilannya, agar tidak membosankan dan mendapatkan perspektif yg baru *tsaahh*

Posted on Wednesday, May 01, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

Saya pernah posting mengenai perubahan kebijakan dinar dirham yg dilakukan salah satu gerai. Di sana, saya mengeluhkan tingginya fee buyback, yg semula 4% menjadi 10%. Ok, harga jual yg ditawarkan memang relatif lebih tinggi dari gerai2 lain. Tapi dengan potongan 10%, ujung2nya malah 'tekor'. ;-(

Nah, tadi pagi saya mendapat kabar terbaru mengenai hal ini.

Diawali dari iseng2 ngobrol saya dengan teman, yg juga 'maniak' dinar-dirham (malah saya bisa sebut cenderung fanatik). Dia mengeluhkan tentang adanya ketimpangan harga yg terjadi untuk dirham. Silakan cek gambar di bawah ini.

Harga di atas dicapture teman saya beberapa waktu lalu (23 April 2013). Dalam emailnya ke pimpinan gerai dinar dirham (gdd), dia mempertanyakan kenapa rate yg digunakan si gdd demikian tinggi, selisih hingga Rp 20 ribu.

Dan jika anda baca artikel yg saya sisipkan di kicauan saya di awal, saya yakin anda akan terkejut dg rencana kebijakan gdd tersebut, yakni menghilangkan buyback!

Saya pribadi melihat hal ini sebagai suatu kelicikan dan perampokan terselubung. Dan kegelisahan saya kian bertambah seiring bertambahnya informasi yg masuk terkait 'dihilangkannya buyback' yakni bahwa dinar dirham yg dikeluarkan gdd ini hanya bisa digunakan untuk transaksi di tempat2 tertentu saja.

Berdasarkan obrolan saya dengan salah seorang agen gdd ini, ternyata hal ini masih dalam batas RENCANA. Dalam artian, jika saya punya 20 koin dinar (yg seharga lebih kurang Rp 40 juta) dan ingin umroh dengan 13 dinar, maka saya hanya bisa gunakan 13 dinar tersebut di biro umroh (dan haji) yg bekerjasama dengan gdd tersebut.

Masalahnya, biro tsb BELUM ada. Janjinya dalam waktu dekat. Entah seberapa dekat yg dimaksud. ;-(

Teman saya sendiri, ketika saya tanya reaksi pimpinan gdd tersebut, ternyata no komen. Dia hanya cerita bahwa info buyback dihilangkan ternyata dibatalkan. Akan tetapi ketika teman saya 'memancing' informasi lebih jauh, ternyata info tersebut bisa disebut PALSU! Pimpinannya menyatakan bahwa dd tidak untuk dirupiahkan lagi.

Teman saya langsung mutung dan akan menjual sisa dinar dirham yg dia miliki. Akan ganti gerai yg lebih bener kata dia. Hehehe...

So, saya pernah menyarankan untuk investasi di koin emas (dinar). Saat itu saya tidak mengira akan terjadi hal (kekacauan) seperti ini. Sekarang pun saya masih menyarankan untuk investasi di koin emas (dinar) namun dengan catatan, PERHATIKAN GERAI TEMPAT MEMBELI! Pastikan anda membeli dinar di gerai yg memang tidak mempraktikkan kecurangan (apalagi 'perampokan') terselubung.

Semoga bermanfaat.

Moral story:
- koin dinar dirham (masih) cocok untuk dijadikan investasi, meski harganya tidak menentu saat ini.

- ada gerai yg berlaku curang dengan memasang fee buyback lebih tinggi dan harga dirham lebih tinggi dari nilai tukar dunia (lihat kembali gambar di atas). ini artinya dinar dirham (sebagai mata uang) sudah dipandang sebagai komoditas (barang dagangan). ini tidak ada bedanya dg uang kertas, IMO.

- menghilangkan buyback namun tidak memberikan solusi adalah tindakan yg tidak etis, bagi saya.

Posted on Wednesday, May 01, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments