4/28/2013

Sejak saya bekerja di bidang engineering, sepatu menjadi salah satu hal penting. Safety shoes merupakan salah satu barang 'wajib' (mandatory) yg saya terima usai resmi menjadi pegawai.


Awalnya saya merasa kurang nyaman menggunakan safety shoes, tapi setelah 2-3 kali pakai saya baru ngeh bahwa safety shoes yg saya pakai ternyata sedikit banyak mirip dengan salah satu sepatu yg pernah saya gunakan (cukup lama), yakni sepatu Gats.

Well, artikel ini bukan artikel berbayar, baik dari produsen sepatu Gats ataupun Nitti (safety shoes) lho! Hanya sekedar berbagi pengalaman saja.

Seperti tweet saya di awal artikel ini, saya pernah menggunakan Gats dan awet selama 3 tahun,sebelum akhirnya mesti diganti karena bagian solnya sudah aus (tipis). Selama 3 tahun, Gats menemani saya bermotor dan mengelilingi Jakarta. So, terbukti ketangguhannya. Well, not bad utk sepatu seharga Rp 225 ribu.

Sekitar bulan Desember 2012 lalu, saya 'iseng' membeli sepatu seharga Rp 99 ribu. Iyeee...sepatu obral. :-)) Penyebabnya sepatu saya sebelumnya sudah memperlihatkan tanda2 ingin diganti. Beli sepatu obral bukan karena saya ga ada budget, tapi hanya sepatu obralan ini yg memenuhi salah satu kriteria saya, nyaman.

Dan ternyata kenyamanan seharga Rp 99 ribu hanya bisa dinikmati sementara. Karena sejak Peb 2013 lalu, sepatu saya ini mulai menunjukkan gejala aneh, yakni sol-nya membelah. Saya curiga bahan solnya adalah karet yg kualitasnya tidak memadai (ya iya laaah, Rp 99 ribu minta kualitas tingkat tinggi).

Walhasil, saya mesti mencari penggantinya.

Setelah sekian lama mencari inspirasi merk sepatu yg akan dibeli, akhirnya saya putuskan untuk membeli lagi Gats. Semula saya hendak membeli produk Edward Forrer, tapi melihat model2nya yg terlalu resmi dan solnya tidak cukup tebal, agak gak sreg, karena saya hendak gunakan sepatu ini ke site, yg notabene mesti memenuhi unsur safety.

Gats sendiri sulit saya temukan di Jakarta. Toko tempat saya membeli di tahun 2008 ternyata sudah gulung tikar. Akhirnya saya putuskan membeli di toko langganan di Bandung, Cirebon B.

Ada 2 pilihan model Gats sebenarnya. Yang 1 punya sol lebih tebal. Sayangnya tidak ada no 42. Walhasil saya beli model yg ini. JRENG JREENGG...


Dengan harga yg lebih mahal daripada pendahulunya, saya jelas berharap banyak dengan si Gats ini. Semoga tidak mengecewakan. :-)

Moral story:
- sepatu merupakan partner yg tidak terpisahkan bagi orang kantoran, apalagi yg bekerja di bidang engineering.

- sepatu seharusnya memenuhi fitur kenyamanan dan safety. harga?hmmm...relatif sih :-D

- bagi motoris, mereka membutuhkan sepatu yg punya sol cukup tebal. penyebabnya, sadar atau tidak, sepatu kadang digunakan untuk mengerem ;-D

Posted on Sunday, April 28, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

4/22/2013

Jadi, ceritanya, ada yg ngemeng seperti yg saya pasang di atas. Saya tidak tahu persis apa pernyataan tsb didasarkan berdasarkan pengalaman pribadi semata ataukah memang ada survei dan data yg mendukung? Pikiran jelek saya sih bilang kalo orang2 yg setuju dg hal di atas adalah orang2 yg: 1. tidak bisa bikin mie instan yg enak; 2. lidahnya memang bermasalah, hahaha.

Pengalaman saya pribadi, mie instan itu baru terasa enak itu jika mbuat sendiri. Well, ok, dibuatkan oleh orang yg kita cintai dan sayangi, misalnya ibu kita atau istri/suami kita, mungkin bisa dianggap perkecualian dari 'penolakan' ttg mie instan buatan orang lain.

Saat kuliah, saya pernah kok beli mie instan di beberapa tukang mie instan dekat kampus. Rasanya biasa saja tuh. Yaaa kecuali jika mie instan-nya dikasih kornet, keju, dan sayur jelas lebih enak dari buatan sendiri yg bumbu doank, heheh. Malah, seingat saya, sayapun pernah memesan mie instan di warung dekat kantor sekitar 6 bulan - 1 tahun lalu. Dan, yaaa...tetap saja, lebih enak buatan sendiri, masih menurut saya.

Dan obrolan ttg mie instan ini membuat saya teringat dengan chirpstory yg pernah saya buat, ttg cara membuat mie instan kuah yg enak. Anda penasaran? Silakan langsung ke tkp untuk lebih detailnya.

Semoga usai membaca chirpstory saya, anda bisa bikin mie instan yg enak, sehingga tidak menganggap mie instan buatan orang lain (kecuali org2 yg kita cinta dan sayangi) enak. :-D

Moral story:
- tidak semua masakan buatan orang lain lebih enak

- mie instan itu makanan paling populer untuk: 1. mahasiswa, apalagi sudah tanggal tua; 2. isi perut saat kepepet dan tidak sempat beli makan di luar (plus males nunggu delivery)

- oya, jangan terlalu banyak mengonsumsi mie instan, meski dg alasan utk ngirit. silakan baca di sini mengenai penyebabnya

Posted on Monday, April 22, 2013 by M Fahmi Aulia

2 comments

4/15/2013


Gegara membaca postingan mbak Devie di sini, saya jadi ingat bahwa saya termasuk orang yg hampir tidak pernah mau menerima request oleh-oleh pada saat saya pulang ke Bandung. Dan syukurnya, orang2 di kantor juga cukup mengerti bahwa request oleh-oleh ke saya itu sama dengan menangkap angin menggunakan jaring, alias sia-sia.

Dan syukurnya lagi, orang2 di kantor tidak pernah protes dengan oleh-oleh yg saya bawa (jika sempat) saat tiba dari Bandung. Seblak, keripik, atau apapun itu, akan diterima dan dikunyah dengan senang hati oleh teman2 kantor.

Saat saya ke India pun, tidak ada yg nitip atau request oleh-oleh. Semua juga tahu kalo engineer ditugaskan jauh, ya kemungkinan untuk bisa jalan2 itu sangat kuecil. Kecuali kalo ditugaskan ke Singapore atau Malaysia, setahu saya, teman2 engineer masih sempat untuk jalan2 dan belanja2.

Etapi, kayanya saya pernah sih bawa oleh2 (tapi saya agak lupa bawa apaan) terus ada yg ngedumel. Duh, pengen nabok jadinya. :-D

Saya pun pernah 'ditodong' oleh-oleh saat pergi ke luar kota. Dengan santainya saya respond,"Ok, kalo mau oleh2, duitnya mana?" Dan yg nodong oleh2 langsung batal menodong, hihihi...

Moral story:
- oleh-oleh itu sebenarnya tidak wajib, kecuali usai mudik lebaran, di kantor bakal banyak oleh2 dari berbagai daerah.

- jgn mempersulit perjalanan orang dg nitip oleh2, apalagi jika ybs pergi dalam rangka dinas/kerja.

- kalo mau oleh2 dari saya, yaaa...bekali saya dg uang yg cukup donk! :-D

Posted on Monday, April 15, 2013 by M Fahmi Aulia

2 comments

4/07/2013

Seperti pernah saya tulis di sini, saya selalu mengalami bahwa di bulan Maret dan April selalu banyak yg resign. Saya sendiri kurang tahu persis penyebabnya. Mungkin, ini masih mungkin, karena usai pembagian bonus, jadi segera buru2 pindah ke kantor baru sebelum dikenai beban pekerjaan yg lebih berat,hehehe.

Saat seseorang resign, biasanya diadakan farewell party yg bisa diadakan di tempat makan khusus, atau paling banter yaa kirim pizza ke kantor. Kadangkala ada suasana haru biru saat resign, tangis2an gitu. Ya ga semuanya sih (apalagi untuk perempuan), tapi yaaa...saya pernah alami juga seperti ini.

Nah, jika anda berada di hari terakhir kerja, apakah anda akan mengirim email perpisahan? Saya sendiri, di kantor2 sebelumnya, tidak pernah mengirim email perpisahan. Saya hanya mengirim surat pengunduran diri ke atasan saya saja.

Entah kenapa, di kantor2 sebelumnya saya tidak merasa nyaman untuk mengirim email perpisahan ke teman2. Bagi saya, cukup dengan makan2 pizza, itu sudah menunjukkan saya tidak akan bekerja lagi di kantor yg sama dengan mereka.

Namun di kantor sekarang, saya lihat teman2 saya yg resign senantiasa mengirim email perpisahan, seperti contoh berikut:

Saya pikir, email seperti ini diperlukan jika memang kantornya cukup besar sehingga tidak sempat pamit satu persatu dengan teman2 kerja kita. Dan lagipula saya pikir memang tidak ada salahnya kita mengirim email pamitan seperti ini, well setidaknya itu menunjukkan kita bukan jailangkung, datang tak diundang pulang tak diantar, hehehe...

So, jika suatu saat nanti saya resign, saya akan membuat email perpisahan seperti di atas. :-) ;-)

Moral story:
- resign itu hak karyawan

- jika resign, carilah perusahaan yg lebih baik, dari sisi kompensasi (salary) maupun dari sisi prospek karir. pekerjaan nambah? itu resiko, eheheh..

Posted on Sunday, April 07, 2013 by M Fahmi Aulia

3 comments

4/01/2013

Couple days ago, I wrote an article about GPS problem in my Samsung Galaxy (sorry, it is in Bahasa Indonesia). I used this feature recently so for 2 years (since I had it) I never care about this feature so I never know there was a GPS problem in my SG.

In my previous article, I knew there was GPS problem in my SG after I installed waze. Almost a week, I tried to find out how to solve this problem.

The solutions that were offered and provided by many SG-ers still couldn't close my problem eventhough I upgraded my SG os, from Froyo to Gingerbread. The changes is only in battery. For GPS, there was still problem, so I think to buy a new android smartphone to solve this problem.

I also installed some utilities that were suggested for solving the problem. Still didn't work. The worst thing is the *#*#3214987650#*#* not work any longer when I dial. The SG GPS is still in 'silent' mode.

Today I talked with one of my engineer (Adhitya A) and told him about the problem. He had the same problem with his previous android. He gave me a file, gps.conf.txt and told me to put it in the main directory of my SG.

I copied it and when I activate my waze, VOILAAAAA....THE SG GPS IS 'TALKING' now! :-)

So, the key is the gps.conf.txt. You can create that file and write these codes:


Save the file as gps.conf.txt (check the pic above) and copy it into main directory of your SG (or others). In my SG, I copied it at (.../sdcard).

Hope it works! :-)

Moral of story:

- there is always solution from every problem. sometimes it comes from your close friend. :-))

Posted on Monday, April 01, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

Saya pernah nge-blog ttg ending dari Doraemon (meski sebenarnya dibuat oleh fanboy-nya).

Kali ini, saya hendak sharing mengenai film 'kelahiran' Doraemon. Cukup rinci filmnya dan menyenangkan saat menonton film ini. Setidaknya saya jadi tahu lebih detail tentang Doraemon, dari mulai penciptaannya, hingga perubahan warna dan suaranya. Termasuk cerita bagaimana Doraemon kehilangan telinganya.

Anda bisa langsung ke situs ini untuk menonton filmnya.

Moral story:
- saat menonton film ini, #mbakMika nyaris tidak berkedip! hihihih..

Posted on Monday, April 01, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments