3/31/2013




Tahun ini saya agak 'apes', nyaris terlambat (atau malah memang terlambat? mudah2an sih ndak terlambat) melaporkan spt tahunan saya. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah tutupnya kantor2 pelayanan pajak (KPP) karena ada long weekend di akhir bulan Maret 2013 ini.

Sebagaimana kita ketahui bersama, KPP biasanya masih buka (melayani) pada hari Sabtu, terutama bila musim2 pelaporan spt. Sialnya akhir bulan Maret ini, libur sudah dimulai sejak tgl 29 - 31 Maret 2013. Akibatnya jelas, otomatis KPP libur pada hari Sabtu.

Tinggal saya yg kalang kabut, terutama karena awalnya saya tidak ngeh dengan tutupnya KPP di long wiken ini. Sejak jam 10 pagi, saya sudah tancap gas, menuju KPP Tebet. Kenapa KPP Tebet? Karena saya tahu persis KPP Tebet ini buka di hari Sabtu utk pelaporan spt (tahun lalu saya mengantar Mia Wify ke sini).

Setibanya di sana, saya gigit jari karena ternyata KPP Tebet tutup. Selanjutnya saya menuju KPP Pancoran, yg ternyata juga tutup. Di sana saya bertemu dengan sesama wajib pajak yg juga agak2 bingung dengan tutupnya KPP ini.

Saya sempat cari info mengenai drop box. Eh, apes juga. Ternyata drop box sudah berakhir per 28 Maret 2013 (Kamis).

Putar otak, saya coba daftar online untuk pengisian pajak. Eh, ternyata kodenya akan dikirim ke alamat wajib pajak. Lah...apa gunanya online jika begituuuuu? HALLOOOOO BAPAK-BAPAK DINAS PAJAK, NGERTI NDAK MAKSUD ONLINE? ;-)

Akhirnya beberapa teman di twitter menyarankan saya untuk mengirim spt via pos. Ok, saya segera cari informasinya dan saya rangkum di sini.
Dalam waktu 20 menit, akhirnya saya berhasil mengirim spt saya melalui pos. Saya gunakan jasa pengiriman 1 hari sampai. Agak mahal sih, Rp 21 ribu, jika dibandingkan dg yg biasa, Rp 6 ribu. Tapi saya pikir 'kehilangan' Rp 15 ribu masih lebih baik daripada kena denda Rp 100 ribu. ;-)

Oya, seperti saran @askvicong, jangan lupa untuk menyimpan bukti pengiriman spt via pos, agar anda tidak dikenai denda karena dianggap terlambat. :-)

So, jika lain kali anda memang ndak sempat memasukkan spt anda ke drop box atau titip utk dikirim ke KPP, maka anda bisa mengirim spt melalui pos dengan rincian berikut ini.

Semoga berguna.

Moral story:
- mestinya KPP tidak libur meski long wiken, atau memberi kelonggaran hingga hari Senin berikutnya ;-)

- selalu ada jalan mengirim spt. Pertama, anda bawa sendiri + masukkan di KPP. Kedua, anda cari drop box terdekat. Ketiga, dengan online. Keempat, dengan pos.

Posted on Sunday, March 31, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

3/30/2013

Saya baru ingat bahwa saya punya no tri (3) yg 3 tahun lalu saya gunakan untuk blackberry namun belakangan si 3 ini lebih handal kualitas internetnya sehingga saya gunakan untuk internetan, terutama bila saya ke luar kota (Cilegon). Di sana kualitas internetnya sangat mengagumkan, mungkin karena sedikit orang yg pakai. :-)

Malam ini saya hendak mengaktifkan lagi si 3, tapi saat saya masuk ke websitenya, untuk melakukan login dan pengisian ulang, ternyata gagal. Dikatakan user dan pwd saya tidak cocok. So saya coba untuk registrasi, tapi ternyata malah muncul pesan seperti gambar di atas, yakni registrasi hanya bisa dilakukan dg jaringan internet Tri.

Akhirnya saya gunakan cara paling 'kuno', yakni saya beli voucher di ibanking BCA. Hasilnya bisa terlihat di bawah ini:

Demi keselamatan saya, voucher code dan serial no saya hapus, meski proses pengisian telah saya lakukan,hehehe.

Berikutnya saya segera isikan voucher di atas ke no 3 saya dengan cara *111*[vouchercode]# dan alhamdulillah, proses pengisian berjalan sukses. Saya segera daftarkan paket internet dan selanjutnya saya bisa berselancar di android saya, heheh :-)

Terus terang, saya agak kecewa dg kegagalan registrasi seperti saya maksud di atas. Mestinya jika seorang customer sudah memasukkan no 3 dan password, maka proses registrasi bisa berhasil.

Apakah anda punya pengalaman yg sama?

Moral story:
- pengisian pulsa 3 bisa dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan beberapa cara. Pertama: elektrik (beli di kios2 pulsa atau di kasir2). Di sini, anda cukup memberikan no 3 anda, selanjutnya penjual akan melakukan transaksi elektronik dan selanjutnya pulsa akan masuk. Kedua, melalui web-nya, http://tri.co.id/. Di sana anda cukup login maka nanti akan muncul informasi no 3 anda. Selanjutnya anda bisa melakukan pengisian pulsa. Ketiga, dengan yg saya lakukan, dengan pembelian voucher via internet banking. Anda bisa lakukan dengan mudah! :-) Keempat, anda beli kartu voucher. Anda cukup gosok bagian pelindung kode, selanjutnya masukkan dengan cara *111*[kodevoucher]# atau telpon ke 123 lalu ikuti petunjuknya.

- saya lebih suka membeli pulsa via internet banking untuk menghindari mendapat pesan2 ga jelas dan harga yg tidak mahal ;-)

Posted on Saturday, March 30, 2013 by M Fahmi Aulia

10 comments

3/28/2013

Semua ini berawal dari instalasi aplikasi waze gegara saya 'iseng' ingin mencoba pengalaman baru dalam berkendara dg menggunakan GPS. Saya segera install di Samsung Galaxy dan coba saat saya melakukan perjalanan ke Cilegon.

Ternyata selama dalam perjalanan, saya mengalami keanehan2 saat menggunakan waze, terutama saat hendak report beberapa kejadian dan info yg (menurut saya) penting untuk diketahui wazer lainnya.
Lalu saya coba gunakan si Motorola untuk navigasi. Dan ternyata tidak ada masalah, saya sukses menggunakan waze sebagai navigator saya dalam perjalanan Jakarta - Cilegon (PP).
Penasaran, saya kontak mbah Google dan ternyata hasil pencariannya seperti ini, dengan kata lain MEMANG ADA MASALAH GPS DI SAMSUNG.

Saya segera cari artikel2 yg bisa membantu saya menyelesaikan masalah ini. Dalam hitungan menit (less than 5 minutes) saya berhasil membereskan masalah GPS ini. Dan kini Samsung kesayangan saya sudah bisa menunjukkan lokasi lebih tepat! :-)

Pembuktian dan pengujiannya akan saya coba besok, jalan2 dan bernavigasi menggunakan waze! ;-D

Sementara itu, berikut ini status waze saya :-D
Sumber rujukan yg saya pakai di sini dan di sini. Aplikasi waze for android bisa diunduh dan diinstal dari sini.

Moral story:
- jika ada masalah dengan gadget anda, segera kontak mbah Google. MESTINYA anda bisa temukan solusinya, meski mungkin tidak di halaman pertama :p

- tidak ada produk yg tidak cacat :p

- seru ternyata menggunakan waze! ada yg punya pengalaman dengan aplikasi GPS lain?

Posted on Thursday, March 28, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

3/21/2013


Kicauan saya di atas dipicu oleh kicauan teman saya, @ssetiawan, seperti yg terlihat di bawah ini.
Seringkali saya tidak habis pikir saat melihat orang tua mengajak anaknya menonton film (di bioskop) yg tergolong sadis, atau katakanlah, tidak cocok utk usia anak tersebut (berdasarkan sistem rating yg dijadikan standar).

Coba anda bayangkan, anak berumur 5 tahun menonton film The Dark Knight Rises,yg notabene PG-13, yg artinya (saya kutip saja langsung)

PG-13 – Parents Strongly Cautioned
Some material may be inappropriate for children under 13. Parents are urged to be cautious and contain some material that parents might not like for their pre-teenagers.
Such films may contain moderate violence, some suggestive material and nudity, some sexual situations, brief strong language and/or soft drug use.

So, dengan kata lain, pada saat ortu guo*blok tersebut mengajak anaknya menonton film TDKR, itu berarti ortu tsb sudah meracuni anaknya dg tayangan yg belum 'masanya'. Mirip dg di Indonesia, duluuuu...saat ada tayangan laki-perempuan ciuman, maka anak2 disuruh tutup mata atau malah diusir karena adegan tersebut belum layak diterima oleh anak2 bawang dan bau kencur tersebut. Eh, omong2 bawang merah dan bawang putih sudah turun lho harganya, hehehe... *dikeplak*

Saya dan Wify sendiri sudah mempersiapkan #mbakMika agar terhindar dari tayangan2 yg belum cocok dia konsumsi, salah satunya ya dg berlangganan televisi berbayar. Nope, artikel ini bukan artikel iklan atau berbayar kok. :-)

Berlangganan televisi berbayar bukannya tidak ada resikonya, karena tetap ada tayangan2 dewasa, apalagi cukup banyak yg tanpa sensor. Tapi setidaknya ada channel2 khusus untuk anak.

Kembali ke masalah film di bioskop. MESTINYA, ini mestinya lho, para penjual tiket, pihak keamanan, atau lebih ekstrimnya lagi, para pengusaha bioskop MENEGASKAN dan MELARANG ortu2 guob*lok itu utk membawa anak mereka menonton film2 yg tidak sesuai dg umur mereka.

Sayangnya, ini Indonesia. Negara yg seringkali menjungkirbalikkan logika dan fakta demi kepuasan dan kesenangan pribadi.

Saya suka tergelitik, apa sih yg dipikirkan para ortu itu ketika membawa anak mereka yg masih di bawah umur utk menonton film2 sadis itu? Dugaan yg pernah saya obrolkan dg Wify, mungkin mereka tidak punya pengasuh sehingga anak mereka tidak mungkin ditinggal. Lagian anaknya ga perlu bayar karena masih di bawah umur.

Terus terang, sejak ada #mbakMika, saya dan Wify sudah jarang sekali bisa menonton di bioskop, kecuali saat ada pengasuh atau neneknya Mika di Jakarta. Selain kedua hal di atas, saya dan Wify lebih suka menonton film yg ditayangkan di tv berbayar kami. Ataupun kalo mmg sudah pengen banget nonton di bioskop karena ada film yg layak tonton di bioskop, yaa neneknya Mika diundang ke Jakarta. ;-)

Toh bagi kami berdua, tidak menonton di bioskop tidak akan bikin hidup jadi sengsara. Masih banyak cara lain utk bisa bahagia tanpa menonton di bioskop, apalagi sampai merugikan dan merusak masa depan #mbakMika. :-)

Moral story:
- jadi ortu itu jangan egois! kasian masa depan anaknya jadi rusak karena 'dipaksa' nonton film yg penuh tayangan sadis

- selain merusak masa depan anak, juga mengganggu kenikmatan penonton lain yg bisa terusik dg tangisan atau rengekan minta susu anak ;-(

- kalo jadi ortu, harap gunakan otak yg di kepala, bukan yg di dengkul! :-))

Posted on Thursday, March 21, 2013 by M Fahmi Aulia

2 comments

3/17/2013

Sudah  sekitar sebulan ini, saya menginstal aplikasi Instaweather. Faktor terbesar yg menyebabkan saya ingin menginstal aplikas ini adalah saya ingin berbagi info mengenai cuaca di lokasi saya berada (melalui twitter, tentunya). Yaaa, barangkali ada orang yg mau ke lokasi saya berada jadi dia bisa bersiap dengan cuaca yg sedang terjadi.

Aplikasi ini sangat bermanfaat, meski saya agak kesal dg tulisan Djakarta-nya. Akurasinya? Hmmm...terus terang saya belum pernah mencek dengan info cuaca dari BMKG. Tapi saya sih yakin 68% bahwa infonya si Instaweather ini cukup valid dan bisa dipertanggungjawabkan.

So, segera install aplikasi ini dan share dengan orang2 yg anda cintai. *halah* ;-)

Moral story:
- install dan gunakan tools yg bermanfaat utk menjadi pribadi yg bermanfaat

Posted on Sunday, March 17, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

3/16/2013

Siang ini, saya sempat bingung menu makan siang. Bukan apa2, karena di keluarga kami, wiken adalah hari2 Wify tidak memasak (jika diperlukan). So, biasanya saat wiken kami jalan2 keliling kota Jakarta utk wisata kuliner.

Karena Jakarta sedang hujan, maka saya pikir makanan berkuah adalah solusi yg tepat. Kebetulan kami memang sedang menuju Tebet, maka tanpa tunggu komando lagi, kami bertiga segera menuju soto Gebrak di Tebet.

Ada kenangan khusus yg tidak mungkin kami lupakan dengan soto Gebrak ini. Sekitar 2 tahun lalu, tepatnya akhir 2011, #mbakMika sempat sakit diare. Akibat diare ini, #mbakMika menjadi gampang rewel dan sering buang air. Nah, saya ingat sekali hari Sabtu siang #mbakMika mendadak kambuh diarenya. Segera kami bawa ke RS Hermina Jatinegara.

Di tengah perjalanan, #mbakMika memperlihatkan gejala yg kian mengkhawatirkan! Kejang2 sedemikian rupa dan buang air terus menerus sehingga #mbakMika menahan sakit dan lengannya menjadi biru, karena mendadak terlihat urat2nya! :-(

 Untungnya, meski kami (terutama Wify) sedemikian khawatir, kami tidak panik. Kami sempat berhenti sebentar, tepat di depan warung soto Gebrak ini untuk memberikan pertolongan pertama pada #mbakMika sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke RS Hermina.

Kisah selanjutnya, alhamdulillah #mbakMika bisa melalui masa2 sulit itu dan tumbuh dengan sehat! :-) 

Kembali ke soto Gebrak.

Bagi saya dan Wify, soto Gebrak telah kami cicipi sejak 2004-2005. Pertama kali kami cicipi soto Gebrak di Depok, berikutnya di Tebet dan menjadi langganan hingga sekarang. Rasa2nya saya pernah nge-blog tentang soto Gebrak ini, tapi kok tidak ada arsipnya ya? *bingung sendiri*

Well, keunikan soto Gebrak adalah adanya aksi2 menggebrak meja (tempat si cak soto menyiapkan makanan) menggunakan botol kecap, dilanjutkan dengan kegaduhan2. Bagi yg belum biasa, jelas aksi ini mengagetkan.

Demikian pula yg terjadi dengan #mbakMika. Awal2 ada gebrakan, #mbakMika masih bisa cengar cengir karena dianggapnya itu hal yg lucu. Namun setelah gebrakan ini diulangi hingga lebih dari 3x, #mbakMika mulai merasa takut...dan akhirnya menangis,hahaha. :-))
Kembali ke soto Gebrak. Di warung soto ini, saya menyukai rawon dan soto jeroannya. Karena saya sedang ingin makan soto jeroan, maka saya pilih nasi soto campur jeroan. Wify sendiri memesan nasi soto combi daging ayam utk disantap bersama #mbakMika.
Usai menyantap habis pesanan kami, maka kamipun segera pulang! :-D

Moral story:

- soto Gebrak lumayan enak rasanya, dengan harga yaaa...relatif murah lah! :-)

- kami tadi pesan 1 porsi nasi soto campur jeroan, 1 porsi nasi soto combi daging ayam, nambah 1 nasi putih, 2 jeruk panas, dan 1 perkedel kentang. total: Rp 59 ribu saja!

Posted on Saturday, March 16, 2013 by M Fahmi Aulia

1 comment

3/13/2013

Saya pernah menulis artikel ttg kegunaan Chirpstory. Di sana, saya tulis bahwa Chirpstory sangat bermanfaat bagi orang2 yg suka mengoleksi kicauan2 beberapa 'dedengkot' tweet yg punya keahlian khusus. Katakanlah @mrshananto, @endykurniawan, @AidilAKBAR, @malakmalakmal, @ahmadgozali  adalah beberapa tweeps yg suka memberikan informasi2 menarik yg bermanfaat. Jika anda ingin melihat 'koleksi' rangkuman kultwit yg pernah saya buat, silakan ke sini.

Saya sempat membuat chirpstory beberapa kultwit menarik seperti Sharing @doctaruby Mengenai Kalori&Hubungan SexSharing #Kurikulum2013 Oleh @kreshnaKumpulan Foto2 Lama Bandung dari TL @mooibandoengSharing @blogdokter Mengenai #Endometriosis. Bahkan saya pun mengabadikan 'kultwit' saya tentang cara beristri 4. ;-D

Nah, belakangan ini, sudah lebih dari sebulan lalu tepatnya, saya melihat ada penampakan 'pesaing' Chirpstory, yakni Storify.

Sekilas Storify memiliki fitur yg serupa dengan Chirpstory. Lalu saya 'iseng' melakukan perbandingan antara keduanya. Hasilnya saya tampilkan tampilan keduanya sebagai berikut:
tampilan di Storify
tampilan di Chirpstory
Jika dilihat sekilas, nyaris tidak ada perbedaan antara tampilan di Chirpstory dg Storify. Namun jika diperhatikan dg lebih teliti maka akan terlihat bahwa Storify menampilkan layar tweet lebih besar, terutama lebih mengedepankan gambar (tulisannya muncul di bawah gambar). Sementara di Chirpstory justru tulisannya yg akan dimunculkan lebih dahulu, baru foto/gambarnya.

Sementara apabila kita cek di bagian 'dalam', atau bagian pembuatan 'rangkuman', kita bisa lihat tampilan keduanya seperti berikut:
tampilan pembuatan Storify
tampilan pembuatan Chirpstory
Dari tampilan di atas, ada nilai plus-minus dari masing2 tools ini:

Penyusunan chirpstory/storify:
Di Chirpstory kita benar2 mudah utk menyusun rangkuman 'kultwit' seseorang. Selain fasilitas drag-drop, juga ada fitur untuk memilih tweet2 tertentu sebelum akhirnya kita pindahkan ke area kanan.

Sementara di Storify, so far saya hanya menemukan fitur drag drop. Saya belum menemukan cara 'selected' tweet2 tertentu lalu baru dicopy.

Chirpstory 1: Storify 0

Media:
Di Chirpstory, kita hanya bisa melakukan rangkuman untuk kicauan2 dari twitter. Sementara di Storify, kita bisa memilih media yg hendak kita rangkum, antara lain: youtube, facebook, flickr, dan yg lainnya.

Chirpstory 1: Storify 1

Pemilihan isi chirpstory/storify:
Di Chirpstory, kita hanya bisa merangkum kicauan seseorang. Di Storify, kita bisa rangkum favorit dari user tertentu.

Chirpstory 1: Storify 2

Tampilan:
Di Chirpstory, tampilannya cenderung 'dikotori' oleh iklan. Di Storify, relatif lebih bersih.

Chirpstory 1: Storify 3

So, jika dilihat dari sisi fitur, sebenarnya Storify menawarkan hal2 yg lebih canggih. Namun hingga saat ini saya melihat orang lebih banyak menggunakan Chirpstory. Faktor kemudahan, menurut saya, menjadi penyebab utamanya.

Anda sendiri lebih suka yg mana?

Moral story:

- tiap tools selalu mempunyai kelebihan dan kekurangan

- kita bisa temukan banyak tools yg berguna di internet, gratisan pulak!

Posted on Wednesday, March 13, 2013 by M Fahmi Aulia

No comments

3/07/2013

Akhirnya kabar buruk itu menjadi kenyataan. Posterous, salah satu layanan nge-blog (gratisan) yg saya sukai, akhirnya menutup 'lapak'nya. Masih lama sih, 30 April 2013. Jadi, ketika saya mendapat kabar buruk itu, 16 Peb 2013, saya segera menyiapkan proses backup.

Ada 3 blog saya di posterous, yakni blog posterous-nya mas Fahmi - foto2 dan catatan2 ringan mas Fahmi ;-) lalu Foto2 Kulinernya mas Fahmi dan yg terakhir adalah COMICSTRIP ISENG-NYA MAS FAHMI.

Sebagai kenang2an, saya pasang skrinsut bagian depan ketiga blog di atas.

  

Saya mengenal Posterous sejak 2009, dan saya langsung (cukup) tergila-gila menggunakan layanan ini. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah kemudahannya dalam posting, cukup dengan mengirim email. Blog lain sebenarnya sudah punya fitur yg serupa, bahkan di Blogger.Com dan Wordpress.Com juga jauh2 hari sudah ada.

Namun entah kenapa, saya melihat Posterous lebih mengasyikkan.

So, mulailah saya menggunakan jasa Posterous sebagai fotoblog, terutama utk hal2 yg unik, wisata kuliner, maupun kelakuan 'iseng' saya.

Meski tutup, bukan berarti Posterous lantas lepas tangan. Setidaknya Posterous masih 'bertanggung jawab' dengan memberikan fitur backup. Dengan demikian, para pengguna Posterous bisa menyelamatkan 'harta' mereka sebelum harta tsb dihapus.

Cara membackupnya mudah sekali! Coba baca petunjuk yg diberikan ini.

Saya sendiri, seperti saya tulis di atas, segera melakukan proses backup utk ketiga blog saya di Posterous. Hasilnya adalah seperti berikut:

Pheww...lumayan juga ternyata ukurannya. Dan kini postingan di ketiga blog saya di Posterous sudah tidak menampilkan lagi postingan2 lama (sebelum 2013).

Dengan tutupnya Posterous, terus terang saya agak kebingungan juga mencari 'lapak' baru utk menyalurkan hobi fotografi (amatir) saya ini. Dari pihak Posterous sendiri menyarankan Blogger dan/atau Wordpress. Tapi seperti saya tulis di atas, 'taste' postingan via email dari kedua layanan tersebut ga se-oke Posterous.

Sempat terpikir untuk membuat akun di Tumblr.com, tapi saya masih belum menemukan kecocokan.

Anda sendiri, yg menggunakan Posterous, berniat memindahkan postingan anda ke mana?

Moral story:
- semua yg gratisan tidak ada yg abadi ;-(

- meski Posterous bergabung (baca: dibeli) oleh Twitter 12 Maret 2012, toh ternyata bukan berarti Posterous akan terus dikembangkan (dan terbukti kan, sekarang ditutup?)

- Ada yg punya saran lapak mana yg 'taste' serupa dg Posterous? Info2 yak?! :-)

Posted on Thursday, March 07, 2013 by M Fahmi Aulia

3 comments