Memang tidak biasanya saya menulis artikel ttg politik di Indonesia, apalagi di akhir tahun. Selain saya memang bukan orang yg kompeten, saya sebenarnya tidak terlalu suka dg perpolitikan di Indonesia yg terlalu banyak trik2 menjijikkan. Toh, saya 'terpaksa' mesti menulis artikel ini terkait dengan pemikiran saya beberapa waktu lalu. Efeknya saya bisa dianggap orang yg kurang piknik! :p



Entah apa yg 'merasuki' saya sehingga saya berkicau seperti di atas, namun seperti saya tulis di atas, saya bisa ngakak terbahak-bahak + berguling2 jika memang muncul Jokowi - Aher sebagai capres dan cawapres.

Mengapa saya mesti 'selebay' itu? Karena dengan memasangkan Aher ke Jokowi, anda bisa bayangkan apa reaksi para pendukung PKS yg selama ini gemar sekali menjelek2kan Jokowi (+ Ahok). Semua kegiatan dan aktivitas Jokowi dianggap sebagai pencitraan semata. Well, saya sih paham dan mengerti penyebab mereka melakukan itu, ya tidak lain dan tidak bukan karena jagoan mereka kalah di ajang pilgub DKI beberapa waktu lalu. Kalahnya pun, saya bisa bilang menyedihkan. Pertama, jagoan mereka, HNW, kalah di putaran 1. Yang 'ajaibnya' adalah, ketika jagoan mereka kalah, partai ini mengalihkan suaranya ke Foke. Padahal sebelumnya HNW sudah menyindir ttg Foke. Dan setelah mereka mendukung Foke pun, tetap saja kalah. ;-)

Oke, lupakan saja kekesalan para simpatisan/pendukung partai itu. Ga penting ngurus mereka, kaya orang kurang piknik sajah! ;-D

Eh, tak dinyana kicauan saya di atas ditanggapi serius oleh mas Amal di facebooknya. Jika anda baca komentar2nya, sungguh menggelitik. ;-)

Beberapa hari kemudian, muncul hasil pemilihan capres dari PKS, seperti terlihat di bawah ini.
Mendapati 'hasil' pemira, saya kembali mengernyitkan dahi. Something wrong dg logika para pemilih di partai tersebut. Mengapa saya katakan wrong? Jika anda perhatikan dengan teliti, maka anda akan melihat HNW ada di urutan pertama. Padahal, seperti di kicauan saya, utk level DKI saja beliau gagal dan tersungkur di putaran 1. Kok ya masih nekad mencalonkan lagi? Buang2 waktu, tenaga, dan duit.

Saya hendak share saja mengenai pemikiran saya jika Jokowi disandingkan dg salah satu top kader PKS di atas.

1. Jokowi - HNW (< 20%)
Saya melihatnya akan suatu blunder besoar. Alasannya ya karena di ajang DKI, HNW menempatkan diri sebagai rival tapi mendadak di pilpres malah berpasangan. Menjilat ludah sendiri? Ah, sudah sering dilakukan sih. Jadi mungkin memang yaaa sudah wataknya! ;-)

2. Jokowi - AM (20% - 35%)
Peluang pasangan ini saya rasa bisa lebih besar. Namun saya rasa tidak akan mencapai 50%, karena sikap AM yg 'pamer' istri mudanya beberapa waktu lalu. Poligami masih jadi isu sensitif, terutama bagi para pendukung Jokowi yg saya yakin tidak rela jagoannya berpasangan dg tukang poligami. ;-)

3. Jokowi - Aher (> 75%)
Pasangan ini paling realistis, jika memang ada wacana hendak menyandingkan mereka. Jika kita baca beberapa artikel ttg Aher, ybs banyak menerima penghargaan. Terlepas dari siapa yg memberi penghargaan ataupun motivasi di belakangnya, yaaa saya sih fine2 saja. Hanya saja, seperti yg ditulis artikel ini, saya yakin akan ada resistansi dari para pendukung Jokowi, meski tidak sebesar no 1 dan 2. Hanya saja, terus terang tidak banyak media yg membahas kinerja Aher secara REAL. Lah, penghargaan Jokowi sebagai walkot terbaik ketiga dunia saja sering dianggap pencitraan dan hasil bayaran oleh para pendukung partai itu, jadi saya pikir wajar saya juga bertanya hal yg sama.

Untuk TFS dan NM, saya tidak berminat membahas. Elektabilitas dan profil mereka, menurut saya, kurang ok disandingkan dengan Jokowi. ;-S

Hal yg menarik adalah saya sempat terpikir utk menyandingkan Jokowi - Ridwan Kamil.

Penyebabnya sepele saja, RK mempunyai langkah2 konkrit dalam membenahi Bandung, usai ybs terpilih menjadi walkot Bandung 2013 - 2018. Jika kita ikuti account twitternya, @ridwankamil, nampak sekali aksi2 nyata yg dilakukannya. Oh, jika Jokowi sih sudah jelas sebagai darling media, prestasinya 'dipompa' habis2an. ;-)

Eh, sebenarnya RK BUKAN kader PKS, tapi karena wakilnya dari PKS, maka para pendukung partai menganggap RK = PKS. Dude, get a life and go picnic! ;-)

Peluang utk Jokowi - RK, sama seperti Jokowi - Aher, saya beri > 75%.

Nah, anda pilih yg mana? ;-D

Moral story:
- jangan suka menganggap hasil karya orang lain sebagai pencitraan. kecuali anda memang hater (sejati)! ;-D

- oya, saya kadang suka berharap memang terjadi 'perkawinan politik' Jokowi-kader PKS. saya ingin tahu (banget) reaksi para tukang jilat ludah itu, hahahah...