Saya bukan orang yg suka diet, itu hal pertama yg mesti saya sampaikan. Apalagi diet yg gila-gilaan sampe ga makan ini itu. Nope, saya bukan tipe orang yg mau 'berkorban' seperti itu.

Penyebabnya sepele saja. Saya mesti mensyukuri apa2 yg telah diberikan oleh ALLOH SWT kepada saya. Caranya ya salah satunya dg menikmati makanan dan segala hal, tentunya dengan porsi yg normal, tidak berlebihan.

Sejauh ini sih, saya tidak merasa saya berlebihan kok. Kalopun perut saya jadi buncit dan berat badan saya bertambah, yaaa itu karena saya memang termasuk orang2 yg berbahagia. :-) *halah, apa hubungannya?*

Anyway, kembali ke bahasan OCD.

Bagi anda yg tidak tahu/belum tahu mengenai OCD, anda bisa membaca artikelnya di sini.
 Seperti saya katakan di awal, sejak kemunculannya saya sudah tidak merasa sreg dg OCD. Ya mungkin karena cara diet-nya yg menurut saya tidak manusiawi. Meski demikian, saya bukan berarti melarang OCD. Hanya saja, mesti mengukur kemampuan diri apabila hendak melakukan OCD.

Sekilas, OCD mirip dg puasa yg biasa dilakukan umat Islam. Bedanya, ya kalo di OCD masih boleh minum air putih dan teh manis selama proses (silakan cek saja di file .pdf di atas).

Bagi saya, puasa ala OCD ini sifatnya nanggung. Puasa (secara Islami) kagak, tapi makan juga ga boleh. Saya sendiri kalo puasanya nanggung, apalagi jika bukan puasa secara agama, saat pasokan karbo menurun 'drastis' (baca: dipaksa ga boleh dikonsumsi) bisa berdampak saya jadi lemes yg serba nanggung jugak. Minum saja jelas tidak membantu saya.

Dan saya cantumkan juga info dari lapak sebelah, mengenai banyaknya orang yg kesehatannya malah jadi terganggu akibat melakukan OCD (tanpa, seperti saya bilang, mengukur kemampuan diri).

So, anda mau melakukan OCD ya boleh2 saja...tapi mesti bertahap, tidak langsung mengubah (drastis) pola makan anda. Kecuali yaaa...sudah siap masuk rumah sakit *upsss...* ;-)

Moral story:
- punya bentuk badan yg atletis, saya yakin diinginkan oleh banyak orang, termasuk saya. tapi cara yg ekstrim utk mencapainya, jelas tidak disarankan

- daripada puasa OCD, menurut saya, lebih baik puasa sunnah. ada nilai plus, yakni amalan + doa diterima ;-)

- ternyata sudah jatuh korban akibat OCD(?) ini.