Hari Selasa lalu, 22 Oktober 2013, menjadi salah satu tanggal yg akan saya ingat karena pada saat itu saya mengalami musibah, hilangnya data pada micro sd saya akibat micro sd saya mendadak bengong dan akhirnya 'menyatakan dirinya' damaged.

Saya sering mengingatkan diri saya untuk rutin melakukan backup data, terutama terhadap data pribadi yg ada di laptop dan gadget. Simpel saja alasannya, jangan sampai data penting itu rusak/hilang terlebih karena faktor2 yg tidak bisa kita kontrol. Misalnya memory corrupt (seperti yg terjadi), atau laptop hilang dicuri (seperti yg pernah dialami teman2 saya), atau harddisk mati (mendadak juga).

Saya juga sering mengingatkan diri bahwa material penyimpanan (storage device) itu sekarang harganya relatif murah, sehingga tidak ada alasan untuk tidak melakukan backup. Malah jika perlu dobel2 juga ga papa. Dengan kata lain, backup yg dibackup (hahaha...redundant sekalih!). Tidak heran, Wify seringkali ngomel2 jika mendapati file2 saya yg kembar. Di sini ada, di situ ada, di mana-mana datanya ada... ;-D

Oya, meski harga storage device sudah murah, tapi bukan berarti beli yg murahan. Resikonya seperti yg seperti saya alami. Hanya saja, saat saya beli msd yg lama, harganya cukup beda jauh dg merk yg baru ini. 32Gb merk lama = 8 Gb merk baru ini. Ya, mau ndak mau saya beli yg merk lama, meski sekarang akhirnya saya menyesali keputusan ini, karena msd itu hanya tahan 2 bulan saja! ;-(

Sudah ah, sekarang saatnya mengisi kembali memori ini dengan hal2 seru! ;-D

Moral story:
- backup...backup...backup...!