Tanggal 5 September kemarin, jagad twitter sempat dikejutkan dengan ditahannya Benny Handoko, pemilik account twitter @benhan di LP Cipinang dengan tuduhan pencemaran nama baik Misbakhun. Orang2 lalu beramai2 memberi komentar, entah itu mendukung Benny ataupun Misbakhun, dengan argumen dan kesotoyan masing-masing.

Saya? Saya termasuk yg sotoy, namun tidak mendukung siapapun. Bukan tidak punya keberanian atau pendirian, namun saya melihat memang kedua pihak sama2 emosian dan tidak bisa menahan diri.

Di satu sisi, saya melihat Misbakhun jeli memanfaatkan UU ITE (yg ditolak banyak pihak) untuk menjerat orang yg tidak disukai dengan menggunakan pencemaran nama baik sebagai referensi. Salahkah Misbakhun? Bagi saya, tidak. Dia tahu betul cara menggunakan instrumen2 hukum yg sah dan berlaku (meski kontroversi) untuk kepentingannya. Jangan lupa, dia adalah politikus, yg memang sudah 'selayaknya' piawai dalam melakukan 'jurus2' baik untuk menghantam musuhnya ataupun bertahan dari serangan musuhnya.

Hanya saja, saya sendiri agak heran juga kenapa proses penahanan ini baru dilakukan sekarang? Mengingat pertengkaran (twitwar) antara Misbakhun dengan Benny sebenarnya berlangsung tahun lalu. Coba cek di chirpstory ini.

Dugaan paling gampang, yaaa ada upaya pengalihan isu agar kita tidak fokus melulu ke Anang dan Ashanty....eehhhh...entahlah, saya tidak terlalu mengamati perpolitikan dengan rinci, sehingga saya tidak terlalu ambil pusing apakah ini pengalihan isu ataupun tidak.

Kini fokus ke Benny. Benny, menurut saya, terlalu arogan. Jika anda baca di chirpstory itu, saya melihat ada kepongahan dan kesombongan dari seorang selebtwit (karena punya follower banyak). Menurut saya pribadi, Benny sebenarnya tidak perlu sampai masuk penjara dengan catatan dia segera minta maaf atas 'kesalahan' tuduhan dia (yg tidak bisa dibuktikan) terhadap Misbakhun. Yang terjadi, dia malah meralat dengan menambahkan " dan ngeles ngalor ngidul.

Jika merujuk dari kicauan Hans, follower2 Benny ikut andil dengan jadi "kompor" agar Benny ogah minta maaf.

So, jadilah Benny (sempat) dijebloskan ke penjara Cipinang.

Tapi, alih-alih menjalani penahanan, mendadak muncul instruksi dari Wamen Hukum, Denny Indrajaya, dengan turun tangan dan meminta penangguhan terhadap Benny.

LAAAHHHH....KENAPA MESTI ADA INTERVENSI? APA INI BERARTI SELEBTWIT KEBAL HUKUM?

Saya yakin intervensi Denny sedikit banyak dipengaruhi oleh gerakan media sosial (terutama twitter) yg meminta Benny bebas, termasuk dengan menampilkan hashtag #freebenhan.

Terlepas dari motivasi Denny ikut campur dalam pembebasan Benny, saya melihat ada kontradiksi yg terjadi pada kasus ini. Pertama, Benny tidak bisa membuktikan (dengan NYATA) tuduhannya bahwa Misbakhun menyuap staf lembaga hukum untuk membebaskan dia. Yang terbukti secara nyata, Wamen Hukum justru intervensi dengan meminta penangguhannya. Kedua, dari poin 1 maka secara mudah dan gampang bisa dikatakan, selebtwit itu kebal hukum! Jika ada masalah, tinggal 'gerakkan' saja followernya dengan hashtag tertentu untuk mendukung perilakunya ataupun menekan (dan minta bantuan) pejabat2. Ketiga, sebaiknya para selebtwit ndak usah ngomong "MENJUNJUNG TINGGI HUKUM" jika kelakuan mereka merujuk ke poin 2.

Saya setuju dengan pernyataan Hans, bahwa hukum di Indonesia memang bobrok, termasuk memang ada KEMUNGKINAN keputusan pengadilan tidaklah 100% benar. Tapi ya itu resiko dari menjadi warga negara yaa mau tidak mau mesti menerima hal tersebut! Keberatan? Maka kumpulkan bukti dan ajukan banding. Bukan sekedar koar2 di twitter dan cari dukungan, apalagi dengan ngeles ala bajay.

Intinya, Indonesia itu gudangnya lebaaaayyyyyy....hahaha.. ;-D

Moral story:
- selebtwit yg ngawur lebih cocok disebut selebtulalit

- GA USAH NGOMONG INTEGRITAS DAN SUPREMASI HUKUM KALO EMANG GA BISA MELAKUKAN DAN MENJALANINYA! APALAGI BAWA2 PEJABAT SEGALA!

- don't try to mess up politician (especially in Indonesia) unless you have proof and ready to be put in bar. don't forget also to have better relatives than him/her ;-)