Saya menulis artikel ini usai saya diskusi (agak serius) dengan Mia Wify di hari Minggu pagi yg cerah. Diskusi muncul bukan karena kami berdua kurang piknik, tapi yaa namanya juga pasangan suami istri, mesti ada pembicaraan serius yg mesti dilakukan, tidak sekedar hal2 yg menyenangkan (baca: agak tidak berbobot) yg kami lakukan.

Awalnya sih 'nyenggol' kasus kecelakaan si Dul, anaknya Ahmad Dhani, yang kemudian melebar ke kehidupan 'nyata' yang memang kami berdua alami sehari-hari. Intinya menyoroti perilaku orang tua yang seringkali 'kalah' terhadap (perilaku) anaknya yang kami temui beberapa waktu belakangan ini.

Pertama, seperti tweet saya di bagian awal artikel ini. Kami perhatikan cukup banyak orang tua (di Jakarta) yg membolehkan (baca: membiarkan, bahkan mengajarkan) anak-anak mereka yg di bawah umur (bahkan di foto saya di samping ini, saya taksir umurnya baru 7-8 tahun) mengendarai kendaraan bermotor. Terus terang, saya gemas dg ortu2 seperti itu. Ingin sekali saya mencap jidat mereka dg tulisan 'IDIOT'. Bukan apa2, sikap permisif mereka ini sebenarnya berbahaya.

Apa pasal?

Satu, mereka masih di bawah umur. JANGAN BERALASAN bahwa para ortu tidak ingin anaknya ketinggalan jaman! Tentu saja hal seperti ini tidak cocok dan tidak bisa dimaklumi! Apa hubungannya ketinggalan jaman dg berkendara motor? Di Jepang dan Belanda, banyakk orang2 dewasa yg bersepeda. Apa mereka termasuk orang2 yg ketinggalan jaman?

Dua, anak-anak itu diajari berkendara tanpa adanya bimbingan dan cara mengendarai yg benar. Poin ini sebenarnya agak2 kontradiksi dengan poin pertama. Karena mestinya, jika masih di bawah umur tentulah TIDAK DIAJARKAN berkendara motor. Ok, katakanlah, mereka diajarkan cara berkendara. Maka mestinya dilakukan dengan baik dan benar. Untuk sepeda motor, hendaknya diajari sopan santun berkendara. Pakai helm, menggunakan lampu sign, menyalakan lampu (baik siang maupun malam), dan tidak meng-rem mendadak, menurut saya adalah hal2 dasar yg mesti diajarkan. Jika tidak, maka mereka akan tumbuh dan besar menjadi pengendara2 sepeda motor yang ugal2an dan menjadi ancaman bagi pengguna jalan yg lain.

Kedua, perilaku orang tua yg membolehkan anaknya menggunakan gadget pribadi. Gadget merupakan salah satu bukti teknologi yang kian berkembang (yang tentu saja ini berarti sesuai perkembangan jaman). Untuk kasus ini, saya setuju bahwa orang tua yg tidak membolehkan anaknya bermain/menggunakan gadget maka anaknya bisa ketinggalan jaman. Tapi toh mesti ada hal2 yg mesti diperhatikan orang tua.

Satu, belikan mereka gadget yg khusus buat mereka. Hal ini perlu dilakukan agar anak2 tidak sembarangan posting ataupun melakukan hal2 'berbahaya' lainnya terhadap gadget milik ortunya. Pengalaman teman Wify, anaknya bermain-main dengan gadgetnya lalu posting artikel2 'ga jelas'. Untungnya si ibu ini tidak memasang hal2 yg 'berbahaya' sehingga tidak sampai terjadi si anak posting foto tidak senonoh ke forum, hehehe.

Eh, harga gadget sudah cukup murah lho. Jadi, sebaiknya menurut saya, belikan 1 untuk mereka.

Dua, jika mereka sudah diberi gadget khusus, maka pasang aplikasi yg membantu kita, selaku ortu, untuk mencegah anak2 mengakses yg tidak2. Untuk gadgetnya #mbakMika, saya pasang aplikasi ini, sehingga dia tidak bisa mengakses hal2 yg aneh ataupun mengubah settingan.

Saya akhiri saja dulu artikel ini. Hari ini hari Minggu, cuaca cerah. Lebih baik saya gunakan untuk menghabiskan waktu dengan Mia Wify dan #mbakMika. Tulisan/unek2 lain akan dilanjutkan kemudian. :-)

Moral story:
- anak2 mesti diajarkan sesuai dengan usia mereka. jangan diajari hal2 yg belum sesuai dengan usia mereka, dengan alasan apapun

- ajari dan beri contoh anak-anak berkendara yg baik agar tidak menjadi ancaman bagi pengguna jalan yg lain!