Belakangan ini saya amati banyak sekali berseliweran kicauan ttg 'ngamuknya' Farhat Abbas usai diwawancara oleh Najwa Shihab di acara Mata Najwa. Ngamuknya FA disebabkan (menurut dia) pertanyaan2 dan ucapan2 NS dirasa menyudutkan dia dan membuatnya terlihat seperti orang bodoh.

Diskusi yg dirasa FA menyudutkan dia adalah pertanyaan 'jebakan betmen', sebagaimana yg saya dapatkan dari sini adalah sebagai berikut:

Pertanyaan 6. Apa semua pendidikan ini akan gratis? (krn pernah ada wancana dari Om Farhat bahwa pendidikan akan gratis)
Om Farhat bilang, ga semua gratis, yang pinter aja, yang bodoh mah bayar.

Pertanyaan 7. Kira2 kalo dolo Om Farhat sekolah, masuk yang gratis apa bayar?
Om Farhat udah cape, dy bilang dengan polos, "saya yang bayar"....alias yang guoblok

Dari sini, saya kutipkan kemarahan FA yg (konon) disampaikan melalui akun twitternya.

1.Cara2 bertanya Najwa di mata najwa adalah cara2 bertanya orang bodoh! Jika gue jadi najwa gue bisa bertanya dg cara yg lebih bodoh
2.Najwa kan anaknya ahli tafsir quran besar islam, gue pikir rugi amat jk cuma bekerja dg mengandalkan cara&pertanyaan yg bodoh! Buang2 wkt!
3.Jika ayah najwa ahli tafsir islam yg baik&logis! Sedangkan Najwa jadi tukang wawancara yg sering salah dan tafsir yg sesat! Gak pakai otak
4.Gue menyimpulkan tata wicara tafsir yg sembrono si najwa adlh menandakan najwa wanita bodoh yg kerjanya membodoh2in orang &dirinya sendiri
5. Dan lebih anehnya kog papa nya najwa gak pernah membuka tafsir quran ttg dan agar mulut , pertanyaan , tafsir najwa harus baik & islam
7. Usaha najwa yg mempermalukan rhoma irama dimata najwa adalah upaya tak baik untuk menggagalkan capres pemimpin RI.

Wawancanda eh, wawancaranya sendiri bisa anda simak di bawah ini:

 



Seperti yg saya tulis di atas, FA semestinya tidak berlaku reaktif dengan diskusi dan pertanyaan jebakan yg dilontarkan NS. Jika dia selalu reaktif (dan lebay, menurut saya) dengan pertanyaan ataupun ucapan2 seperti itu (yg saya yakin akan kian banyak dia dengar dan didapatkan jika dia berada di posisi *naudzubillahi min dzalik* presiden).

Sebenarnya FA bisa mengeles dari pertanyaan jebakan NS. Tapi saya tidak perlu mengajari bagaimana caranya, daripada nanti saya dianggap sok tahu dan bla 3x lainnya.

Intinya: FA belum punya emosi yg memadai sebagai (calon) presiden. Lebih baik ybs membenahi dulu emosinya, jika perlu menjadi guru ngaji. :-) *ditimpuk*

Anyway, inilah 'asyiknya' Indonesia. Semua aspirasi ditampung, termasuk yg ga masuk akal sekalipun! ;-D

Moral story:

- kian banyak orang yg ndak jelas ingin maju jadi presiden.

- jika tidak bisa menjadi presiden Indonesia, ya jadi presiden partai atau presiden perusahaan saja lah. mbok ya ngaca duluuuu... ;-)

- semoga...ah, sudahlah... ;-)