Setelah hiatus selama beberapa lama, akhirnya saya berhasil memuat lagi artikel di blog ini. Kali ini saya hendak membahas kejadian2 terkait dengan portal ataupun jalur Trans Jakarta yg belakangan ini sedang marak. Sebenarnya kejadian orang2 menerobos jalur TJ sudah bukan hal yang baru terjadi.

Sudah puluhan atau malah ratusan peristiwa serupa ini terjadi. Bahkan jika saya ngantor di Kebun Jeruk, sudah menjadi pemandangan umum mobil, metro mini, ataupun sepeda motor masuk jalur TJ.

Bahkan saya sempat menyaksikan sebuah sepeda motor nyaris dihajar TJ gegara usaha dia masuk ke jalur TJ sedikit terhambat karena pembatas jalur yg cukup tinggi. Beruntung dia akhirnya berhasil masuk ke jalur TJ dan segera memacu kendaraannya.

 Dalam seminggu ini, setidaknya ada 3 peristiwa terkait jalur dan/atau portal TJ yg menarik disimak.
Pertama, adanya seseorang yg mengaku anak jenderal, memaksa petugas penjaga portal TJ utk membuka portal TJ. Gilanya, konon si orang ini menyodorkan kartu nama Kapolri ke petugas TJ sebagai 'bukti' dia anak jenderal.

Dan akhirnya terkuak kebohongan si Febri ini. Yang bikin saya salut, ortu si Febri ini, Devi Suhartoni datang ke Polda Metro Jaya utk minta maaf.

Duh, ada saja kelakuan si Febri yg bikin malu ortunya! ;-( Info terakhir yg saya dapat, selain ditilang, Febri sim-nya ditahan, entah untuk berapa lama. *ngikik*

Belum selesai urusan si Febri, datang lagi orang yg 'cari ketenaran' dengan menggunakan jalur TJ sebagai media. Kali ini seorang ibu yg membuka paksa portal agar bisa lewat jalur TJ.

Si ibu beralasan dia sedang sakit dan mesti segera dirawat di RS di Salemba. Info terakhir, si ibu akhirnya ditilang. :-))

Sementara kejadian terakhir, kebetulan saya melihat sendiri usai menjemput Mia Wify dan #mbakMika dari Penvil. Dalam perjalanan pulang, saya melihat sebuah sebuah mobil berhenti di depan portal TJ di seberang jalan.

Seraya memperlambat laju mobil, saya melihat adegan seorang petugas TJ dipukul oleh seseorang berbaju batik(?). Lalu teman2 petugas TJ berusaha melerai. Pokoknya ricuh!

Belakangan saya dapatkan beritanya di sini.

Mengamati peristiwa 'nekad' nerobos jalur TJ, apalagi hingga membuka (sendiri) dg paksa portal jalur TJ membuat saya bertanya-tanya, orang2 Jakarta terutama pengguna kendaraan pribadi (dan mewah) apakah sudah sedemikian hilang akal dan hilang kesabaran untuk menempuh perjalanan sehingga memaksa untuk menerobos jalur TJ utk mempercepat perjalanan mereka?

Well, saya sendiri pernah juga memberikan tips 'hitam' utk menggunakan jalur TJ, tapi bukan berarti hal itu legal! Gunakan jika kefefed saja laaahhh...! ;-)

Lucu juga mengamati foto berikut dan komentarnya di link sumber foto tersebut! :-D






Moral story:

- orang2 berduit banyak yg ga tau aturan. mereka pikir duit bisa mengatur segalanya...tapi sebenarnya tidak!

 - ucapan "Mau anaknya presiden, anaknya Tuhan pun ditilang juga nggak apa-apa," kata Chrysnanda tidak perlu dianggap serius lho! lha wong anaknya foxy man saja bisa bebas walau sudah menabrak mobil luxio dan mengakibatkan kematian 3 orang, wekekek. lebih baik Chrysnanda jaga omongan dan banyak bertindak :-)

 - herannya, peristiwa terkait dg TJ ini kian marak menjelang lebaran. cara paling mudah untuk menjadi terkenal? :p

- ada situs baru, masukbusway.com, yg isinya foto2 para pengguna kendaraan pribadi yg nyelonong ke jalur TJ. :-D