Pagi ini TL saya dipenuhi dg kicauan2 ttg aksi Munarman yg melempar air ke lawan 'diskusi' ketika sedang berbicara di acara sebuah televisi. Dan saya tidak mau berita2 negatif merusak mood saya, jadi saya abaikan dahulu hingga siang hari.

Siang hari, barulah saya mencari lebih dalam informasi mengenai insiden yang terjadi tadi pagi. Dan saya dapatkan juga cuplikan kejadiannya seperti di bawah ini.

 

Well, saya bukan fans FPI dan juga bukan orang yg (selalu) suka sepak terjang Munarman. Tapi bagi saya, usai melihat rekaman video itu, memang tidak salah Munarman bersikap seperti itu. Ditunjuk-tunjuk dengan suara keras (dibentak?), apalagi dilakukan oleh Thamrin Amal Tomagola yg (konon) sudah menjabat profesor, jelas tidak etis.

Seorang profesor semestinya bisa bersikap (lebih) santun dalam diskusi. Apalagi diskusi dengan FPI, yg menurut kebanyakan orang, lebih suka main fisik daripada pakai otak.

Saya tidak tahu, apakah Thamrin memang sengaja memprovokasi dan melakukan agitasi kepada Munarman dengan tujuan tertentu (terkait UU Ormas barangkali?), namun memotong pembicaraan lawan diskusi, berdasarkan pengalaman saya, bukan aksi yg biasa dilakukan oleh orang (dg gelar) profesor. ;-)

Belum lagi dengan sikap 'moderator' TV One yg memang doyan potong omongan orang (narasumber).

Dosen2 saya yg profesor, jika mereka diserang dengan pertanyaan2 dari orang2 yg 'panasan', mereka tetap menanggapi dengan tenang. Bahkan karena mereka bersikap tenang, maka mereka bisa 'memutar balikkan' ucapan2 lawan diskusi mereka.

Di sisi lain, saya melihat TV One memang stasiun televisi yg doyan ngadu domba orang. Coba saja lihat acara mereka, ILC. Isinya debat2 ga jelas yg diiringi dengan suara tinggi dan emosi yg memuncak.

Oya, tidak perlu membahas moderator yg (juga) muncul di acara tsb. Just remind, beberapa waktu lalu  reporter TV One juga bikin masalah saat wawancara dengan Jokowi. Sila cek tweet saya di bawah ini.
Intinya, TV One memang stasiun televisi yg lebih mengutamakan mencari sensasi saja. Tidak heran Wify begitu sebal jika saya (tidak sengaja) memindahkan channel tv ke TV One. ;-D

Saya pikir acara2 'diskusi' di TV One itu tidak lain sebenarnya acara untuk mengetes tingkat kemarahan seseorang :-))

Gambar dari sini.

Moral story:
- ndak usah buru2 menyalahkan Munarman, kecuali dari awal anda memang sudah tidak suka dengan Munarman (dan FPI) ;-)

- bangsa kita nampaknya tergolong bangsa yg suka bareng2 (berjama'ah) memusuhi seseorang. akibatnya, obyektivitas akan tersingkirkan. contohnya sekarang orang Maluku jadi marah2 kepada Munarman. :-S

- Munarman mungkin suka lebay juga, tapi bukan berarti semua sikap/aksi dia salah. :-)