Entah kenapa, saya yakin banyak orang yg tidak menyadari bahwa ketersediaan air di rumah mereka adalah sebuah karunia dan nikmat yang begitu besar. Apalagi jika air tersebut bersih dan bisa digunakan untuk mandi, minum, masak, mestinya orang2 ini lebih bersyukur lagi.

Namun, sayangnya nikmat ini sering tidak disadari. Mereka tidak peduli dengan keberadaan air yg mereka dapatkan, bahkan seringkali air tersebut mereka buang-buang, entah dengan membiarkan kran terbuka sehingga air meluber ataupun menggunakan air bersih untuk hal2 yg sebenarnya tidak terlalu butuh air bersih.

Ups, nampaknya saya jadi seperti khatib khutbah Jum'at nich, hahaha.

Jadi ceritanya itu, beberapa waktu yg lalu mesin pompa di rumah (kontrakan) mengalami masalah. Saat dinyalakan, dia 'menggerung-gerung' berusaha memompa air (tanah) tapi pada kenyataannya tidak ada sama sekali air yg keluar.

Sebenarnya sempat beberapa kali air berhasil muncul dan ngocor, tapi dengan volume terbatas dan butuh waktu lama untuk mengisi 'torrent'. Jika biasanya hanya 30 menit torrent penuh, ini bisa butuh waktu lebih dari 1 jam.


Hingga satu hari, mesin pompa air ini benar2 gagal menyedot air. Padahal kalo melihat iklannya, katanya sih semburannya kencang, hehehe.

Dan celakanya, kejadian ini terjadi sejak malam. Hingga saya selesai sholat Subuh dari masjid, ketika saya keukeuh nyalain mesin pompa air, nyoba nyedot air, hasilnya nihil.

Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi dan nampaknya sia-sia juga menunggu dan berharap si pompa air ini mengeluarkan kemampuannya menyedot. Satu-satunya solusi: mandi di kantor! :-))

Alhamdulillahnya, kantor saya dekat, hanya 3 menit dari rumah (dengan kendaraan bermotor). So, saya segera menyiapkan perlengkapan mandi dan baju ganti. Saya masukkan ke dalam tas dan wuuusss...saya segera 'ngantor'.

Kebiasaan saya, jika tiba di kantor saya segera menuju lantai 1, khusus pagi ini saya menuju ke kamar mandi lantai dasar. Pinjam ember ke Rahmat, saya segera memulai ritual pagi, cibang cibung, hahaha.

Dan seperti tulisan di awal artikel ini, saya kian menyadari bahwa keberadaan air di rumah tidak bisa diremehkan dan merupakan kenikmatan yg besar. Eitsss...saya selama ini bersyukur kok dengan ketersediaan air di rumah. Namun dengan kejadian ini, saya lebih ngeh lagi bahwa saya mesti LEBIH bersyukur. :-)

Foto dari sini.

Moral story:
- jangan suka boros menggunakan air! gunakan dg bijak dan seperlunya!

- jika anda mengambil air tanah dan lokasi rumah di Jakarta, saya sarankan ngebor dengan kedalaman minimal 30 meter untuk kelangsungan ketersediaan air di rumah anda.