Sudah sekitar 1-2 bulan belakangan ini harga emas (terutama logam mulia, LM) berada di harga yg cenderung statis jika tidak ingin dikatakan sedang menurun (meski tidak terlalu drastis). Saya pernah menulis mengenai logam mulia untuk dijadikan salah satu pilihan instrumen investasi di sini.

Namun dengan kondisi harga logam mulia yang menurut saya cukup ngos-ngosan, bahkan saya melihatnya sebagai harga terendah yang pernah saya lihat selama saya berkecimpung di dunia logam mulia sebagai media investasi, membuat saya mesti berpikir ulang untuk mengajak investasi di LM ini. Bahkan saya sempat nyaris mencoret LM sebagai media investasi usai melihat harga LM yg sempat turun hingga lebih dari Rp 5000/gram.

Karena teman kantor yg tetap ngotot beli LM dengan nominal 10 dan 25 gram, yang membuat saya pikir tidak ada salahnya tetap berinvestasi di LM, dengan catatan bahwa investasi di LM adalah cara untuk berinvestasi > 5 tahun. Sementara untuk investasi di koin dinar, nampaknya sudah mesti dipikirkan untuk dilupakan, terutama jika anda membaca artikel saya tentang 'kisruh' tentang koin dinar.

Saya pribadi sudah mulai mengurangi investasi saya di LM dan saya alihkan di reksadana, yang saat ini mempunyai nilai lebih, terlebih usai IHSG sempat menembus 5,000, meski 1-2 minggu ini agak2 memble kinerjanya, tapi saya melihatnya masih lebih worth daripada LM.

Well, apapun instrumen investasi anda, tidak ada salahnya jika anda melakukan evaluasi tiap 1-2 bulan seraya melihat alternatif instrumen investasi, terutama yang sedang kinclong. ;-)

Foto dari sini.

Moral story:
- investasi itu mesti ke hal-hal yang menguntungkan. jika investasi ke hal yang merugikan, yaaa...itu mah namanya investor ngawur ;-)

- bagi para maniak emas, gonjang ganjing harga emas ini justru dimanfaatkan untuk membeli LM. saya malah khawatir perilaku mereka ini justru akan bikin mereka stres apabila harga LM kian nyungsep. ;-(