Sejak tadi siang, saya tidak banyak terhubung ke dunia maya, terutama twitter sehingga saat saya membaca kicauan pakde @bukik di atas, saya agak2 shock semriwing gituh! ;-D

Dari jaman blog dulu, sebenarnya sudah sering terjadi contek mencontek dan plagiarisme artikel. Sementara di jaman sebelum internet beken, plagiarisme biasanya bisa ditemui di skripsi. Lain waktu saya akan sharing mengenai cerita teman saya yg skripsinya hasil nyontek. ;-(

Saya, mungkin pernah juga sih nyomot (tanpa ijin) artikel ataupun foto. Artikel yg saya comot biasanya saya dapat dari mailing list, sementara foto saya dapatkan dari bagian image hasil googling. Untungnya, rasa2nya saya tidak pernah mengakui hasil comotan saya itu sebagai milik saya. Kalopun saya kasih watermark segede gaban (dan norak), itu biasanya cuma utk menandai bahwa foto itu bisa dilihat di blog saya. :-D

Karenanya, membaca kicauan pakde @bukik di atas, saya cukup terperangah dan bingung melihat 'kebodohan' si Risky dalam me-maling karya orang. Penyebabnya, menjadi maling digital di jaman sekarang itu sulit! Apalagi jika karya yg dicolong itu ternyata milik seseorang yg menjadi anggota sebuah komunitas. Jadi, kasarnya, si Risky itu nantangin orang sekampung dengan cara nyolong barang milik warga kampung itu.

Yang lebih kurang ajarnya lagi, Risky membawa hasil colongannya ke lomba...DAN MENANG! btw, lebih kurang ajar mana, menang atau kalah dg hasil curian yak? Heheheh.

Kadang-kadang, orang masih berkompromi apabila ada orang yg nyomot hasil karya seseorang, selama comotannya itu tidak digunakan untuk kegiatan komersil. Tapi jika comotan tersebut dijadikan pundi-pundi utk memperkaya diri, maka saya berpendapat sudah layak jidatnya dikasih cap "maling digital".

Dan jangan lupa, Google itu lebih kejam dari manusia! Manusia bisa lupa, tapi Google akan menyimpan kelakuan2 digital kita! Dalam hal ini, Risky sudah 'sukarela' menjadikan dirinya bahan cemoohan dan menuliskan sejarah hitam dalam hidupnya, yg akan dibaca oleh keturunannya kelak. Termasuk artikel ini. SELAMAT! ;-)

Moral story:
- jadi maling (digital atau real) ga ada manfaatnya sama sekali! kecuali jadi koruptor. usai dipenjara, meski hartanya dirampas, toh masih banyak yg ga ketauan dan dirampas toh? jadi masih bisa hidup enak. syukur2 bisa jadi anggota dewan dan masyarakat lupa :p

- saya jadi ingat ceritanya Donny tentang Rendy.

- jangan mudah terpedaya dg wajah mirip Risky, dia jago ngedit karya orang lain dan diakui sebagai miliknya lho! ;-))