Akhirnya setelah melalui aksi2 'dramatis' (dan lebay), harga BBM dinaikkan per hari ini, 22 Juni 2013 jam 00.00 WIB.

Alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM (bersubsidi) bisa dibaca di sini.  Yang jelas, saya tertawa membaca paragraf terakhir dari artikel tersebut, yakni di bagian
Untuk itu lanjut Hatta, disamping kenaikan tersebut, pemerintah juga akan melakukan program percepatan dan perluasan pembangunan serta adanya program khusus lainnya untuk melindungi masyarakat yang terkena dampak adanya kenaikan BBM subsidi.
Saya sendiri sudah 'mendoktrin' diri sendiri agar tidak pernah percaya dg janji2 pemerintah seperti di atas, karena pada kenyataannya tidak pernah diumumkan secara resmi dana2 yg berhasil 'dihemat' pemerintah tsb digunakan untuk apa, berikut dengan rinciannya.

Dan sudah menjadi rahasia umum, duit2 hasil 'penghematan' pemerintah tersebut tidak akan pernah bisa ditelusuri alirannya. Maka, seperti kicauan saya di atas, ndak usah repot2 'berteriak' minta audit dana 'penghematan' APBN.

Apatis? Pesimistis? Bisa dikatakan demikian, karena saya pribadi tidak punya kuasa untuk bisa mengubah itu, meski dalam hati saya tetap akan berdoa agar keadilan-Nya bisa segera turun. *ya ya ya, saya tahu ini adalah selemah-lemahnya iman*

Malah yg membuat geram adalah digunakannya APBN 2013 untuk membayar kasus lumpur lapindo.
Cih, rakyat tidak akan pernah berhenti menghujat kalian di dunia dan menuntut keadilan di akhirat kelak! Apalagi membaca pernyataan arb di artikel ini.

Foto dari sini.

Moral story:
- hingga saat ini, rasa2nya ndak ada pemerintah Indonesia yg serius mengurusi kebutuhan rakyatnya ;-(

- semoga rakyat Indonesia cukup pintar dan cerdas utk tidak memilih pemilik perusahaan yg menyebabkan bencana di Sidoarjo, aamiin :-)