Tulisan ini bisa dipastikan sangat subyektif, saya lebih suka jujur di awal sehingga anda-anda yg membaca artikel ini kemudian mendebat atau mempertentangkan atau malah tidak menyukai (tulisan) saya, saya anggap itu hal yg lumrah dan resiko dari sebuah pernyataan suara hati yg sedemikian lama terbelenggu. *halah, lebay*

Sudah lebih dari 1 bulan, media di Indonesia menayangkan berita tentang PKS, terutama sejak ditangkapnya LHI dan belakang AF (plus dengan sederet nama dan wajah perempuan2 di belakangnya). Berita ttg PKS 'sedikit' surut ketika Uje meninggal, namun kemudian merebak lagi, bahkan lebih dahsyat terutama ketika seorang model majalah dewasa terseret dan kian sering muncul dalam pemberitaan (lumayan, numpang tenar dan ngiklan gratis).

Saya bukan fans PKS, karena saya pernah tuliskan kekecewaan saya terhadap PKS. Meski demikian, saya melihat pemberitaan terhadap PKS sudah terlalu lebay. Alih-alih menyorot dan mengusut dugaan korupsi (dan cuci uang) yg dilakukan LHI, media malah lebih suka menyorot perempuan2 (seksi). Media boleh berdalih bahwa para perempuan itu ada sangkut pautnya dg AF sehingga layak diberitakan, tapi bagi saya pemberitaannya sudah overrated.

Saya melihat PKS sudah menjadi common enemy. Ibarat Barcelona (pernah) sebagai tim terbaik di dunia saat dilatih Pep Guardiola, semua klub berusaha menjatuhkannya dari singgasana, bahkan dg cara2 yg kotor sekalipun.

Intinya, saya menilai media berusaha menggiring para penonton dan khalayak utk menyatakan LHI bersalah dan AF ada kaitannya dg PKS.

Saya sendiri lebih suka tidak banyak berkomentar (termasuk ke media sosial) mengenai hal ini. Dan saya pun menyayangkan sudah terlalu banyak orang beropini negatif juga, termasuk via media sosial. Problemnya: jika ternyata memang LHI tidak bersalah dan AF tidak ada hubungannya dg LHI dan PKS, apakah orang2 yg sudah beropini negatif mau meminta maaf (termasuk di media sosial)? Atau hanya diam saja, pura2 (atau memang) bego dan begitu gengsi untuk mengatakan maaf?

Toh, saya pun punya kritik juga untuk para kader dan pembela PKS. Klean juga terlalu lebay! Buat apa sih membela mati-matian para petinggi ataupun partai (PKS)?


Seperti kicauan saya di atas, yg lebih layak dibela adalah agama ALLOH SWT (Islam) dan Rasululloh SAW. Pimpinan parpol atau parpol, jika kita memang mau merujuk pada ajaran agama Islam, tidak perlu dibela sedemikian rupa. Cukup bela seperlunya. Biarkan pengacara yg bekerja mengumpulkan bukti2 yg menunjukkan tidak bersalah, lalu melakukan pembelaan dan adu argumen untuk menyakinkan hakim.

Saya pun merasa tidak perlu berlebihan menyikapi (bukan berarti membela) para pimpinan dan PKS. Argumennya sama, jika ternyata memang mereka bersalah, pernyataan2 pembelaan yg pernah saya lontarkan (termasuk di media sosial) ibarat menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.

Terus terang, saya melihat pembelaan (mati2an) para pendukung PKS malah menunjukkan Islam (di Indonesia) sangat reaktif. Pokoknya mereka hanya memandang Islam dan tidak mau menerima 'kenyataan' bahwa pimpinan PKS menjadi 'korban' penangkapan oleh KPK.


"KPK melakukan tebang pilih" << slogan usang yg selalu diteriakkan oleh pendukung partai manapun pada saat pimpinan dan partainya menjadi sasaran KPK. Saya MENOLAK mengomentari pernyataan basi ini. :-D

"Kader PKS ada yg bekerja di KPK, bla 3x" << sempat saya baca di salah satu kicauan. Lah, jika memang kadernya bekerja di KPK, berarti mestinya para pendukung PKS tahu bahwa KPK sudah bekerja sebaik dan seprofesional mungkin. Jika mereka menganggap kinerja KPK tidak becus, yaaa itu berarti kinerja kader mereka di KPK juga tidak becus toh? ;-D *nah kan, terpercik muka sendiri deh!*

Intinya, semua pihak ndak perlu lebay menyikapi kasus yg menimpa pimpinan PKS ini. Mereka bukan Nabi, bahkan Rasululloh SAW saja pernah melakukan kesalahan hingga ditegur oleh ALLOH SWT melalui surat 'Abasa (QS 80).

Moral story:
- terlalu banyak orang lebay di dunia. dan kelebayan kian ditunjukkan di media sosial

- di Indonesia, kelebayan seringkali menggunakan/terkait agama (Islam) ;-(

- ndak usah repot2 ngecap saya sebagai hater PKS, saya tidak akan pernah peduli kok! :-)

- silakan dibaca juga artikel 4 'serangan' PKS ke KPK terkait kasus Luthfi