Saya pernah posting mengenai perubahan kebijakan dinar dirham yg dilakukan salah satu gerai. Di sana, saya mengeluhkan tingginya fee buyback, yg semula 4% menjadi 10%. Ok, harga jual yg ditawarkan memang relatif lebih tinggi dari gerai2 lain. Tapi dengan potongan 10%, ujung2nya malah 'tekor'. ;-(

Nah, tadi pagi saya mendapat kabar terbaru mengenai hal ini.

Diawali dari iseng2 ngobrol saya dengan teman, yg juga 'maniak' dinar-dirham (malah saya bisa sebut cenderung fanatik). Dia mengeluhkan tentang adanya ketimpangan harga yg terjadi untuk dirham. Silakan cek gambar di bawah ini.

Harga di atas dicapture teman saya beberapa waktu lalu (23 April 2013). Dalam emailnya ke pimpinan gerai dinar dirham (gdd), dia mempertanyakan kenapa rate yg digunakan si gdd demikian tinggi, selisih hingga Rp 20 ribu.

Dan jika anda baca artikel yg saya sisipkan di kicauan saya di awal, saya yakin anda akan terkejut dg rencana kebijakan gdd tersebut, yakni menghilangkan buyback!

Saya pribadi melihat hal ini sebagai suatu kelicikan dan perampokan terselubung. Dan kegelisahan saya kian bertambah seiring bertambahnya informasi yg masuk terkait 'dihilangkannya buyback' yakni bahwa dinar dirham yg dikeluarkan gdd ini hanya bisa digunakan untuk transaksi di tempat2 tertentu saja.

Berdasarkan obrolan saya dengan salah seorang agen gdd ini, ternyata hal ini masih dalam batas RENCANA. Dalam artian, jika saya punya 20 koin dinar (yg seharga lebih kurang Rp 40 juta) dan ingin umroh dengan 13 dinar, maka saya hanya bisa gunakan 13 dinar tersebut di biro umroh (dan haji) yg bekerjasama dengan gdd tersebut.

Masalahnya, biro tsb BELUM ada. Janjinya dalam waktu dekat. Entah seberapa dekat yg dimaksud. ;-(

Teman saya sendiri, ketika saya tanya reaksi pimpinan gdd tersebut, ternyata no komen. Dia hanya cerita bahwa info buyback dihilangkan ternyata dibatalkan. Akan tetapi ketika teman saya 'memancing' informasi lebih jauh, ternyata info tersebut bisa disebut PALSU! Pimpinannya menyatakan bahwa dd tidak untuk dirupiahkan lagi.

Teman saya langsung mutung dan akan menjual sisa dinar dirham yg dia miliki. Akan ganti gerai yg lebih bener kata dia. Hehehe...

So, saya pernah menyarankan untuk investasi di koin emas (dinar). Saat itu saya tidak mengira akan terjadi hal (kekacauan) seperti ini. Sekarang pun saya masih menyarankan untuk investasi di koin emas (dinar) namun dengan catatan, PERHATIKAN GERAI TEMPAT MEMBELI! Pastikan anda membeli dinar di gerai yg memang tidak mempraktikkan kecurangan (apalagi 'perampokan') terselubung.

Semoga bermanfaat.

Moral story:
- koin dinar dirham (masih) cocok untuk dijadikan investasi, meski harganya tidak menentu saat ini.

- ada gerai yg berlaku curang dengan memasang fee buyback lebih tinggi dan harga dirham lebih tinggi dari nilai tukar dunia (lihat kembali gambar di atas). ini artinya dinar dirham (sebagai mata uang) sudah dipandang sebagai komoditas (barang dagangan). ini tidak ada bedanya dg uang kertas, IMO.

- menghilangkan buyback namun tidak memberikan solusi adalah tindakan yg tidak etis, bagi saya.