Berawal dari kicauan yg saya baca sekilas di TL saya kemarin, ada yg 'komplain' mengenai orang2 (baca: wisatawan) yg dirasa mengganggu kekhusyukan ibadah umat Budha saat mereka memperingati hari Waisak.

Dan siang ini saya membaca artikel ini, yg saya tangkap bahwa tidak ada toleransi terhadap ibadah kaum minoritas. Saya sendiri senyum2 saja membaca artikel tersebut.

Mestinya si penulis bisa membedakan intoleransi dg tidak ada aturan (dari agama/pemuka agama ybs). Saya melihat sudah terjadi salah kaprah (dan nampaknya sengaja dipelihara dan dibiarkan) mengenai intoleransi dg tidak ada aturan ibadah.


Intoleransi itu adalah jika ada upaya menghalang-halangi atau membubarkan acara keagamaan/ibadah agama lain. Di Indonesia, yg sering disorot adalah upaya pembubaran ibadah Ahmadiyah dan HKBP di Bekasi beberapa waktu lalu. Padahal jika mau fair, mereka-lah yg tidak mengikuti aturan yg berlaku.

Paling mudah untuk intoleransi adalah jika seorang pimpinan kantor melarang anak buahnya sholat karena dianggapnya sholat membuat si karyawan tidak produktif.

Sementara keluhan 'waisak menjadi obyek wisata' menurut saya karena tidak ada aturan yg jelas mengenai cara mengabadikan/mendokumentasikan acara ibadahnya.

Seperti yg saya kicaukan di atas, umat Islam boleh saja ibadahnya diliput asalkan mereka mematuhi aturan. Misalkan ada yg hendak meliput sholat 'Ied atau ibadah haji. Ada persyaratan2 yg mesti dipenuhi, misalnya si peliput mesti bebas dari najis, lalu jarak tertentu agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah. Untuk ibadah haji, jika hendak meliput langsung ke Masjidil Haram ada aturan tambahan bahwa si peliput mesti beragama Islam.

Saya melihat hal yg serupa untuk ibadah kaum Kristen/Katolik. Mereka tidak rempong dan merasa terganggu saat misa mereka diliput, karena ada aturan yg jelas.

So, apa solusinya?



Demikian sharing singkat ini :-)



Foto dari sini dan sini.

Moral story:
- jangan mudah mencap orang intoleran, apalagi di Indonesia gampang sekali 'menyulut api' jika sudah bawa2 agama ;-)

- pada dasarnya masalah2 seperti itu ada solusinya. problemnya: mau mikir atau ndak? ;-D

- silakan dibaca juga cerita dari @santosfedele mengenai orang2 tidak beretika

- update: 
kicauan saya di atas nampaknya yg cukup 'ampuh' dan sering diimplementasikan