Bisnis merupakan salah satu upaya manusia untuk bisa bertahan hidup.

Eh, apa hubungannya?

Hubungannya mungkin agak njlimet utk dijelaskan, tapi intinya dg bisnis maka orang bisa transaksi dan saling 'tukar' barang serta mendapat keuntungan (baca: duit). Dengan duit yg didapat, dia akan berbisnis dg orang lain untuk kelangsungan hidupnya.

Ga mengerti? Ga papa, saya memang lagi melantur. :-D

Dari sekian banyak jenis bisnis, berdasarkan pengamatan saya maka bisnis makanan merupakan salah satu bisnis yg senantiasa menguntungkan dan tidak ada matinya. Penyebabnya simple saja. Manusia butuh makan untuk hidup.

Jika anda perhatikan lebih seksama, banyak penjual makanan yg mendunia bahkan sudah berlangsung sekian lama. Sebut saja Mc Donalds, KFC. Untuk kalangan lokal sendiri anda bisa temukan Mbok Berek, Ayam Suharti, Daeng Tata, dan masih banyak lagi.

Catatan, bisnis makanan hanya berprospek cerah kecuali makanannya memang tidak enak dan/atau manajemennya kacau balau.

Saya pernah mendapati sebuah warung tegal yg cukup enak dan murah, lokasinya di dekat kantor, tutup di bulan Nov 2012 lalu. Saya tanya ke beberapa orang, katanya sih suaminya yg bikin masalah dg keuangan.

Tahukah anda, bahwa warung tegal punya omzet dan keuntungan yg luar biasa? Jika saya sebut omset sebuah warung tegal mencapai angka Rp 500 juta/tahun (atau kira2 50 juta/bulan), percayakah anda?

Saya yakin mayoritas dari kita (termasuk saya, pada awalnya) tidak percaya. Namun setelah saya membaca artikel ini, barulah saya manggut2 dan (selanjutnya) ngiler dengan keuntungan ini.

Tentu saja, keuntungan tersebut tidak diraih dalam 1-2 hari saja. Butuh waktu dan tempaan hidup untuk bisa mewujudkan angka tersebut.

Bahkan, jika anda tahu omset tukang gorengan, yg sering anda temui sehari-hari (atau bahkan anda juga konsumsi), anda akan menganga.

Tetangga saya ada berprofesi sebagai tukang gorengan, namanya mas Joko. Dia menjual gorengan dg harga yg relatif murah, Rp 500/item. Dalam sehari, dia bisa menjual minimal sekitar 1000 gorengan, itu jika dia jualan di hari biasa, buka dari jam 10 - 2 siang (4 jam kerja). Kalikan 2, jika dia jualan 8 jam. Modal yg dia keluarkan? Hanya 25-30% dari nilai jualan.

Jadi, mas Joko akan mendapat Rp 500 ribu/hari, dengan keuntungan Rp 350 ribu/hari. Katakanlah apes,dia cuma untung 300 ribu. Jika 1 bulan 20 hari, maka mas Joko berpenghasilan Rp 6 juta/bulan. Lebih besar dari gaji fresh graduate kebanyakan. :-D

Banyak orang gengsi untuk bisnis 'kecil' seperti ini. Padahal, jika mau dirunut lebih rinci, keuntungannya bisa dikatakan cetar membahana (jiah, ter-Syahrini deh). :-))

Moral story:
- jika anda suka kuliner, ada baiknya anda mencoba bisnis (terkait) makanan. well, setidaknya lidah anda sudah teruji untuk membedakan makanan mana yg enak dan mana yg enak banged, hahah

- jangan remehkan bisnis 'orang kecil'. pendapatan sebulan mereka bisa jadi jauh berlipat ganda dari gaji anda selama setahun :p

- bisnis tidak mesti bakat. ada kalanya orang berbisnis karena kepepet (untuk bisa survive hidup).

- anda ingin tahu apakah anda bisa berbisnis atau tidak? coba hari ini juga anda pikirkan sebuah bisnis dan jalankan (walau bermodal minim). lihat hasilnya!