Kicauan Wify sebenarnya sudah agak lama saya ketahui. Salah satu 'ritual' kami menjelang tidur adalah saling share cerita hari ini oleh pasangan masing2. Dan karena Wify memang bertugas mengantar-jemput #mbakMika saat bersekolah hari Senin, Rabu, dan Jum'at, maka malamnya otomatis saya mendapatkan update mengenai kondisi sekolah #mbakMika.

Sudah sekitar sebulan lalu, Wify cerita adanya beberapa murid PAUD yg melakukan tindakan tidak menyenangkan (untuk memperhalus: tindakan kasar) terhadap #mbakMika. Awalnya pun Wify tidak ngeh, hingga dia memperhatikan lebih teliti, ternyata memang ada aksi bullying yg diterima #mbakMika.

Saya sendiri gemes juga mendengar cerita Wify. Dan saya yakin Wify tidak mengarang cerita tersebut. Pertama, apa manfaatnya untuk kami? Kedua, pengalaman kami dengan daycare di bulan September 2012 lalu membuat mata kami terbuka lebar mengenai adanya tindakan kekerasan yg (bisa) terjadi di tingkat pendidikan yg rendah sekalipun!

Jika di daycare tindakan kekerasan (diduga) dilakukan oleh pengasuh dan pemilik daycare, maka di PAUD ini ternyata dilakukan oleh teman sebaya! Saya bisa katakan hal ini SANGAT BERBAHAYA!

Bisa dibayangkan, jika sedari TK saja sudah terbiasa nge-gank dan mem-bully orang lain, bukan tidak mungkin kelakuan ini akan terus dilakukan hingga besar nanti! Saya sendiri pernah menulis artikel bahwa bullying terjadi di sekitar lingkungan kita. Namun saat itu saya tidak pernah membayangkan bahwa anak saya (kelak bernama #mbakMika) akan menjadi salah satu korban....dan terjadi di tingkat TK/PAUD pula!



Saat ini saya dan Wify belum banyak bertindak. Wify sendiri sudah mengantisipasi dengan lebih dekat menjaga #mbakMika. Selain agar #mbakMika tidak menjadi korban bullying, tapi juga untuk 'meredam' sifat dan perilaku bullying yg dilakukan teman2 #mbakMika.

Saya sendiri sempat kepikiran untuk minta Wify merekam setiap aktivitas #mbakMika di PAUD, sehingga apabila ada temannya #mbakMika yg melakukan aksi bullying bisa dilaporkan ke guru/orang tuanya. Sejauh ini, aksi ini belum dilakukan. Masih perlu didiskusikan lebih lanjut. ;-)

So, bullying bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Bahkan oleh anak2 kecil yg dianggap tidak berdosa sekalipun.

Saya sendiri heran, apa salahnya #mbakMika sehingga teman2nya membully dia? Padahal, laporan dari Wify, #mbakMika anaknya anteng2 saja, bukan biang kerok dan tukang bikin onar.

Gambar dari sini.

Moral story:
- bagi anda yg menyekolahkan anak anda (apalagi masih balita) jangan lengah dan menganggap enteng bullying. pengalaman kami membuktikan, bullying bisa dilakukan oleh anak balita!

- saya sudah kepikiran untuk mulai berlatih bela diri. namun melihat perilaku dan sikap #mbakMika sekarang, yg lebih suka main, saya masih mempertimbangkan ulang dan menghitung ulang kapan memasukkan #mbakMika ke kelas bela diri. ada saran?

- saya masih agak sulit menuliskan pengalaman #mbakMika di daycare. masih terbayang perih dan pahitnya kejadian tersebut. tapi, insya ALLOH, saya akan selesaikan artikel itu.

- saya masih susah menentukan, siapa yg mesti bertanggung jawab dg sikap dan perilaku anak TK yg melakukan bullying ini. ;-(