Sejak saya bekerja di bidang engineering, sepatu menjadi salah satu hal penting. Safety shoes merupakan salah satu barang 'wajib' (mandatory) yg saya terima usai resmi menjadi pegawai.


Awalnya saya merasa kurang nyaman menggunakan safety shoes, tapi setelah 2-3 kali pakai saya baru ngeh bahwa safety shoes yg saya pakai ternyata sedikit banyak mirip dengan salah satu sepatu yg pernah saya gunakan (cukup lama), yakni sepatu Gats.

Well, artikel ini bukan artikel berbayar, baik dari produsen sepatu Gats ataupun Nitti (safety shoes) lho! Hanya sekedar berbagi pengalaman saja.

Seperti tweet saya di awal artikel ini, saya pernah menggunakan Gats dan awet selama 3 tahun,sebelum akhirnya mesti diganti karena bagian solnya sudah aus (tipis). Selama 3 tahun, Gats menemani saya bermotor dan mengelilingi Jakarta. So, terbukti ketangguhannya. Well, not bad utk sepatu seharga Rp 225 ribu.

Sekitar bulan Desember 2012 lalu, saya 'iseng' membeli sepatu seharga Rp 99 ribu. Iyeee...sepatu obral. :-)) Penyebabnya sepatu saya sebelumnya sudah memperlihatkan tanda2 ingin diganti. Beli sepatu obral bukan karena saya ga ada budget, tapi hanya sepatu obralan ini yg memenuhi salah satu kriteria saya, nyaman.

Dan ternyata kenyamanan seharga Rp 99 ribu hanya bisa dinikmati sementara. Karena sejak Peb 2013 lalu, sepatu saya ini mulai menunjukkan gejala aneh, yakni sol-nya membelah. Saya curiga bahan solnya adalah karet yg kualitasnya tidak memadai (ya iya laaah, Rp 99 ribu minta kualitas tingkat tinggi).

Walhasil, saya mesti mencari penggantinya.

Setelah sekian lama mencari inspirasi merk sepatu yg akan dibeli, akhirnya saya putuskan untuk membeli lagi Gats. Semula saya hendak membeli produk Edward Forrer, tapi melihat model2nya yg terlalu resmi dan solnya tidak cukup tebal, agak gak sreg, karena saya hendak gunakan sepatu ini ke site, yg notabene mesti memenuhi unsur safety.

Gats sendiri sulit saya temukan di Jakarta. Toko tempat saya membeli di tahun 2008 ternyata sudah gulung tikar. Akhirnya saya putuskan membeli di toko langganan di Bandung, Cirebon B.

Ada 2 pilihan model Gats sebenarnya. Yang 1 punya sol lebih tebal. Sayangnya tidak ada no 42. Walhasil saya beli model yg ini. JRENG JREENGG...


Dengan harga yg lebih mahal daripada pendahulunya, saya jelas berharap banyak dengan si Gats ini. Semoga tidak mengecewakan. :-)

Moral story:
- sepatu merupakan partner yg tidak terpisahkan bagi orang kantoran, apalagi yg bekerja di bidang engineering.

- sepatu seharusnya memenuhi fitur kenyamanan dan safety. harga?hmmm...relatif sih :-D

- bagi motoris, mereka membutuhkan sepatu yg punya sol cukup tebal. penyebabnya, sadar atau tidak, sepatu kadang digunakan untuk mengerem ;-D