Seperti pernah saya tulis di sini, saya selalu mengalami bahwa di bulan Maret dan April selalu banyak yg resign. Saya sendiri kurang tahu persis penyebabnya. Mungkin, ini masih mungkin, karena usai pembagian bonus, jadi segera buru2 pindah ke kantor baru sebelum dikenai beban pekerjaan yg lebih berat,hehehe.

Saat seseorang resign, biasanya diadakan farewell party yg bisa diadakan di tempat makan khusus, atau paling banter yaa kirim pizza ke kantor. Kadangkala ada suasana haru biru saat resign, tangis2an gitu. Ya ga semuanya sih (apalagi untuk perempuan), tapi yaaa...saya pernah alami juga seperti ini.

Nah, jika anda berada di hari terakhir kerja, apakah anda akan mengirim email perpisahan? Saya sendiri, di kantor2 sebelumnya, tidak pernah mengirim email perpisahan. Saya hanya mengirim surat pengunduran diri ke atasan saya saja.

Entah kenapa, di kantor2 sebelumnya saya tidak merasa nyaman untuk mengirim email perpisahan ke teman2. Bagi saya, cukup dengan makan2 pizza, itu sudah menunjukkan saya tidak akan bekerja lagi di kantor yg sama dengan mereka.

Namun di kantor sekarang, saya lihat teman2 saya yg resign senantiasa mengirim email perpisahan, seperti contoh berikut:

Saya pikir, email seperti ini diperlukan jika memang kantornya cukup besar sehingga tidak sempat pamit satu persatu dengan teman2 kerja kita. Dan lagipula saya pikir memang tidak ada salahnya kita mengirim email pamitan seperti ini, well setidaknya itu menunjukkan kita bukan jailangkung, datang tak diundang pulang tak diantar, hehehe...

So, jika suatu saat nanti saya resign, saya akan membuat email perpisahan seperti di atas. :-) ;-)

Moral story:
- resign itu hak karyawan

- jika resign, carilah perusahaan yg lebih baik, dari sisi kompensasi (salary) maupun dari sisi prospek karir. pekerjaan nambah? itu resiko, eheheh..