Jadi, ceritanya, ada yg ngemeng seperti yg saya pasang di atas. Saya tidak tahu persis apa pernyataan tsb didasarkan berdasarkan pengalaman pribadi semata ataukah memang ada survei dan data yg mendukung? Pikiran jelek saya sih bilang kalo orang2 yg setuju dg hal di atas adalah orang2 yg: 1. tidak bisa bikin mie instan yg enak; 2. lidahnya memang bermasalah, hahaha.

Pengalaman saya pribadi, mie instan itu baru terasa enak itu jika mbuat sendiri. Well, ok, dibuatkan oleh orang yg kita cintai dan sayangi, misalnya ibu kita atau istri/suami kita, mungkin bisa dianggap perkecualian dari 'penolakan' ttg mie instan buatan orang lain.

Saat kuliah, saya pernah kok beli mie instan di beberapa tukang mie instan dekat kampus. Rasanya biasa saja tuh. Yaaa kecuali jika mie instan-nya dikasih kornet, keju, dan sayur jelas lebih enak dari buatan sendiri yg bumbu doank, heheh. Malah, seingat saya, sayapun pernah memesan mie instan di warung dekat kantor sekitar 6 bulan - 1 tahun lalu. Dan, yaaa...tetap saja, lebih enak buatan sendiri, masih menurut saya.

Dan obrolan ttg mie instan ini membuat saya teringat dengan chirpstory yg pernah saya buat, ttg cara membuat mie instan kuah yg enak. Anda penasaran? Silakan langsung ke tkp untuk lebih detailnya.

Semoga usai membaca chirpstory saya, anda bisa bikin mie instan yg enak, sehingga tidak menganggap mie instan buatan orang lain (kecuali org2 yg kita cinta dan sayangi) enak. :-D

Moral story:
- tidak semua masakan buatan orang lain lebih enak

- mie instan itu makanan paling populer untuk: 1. mahasiswa, apalagi sudah tanggal tua; 2. isi perut saat kepepet dan tidak sempat beli makan di luar (plus males nunggu delivery)

- oya, jangan terlalu banyak mengonsumsi mie instan, meski dg alasan utk ngirit. silakan baca di sini mengenai penyebabnya