Tadi siang mendadak saya merasa dada saya sesak dan penuh dg rasa marah, kesal, sedih, yg semuanya bercampur menjadi satu. Hal ini dikarenakan saya membaca berita yg saya cantumkan di kicauan saya itu.

Dimulai dg headline:
Seleksi Hakim Agung
Calon Hakim Agung Daming: Yang Diperkosa & Pemerkosa Sama-sama Menikmati

Dan ketika saya membaca lebih rinci isi artikelnya, saat itu pula saya merasa begitu emosi. Meski demikian, alhamdulillah saya masih mampu utk berkicau yg 'sopan', dg mendoakan semoga tidak ada keluarga Daming yg menjadi korban perkosaan.

Suatu hal yg tidak patut utk dilakukan, lebih-lebih dari orang yg hendak menjadi hakim agung. Bagaimana mungkin hakim agung melontarkan kata2 yg tidak etis, yg menurut saya tidak punya hati nurani atau bahkan untuk berempati terhadap korban perkosaan sehingga berani mengatakan orang yg diperkosa ikut menikmati!

Barangkali Daming punya fantasi s*eksual yg aneh sehingga dia membuat pernyataan seperti itu. Toh jika memang anda punya fantasi s*eksual yg sedemikian absurd, tidak patut anda lontarkan apalagi di tengah acara fit dan proper test.

Dan yg membuat saya juga tidak habis pikir adalah tanggapan para anggota Komisi III DPR yg TERTAWA menanggapi pernyataan Daming.

ANDA SEMUA BIADAB & SAKIT JIWA!

Saya masih ingat, kasus Olga yg menjadikan lelucon korban perkosaan. Dan dampaknya, Olga dikecam berbagai pihak, termasuk korban perkosaan. Bahkan Olga sempat dipanggil dan ditegur KPI, meski entah kenapa terkesan tidak ada tindak lanjut. Mestinya Olga diban dari semua stasiun televisi!

Nah, jika Olga saja yg 'cuma' artis mendapat kecaman dan teguran dari pihak-pihak yg berwenang, kenapa Daming tidak mendapat perlakuan yg sama?

Bahkan mestinya Daming dan seluruh anggota Komisi III yg hadir dan tertawa, semuanya pantas dijatuhi hukum sosial. Entah dipecat oleh partai politiknya, ataupun hal lain yg intinya mengingatkan mereka (jika mereka masih punya hati nurani dan akal sehat) terhadap tindakan yg mereka lakukan!

Tidak terbayangkan jika Daming terpilih menjadi hakim agung dan lalu menangani kasus perkosaan. Mungkin dia akan serta merta membebaskan pelaku perkosaan karena dalam benaknya, seperti pernyataannya, si korban perkosaan ikut menikmati. Entah jika keluarga dia yg menjadi korban perkosaan. Istri, anak perempuan, ibunya atau saudara perempuan. Ya mudah2an dia konsisten utk membebaskan pelaku perkosaan karena dia berkeyakinan istri/anak perempuan/ibu/saudara perempuannya ikut menikmati tindakan perkosaan yg menimpa diri mereka.

Naudzubillah...dan jika sampai Daming menjadi hakim agung, semoga azab akan turun pada Daming dan orang2 yg memilihnya.

Moral story:
- menjadi public figure hendaknya lebih berhati-hati dalam melontarkan statement/pernyataan, apalagi dalam rangka menjadi hakim agung. KASARNYA, PARA PEJABAT MBOK YA MIKIR LAH (WALAU CUMA SEDIKIT) SEBELUM NGOMONG!

- jika seorang hakim sudah kehilangan nalar, empati, dan rasa keadilan, maka saya yakin bencana yg lebih besar akan menimpa. sudah siapkah?

- kok ya ada yg mencalonkan Daming menjadi hakim agung?masya ALLOH...