6/26/2012


Sebenarnya saya sudah lama tahu situs/laman ini. Namun saya tidak pernah menggunakannya, terutama karena diblok di kantor dan koneksi internet yg begitu lemot somlehoi di rumah. Hingga akhirnya usai ada yg mendokumentasikan kicauan #4istri saya, saya mau tidak mau ya jadi tertarik utk memanfaatkan fitur yg ditawarkan situs ini.

Chirpstory. Sebuah nama yg unik. Jika saya terjemahkan, lebih kurang cerita (dari) kicauan. Saya yakin penggunaan kata 'chirp' terkait dg kata 'tweet'.

Cara memanfaatkan situs ini mudah. Anda tidak perlu membuat user baru, meski bisa juga membuat user baru (khusus utk situs ini misalnya). Cukup login dg account twitter anda, maka anda akan diarahkan ke 'meja kerja' anda, seperti terlihat pada gambar di atas.

Di bagian kiri adalah tweet yg hendak anda dokumentasikan. Anda bisa menyeleksi tweet dari timeline anda, balasan, tweet favorit, atau bisa juga mencari user/kata kunci tertentu. Jika anda sudah temukan tweet yg anda inginkan, anda bisa langsung copy semua ke bagian kanan, atau dipilih 1 per 1, sesuai kebutuhan.

Jika sudah selesai dicopy ke area kanan, anda bisa lakukan filtering utk menghapus RT atau yg dobel. Klik clear jika anda hendak mengosongkan area kanan.

Selanjutnya tinggal klik "Create" utk menggenerate dokumentasi anda. Anda bisa mengisi beberapa bagian untuk menjelaskan dokumentasi tweet yg anda buat.

Apabila dokumentasi anda telah berhasil dibuat, maka di TL anda akan muncul pesan seperti berikut:


Gambar diambil dari sini.

Moral story:

- nge-tweet itu menyenangkan, namun sebaiknya diisi dg hal2 yg bermanfaat :-)

- dg meng-tweet, anda mesti bisa mempertanggungjawabkan isi tweet anda!

Update 19 September 2014:

Ada perubahan cukup besar di chirpstory. Untuk membuat chirp baru bisa dilakukan di bagian depan (kotak oranye).


Menu2 lainnya masih relatif mudah untuk dikenali.



Beberapa dokumentasi tweet saya:
- Chirpstory ttg #4istri
- Chirpstory ttg kondom
- #banOlga dari acara televisi


Posted on Tuesday, June 26, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

6/19/2012


Beberapa waktu lalu, dalam perjalanan ke Cilegon, saya ngobrol dengan rekan kerja saya. Entah bagaimana asal muasalnya, pembicaraan lalu bermuara ke (jumlah) istri.

Sebuah teori yg menarik menjadi bahan diskusi. Yakni strategi untuk beristri empat! Eits, jangan marah2 dulu, lha wong di Islam memang boleh kan beristri empat? ;-)

Nah, strateginya adalah sebagai berikut:

Istri pertama: dari Jawa.
Mengapa mesti dari Jawa? Karena perempuan Jawa pada umumnya tangguh dan mau untuk diajak hidup susah (meski ini sebenarnya subyektif sekali). Pada umumnya, awal menikah kondisi laki2nya masih miskin lah. Kerjaan juga masih ga jelas2 gitu, ngontrak di rumah yg sempit, makan 3 hari sekali. Pokoknya menderita. :-))

Istri kedua: dari Padang.
Setelah beberapa saat mengarungi bahtera dg istri Jawa, maka akan didapat uang lebih. Nah, gunakan uang ini untuk menikah, kali ini dengan perempuan Padang. Nah lho, apa sebab? Begini. Perempuan Padang dikenal pandai berbisnis. Maka, walau uang yg diberi sedikit, maka dia akan bisa 'menternakkan' dan 'mengembang-biakkan' uang ini menjadi berlipat-lipat. Enak kan bakal jadi orang kaya? :-))

Istri ketiga: dari Sunda/Manado.
Ceritanya sekarang sudah punya banyak duit, sudah jadi orang kaya. Maka, sekarang saatnya 'bersenang-senang' dan menikmati hidup. Carilah istri dari Sunda atau Manado yg berparas cantik. Dijamin hidupnya akan terasa indah seperti di surga karena melihat kecantikan mojang Sunda ataupun noni (?) Manado. :-))

Istri keempat: dari Batak.
Punya istri 3 tentu sudah bakal rumit lah. Cek cok barangkali akan terjadi, sering ataupun jarang. Sementara anda sendiri kewalahan dan takut dianggap pilih kasih (ga adil) kan? Solusinya adalah menikah dg perempuan Batak. Penjelasannya gampang. Perempuan Batak itu sifatnya tegas dan tidak ada kompromi. Nah, sebagai suaminya, tugaskan istri keempat anda ini untuk mendamaikan dan merukunkan 3 istri yg terdahulu. PROBLEM SOLVED! :-))

Teori dan strategi yg gila kan? Ketika dia bertanya asal istri saya dan saya jawab bahwa Wify dari Sunda, rekan kerja saya 'menyayangkan' hal ini. Lah, saya bilang saja bahwa saya begitu menikah langsung berada di surga, ga perlu repot2 menderita dan berusaha jadi orang kaya soalnya saya sudah kaya kok, jadi ya saatnya bersenang-senang. Kalah KO dia, hahaha :-))

Gambar dari sini.

Moral story:
- poligami itu riskan dan ribet, so yakin utk poligami? ;-)


- untuk berpoligami, ada strateginya lho! :-D


- saya sempat nge-tweet ttg ini dan ada yg mendokumentasikan. silakan cek di sini. :-))

Posted on Tuesday, June 19, 2012 by M Fahmi Aulia

3 comments

6/17/2012


Hari ini, 17 Juni, tepat 2 tahun umur mbak Mika. Seperti tahun lalu, saya juga membuat artikel khusus untuk mbak Mika di hari kelahirannya. Semoga artikel2 ini bisa dibaca dia kelak dan menjadi renungngan serta refleksi (muhasabah) bagi dirinya. Oya, tentu saja berguna bagi dirinya. :-)

Dua tahun sudah saya menjadi seorang bapak dan terus mengasah diri saya menjadi orang tua yg baik, terutama bagi mbak Mika. Suka duka, senang sedih, bahagia marah, saya rasakan selama 2 tahun ini dalam membina dan mendidik mbak Mika. Toh mayoritas 'warna' yg saya alami adalah kebahagiaan dan rasa syukur atas nikmat dan amanah ini.

Selama 2 tahun ini, saya dan Wify berjuang keras mendidik mbak Mika agar dia siap untuk menyambut dan menghadapi jamannya. Jaman yg jauh berbeda dg yg dialami oleh kedua orang tuanya. Jaman yg saya yakin tidak akan pernah bisa saya bayangkan, seperti halnya ortu saya tidak pernah membayangkan jaman yg saya arungi sekarang.

Sejauh ini, alhamdulillah, kami merasa apa yg telah kami lakukan cukup, meski bukan berarti kami lantas berpuas diri. Justru kami kian semangat untuk mendidik dan membekali Mika dg hal2 yg lebih baik, terutama di bidang agama. Yang jelas, kami berdua sepakat tidak akan banyak mengekang mbak Mika. Kami biarkan dia mengeksplorasi apapun, selama tidak berbahaya dan kami bisa memantau serta membimbingnya.

Yang masih menjadi kendala bagi kami adalah rasa takut yg masih menghinggapi mbak Mika, terutama jika dia bertemu dg orang baru. Di satu sisi, hal ini kami rasakan baik, mengingat banyaknya cerita penculikan anak. Dengan 'takut' yg dialami mbak Mika, membuat dia tidak mudah diajak orang.

Untuk pendidikan dan teknologi, kami rasa kami berdua sudah berusaha sebaik mungkin. Menyediakan tv kabel (agar dia tidak teracuni sinetron), memberikan buku2 yg bermanfaat buat dia, mengajarkan hal2 baik buat dia (well, at least menurut kami berdua, heheh). Toh, kami tidak lupa untuk mengajak mbak Mika bermain, terutama di ruang terbuka. Adalah hal yg tidak baik membiarkan anak (balita) terlalu asyik main di rumah. :-)

Mbak Mika, saat kamu membaca artikel ini, percayalah bahwa kami berdua, Pibi dan Bubi, selalu menyayangi mbak Mika, meski beberapa sikap kami dirasakan mbak Mika sbg paksaan, namun sesungguhnya itu semua upaya kami agar mbak Mika mendapatkan hal terbaik.

Mbak Mika sendiri punya banyak kenakalan. Beberapa di antaranya mungkin akan saya ceritakan di lain waktu. Nope, Pibi tidak berniat membuka aib mbak Mika, namun untuk menjadi pelajaran bagi mbak Mika apabila mbak Mika mempunyai anak kelak. :-)

Moral story:

- menjadi orang tua itu SUSAH

- tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua, selain langsung menjalaninya

- anak adalah amanah, berhati-hatilah dalam menjaga amanah itu!


Posted on Sunday, June 17, 2012 by M Fahmi Aulia

2 comments

6/14/2012

Dikarenakan sedang sibuk dengan pekerjaan dan lebih aktif di lapak sebelah.
Demikian, semoga maklum :-)

Posted on Thursday, June 14, 2012 by M Fahmi Aulia

2 comments