1/27/2012

Hari Rabu kemarin, saya berkunjung ke salah satu BUMN di Cilegon. Tentu saja untuk urusan pekerjaan, bukan untuk memancing meskipun BUMN tersebut lokasinya berada di pinggir pantai.

Seraya bincang-bincang dengan salah satu pihak manajemen, saya dapat cerita ttg Menteri BUMN kita, Dahlan Iskan.

Syahdan, pihak BUMN ini mendapat informasi bahwa akan ada 3 menteri yg datang berkunjung, dengan tujuan yg berbeda-beda. Salah satu menteri yg akan berkunjung adalah Menteri BUMN. Maka, sesuai dengan 'adat istiadat', dibuatlah persiapan untuk menyambut.

Karena kurangnya informasi, maka dibuatlah 3 titik penyambutan. Pertama, di sebuah hotel, dengan asumsi saat sang Menteri datang, dia sudah lapar maka dia ingin makan dulu. Yang kedua, di lokasi BUMN itu sendiri, di sebuah pabrik. Yang ketiga, saya lupa.

Nah, tunggu punya tunggu, sang Menteri BUMN tidak muncul-muncul.

Sementara itu...

Sebuah mobil Kijang masuk ke BUMN tersebut, lalu menuju sebuah pabrik. Saat hendak memasuki sebuah area, terjadilah percakapan (lebih kurang) dengan petugas keamanan 1.

PK1:"Selamat siang pak, mau ke mana?"
M:"Saya mau meninjau pabrik."

PK1:"Sudah ada ijin?"
M:"Sudah." (Seraya menyebut pejabat (direktur?) di BUMN tersebut)

PK1:"Oh, silakan masuk."

Masuklah sang Menteri ke wilayah pabrik. Usai turun dari mobil, sang Menteri masuk ke dapur peleburan. Di sana, dia dicegat lagi oleh petugas keamanan 2.

PK2:"Selamat siang pak, mau ke mana?"
M:"Saya mau meninjau pabrik."

PK2:"Sudah ada ijin?"
M:"Sudah." (Seraya menyebut pejabat (direktur?) di BUMN tersebut)

PK2:"Beliau tidak ada."
M:"Ya sudah,tolong panggilkan si B (bawahannya direktur)."

PK2:"Beliau juga tidak ada."
M:"Ya sudah,tolong panggilkan si C (bawahannya direktur yg lain)."

PK2:"Beliau juga tidak ada."
M:"Oh, baiklah."

Akhirnya si Menteri pergi, menuju ruang Direktur.

Sesampainya di ruang Direktur, dia melihat kursi Direktur.

M:"Kursi siapa ini?"
Staff:"Kursi pak Direktur,pak."

Sang Menteri lantas mencoba duduk di kursi Direktur. Komentarnya,"Wah, kursi Direktur ini kok enak sekali ya? Mau saya kursi seperti ini. Tidak boleh ini Direktur punya kursi seperti ini!"

*catatan: di bukunya, saya baca bahwa Dahlan Iskan TIDAK SUKA dengan Direktur/Pimpinan yg punya kursi (terlalu) empuk. Nanti ga kerja katanya.*

M:"Coba tukar kursinya Direktur ini!"

Dan SAAT ITU JUGA kursinya Direktur diganti! Hahahha...

Cerita selanjutnya tidak akan saya sampaikan dengan alasan keamanan. Yang jelas, hari Rabu itu saya puas sekali tertawa. :-))

Gambar dari sini.

Moral story:
- Jika melihat DI, saya merasa Indonesia masih punya pejabat yg bisa dibanggakan dan diandalkan.

- Saya senang membaca bukunya DI, isinya inspiratif dan praktis. Sesuai dengan lingkungan kerja saya sekarang.

- Bagi anda yg tertarik membaca artikel2nya DI, bisa kunjungi ini.

Posted on Friday, January 27, 2012 by M Fahmi Aulia

3 comments

1/25/2012


Cerita ini terjadi beberapa tahun yg lalu.

Alkisah, saat itu kantor saya masih berlokasi di sekitar Wijaya. Membutuhkan beberapa programmer untuk membantu saya dalam hal support produk. Maka dibukalah lowongan kerja dan ada beberapa orang yg dipanggil untuk diseleksi dan diwawancara.

Satu waktu, salah seorang calon dipanggil. Perempuan, cantik, dan masih muda. Dia dipanggil oleh atasan saya untuk diwawancara. Terjadilah dialog lebih kurang berikut.

Boss:"Coba ceritakan tentang diri anda..."
Pelamar:"Bla 3x"

Boss:"Pengalaman anda sebagai programmer, seperti apa?"
Pelamar:(terdiam beberapa lama)"Saya pernah pegang program untuk radio, untuk wedding, beberapa acara televisi, bla 3x"

Boss:(terdiam sekian lama) "Oh, baiklah. Nanti kami hubungi lagi."
Pelamar:"Terima kasih pak."

Usai si pelamar pulang, si boss langsung bilang,"Gue langsung reject lah. Dia sangka programmer di sini adalah orang yg bikin program televisi, radio atau sejenisnya kali yaaaaa?? Makanya gw heran pas liat cv-nya."

Dalam hati, saya bilang, lah sudah tahu cv-nya ga match, kok masih dipanggil juga sih bos?hahahah...

Gambar dari sini.

Moral story:
- ada juga yg berpikir programmer = orang yg bikin program di televisi, radio, atau sejenisnya
- sejak saat itu, bos saya lebih hati2 dalam membaca cv dan memanggil pelamar. :-))

Posted on Wednesday, January 25, 2012 by M Fahmi Aulia

2 comments

1/22/2012


Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka bermunculan pula profesi-profesi baru yg sebelumnya tidak pernah muncul. Profesi2 baru tersebut melekat terutama dengan kemudahan dan tipe teknologi yg berkembang.

Profesi2 baru tersebut di antaranya: blogger (berbayar) dan buzzer.

Hmm...anda baru tahu buzzer ya? Sepemahaman saya, buzzer itu adalah profesi di media sosial yg dibayar untuk mem-buzz (ingat YM?) atau menyebarkan sebuah informasi/produk tertentu yg telah 'dipesan' kepada si buzzer.

Buzzer, sepengetahuan saya lebih banyak ditemukan di twitter. Modalnya gampang saja, yakni punya follower yg cukup banyak.

Sebuah perusahaan tentu saja tidak hanya menugaskan 1 buzzer untuk menyebarkan produknya. Sedikitnya, 2-3 buzzer dengan follower yg cukup banyak, biasanya di atas 2000 follower, dan mereka biasanya sudah kenal dan akrab satu dengan yg lain. Berteman, maksud saya, untuk memudahkan adanya 'tik tak' dalam promo produk tersebut.

Saya sendiri following beberapa buzzer.

Di blog, ada blogger yg menghalalkan segala cara untuk meraih posisi tertinggi di Google. Biasa disebut dengan istilah black SEO. Para blogger akan memasang dan menggunakan taktik yg benar2 brutal dalam usahanya mencapai no 1 dalam pencarian. Saya sendiri sempat memuat artikel terkait black SEO ini.

Nah, di buzzer, kita juga akan temukan buzzer2 yg sama tidak bermoralnya. ;-)

Tidak bermoralnya, para buzzer ini akan menghujani TL (time line) anda dengan kicauan2 produk yg mesti mereka sampaikan. Jika anda ingin tahu seperti apa gangguan yg dilakukan para buzzer ini, anda bisa analogikan jika anda jalan2 ke mall2 semodel ITC, lalu saat anda berjalan di sebuah kios, ada SPG yg mendatangi anda seraya berkata,"Jaketnya kakak...celananya kakak...dompetnya kakak..." berulang-ulang.

Sangat mengganggu bukan? ;-)

Menurut saya, perilaku para buzzer tersebut masih bisa ditoleransi, jika dibandingkan dengan kelakuan seorang buzzer beberapa waktu lalu.

Yang dilakukan buzzer tersebut, dia merekam dirinya seolah-olah diculik dan dibawa entah ke mana.

Sontak, terjadi kegegeran di ranah twitter. Banyak teman2 si buzzer yg bertanya-tanya, apa yg terjadi pada si buzzer. Saya tidak tahu persis, apakah kegegeran ini merupakan settingan yg memang dikehendaki (teman2 si buzzer juga terlibat) atau memang mereka tidak tahu menahu.

Saya melihat hal ini sudah lebay bin jijay. Mempromosikan suatu produk itu tidak perlu bikin panik orang. Seperti halnya yg pernah terjadi beberapa waktu lalu, saat ada promo buku dengan cara mengirim peti mati.

Kembali ke buzzer lebay ini. Saya (agak) percaya bahwa kepanikan yg terjadi bukanlah settingan, karena beberapa waktu kemudian si buzzer segera menghapus dan 'memperbaiki' tindakannya.

Toh, menurut saya, apa yg dilakukannya sudah kelewat batas. MEMUAKKAN! Dan saya langsung berhenti following dia. Nope, bukan karena saya tidak suka pribadinya/kicauannya, tapi karena saya tidak suka dg cara dia untuk promosi.

So, hati2 juga menjadi buzzer. Jangan lebay dan tidak bermoral lah. ;-)

Selain 2 gambar di atas, anda juga bisa melihat 1 gambar tambahan di sini.

Moral story:
- nampaknya perlu kode etik untuk tiap profesi
- ga usah lebay dalam berpromosi
- meski dibayar, bukan berarti anda menjadi membabi buta dan membela mati2an (dg berbagai cara) produk yg dibebankan ke anda ;-)
- uang memang bisa membutakan hati nurani! :-))

Posted on Sunday, January 22, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

1/20/2012

Well, saatnya saya sharing kembali mengenai investasi. Topik kali ini adalah asuransi pendidikan.

Jika anda perhatikan, banyak sekali asuransi pendidikan yg diluncurkan oleh bank bekerjasama dengan perusahaan asuransi. Dengan berbagai iming2 dan perhitungan yg (seakan-akan) njelimet, para marketing mereka akan berusaha merayu anda untuk membuka rekening.

To the point, saya TIDAK MENYARANKAN anda untuk ikut asuransi pendidikan yg sedang heboh dan marak belakangan ini.

Apa alasannya? Apa dasarnya?

Ok saya ambil simulasi perhitungan sebagai berikut. Anda punya anak berumur 2 tahun. Rencananya akan dimasukkan ke TK X saat umur 4 tahun. Tahun 2012 ini, biaya untuk masuk TK X adalah sebesar (katakanlah) Rp 15 juta (angka sebenarnya jauh lebih besar, setidaknya itu yg dialami teman saya yg rumahnya di kisaran BSD). Di Indonesia, biaya pendidikan naik sekitar 10-20%/tahun.

Dengan umur anak anda sekarang, berarti 2 tahun lagi biaya masuk TK X tersebut adalah Rp 18,15juta (dg asumsi kenaikan 10%).

Nah, asuransi pendidikan biasanya 'menganjurkan' anda untuk 'menabung' sebesar Rp 300 ribu - Rp 500 ribu (tergantung paket yg ditawarkan ke anda). Katakan anda ambil Rp 500 ribu, maka selama 2 tahun, anda akan mempunyai asuransi pendidikan sebesar Rp 12 juta.

Hwalah, ternyata duitnya masih kurang Rp 6,15 juta! Nombok deh anda!

Bandingkan jika anda investasi ke emas atau reksadana (saham). Saya gunakan koin dinar sebagai acuan. Jika 1 koin dinar sekarang harganya Rp 2,2 juta dan kenaikan emas sebesar 20%/tahun, maka jika anda membeli koin dinar katakanlah tiap 2 bulan, maka setelah 2 tahun, anda akan mempunyai koin dinar sebanyak 12 koin dan harganya setelah 2 tahun akan sebesar Rp 3,168 juta. Dengan 12 koin, anda berarti punya uang pendidikan sebesar Rp 38,016 juta. Fantastik sekali bedanya kan? ;-)

Atau katakan dengan reksadana saham, yg anda bisa beli secara eceran (murah meriah). Ada reksadana (saham) yg bisa dibeli seharga Rp 100 ribu saja.

Kenaikan beberapa nilai reksadana saham (untuk periode 1 tahun) bisa mencapai lebih dari 10%. Dengan demikian, dalam 2 tahun, dengan menabung sejumlah uang, anda bisa mencapai nilai Rp 18,15 juta.

Moral story:
- asuransi pendidikan adalah salah kaprah yg dimanfaatkan para ... ah, sudahlah ;-))
- sebaiknya para penjual asuransi pendidikan bertobat ;-)
- hal yg sama dan mirip dg asuransi pendidikan adalah investasi asuransi (unitlink). akan saya tulis di artikel berikutnya
- KATAKAN TIDAK PADA ASURANSI PENDIDIKAN DAN UNITLINK!
- sengaja saya tidak pasang gambar, untuk menghindari hal2 yg tidak diinginkan! ;-)
- kian lama periode anda mengikuti asuransi pendidikan, maka saya jamin KIAN BESAR KERUGIAN YG ANDA TERIMA!

Posted on Friday, January 20, 2012 by M Fahmi Aulia

5 comments

1/09/2012


Memetwit kali ini mirip dengan memetwit saya sebelumnya, yakni memetwit angkot keranda. Tapi yg jelas beda lah :-)

1. Mau #memeTwit dulu ah,inget cerita paklik (om) tentang angkutan antar kota.Tagarnya: #memeColt.

2. Kisah ini terjadi di awal 90an.Paklik saya (adik ibu atau om) bertugas di Surabaya di sebuah departemen. #memeColt

3. Saat itu paklik saya masih single,dan sering pulang-pergi Surabaya-Kediri untuk tugas dan pulang (rumahnya di Kediri). #memeColt

4. Jaman itu angkutan yg terkenal adalah colt,buatan Mitsubishi.Bus (waktu itu) belum ada (jarang?saya lupa) Surabaya-Kediri. #memeColt

5. Perjalanan butuh waktu sekitar 3-4 jam,apalagi jaman itu jalanan masih belum ok,tdk ada jalan tol. #memeColt

6. Suatu waktu,paklik saya mesti buru2 ke Kediri karena ada satu tugas penting di sana. #memeColt

7. Cerita paklik saya,info itu diberitahu Minggu sore.Itu berarti Minggu malam mesti berangkat. #memeColt

8. Sialnya,angkutan Colt sedang penuh2nya untuk Minggu malam.Itu berarti paklik saya mesti tunggu jadwal pagi. #memeColt

9. Paklik saya menunggu di terminal.Sayangnya saya lupa nama terminalnya.Sambil terkantuk-kantuk,dia menunggu Colt. #memeColt

10. Jam 2 pagi,di saat terkantuk2,paklik saya melihat sebuah Colt masuk terminal.Beliau segera bergegas menghampiri. #memeColt

11. "Kediri pak?"tanya paklik saya."Inggih",jawab sopirnya.Paklik saya segera naik.Menurut beliau,arlojinya menunjukkan jam 02.15WIB. #memeColt

12. Karena sdg terkantuk-kantuk,paklik saya segera memejamkan mata usai duduk tanpa peduli sekitarnya. #memeColt

13. Merasa baru saja memejamkan mata,paklik saya sudah dibangunkan."Pak,sudah Kediri pak!"sahut sopir. #memeColt

14. Usai membayar,paklik saya berjalan ke arah tempat tunggu terminal.Iseng2 dia melihat arlojinya...DAN TERNYATA.... #memeColt

15. Jam menunjukkan 02.30 WIB!Setengah tidak percaya,paklik saya mencek jam di ruang tunggu.DAN MEMANG 02.30 WIB! #memeColt

16. Setengah linglung,paklik saya bertanya ke petugas."Pak,jam berapa?"|"Jam 02.30WIB,Mas.Kenapa?" JRENG JREEENNGGG... #memeColt

17. Paklik saya menjelaskan ke petugas,dia baru datang dari Surabaya.Berangkat 15 menit lalu,jika mmg jam itu benar! #memeColt

18. Sekarang giliran petugas terminal yg bingung."Mas,setahu saya,ga ada Colt yg berangkat jam 2 pagi." DHEGGGG...!! #memeColt

19. Paklik saya merasa jantungnya copot."Ah,mosok sih pak?"tanyanya setengah ndak percaya. #memeColt

20. "Lha,gimana toh Mas?Saya kan sudah bertugas di sini cukup lama.Saya hafal kok jadwalnya Colt." Paklik saya jadi pucat... #memeColt

21. "Memangnya Mas tadi naik Colt kaya gimana?" Paklik saya lantas menjelaskan ciri2 Colt yg dinaikinya. #memeColt

22. Usai mendengar penjelasan paklik saya,si petugas lantas tersenyum."Wah,sampean beruntung Mas." #memeColt

23. "Sampean baru menaiki Colt SETAN."Paklik saya langsung mrenges mendengar penjelasan si petugas. #memeColt

24. Si petugas bercerita,dulu ada Colt trayek Surabaya-Kediri yg penuh dengan penumpang,jatuh ke jurang. #memeColt

25. Tidak ada yg selamat dari peristiwa itu.Semua tewas! #memeColt

26. Seminggu usai kecelakaan itu,mendadak si petugas sering mendapati penumpang yg turun di terminal di pagi hari. #memeColt

27. Semuanya bermuka linglung dan mengaku baru datang dari Surabaya,seperti paklik saya. #memeColt

28. Awalnya si petugas tidak percaya,tapi seiring berjalannya waktu dan cukup banyak org yg mengalami,dia percaya. #memeColt

29. Setengah bergurau,si petugas bilang ke paklik saya bahwa paklik saya sudah menaiki bouraq versi Colt,ahahah #memeColt

30. Sayangnya,paklik saya tidak pernah mengalami lagi hal itu. #memeColt

31. Bukan apa2,beliau lebih memilih pulang siang atau sore,daripada dianterin Colt "Bouraq" itu lagi,hahah #memeColt

32. Well,ajaib memang.Tapi mau gimana lagi,begitulah kenyataannya.Jarak yg biasa ditempuh 3-4 jam bisa ditempuh dg 15 menit saja! #memeColt

33. Apakah memang teori lubang cacing itu ada di dunia nyata?Layak utk diselidiki lebih lanjut oleh fisikawan. #memeColt

34. Berhubung saya bukan fisikawan,saya lebih memilih tidur saja usai menulis #memeColt ini,ahahah.

Gambar dari sini.

Moral story:
- selalu baca doa! :-)

Posted on Monday, January 09, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

1/05/2012


Seyogyanya, hukum dan hati nurani berjalan beriringan. Dalam artian, ketika seorang penegak keadilan memeriksa dan (pada akhirnya) menghukum seorang tersangka (atau terdakwa?) maka dia mesti memperhatikan sisi hukum (dalam hal ini undang-undang) dan hati nurani (itupun jika masih ada).

Sudah sering kita dengar dan lihat di Indonesia sulit (tidak ada?) kesejajaran hukum dan hati nurani. Beberapa contoh adalah dihukum bebasnya koruptor (atau dihukum SANGAT RINGAN), lalu dibiarkannya orang2 yg melakukan kejahatan. Sementara orang2 yg mencuri sandal, kakao, bahkan ayam, begitu mengenaskan nasibnya, bahkan tak sedikit yg tewas dihakimi massa.

Baru-baru ini sedang ramai berita mengenai AAL, seorang remaja tanggung yg dituduh mencuri SANDAL oleh seorang polisi. AAL diseret ke pengadilan dan dinyatakan bersalah serta dikembalikan ke orang tuanya untuk dibina.

Banyak orang yg menyesalkan dan marah dengan hal ini. Menurut mereka, tindakan AAL tidak perlu sampai dibawa ke pengadilan, apalagi dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman segala.

"Harga sandal itu berapa sih?"

Dan dampaknya, muncul gerakan mengumpulkan sandal sebagai gerakan simpatik dan peduli dg AAL.

Saya punya pendapat, di sinilah letak hukum dan hati nurani berfungsi.

Orang mencuri itu JELAS SALAH! Sudah benar dibawa ke meja hijau. Hukum MESTI BERLAKU! Namun, pada saat pengambilan keputusan, hati nurani hakim yg dibutuhkan. Apakah pelaku mesti menjalani hukuman atau tidak? Seberapa besar hukuman yg pantas diterima?

Menurut saya, hakim yg menangani kasus AAL sudah benar dg keputusannya, meski saya pikir ada cacatnya. Menurut hakim, AAL memang terbukti bersalah, maka jelas dia harus dihukum. Dan keputusan untuk mengembalikan AAL ke ortunya untuk dibina, SUDAH TEPAT! Adapun cacatnya, dari berita2 yg saya baca, sandal yg dijadikan barang bukti BUKAN sandal yg dicuri. Jadi, saya melihat bias di sini.

"Lho, anda kok malah mendukung AAL dibawa ke pengadilan? Anda ini tidak punya perikemanusiaan ya?"
"Ah, kampret nih yg punya blog, pendukung polisi!"
"Nyuri sandal dihukum, tapi koruptor kok dibiarkan?"

Barangkali ada yg kesal dg tulisan dan opini saya, sehingga terlontar pernyataan2 di atas. Well, saya hanya ingin mengatakan bahwa hukum mesti ditegakkan. Mencuri, jelas melanggar hukum. Masalah koruptor dibebaskan atau kasus2 lain dibiarkan, lalu dibandingkan, nah itu hal yg berbeda. Perbedaan yg saya maksud, jelas ada ketimpangan dalam penegakan hukum. Dengan kata lain, hukum ibarat pedang yg tajam di bagian bawah dan tumpul di bagian atas.

Dengan menghukum pencuri2 'kecil', dengan mengembalikannya ke orang tuanya, menurut saya sudah langkah yg tepat. Setidaknya ortunya (diharapkan) bisa mendidik anaknya. Kecuali ortunya memang maling, yaaa...susah, heheh.

Jika kita merujuk ke Amerika Serikat, di sana ada yg namanya kerja sosial. Biasanya diberikan pada orang2 yg bersalah, dengan syarat dan ketentuan berlaku (halah, memangnya operator telekomunikasi). Harapan atau tujuan dari kerja sosial, si pelaku menyadari kesalahannya dan dia bisa 'menebus' dengan bekerja/bermanfaat bagi orang lain atas kesalahan yg dia lakukan.

Di Indonesia, setahu saya, para napi yg dihukum di LP mereka biasanya disuruh untuk membuat sesuatu (barang2 kerajinan) lalu dijual. Masalahnya, saya tidak tahu, apakah para napi itu ikut mengecap duit dari hasil penjualan barang2 yg mereka buat atau dinikmati oleh para petinggi LP? Hahahha. Di Indonesia juga ada lembaga pembinaan sosial (dari Depsos jika tidak salah) yg memberikan pembinaan. Namun terbatas pada PSK, gelandangan, dst dst.

Walhasil, jika melihat kekacauan hukum di Indonesia, yg ada di benak saya hanyalah rasa pesimis.

Anda sendiri bagaimana?

Gambar dari sini.

Moral story:
- penegak hukum mestinya selalu bertindak adil dalam memberikan keputusan

- hukum di Indonesia sangat tidak adil, memihak yg punya duit

- orang masuk penjara mestinya sadar dg kesalahan2 dia dan bertobat. yg terjadi, saat keluar dari penjara, malah makin pinter berbuat kejahatan! ;-(

- mencuri sandal atau kakao atau duit atau barang apapun, tetap BERSALAH. jangan lantas membiarkan (membebaskan) orang2 yg mencuri dg dalih kasihan. efeknya? si pelaku akan menganggap tindakannya tidak salah! :-( ;-)

Posted on Thursday, January 05, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments