Menjelang tanggal pemilihan, 20 September 2012, suasana dan hawa masyarakat Jakarta kian panas. Terlebih dengan digelarnya debat Calon Gubernur DKI 2012 semalam (yg saya komentari cukup banyak. Anda bisa baca di sini untuk lebih mudahnya), maka saya yakin kedua pihak akan makin gencar melakukan aksi2nya untuk bisa meraih sebanyak mungkin pemilih.

Adalah hal yg menarik di pilkada DKI 2012 ini karena saya melihat kian cerdasnya masyarakat DKI (hal yg sama semoga juga untuk masyarakat2 di daerah lain) dalam memilih calon pemimpinnya untuk periode 2012-2017. Seperti diketahui bersama, pada pemilihan putaran pertama, 12 Juli 2012, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, calon incumbent, mendadak panas dingin usai dikalahkan oleh calon 'import' Joko Widodo dan Basuki TP. Memang, selisihnya tidaklah besar, sekitar 9%, tapi ini jelas pukulan telak karena (saat itu) berbagai lembaga survei begitu yakin bahwa tim Foke Nara akan menang dalam 1 putaran.

Yang menarik, usai pemilihan putaran pertama ini, tim sukses pasangan Jokowi-Ahok meluncurkan sebuah video berisi kondisi DKI Jakarta saat ini dan keinginan (saya yakin mayoritas masyarakat DKI) untuk berubah dari kondisi yg begini-begini saja. Anda bisa lihat videonya di bawah ini.


Lalu, muncul video clip dengan nuansa black campaign. Saya saja sampai mual2 usai menonton vidclip ini! Notes: saya tidak bertanggung jawab thd akibat yg anda alami usai menonton vidclip ini! :-))
Bagi saya, debat Foke Nara vs Jokowi Ahok melebihi serunya debat Foke vs Adang pada tahun 2007 lalu. Menurut saya, ada beberapa penyebab hal ini terjadi.

Pertama, pilkada kali ini tidak seperti th 2007 yg menampilkan episode PKS vs Non PKS. Kali ini terjadi keberagaman dan 'campur sari' (baca: peleburan) partai2 pendukung cagub. PDIP dan Gerindra mengusung Jokowi Ahok, sementara Foke Nara didukung partai2 lainnya, termasuk PKS yg di putaran 1 mengusung pasangan Nurhidayat Didik.

Kedua, informasi yg lebih merata dan terbuka. Dengan keterbukaan dan kemudahan mendapatkan informasi, membuat para calon tidak bisa menghindar, apalagi mangkir dari apa2 yg mereka pernah lakukan. Contohnya, jika anda ingin tahu seperti apa jejak rekam Ahok, anda bisa datang ke situsnya, Ahok.org. Di sana kita bisa membaca hal2 detail yg dilakukan Ahok, termasuk transparansi biaya dinas yg digunakan Ahok. Atau kegusaran Fauzi Bowo saat ditagih air bersih.

Ketiga, adanya proses 'import' calon gubernur dari luar DKI. Dalam debat semalam terjadi dialog lebih kurang begini
Dilanjutkan dg ucapan Nara (jika tidak salah) yg nyindir2 terus pasangan 'import' ini. Merasa kesal dg penyataan2 yg menyudutkan ini, Ahok lantas menjawab dg sindiran tajam yg sangat makjleb dengan melakukan analogi pemain bola. Jawabannya (lebih kurang, saya tidak terlalu ingat),"jika pemain bola di DKI memang ok, maka tidak perlu mentransfer pemain dari Belitung atau Solo." Dan saya sukses ngakak berat. =))

Yang menyebalkan dari pilkada DKI 2012 ini, pihak Jokowi Ahok seringkali menerima tindakan2 yg bisa dikatakan kecurangan (termasuk black campaign), seperti aksi penghadangan Ahok pada saat melakukan kampanye, lalu penjualan sembako murah oleh salah satu pendukung incumbent dg menyisipkan 'iklan' berupa ajakan memilih pasangan no 1, bagi2 lemari es dan mesin cuci saat kampanye. Hal paling 'aneh' adalah keputusan Panwaslu bahwa tayangan iklan APPSI dianggap kampanye Jokowi Ahok, sementara itu spanduk, baliho, pamflet dan kampanye2 terselubung Foke Nara dibiarkan begitu saja. Bahkan fitnah nyata yg dilakukan Rhoma Irama dg menyatakan ibu Jokowi beragama Kristen, juga didiamkan. Ditegur pun tidak! ;-) *sigh*

Dari sekian perlakuan tidak adil yg diterima Jokowi Ahok, pernyataan dan lelucon berbau SARA yg dilakukan oleh Nara semalam (pada saat debat Cagub) adalah hal yg, meurut saya, paling BODOH! Apa sebabnya? Aksi blunder ini akan membuat orang2 Cina menarik dukungannya terhadap pasangan no 1. Padahal Foke sudah bersusah payah melakukan pendekatan dengan golongan Cina di DKI ini.

Berikut beberapa kicauan (yg menurut saya) menarik.








Artikel ini saya tutup dengan video clip terbaru ttg pilkada DKI. Maunya mungkin netral, tapi sebenarnya #kode dan 'pesan moral' vidclip ini sangatlah nyata dan tidak bisa dipungkiri! *halah*


Moral story:

- jika artikel ini dianggap kampanye, sementara kampanye berakhir hari Minggu, 16 Sept 2012, dan hari Senin ini sudah masuk masa tenang, maka jawab saya,"Emangnya gw pikirin?" :p

- ternyata saya kehilangan hak pilih saya di tahun 2007 dan terulang lagi di tahun 2012.

- jika ada yg bilang kok banyak orang daerah ikut campur dan ambil pusing dg pilkada DKI, maka ketahuilah bahwa apa yg terjadi di DKI Jakarta akan sangat mempengaruhi daerah karena banyak daerah menjadikan DKI Jakarta sebagai rujukan, dalam banyak hal.

- anda golput? bodoh sekali anda menyia-nyiakan kesempatan baik yg ada di depan mata anda untuk melakukan perubahan! :-)

- silakan baca artikel menarik ini.

- setelah menonton debat Calon Gubernur semalam, saya jadi yakin memilih Fauzi Bowo untuk menjadi mantan Gubernur DKI, hahaha.. :-))

- bagi anda yg ingin menyaksikan debat cagub semalam, bisa dilihat di sini.

- taktik pendukung incumbent: jika tidak ada prestasi yg bisa dibanggakan, agar calon anda NAMPAK terlihat baik maka bikin lawan anda TERLIHAT lebih jelek, dengan menyerang pribadi atau hal2 yg sifatnya out of topic :-))