Artikel ini mestinya saya simpan di blog saya yg lain, yg khusus membahas ITB. Tapi, saya pikir tanggung. Hasilnya akan saya share (jika perlu kupipes di blog itu). :-)

Beberapa hari lalu, saya membaca di twitter mengenai masalah perparkiran di ITB. Intinya, mahasiswa2 yg membawa mobil membutuhkan lahan parkir agar kendaraan mereka bisa diparkir di kampus. Karenanya, mereka minta pihak kampus menyediakan fasilitas ini. CMIIW.

Bagi saya, permasalahan parkir di ITB bukan hal yg baru. Kampus sendiri sudah menyediakan lahan parkir, meski terbatas. Namun jika dilihat lebih detail, banyak sekali tukang parkir jalanan yg akan menjaga mobil para mahasiswa/pengunjung ITB yg diparkir di sepanjang jalan Ganesha. Dampaknya, ya jelas, macet ga ketulungan.

Saya sempat membahas di TL saya, solusi mengenai hal ini. Salah satu di antaranya:


Kendala dari solusi di atas: apakah pihak kampus punya budget untuk membeli lahan dekat kampus utk dijadikan lahan parkir? Harga lahan di sekitar Ganesha cukup mahal. Dan saya tidak yakin pihak rektorat mau beli lahan 'sekedar' dijadikan lahan parkir.

Solusi lainnya: menjadikan sopir angkot (terutama yg rutenya lewat ITB) sebagai PNS. Keluhan yg sering dilontarkan para mhs/i mengenai angkot adalah ngetem. Dg menjadi PNS, maka si sopir tidak perlu lagi mikir kejar setoran.

Kendala: apakah pemkot mau (dan punya budget) untuk hal ini? Problem besar lainnya adalah biaya maintenance kendaraan serta penyediaan gaji. Jangan sampai kasus Trans Jakarta terjadi di Bandung. Yg paling saya khawatirkan adalah biaya maintenance kendaraan, karena bisa jadi para sopir bertindak nakal dg memanipulasi komponen2 kendaraan. Belum lagi kemungkinan para sopir PNS ini malas kerjanya karena mereka merasa sudah ada jaminan dapat duit.

Jadi, bagaimana solusinya?

Ada baiknya kampus ITB di Ganesha diperuntukkan untuk mahasiswa tingkat 1, mahasiswa pasca sarjana dan doktoral. Untuk tingkat 2, 3, dan 4, 'lempar' mereka di ITB cabang Jatinangor saja. ;-) Toh ITB cabang Jatinangor punya lahan yg cukup luas dan saya yakin bisa menampung kendaraan2 mahasiswa. :-))

Moral story:

- kemacetan dan masalah transportasi tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di Bandung

- sebenarnya tidak hanya ITB yg mengalami masalah dg lahan parkir. Kampus2 di Dipati Ukur, UI, dan Unpar pun mengalami hal yg sama.