Tepat 10 hari lalu, masyarakat Jakarta mendapat kesempatan untuk memilih seorang pemimpin (baru) untuk memimpin Jakarta. Saya dan Wify sendiri, seperti yg bisa anda baca di sini, gagal memperoleh kesempatan untuk memilih karena tidak tercantum di DPT dan kakunya petugas TPPS.

Hasil dari pemilihan sudah diumumkan oleh KPUD DKI Jakarta, menempatkan pasangan Jokowi - Ahok sebagai pemenang (sementara) dengan memperoleh 43 % suara (yang sah), unggul sekitar 9-10 % dari pasangan Foke - Nara.

Kemenangan ini terus terang membuat saya dan Wify bahagia, karena meski tidak bisa memilih, yg penting Jokowi menang.

Sejak quick count dilakukan di hari-H, sebenarnya sudah terlihat kemenangan pasangan Jokowi-Ahok. Dan sejak saat itu juga muncul (kembali) kampanye hitam mengenai pasangan ini. Beberapa kampanye hitam yg muncul sedemikian menjengkelkan bagi saya, karena sudah keterlaluan.

Kampanye hitam yang keterlaluan, menurut saya adalah selalu mengaitkan pasangan Jokowi-Ahok dengan masa lalu Prabowo yg memang kurang menguntungkan. Peristiwa Mei 1998 selalu dijadikan alasan agar orang2 tidak memilih pasangan ini. Karena jika pasangan ini menang, dikhawatirkan mereka akan mendukung langkah Prabowo, di 2014, untuk maju sebagai presiden.

Plus dengan berita dan informasi mengenai partai moncong putih, partai tempat Jokowi terdaftar sebagai anggotanya.

Saya sendiri, terus terang, dalam pilkada DKI lebih mementingkan TOKOH daripada PARPOL. Itu sebabnya, saya menganalogikan Jokowi seperti Zidane.

Saya menyukai Zidane, bukan klub tempat dia bermain. Juventus, Real Madrid, PSG adalah beberapa klub tempat Zidane pernah bermain. Namun saya tidak begitu menyukai klub2 tersebut (kecuali RM).

Dan nampaknya profil Jokowi-lah yg memang menghipnotis dan membuat banyak orang menaruh harapan dan kepercayaan akan adanya perubahan di Jakarta. Seorang tokoh yg membumi, tidak banyak cakap, namun lebih suka memperlihatkan hasil kerja yg nyata. Dari sisi bersih, saya percaya Jokowi dan Ahok memiliki tingkat kebersihan (dari hal2 yg tercela seperti korupsi, dll) yg tinggi.

So, di putaran 2 kelak, saya berharap saya dan Wify bisa mendapatkan kesempatan memilih, sehingga aspirasi saya bisa tersalurkan dengan baik! :-)

Foto dari sini (utk Zidane), untuk Jokowi saya lupa ambil dari mana. Maaf.

Moral story:

- Jakarta butuh pemimpin yg BERSIH untuk bisa maju

- anggaran DKI Jakarta sebenarnya sangat besar, namun realisasinya sangatlah kurang (tidak ada?)

- saya lebih suka mengangkat/menonjolkan kelebihan Jokowi daripada mengangkat keburukan2 Foke, toh sudah terlihat dan dirasakan hal2 buruknya jadi tidak perlu ditulis ulang kan? ;-)

- jika ada yg beranggapan bahwa Jokowi dan Basuki (Ahok) lari dari tanggung jawab mereka selaku pemimpin rakyat (daerah mereka berasal), maka menurut saya justru mereka sedang menjemput dan bersiap mengemban tanggung jawab yg lebih besar! :-)