Beberapa waktu lalu, dalam perjalanan ke Cilegon, saya ngobrol dengan rekan kerja saya. Entah bagaimana asal muasalnya, pembicaraan lalu bermuara ke (jumlah) istri.

Sebuah teori yg menarik menjadi bahan diskusi. Yakni strategi untuk beristri empat! Eits, jangan marah2 dulu, lha wong di Islam memang boleh kan beristri empat? ;-)

Nah, strateginya adalah sebagai berikut:

Istri pertama: dari Jawa.
Mengapa mesti dari Jawa? Karena perempuan Jawa pada umumnya tangguh dan mau untuk diajak hidup susah (meski ini sebenarnya subyektif sekali). Pada umumnya, awal menikah kondisi laki2nya masih miskin lah. Kerjaan juga masih ga jelas2 gitu, ngontrak di rumah yg sempit, makan 3 hari sekali. Pokoknya menderita. :-))

Istri kedua: dari Padang.
Setelah beberapa saat mengarungi bahtera dg istri Jawa, maka akan didapat uang lebih. Nah, gunakan uang ini untuk menikah, kali ini dengan perempuan Padang. Nah lho, apa sebab? Begini. Perempuan Padang dikenal pandai berbisnis. Maka, walau uang yg diberi sedikit, maka dia akan bisa 'menternakkan' dan 'mengembang-biakkan' uang ini menjadi berlipat-lipat. Enak kan bakal jadi orang kaya? :-))

Istri ketiga: dari Sunda/Manado.
Ceritanya sekarang sudah punya banyak duit, sudah jadi orang kaya. Maka, sekarang saatnya 'bersenang-senang' dan menikmati hidup. Carilah istri dari Sunda atau Manado yg berparas cantik. Dijamin hidupnya akan terasa indah seperti di surga karena melihat kecantikan mojang Sunda ataupun noni (?) Manado. :-))

Istri keempat: dari Batak.
Punya istri 3 tentu sudah bakal rumit lah. Cek cok barangkali akan terjadi, sering ataupun jarang. Sementara anda sendiri kewalahan dan takut dianggap pilih kasih (ga adil) kan? Solusinya adalah menikah dg perempuan Batak. Penjelasannya gampang. Perempuan Batak itu sifatnya tegas dan tidak ada kompromi. Nah, sebagai suaminya, tugaskan istri keempat anda ini untuk mendamaikan dan merukunkan 3 istri yg terdahulu. PROBLEM SOLVED! :-))

Teori dan strategi yg gila kan? Ketika dia bertanya asal istri saya dan saya jawab bahwa Wify dari Sunda, rekan kerja saya 'menyayangkan' hal ini. Lah, saya bilang saja bahwa saya begitu menikah langsung berada di surga, ga perlu repot2 menderita dan berusaha jadi orang kaya soalnya saya sudah kaya kok, jadi ya saatnya bersenang-senang. Kalah KO dia, hahaha :-))

Gambar dari sini.

Moral story:
- poligami itu riskan dan ribet, so yakin utk poligami? ;-)


- untuk berpoligami, ada strateginya lho! :-D


- saya sempat nge-tweet ttg ini dan ada yg mendokumentasikan. silakan cek di sini. :-))