Pernahkah anda mengalami situasi ketika anda menyampaikan sesuatu, lalu tidak ada respon yg masuk atau anda terima?

Apa yg anda rasakan? Kesal? Marah? Biasa saja?

Sebagai makhluk sosial, kita membutuhkan respon karena dengan adanya respon maka kita akan dihargai atau minimal keberadaan kita diakui. Tanpa adanya respon, maka bisa jadi itu pertanda bahwa kita tidak dihargai atau malah tidak diakui keberadaan kita.

Dan itu yg pernah dialami oleh saya.

Saya sedang berada di sebuah project ketika saya mesti melakukan banyak komunikasi, entah itu melalui email, telpon, blackberry ataupun media lainnya. Pada awalnya komunikasi berjalan dengan lancar hingga satu waktu komunikasi menjadi mandek.

Beberapa, err...tepatnya, seringkali komunikasi yg saya lakukan berlangsung sepihak. Pesan blackberry hanya berubah dari "D" menjadi "R" tanpa ada respon. Email saya tidak ada balasan hingga 1-2 minggu ke depan. Dan telpon saya tidak pernah diangkat dan tidak ada telpon balik masuk di si robot hijau.

Terus terang, saya bertanya-tanya, apa susahnya memberi respon? Tidak butuh waktu lama untuk memberi respon "Email anda sudah kami terima. Kami akan konfirmasi dengan tim." atau "Baik pak, pesan Bapak akan kami sampaikan." atau malah cukup dengan "Ok".

Oh, ini bukan sekedar curcol. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa komunikasi adalah hal penting, terlebih dalam sebuah project. Kesuksesan sebuah project, salah satunya, ditentukan dengan adanya komunikasi yg baik. Komunikasi yg baik tidak harus sering mengirim email, menulis pesan di BB.

Komunikasi yg baik adalah adanya respon, entah itu respon positif ataupun respon negatif. Yup, jangan pernah berpikir respon negatif tidak dibutuhkan. Kadangkala sebuah project butuh respon negatif sebagai pengingat bahwa (setidaknya) salah satu pihak masih peduli dengan project yg sedang berlangsung.

Namun, tidak merespon BUKAN termasuk respon negatif, menurut saya tentunya. Kenapa? Anda tidak mengetahui apa yg ada di pikiran lawan bicara anda. Jika memang kesalahan ada di pihak anda, bagaimana anda bisa memperbaiki kesalahan jika lawan bicara anda tidak merespon?

Ok, itu project. Kita masuk ke lingkup yg lebih spesfifik. Pernikahan. Tidak jarang pernikahan bubar karena kurangnya komunikasi. Anda bisa lihat mengapa pernikahan para seleb atau orang2 'penting' (baca: sibuk) relatif pendek? Karena mereka tidak ada waktu utk komunikasi.

Setiap orang punya jadwal masing2 yg mesti mereka penuhi. Dan itu menyebabkan mereka abai dengan pasangan mereka. Adapun jika mereka merespon, saya yakin respon yg mereka berikan lebih banyak negatif (karena mereka sudah capai) atau malah respon minim (karena tidak tahu apa yg mesti mereka sampaikan).

Dulu Wify sering marah pada saya karena saya seringkali tidak membalas sms yg masuk. Seiring berjalannya waktu, saya akhirnya tahu apa manfaat dari respon. Maka sayapun tidak pernah alpa merespon sms2 yg masuk, dari siapapun, walau hanya dengan "Ok".

So, jika anda ingin dihargai/direspon olehh orang lain, maka anda bisa mulai dengan merespon orang lain. ;-)

Gambar diambil dari sini.

Moral story:
- komunikasi itu hal penting

- dengan adanya komunikasi, maka kesalahpahaman bisa dihindari. kesalahan juga bisa diketahui dan bisa diperbaiki sesegera mungkin

- jika komunikasi tidak lancar, maka salah satu pihak mesti segera 'mengingatkan' lawan bicaranya. jika masih tidak ada respon, anda bisa kumpulkan 'historical' pembicaraan anda dan sampaikan bahwa anda sudah berusaha berkomunikasi namun tidak ada respon.

- sekali lagi, ini bukan curcol, hahaha.. :-))