Hari Sabtu, 14 April 2012, saya melakukan kegiatan donor darah yg tidak biasa. Tidak biasanya dengan donor darah yg biasa saya ikuti, donor darah ini disebut donor darah apheresis.

Mungkin anda bisa membaca artikelnya di sini tentang arti donor darah apheresis.

Atau mungkin dari artikel saya masih agak membingungkan? Well, baiklah saya cerita saja di sini detail dari kegiatan donor darah apheresis ini.

Perberbedaannya dengan donor darah biasa (DDB), donor darah apheresis (DDA) berlangsung lebih lama, rentang waktu antar DDA lebih singkat daripada DDB. Sebagai informasi, untuk DDB anda baru boleh melakukan donor lagi setelah 3 bulan. Sementara untuk DDA, rentang waktunya hanya 14 hari. Lalu dari sisi biaya, DDB jauh lebih murah daripada DDA. Sementara itu, zat hasil DDA lebih apa ya namanya...hmmm...intinya kalo DDA itu yg diambil adalah 'saripati' darah, bukan sekedar darahnya seperti DDB.

Nah, jam 9 pagi, saya sudah tiba di UTDP di jl Joe. Sempat ada kendala, karena sejak proses screening pada bulan November 2011 lalu, saya belum pernah sekalipun melakukan DDA. Sementara itu masa berlaku screening adalah sekitar 3-4 bulan. So, saya mesti melakukan screening ulang.

Lucunya, sempat ada komentar dari salah seorang staf PMI. "Mas Fahmi ini menurut saya tidak perlu di-screening ulang. Kalo melihat penampilannya, nampaknya dia orang baik-baik." Hahahha...penilaian ibu tidak salah. Saya orang baik-baik kok bu, tidak akan mengonsumsi hal2 aneh yg bisa merusak badan saya. Plus saya kondisinya alhamdulillah sehat, jadi tidak minum obat. Ditambah lagi saya suka olahraga (renang), so fisik saya bugar kok. :-) *halah, promosi diri* 

Akhirnya saya masuk ke ruang DDA. Di sana sudah ada mbak Maya, goldar AB+ (jika tidak salah), yg juga hendak DDA, namun batal karena alasan kesehatan.

Usai menjalani pemeriksaan tekanan darah, akhirnya saya menjalani DDA. Tidak terlalu menakutkan, terus terang, buat saya. Karena saya sudah terbiasa donor darah. Yang bikin grogi, saya laki2 satu2nya di ruangan itu, sementara lainnya kaum hawa, hihihi.. ;-)

Jarum donor masuk ke pembuluh darah dan segera darah mengalir masuk ke sebuah alat (extractor?) yg akan memisahkan 'saripati' darah, yg selanjutnya akan diberikan pada pihak2 yg membutuhkan. Proses DDA saya terdiri dari 6 siklus. Artinya, akan ada 6 kali proses pengambilan dan extract darah.

Proses pengambilan darahnya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit. Lalu proses extractnya sekitar 5-10 menit. Dengan demikian proses yg akan saya alami akan membutuhkan waktu sekitar 120 menit - 180 menit, tergantung dari kelancaran aliran darah dan proses extract.

Banyaknya siklus yg dilakukan tergantung dari jumlah trombosit. Dalam kasus ini, trombosit yg saya miliki ternyata hanya di level normal, yakni sekitar 251. Cukup jauh dibandingkan dengan angka 400 sekian milik mbak Pinky, salah satu donor yg juga hadir.

Dalamm kesempatan itu, saya mendapatkan informasi, untuk meningkatkan trombosit darah, maka bisa dilakukan hal berikut: pertama, banyak makan buah; kedua, banyak makan sayur; ketiga, perbanyak minum (air putih).

Cukup lama juga saya mesti tiduran untuk diambil darahnya. Malah tangan kiri saya sempat mati rasa, berwarna pucat, dan terasa dingin gegara cukup banyak darah di bagian itu yg disedot. Toh, saya tidak terlalu peduli. Berbincang-bincang dg para staf UTDP bisa menghilangkan dan mengalihkan perhatian dari hal2 yg tidak menyenangkan yg saya alami saat pengambilan dan extract darah.

Setelah sekian lama, akhirnya terkumpul 'saripati' darah (sel darah putih?) milik saya sesuai dengan kebutuhan. Alhamdulillah, selesai sudah 'penderitaan' yg saya alami karena mesti diam terus menerus. Ditambah sinyal XL yg tidak bersahabat di daerah situ, sehingga saya tidak bisa nge-twit. Beuh, sudah kuotanya dipotong lemot pula, heheh :p

Usai pengambilan darah, saya diberi pasokan gizi, makanan (besar). Saya pilih nasi rawon! Hahahah..

Akhirnya, jam 1.30 siang saya pulang.

Moral story:
- donor darah ada beberapa macam, sedikitnya 2 macam yg saya tahu. donor darah biasa dg donor darah apheresis.

- DDA bisa dilakukan tiap 2 mgg, berbeda dg DDB yg min 3 bulan kemudian.

- donor darah itu menyehatkan!