Cerita ini terjadi beberapa tahun yg lalu.

Alkisah, saat itu kantor saya masih berlokasi di sekitar Wijaya. Membutuhkan beberapa programmer untuk membantu saya dalam hal support produk. Maka dibukalah lowongan kerja dan ada beberapa orang yg dipanggil untuk diseleksi dan diwawancara.

Satu waktu, salah seorang calon dipanggil. Perempuan, cantik, dan masih muda. Dia dipanggil oleh atasan saya untuk diwawancara. Terjadilah dialog lebih kurang berikut.

Boss:"Coba ceritakan tentang diri anda..."
Pelamar:"Bla 3x"

Boss:"Pengalaman anda sebagai programmer, seperti apa?"
Pelamar:(terdiam beberapa lama)"Saya pernah pegang program untuk radio, untuk wedding, beberapa acara televisi, bla 3x"

Boss:(terdiam sekian lama) "Oh, baiklah. Nanti kami hubungi lagi."
Pelamar:"Terima kasih pak."

Usai si pelamar pulang, si boss langsung bilang,"Gue langsung reject lah. Dia sangka programmer di sini adalah orang yg bikin program televisi, radio atau sejenisnya kali yaaaaa?? Makanya gw heran pas liat cv-nya."

Dalam hati, saya bilang, lah sudah tahu cv-nya ga match, kok masih dipanggil juga sih bos?hahahah...

Gambar dari sini.

Moral story:
- ada juga yg berpikir programmer = orang yg bikin program di televisi, radio, atau sejenisnya
- sejak saat itu, bos saya lebih hati2 dalam membaca cv dan memanggil pelamar. :-))