Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka bermunculan pula profesi-profesi baru yg sebelumnya tidak pernah muncul. Profesi2 baru tersebut melekat terutama dengan kemudahan dan tipe teknologi yg berkembang.

Profesi2 baru tersebut di antaranya: blogger (berbayar) dan buzzer.

Hmm...anda baru tahu buzzer ya? Sepemahaman saya, buzzer itu adalah profesi di media sosial yg dibayar untuk mem-buzz (ingat YM?) atau menyebarkan sebuah informasi/produk tertentu yg telah 'dipesan' kepada si buzzer.

Buzzer, sepengetahuan saya lebih banyak ditemukan di twitter. Modalnya gampang saja, yakni punya follower yg cukup banyak.

Sebuah perusahaan tentu saja tidak hanya menugaskan 1 buzzer untuk menyebarkan produknya. Sedikitnya, 2-3 buzzer dengan follower yg cukup banyak, biasanya di atas 2000 follower, dan mereka biasanya sudah kenal dan akrab satu dengan yg lain. Berteman, maksud saya, untuk memudahkan adanya 'tik tak' dalam promo produk tersebut.

Saya sendiri following beberapa buzzer.

Di blog, ada blogger yg menghalalkan segala cara untuk meraih posisi tertinggi di Google. Biasa disebut dengan istilah black SEO. Para blogger akan memasang dan menggunakan taktik yg benar2 brutal dalam usahanya mencapai no 1 dalam pencarian. Saya sendiri sempat memuat artikel terkait black SEO ini.

Nah, di buzzer, kita juga akan temukan buzzer2 yg sama tidak bermoralnya. ;-)

Tidak bermoralnya, para buzzer ini akan menghujani TL (time line) anda dengan kicauan2 produk yg mesti mereka sampaikan. Jika anda ingin tahu seperti apa gangguan yg dilakukan para buzzer ini, anda bisa analogikan jika anda jalan2 ke mall2 semodel ITC, lalu saat anda berjalan di sebuah kios, ada SPG yg mendatangi anda seraya berkata,"Jaketnya kakak...celananya kakak...dompetnya kakak..." berulang-ulang.

Sangat mengganggu bukan? ;-)

Menurut saya, perilaku para buzzer tersebut masih bisa ditoleransi, jika dibandingkan dengan kelakuan seorang buzzer beberapa waktu lalu.

Yang dilakukan buzzer tersebut, dia merekam dirinya seolah-olah diculik dan dibawa entah ke mana.

Sontak, terjadi kegegeran di ranah twitter. Banyak teman2 si buzzer yg bertanya-tanya, apa yg terjadi pada si buzzer. Saya tidak tahu persis, apakah kegegeran ini merupakan settingan yg memang dikehendaki (teman2 si buzzer juga terlibat) atau memang mereka tidak tahu menahu.

Saya melihat hal ini sudah lebay bin jijay. Mempromosikan suatu produk itu tidak perlu bikin panik orang. Seperti halnya yg pernah terjadi beberapa waktu lalu, saat ada promo buku dengan cara mengirim peti mati.

Kembali ke buzzer lebay ini. Saya (agak) percaya bahwa kepanikan yg terjadi bukanlah settingan, karena beberapa waktu kemudian si buzzer segera menghapus dan 'memperbaiki' tindakannya.

Toh, menurut saya, apa yg dilakukannya sudah kelewat batas. MEMUAKKAN! Dan saya langsung berhenti following dia. Nope, bukan karena saya tidak suka pribadinya/kicauannya, tapi karena saya tidak suka dg cara dia untuk promosi.

So, hati2 juga menjadi buzzer. Jangan lebay dan tidak bermoral lah. ;-)

Selain 2 gambar di atas, anda juga bisa melihat 1 gambar tambahan di sini.

Moral story:
- nampaknya perlu kode etik untuk tiap profesi
- ga usah lebay dalam berpromosi
- meski dibayar, bukan berarti anda menjadi membabi buta dan membela mati2an (dg berbagai cara) produk yg dibebankan ke anda ;-)
- uang memang bisa membutakan hati nurani! :-))