12/29/2012


Akhirnya saya bisa update blog ini dengan artikel terkait finansial. :-)

Selama ini, saya menjadikan koin emas (dinar) sebagai salah satu metode untuk investasi. Selain harga per-dinar yg cukup terjangkau, likuiditas (kemudahan mencairkan) dinar pun sangat mudah karena saya punya agen dinar yg rumahnya cukup dekat dan fleksible. Selain itu, hubungan bisnis dg dia sudah berjalan lebih dari 4 tahun.

Perkembangan harga dinar selama 2012 bisa dikatakan cukup adem di kisaran Rp 2.2 jt/keping, hingga akhirnya di bulan Desember 2012, terjadi lonjakan harga yg cukup tinggi yakni mencapai Rp 2.5 juta/keping. Saat itu terjadi rush luar biasa, sehingga saat saya hendak menjual 1 keping dinar, agen saya mengatakan dia tidak punya persediaan uang. HALAH! *tepok jidat*

Ya sudah, saya akhirnya membatalkan menjual dinar saya. Selain memang cuma iseng saja ingin jual, sebenarnya sayang juga menjualnya karena (seperti saya sebut) dinar merupakan metode investasi yg memang ok. Jadi, kapan2 saja dijualnya.

Namun semalam saya mendapatkan kabar yg 'kurang baik' (menurut saya) mengenai dinar dirham ini.

Terhitung mulai 2013, pihak W*akala akan menaikkan biaya buyback (beli ulang) utk dinar dirham ini. Semula biaya yg dikenakan utk buyback adalah 4%/koin. Jadi, misalnya harga dinar Rp 2.5 juta, lalu anda ingin jual ke W*akala, maka uang yg anda terima sebesar 0.96 * Rp 2.5 juta = Rp 2.4 juta. Info yg saya dapatkan, nilai potong buyback akan menjadi sebesar 10% (SEPULUH PERSEN) dari harga dinar dirham.

Wah, saya pikir ini sih sudah mengarah ke pemerasan/perampokan secara halus! ;-(

Alasan yg dikemukakan adalah dinar dirham akan mulai digunakan sebagai alat tukar (perdagangan). So, akan makin banyak orang/pihak yg akan merelease/menjual/mengeluarkan koin dinar dirham.

Dari pembicaraan dengan seorang teman, yg sama2 menekuni dinar dirham sebagai investasi, dia membenarkan hal tersebut. Malah info dari dia menyebutkan bahwa beberapa kesultanan di Indonesia sudah berencana mencetak sendiri dinar/dirham. Sama seperti info yg saya terima, dinar dirham memang akan mulai digunakan sebagai 'uang' dalam berniaga, tentunya di beberapa tempat.

Padahal, setahu saya, Bank Indonesia melarang penggunaan dinar dirham sebagai alat tukar. Dari sini, saya copy paste tulisannya.

BI Melarang Transaksi Jual Beli Menggunakan Dinar Dan Dirham
Oleh : Managementdaily
Kamis, 16 Agustus 2012 20.48 WIB
 

(Managedaily - Business Today), Setelah beberapa sempat hilang keberadaannya, alat pembayaran berupa dinar dan dirham kini muncul kembali ke permukaan. Diusung oleh ekonom asal Spanyol, Shaykh Umar Vadillo, kini beberapa negara sudah menggunakan jenis uang ini sebagai alat transaksi pembayaran. Tapi apakah ini akan layak dipakai di Indonesia? 

Direktur Departemen Pengedaran Uang Bank Indonesia, Adnan Djuanda mengatakan, selama masih di kawasan negara Indonesia, hanyalah rupiah yang menjadi alat pembayaran yang sah. 

"Kalau mengacu pada Undang-Undang Mata Uang, alat pembayaran yang terjadi di Indonesia itu harus rupiah," ungkap Adnan saat ditemui di Kantor Bank Indonesia, Kamis (16/8/12). 

Bahkan katanya, ancaman kurungan penjarapun bisa diberikan kepada siapa saja yang menggunakan alat pembayaran non rupiah. 

"Sanksinya pidana, itu semua ada di UU Mata Uang, kalau tidak salah penjara 1 tahun dan denda Rp 200 juta kalau tidak salah," ungkapnya. 

Adnan mengecualikan, transkasi yang bersifat internasional dan telah ada kesepakatan sebelumnya diperbolehkan untuk menggunakan alat transaksi selain rupiah. 

"Yang dikecualikan sudah ada kalau diperjanjikan, atau perdagangan internasional," jelasnya. 

Lebih lanjut, ia mengomentari keberadaan toko yang dikabarkan sudah menggunakan dinar dan dirham sebagai alat transaksinya, bisa terkena pidana. 

"Itu nggak boleh itu, bisa kena pidana," pungkasnya. 

Seperti diketahui sebelumnya, Shyakh Umar Vadillo mengatakan peredaran uang ini sudah merambah ke seluruh penjuru dunia, bahkan di Indonesia pun sudah ada toko yang menerima dirham sebagai alat tukarnya. 

"Ratusan toko di Indonesia sudah banyak yang pakai dinar, di toko-tokonya pakai stiker khusus," ungkap Shyakh Umar saat ditemui di Masjid Al Azhar (9/8).
(rs/IK/md-dtc)

Sementara dari sini, saya dapatkan informasi sebagai berikut:
INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) tidak membenarkan penggunaan mata uang dinar sebagai alat pembayaran di Indonesia. 

"Penggunaan dinar tidak boleh untuk transaksi. Setiap transaksi di Indonesia harus menggunakan rupiah sesuai Undang-undang mata uang," tandas Direktur Pengedaran Uang BI, Adnan Juanda dalam acara bincang-bincang di Gedung BI, Kamis (16/8/2012). 

Dalam UU Nomor 7 Tahun 2011 disebutkan, setiap orang yang tidak menggunakan rupiah dalam setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran dan transaksi keuangan lainnya akan dikenakan pidana denda maksimal Rp200 juta dan pidana kurungan maksimal satu tahun. "Jadi ada sanksi pidananya. Tapi memang ada empat pengecualian," kata Adnan. 

Saat ini disinyalir, sekelompok wirausahawan sedang getol memasyarakatkan keping logam mulia itu sebagai alat transaksi layaknya mata uang rupiah. Praktik ini seperti yang terjadi di Jalan Sungai Landak, kawasan Cilincing, Jakarta Utara. 

Masyarakat di dekat kawasan Pantai Marunda, tersebut kini mengembangkan cara transaksi yang tak biasa. Yakni, menjadikan dirham sebagai alternatif alat pembayaran. Saat ini sudah sepuluh toko dan warung yang menerima transaksi dengan uang logam dari perak itu. 

Layaknya uang rupiah, keping perak tersebut laku untuk membeli nasi goreng, nasi uduk, isi ulang pulsa handphone, martabak, hingga obat-obatan. Alasannya, nilai tukar uang itu lebih stabil. 

Dinar ini diperoleh masyarakat lewat jaringan Wakala (Pusat Dinar Dirham) yang berfungsi sebagai pusat distribusi dinar dan dirham yang kini tersebar di berbagai kota.
Sofyan Aljawi, pemilik Wakala Al-Faqi, penyedia dinar dan dirham di Cilincing, mengungkapkan, dirham mudah diterima di masyarakat setempat. Sofyan menuturkan, sosialisasi penggunaan mata uang dirham tersebut memang baru dimulai dari kampung si Pitung itu. 

Upaya menggunakan dinar dan dirham sebagai alat pembayaran tidak hanya terbatas di Cilincing. Adalah Jaringan Wirausahawan Pengguna Dinar dan Dirham Nusantara (Jawara) yang kini getol memasyarakatkan penggunaan keping emas dan perak itu layaknya mata uang. 

Jaringan tersebut ditopang oleh penyedia penukaran dinar-dirham bernama Wakala Induk Nusantara yang saat ini memiliki 60 cabang yang tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Cabang lainnya juga ada di Kalimantan, Sumatera, serta Sulawesi. 

Satu dinar adalah keping emas seberat 4,25 gram atau jika dirupiahkan setara sekitar Rp1,447 juta. Satu dirham adalah keping perak seberat 2,975 gram atau setara Rp29.000. [hid]

Yang jelas, saya melihat ke depannya, jika memang aturan biaya buyback diterapkan hingga 10%, maka dinar dirham tidak lagi menjadi investasi yg 'seksi' meski masih relatif terjangkau dan mudah untuk dicairkan. Namun sekali lagi, biaya buyback sebesar 10%, bagi saya hingga kini masih sulit diterima akal sehat. Bahkan biaya ini jauh lebih besar dari selisih jual beli mata uang asing!

Alternatif lain utk investasi adalah logam mulia. Namun, harga LM utk 5 dan 10 gr relatif cukup mahal di pasaran, kecuali anda langsung beli dari Antam. Masalahnya, jika beli langsung di Antam, saya pernah baca mesti antri dari Subuh! Jadi, selisih harga yg ada antara di Antam dg di pasaran bisa dikatakan sebagai ongkos antri. ;-(

Melihat kondisi ini, nampaknya saya mesti kembali ke reksadana sebagai instrumen investasi saya deh! ;-(

Moral story:
- dinar dirham sebenarnya merupakan instrumen investasi yg menarik

- harga dinar, apalagi dirham, sangatlah terjangkau

- booming dinar dirham bisa jadi sesuatu yg sesaat ;-(

Posted on Saturday, December 29, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

12/20/2012

Artikel ini terbit pada 20-12-2012 jam 20:12 waktu setempat :-D

Posted on Thursday, December 20, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

12/08/2012

Seorang pemimpin pada akhirnya akan melakukan kesalahan, entah dia ketahui resikonya ataupun karena ketidaktahuannya saat melakukan eksekusi.

Saya, terus terang, salah seorang fans Jokowi karena saya tahu profilnya (meski lewat media) dan apa yg telah dia lakukan selama menjabat Walikota Solo. Kebetulan saya sudah pernah beberapa kali mengunjungi Solo dan saya cukup takjub dg apa yg dimiliki oleh kota Solo.

Karenanya saya merasa wajar jika saya punya harapan (lebih tinggi) pada saat Jokowi mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI. Terlebih berpasangan dg Ahok yg saya tahu mempunyai kredibilitas dan track record yg baik (bersih).

Sebulan pertama menjabat sebagai pimpinan DKI Jakarta, pasangan Jokowi-Ahok sudah melakukan banyak gebrakan. Bahkan untuk menunjukkan bahwa mereka tidak main2 menjadi pemimpin DKI, banyak kegiatan mereka direkam dan diunggah (upload) ke Youtube di account Pemprov DKI. Di sana kita bisa lihat kerja yg telah mereka lakukan (meski masih banyak yg bilang itu pencitraan) dan (barangkali) ikut merasa jengkel dengan pola tingkah para kadis dan pejabat DKI yg kualitas kerjanya ternyata memang 'ndak jelas'.

Ok, kembali ke pokok 'permasalahan'.

Sebagaimana saya tulis di atas, Jokowi baru2 ini menyetujui rencana penerapan plat kendaraan genap ganjil selama hari kerja. Dengan asumsi2 yg telah dihitung dan langkah2 antisipasi utk mencegah hal2 yg tidak diinginkan, saya sebenarnya yakin bahwa Jokowi tidak sembarangan mengambil keputusan ini.

Terlebih langkah ini diberlakukan bulan Maret 2013. Dan hingga waktu itu tiba, Jokowi akan menambah armada Trans Jakarta dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Toh saya tetap punya 'pikiran buruk' mengenai langkah ini.

 Pertama, kemungkinan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor. Tiap keluarga (barangkali) akan menambah kendaraan dg plat genap/ganjil untuk menyiasati hal ini. Dealer dan sales kendaraan bermotor jelas diuntungkan dan tepuk tangan dengan omset yg akan bertambah. Efeknya jalan akan tetap macet.

Kedua, mental masyarakat Jakarta (termasuk saya, hehehe) masih belum siap untuk pindah ke transportasi umum. Saya pribadi kadangkala mesti pergi ke beberapa tempat dalam sehari itu. Apabila melihat jalur transportasi sekarang, saya merasa sulit utk bisa pergi ke kantor dengan cepat dan mudah (serta tidak berkeringat) serta murah. Saya bayangkan sehari bisa keluar lebih dari Rp 15 ribu hanya utk transportasi. Sementara dg kondisi sekarang, saya hanya keluar Rp 15 ribu/minggu utk Red Banzai. Dg ganjil genap, barangkali saya akan keluar Rp 60 ribu/minggu. Asumsi: 3 hari * Rp 15 ribu utk transportasi umum, Rp 15 ribu utk bahan bakar sepeda motor. Kecuali ada aturan dari kantor kalo platnya ga sesuai boleh ga ngantor, eheheh..
Ketiga, terkait dengan poin 1, saya menduga akan terjadi kolusi dg pihak polisi untuk mendapatkan nomor plat ganjil/genap. Terlepas dari pikiran buruk saya di atas, saya setuju bahwa masyarakat DKI mesti dibimbing bertahap untuk mau beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Jokowi sendiri mengatakan bahwa dia siap utk dicaci maki jika ada yg protes dg kebijakannya ini. Saya justru melihat bahwa peristiwa ini akan menjadi proses dialektika yg bagus antara Gub DKI dg masyarakat. Diskusi yg sehat dan membangun akan terwujud. Bahkan, bukan tidak mungkin masyarakat DKI akan menyetujui dan mendukung jika tyt Jokowi bisa meyakinkan masyarakat, baik melalui contoh (yg selama ini dia lakukan) maupun dg argumen2 yg memang meyakinkan.

Saya jadi teringat dg Ali Sadikin yg didemo para ulama karena melegalkan judi di Jakarta, sebagai upaya Ali Sadikin untuk mendapatkan dana pembangunan. (lebih kurang) Ali Sadikin mengatakan,"Jika anda2 menyatakan tindakan saya ini haram, maka sebaiknya anda pakai helikopter utk sarana transportasi karena jalanan di Jakarta saya bangun dari uang judi." Tentu saja, barangkali (cih, lagi2 asumsi) Jokowi tidak perlu se-ekstrim ini.

Semoga masa transisi ini bisa berjalan dg mulus. So, mari kita lihat proses ini berjalan.

Moral story:
- salut utk Jokowi yg berani menerapkan aturan ganjil genap. Foke saja tidak berani melakukannya, padahal sudah klaim ahlinya ;-)

- sebagaimana saya tulis di atas, saya yakin Jokowi sudah punya perhitungan dan pertimbangan yg matang utk menerapkan aturan genap ganjil ini. Dia juga berjanji akan mematuhinya. kalo Foke kan...ah, sudahlah ;-)

- keputusan yg dikeluarkan dan disetujui oleh Jokowi mesti diikuti dg dukungan dari masyarakat. walau ada 1000 Jokowi tapi jika tidak didukung masyarakat (dengan mengikuti dan melakukan keputusan yg dikeluarkan) maka tidak ada artinya

Posted on Saturday, December 08, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

11/10/2012


Saya menulis dan menerbitkan artikel ini tepat di hari Pahlawan di tahun 2012 bukan berarti saya tidak menghargai apalagi meremehkan jasa para pahlawan yg telah berjuang untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan. Apalagi mereka2 yg telah mengorbankan diri dalam berjuang.

Justru, saya ingin 'menggugat' pernyataan yg sering saya terima sejak kecil, bahwa bangsa Indonesia mempunyai kemampuan yg sedemikian hebat karena telah berhasil mengalahkan pasukan Belanda (dan juga Sekutu) dan meraih kemerdekaan. 'Kehebatan' ini dilukiskan dengan pernyataan "bambu runcing bisa mengalahkan tank dan senjata".

Mari kita pikir sejenak dg logika yg sederhana.

Dari sisi bahan saja sudah tidak masuk akal bagaimana mungkin bambu bisa menembus (apalagi menghancurkan) tank? Jika yg dimaksud bambu runcing bisa digunakan untuk membunuh pengendara tank, itu masih lebih masuk akal.

Atau malah seperti pernyataan saya berikutnya, mungkin masih masuk akal juga ;-


Saya punya beberapa dugaan mengenai pernyataan bambu runcing bisa mengalahkan tank ini.

Pertama, bangsa Indonesia doyan hal2 yg berbau mistis. Kedua, (masih terkait poin 1) untuk membangkitkan semangat karena sebatang bambu ternyata bisa mengalahkan tank dan senjata.

Namun, entah kenapa, bagi saya kedua dugaan alasan di atas itupun agak2 absurd (padahal saya sendiri yg mikir 2 hal tersebut, ahhaha). Logika saya kok yaaa ndak nyampe utk bisa memahami latar belakang munculnya pernyataan bambu runcing bisa mengalahkan tank itu lho?!

Anda sendiri bagaimana, apakah menyetujui dg pernyataan tersebut? ;-)

Moral story:
- sejak baheula bangsa Indonesia doyan sekali dg hal2 berbau mistis

- namun utk alasan2 tertentu, hal2 berbau mistis ini bisa membangkitkan semangat berjuang para pahlawan kala itu

- sah2 saja jika saya menolak pernyataan heroik ini, ya karena saya tidak mengalami sendiri masa2 perjuangan

- menolak pernyataan heroik ini bukan berarti saya tidak menghargai jasa para pahlawan lho! ;-)</div>

Posted on Saturday, November 10, 2012 by M Fahmi Aulia

2 comments

10/20/2012

Hari Jum'at kemarin, saya melayat ke rumah teman (A) yg anaknya meninggal Jum'at pagi jam 3.30 WIB.

Terlepas dari bagaimana anaknya meninggal dunia, saat A bercerita detik-detik menjelang anaknya meninggal, saya teringat lagi cerita teman saya yg lain (B). Intinya, ada perlakuan dari pihak rumah sakit yg tidak mengedepankan/memprioritaskan keselamatan/jiwa pasien, tapi lebih mengutamakan duit dan administrasi.

Jadi A bercerita, saat anaknya mesti pindah dari ruangan bayi ke ruang ICU dikarenakan kesehatannya yg memburuk, pihak rumah sakit justru menyodorkan biaya dan DP yg mesti disetujui dan dipenuhi A sebelum anaknya (yg baru berumur sehari) bisa masuk ICU. "Bapak A, ini biaya perawatan kamar ICU. Apakah Bapak sanggup membayar?" lebih kurang demikian pertanyaan rumah sakit. Beruntung A orangnya cukup sabar. Dia memaklumi tindakan pihak rumah sakit karena saat itu kondisinya sedang 'kacau balau' sehingga di mata pihak rumah sakit sosoknya dianggap tidak punya duit untuk membayar!

Cerita B lebih mengenaskan lagi. B mempunyai kakak perempuan, sebut saja namanya T.

Beberapa tahun lalu, T melahirkan anak kembar di sebuah rumah sakit ternama di Bandung. Kondisi kedua anaknya sama2 tidak menguntungkan karena kondisi kesehatan keduanya yg kurang sehat. Jika saya tidak salah, keduanya lahir prematur sehingga dibutuhkan sarana perawatan yg lebih baik.

Sebenarnya rumah sakit itu mempunyai 2-3 alat yg bisa menunjang dan menopang kesehatan dan kehidupan kedua bayi itu. Namun saat itu, entah bagaimana ceritanya, ternyata hanya 1 alat yg berfungsi dan bisa digunakan.

'Kekurangajaran' rumah sakit timbul ketika mereka melontarkan pernyataan berikut. "Bu, alatnya hanya ada 1. Ibu mau pilih anak mana yg mesti hidup?" dilanjutkan dengan sodoran biaya perawatan dan penggunaan alat bla 3x.

Anda bisa bayangkan betapa hancurnya hati T dan suaminya mendapat pertanyaan dan perlakuan seperti itu! Saya yg mendengar cerita itu saja merasa geram dan marah bukan kepalang! Bagaimana mungkin rumah sakit yg seharusnya mengedepankan keselamatan jiwa dan nyawa pasien malah lebih sibuk mengurus biaya? Saya tahu, harga/biaya perawatan memang mahal, tapi apa tidak bisa digunakan cara yg lebih etis?

Setidaknya urus dahulu pasien baru nanti menyodorkan hal2 administrasi!

Itu sebabnya saya sangat mendukung asuransi kesehatan mesti dimasyarakatkan, agar hal2 seperti ini tidak terulang lagi!

Moral story:

- pihak RS mesti berempati dengan kondisi pasien dan lebih bermoral pada saat menyampaikan hal2 administrasi (baca: biaya)

- asuransi kesehatan dibutuhkan, tapi mesti asuransi kesehatan yg murni, bukan asuransi kesehatan dengan embel2 investasi dll

- jagalah kesehatan! biaya mencegah agar tidak sakit jauh lebih murah daripada biaya perawatan kesehatan (apalagi menginap di rumah sakit)

Posted on Saturday, October 20, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

10/17/2012


Sebuah tawaran menarik saya terima dan saya pikir mesti disebarkan dan berbagi (sharing) dengan rekan2 lainnya.

Tawaran yg saya maksud adalah kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan menjelajah luar angkasa bagi guru-guru (SMP dan SMA?).

Informasi lebih lengkap bisa dibaca di sini. Semoga bermanfaat.

Foto dari sini.

Moral story:
- peluang2 seperti ini jgn dilewatkan, apalagi gratis! fasilitas ditanggung sip dah! :-)

Posted on Wednesday, October 17, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

9/24/2012

Artikel ini mestinya saya simpan di blog saya yg lain, yg khusus membahas ITB. Tapi, saya pikir tanggung. Hasilnya akan saya share (jika perlu kupipes di blog itu). :-)

Beberapa hari lalu, saya membaca di twitter mengenai masalah perparkiran di ITB. Intinya, mahasiswa2 yg membawa mobil membutuhkan lahan parkir agar kendaraan mereka bisa diparkir di kampus. Karenanya, mereka minta pihak kampus menyediakan fasilitas ini. CMIIW.

Bagi saya, permasalahan parkir di ITB bukan hal yg baru. Kampus sendiri sudah menyediakan lahan parkir, meski terbatas. Namun jika dilihat lebih detail, banyak sekali tukang parkir jalanan yg akan menjaga mobil para mahasiswa/pengunjung ITB yg diparkir di sepanjang jalan Ganesha. Dampaknya, ya jelas, macet ga ketulungan.

Saya sempat membahas di TL saya, solusi mengenai hal ini. Salah satu di antaranya:


Kendala dari solusi di atas: apakah pihak kampus punya budget untuk membeli lahan dekat kampus utk dijadikan lahan parkir? Harga lahan di sekitar Ganesha cukup mahal. Dan saya tidak yakin pihak rektorat mau beli lahan 'sekedar' dijadikan lahan parkir.

Solusi lainnya: menjadikan sopir angkot (terutama yg rutenya lewat ITB) sebagai PNS. Keluhan yg sering dilontarkan para mhs/i mengenai angkot adalah ngetem. Dg menjadi PNS, maka si sopir tidak perlu lagi mikir kejar setoran.

Kendala: apakah pemkot mau (dan punya budget) untuk hal ini? Problem besar lainnya adalah biaya maintenance kendaraan serta penyediaan gaji. Jangan sampai kasus Trans Jakarta terjadi di Bandung. Yg paling saya khawatirkan adalah biaya maintenance kendaraan, karena bisa jadi para sopir bertindak nakal dg memanipulasi komponen2 kendaraan. Belum lagi kemungkinan para sopir PNS ini malas kerjanya karena mereka merasa sudah ada jaminan dapat duit.

Jadi, bagaimana solusinya?

Ada baiknya kampus ITB di Ganesha diperuntukkan untuk mahasiswa tingkat 1, mahasiswa pasca sarjana dan doktoral. Untuk tingkat 2, 3, dan 4, 'lempar' mereka di ITB cabang Jatinangor saja. ;-) Toh ITB cabang Jatinangor punya lahan yg cukup luas dan saya yakin bisa menampung kendaraan2 mahasiswa. :-))

Moral story:

- kemacetan dan masalah transportasi tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di Bandung

- sebenarnya tidak hanya ITB yg mengalami masalah dg lahan parkir. Kampus2 di Dipati Ukur, UI, dan Unpar pun mengalami hal yg sama.

Posted on Monday, September 24, 2012 by M Fahmi Aulia

2 comments

9/23/2012

Share photos on twitter with Twitpic
Belakangan ini saya sedang 'kumat' #iseng-nya dan memutuskan untuk membuat comicstrip dengan mengambil scene dari 9gag. Hingga hari Minggu, 23 Sept 2012 ini, memang masih belum banyak #iseng yg saya buat, baru 3 ke-#iseng-an.

Silakan menuju sini untuk melihat ke-#iseng-an yg pernah saya buat. Insya ALLOH ke-#iseng-an ini akan terus berlanjut! ;-)

Moral story:
- mencoba nyinyir lewat gambar

- akhirnya ke-iseng-an saya ini diputuskan dibuat blog khusus. silakan berkunjung ke sini.

Posted on Sunday, September 23, 2012 by M Fahmi Aulia

2 comments

9/20/2012

Hari ini masyarakat DKI Jakarta mencatat sejarah dengan memilih kepala daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur) baru. Mengapa layak disebut sejarah, karena para pemimpin ini telah mempunyai bukti kerja nyata di daerah tempat mereka mengabdi.

Sekedar mengingatkan, Joko Widodo telah berhasil memajukan kota Solo (meski belakangan banyak pihak menyiarkan berita2 basi ttg keburukan kota Solo) sejak 7 tahun lalu. Dengan kata lain, saat ini Joko Widodo sedang menjabat untuk periode ke-2.

Sementara Basuki alias Ahok, sebelum menjadi anggota DPR dari partai Gerindra, adalah seorang bupati di daerah Belitung.

Kedua pemimpin ini mempunyai kesamaan, yakni mewariskan sistem2 yg mendukung para pemimpin daerah (dan staf2nya) untuk melayani masyarakat. Saya tidak perlu menulis panjang lebar sistem2 yg mereka buat, namun saya sebut sistem2 yg akan sangat dibutuhkan masyarakat Jakarta.

Pertama, sistem administrasi dan pelayanan di kelurahan. Pengalaman buruk pernah saya dan Wify alami di tahun 2009 ketika membuat KTP dan KK DKI Jakarta. Ketika kami menghubungi ketua RT setempat, sang bapak nampak enggan membantu saya membuatkan KTP&KK. Semula saya menduga si bapak butuh pelicin. Namun, dugaan saya salah. Sang bapak justru meminta saya untuk menghubungi sekretaris RT untuk urusan KTP dan KK.

Namun hal yg saya temui saat bertemu dg sekretaris RT sungguh mengejutkan! Bagaimana tidak, karena sang sekretaris mengajukan angka Rp 450 ribu (yak, anda tidak salah, EMPAT RATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH) untuk pembuatan KTP dan KK. Waktu yg diperlukan sekitar 3bulan (paling cepat).
Pada kesempatan lain, saya ada keperluan dan mesti mengurus surat di kelurahan. Saya disuruh mutar2, mulai dari mesti mengurus ke loket A, B, C, namun akhirnya surat tidak bisa saya terima karena ternyata saya mesti mendapatkan surat dari ketua RT dan RW. Masya ALLOH, 4 jam waktu saya terbuang hanya untuk mendapatkan info bahwa butuh surat dari RT/RW agar saya bisa mengurus dan mendapatkan surat yg saya butuhkan!

Kenyataan di Solo saat ini, KTP bisa dibuat dan selesai dalam waktu 1 jam dan hanya butuh biaya Rp 5 ribu! Apabila Jokowi dan Ahok bisa memperbaiki sistem administrasi di Jakarta, maka bisa dibayangkan senangnya masyarakat Jakarta mendapat kemudahan mengurus KTP (dan KK). :-)

Kedua, kesehatan dan pendidikan. Baik Jokowi maupun Ahok sudah berhasil menerapkan layanan kesehatan dan pendidikan yg memadai bagi masyarakat mereka, dengan kartu Pintar dan kartu Sehat. Bahkan Jokowi menjadikan prestasi ini sebagai senjata untuk 'menohok' Fauzi Bowo saat kampanye.

Ketiga, kemacetan. Untuk hal ini, saya sempat berkicau sebagai berikut:

Kemacetan bukanlah hal yg mudah untuk segera hilang dari Jakarta. Terutama karena begitu banyak elemen dan efek domino pada saat melakukan pembenahan kemacetan ini. Yang paling penting, seperti saya tulis, partisipasi masyarakat Jakarta dalam program2 yg diajukan Jokowi - Ahok. Di sisi lain, Jokowi - Ahok pun mesti berpikir keras bagaimana memberdayagunakan masyarakat Jakarta yg heterogen untuk mau berperan serta.

Toh, dari sekian banyak program, saya sih berharap pak Jokowi punya program berikut:
Sebagai sesama penikmat musik metal, meski sudah tidak termasuk aliran garis keras, saya berharap pak Jokowi bisa mengundang band metal dari luar negeri untuk manggung di Jakarta. Hal ini sebagai bukti kota Jakarta kondusif dan aman (sehingga akan mengundang investor).

Bagi pak Jokowi dan pak Basuki, siap2 untuk ditagih janji2 yg telah anda tebar dan bekerja keras demi mewujudkan harapan masyarakat Jakarta. Apalagi anda telah mengeluarkan pernyataan seperti yg saya tulis di awal artikel ini.

Good luck! ;-)

Moral story:

- pak Jokowi dan pak Basuki, buktikan pada para Jokowi dan Basuki haters, bahwa anda berdua akan menjalani jabatan baru anda ini hingga selesai (2017) sebaik mungkin. Jika anda berdua sukses, maka masyarakat Jakarta tidak akan sungkan untuk dipimpin lagi oleh anda berdua! :-)

- saatnya DKI punya Gub dan Wagub yg akan mudik pada saat Lebaran dan Natal! :-D

- program2 lain yg perlu diperhatikan: PKL, keamanan (terutama FPI, FBR, dan sejenisnya), banjir, dan transportasi. saya sih yakin pak Jokowi dan pak Basuki sudah memperhitungkan masalah ini dan menyiapkan solusinya.

Posted on Thursday, September 20, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

9/17/2012


Menjelang tanggal pemilihan, 20 September 2012, suasana dan hawa masyarakat Jakarta kian panas. Terlebih dengan digelarnya debat Calon Gubernur DKI 2012 semalam (yg saya komentari cukup banyak. Anda bisa baca di sini untuk lebih mudahnya), maka saya yakin kedua pihak akan makin gencar melakukan aksi2nya untuk bisa meraih sebanyak mungkin pemilih.

Adalah hal yg menarik di pilkada DKI 2012 ini karena saya melihat kian cerdasnya masyarakat DKI (hal yg sama semoga juga untuk masyarakat2 di daerah lain) dalam memilih calon pemimpinnya untuk periode 2012-2017. Seperti diketahui bersama, pada pemilihan putaran pertama, 12 Juli 2012, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli, calon incumbent, mendadak panas dingin usai dikalahkan oleh calon 'import' Joko Widodo dan Basuki TP. Memang, selisihnya tidaklah besar, sekitar 9%, tapi ini jelas pukulan telak karena (saat itu) berbagai lembaga survei begitu yakin bahwa tim Foke Nara akan menang dalam 1 putaran.

Yang menarik, usai pemilihan putaran pertama ini, tim sukses pasangan Jokowi-Ahok meluncurkan sebuah video berisi kondisi DKI Jakarta saat ini dan keinginan (saya yakin mayoritas masyarakat DKI) untuk berubah dari kondisi yg begini-begini saja. Anda bisa lihat videonya di bawah ini.


Lalu, muncul video clip dengan nuansa black campaign. Saya saja sampai mual2 usai menonton vidclip ini! Notes: saya tidak bertanggung jawab thd akibat yg anda alami usai menonton vidclip ini! :-))
Bagi saya, debat Foke Nara vs Jokowi Ahok melebihi serunya debat Foke vs Adang pada tahun 2007 lalu. Menurut saya, ada beberapa penyebab hal ini terjadi.

Pertama, pilkada kali ini tidak seperti th 2007 yg menampilkan episode PKS vs Non PKS. Kali ini terjadi keberagaman dan 'campur sari' (baca: peleburan) partai2 pendukung cagub. PDIP dan Gerindra mengusung Jokowi Ahok, sementara Foke Nara didukung partai2 lainnya, termasuk PKS yg di putaran 1 mengusung pasangan Nurhidayat Didik.

Kedua, informasi yg lebih merata dan terbuka. Dengan keterbukaan dan kemudahan mendapatkan informasi, membuat para calon tidak bisa menghindar, apalagi mangkir dari apa2 yg mereka pernah lakukan. Contohnya, jika anda ingin tahu seperti apa jejak rekam Ahok, anda bisa datang ke situsnya, Ahok.org. Di sana kita bisa membaca hal2 detail yg dilakukan Ahok, termasuk transparansi biaya dinas yg digunakan Ahok. Atau kegusaran Fauzi Bowo saat ditagih air bersih.

Ketiga, adanya proses 'import' calon gubernur dari luar DKI. Dalam debat semalam terjadi dialog lebih kurang begini
Dilanjutkan dg ucapan Nara (jika tidak salah) yg nyindir2 terus pasangan 'import' ini. Merasa kesal dg penyataan2 yg menyudutkan ini, Ahok lantas menjawab dg sindiran tajam yg sangat makjleb dengan melakukan analogi pemain bola. Jawabannya (lebih kurang, saya tidak terlalu ingat),"jika pemain bola di DKI memang ok, maka tidak perlu mentransfer pemain dari Belitung atau Solo." Dan saya sukses ngakak berat. =))

Yang menyebalkan dari pilkada DKI 2012 ini, pihak Jokowi Ahok seringkali menerima tindakan2 yg bisa dikatakan kecurangan (termasuk black campaign), seperti aksi penghadangan Ahok pada saat melakukan kampanye, lalu penjualan sembako murah oleh salah satu pendukung incumbent dg menyisipkan 'iklan' berupa ajakan memilih pasangan no 1, bagi2 lemari es dan mesin cuci saat kampanye. Hal paling 'aneh' adalah keputusan Panwaslu bahwa tayangan iklan APPSI dianggap kampanye Jokowi Ahok, sementara itu spanduk, baliho, pamflet dan kampanye2 terselubung Foke Nara dibiarkan begitu saja. Bahkan fitnah nyata yg dilakukan Rhoma Irama dg menyatakan ibu Jokowi beragama Kristen, juga didiamkan. Ditegur pun tidak! ;-) *sigh*

Dari sekian perlakuan tidak adil yg diterima Jokowi Ahok, pernyataan dan lelucon berbau SARA yg dilakukan oleh Nara semalam (pada saat debat Cagub) adalah hal yg, meurut saya, paling BODOH! Apa sebabnya? Aksi blunder ini akan membuat orang2 Cina menarik dukungannya terhadap pasangan no 1. Padahal Foke sudah bersusah payah melakukan pendekatan dengan golongan Cina di DKI ini.

Berikut beberapa kicauan (yg menurut saya) menarik.








Artikel ini saya tutup dengan video clip terbaru ttg pilkada DKI. Maunya mungkin netral, tapi sebenarnya #kode dan 'pesan moral' vidclip ini sangatlah nyata dan tidak bisa dipungkiri! *halah*


Moral story:

- jika artikel ini dianggap kampanye, sementara kampanye berakhir hari Minggu, 16 Sept 2012, dan hari Senin ini sudah masuk masa tenang, maka jawab saya,"Emangnya gw pikirin?" :p

- ternyata saya kehilangan hak pilih saya di tahun 2007 dan terulang lagi di tahun 2012.

- jika ada yg bilang kok banyak orang daerah ikut campur dan ambil pusing dg pilkada DKI, maka ketahuilah bahwa apa yg terjadi di DKI Jakarta akan sangat mempengaruhi daerah karena banyak daerah menjadikan DKI Jakarta sebagai rujukan, dalam banyak hal.

- anda golput? bodoh sekali anda menyia-nyiakan kesempatan baik yg ada di depan mata anda untuk melakukan perubahan! :-)

- silakan baca artikel menarik ini.

- setelah menonton debat Calon Gubernur semalam, saya jadi yakin memilih Fauzi Bowo untuk menjadi mantan Gubernur DKI, hahaha.. :-))

- bagi anda yg ingin menyaksikan debat cagub semalam, bisa dilihat di sini.

- taktik pendukung incumbent: jika tidak ada prestasi yg bisa dibanggakan, agar calon anda NAMPAK terlihat baik maka bikin lawan anda TERLIHAT lebih jelek, dengan menyerang pribadi atau hal2 yg sifatnya out of topic :-))

Posted on Monday, September 17, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

9/15/2012

Menjelang kami memberhentikan pengasuh mbak Mika, kami telah sepakat akan menitipkan mbak Mika ke daycare. Salah satu alasan kami menitipkan mbak Mika ke daycare sebenarnya simple saja, agar mbak Mika bersosialisasi dengan teman2 sebaya. Terus terang, di lingkungan rumah kami sekarang, tidak banyak anak kecil. Ada tetangga yg punya 3 anak, mereka umurnya 3, 5, dan 7 tahun. Sebenarnya mbak Mika sudah beberapa kali main dg anak 3 th itu, tapi belakangan sudah jarang karena dia lebih memilih main dg kakaknya. ;-)

Wify sendiri telah melakukan survey ke beberapa tempat, dengan parameter2 survey sebagai berikut. Pertama, lokasi. Kami mencari yg cukup dekat dengan rumah. Selain itu, daycare diharapkan tidak terlalu dekat dengan jalan raya, demi keselamatan anak juga. Kedua, biaya. Meski biaya bukan masalah, tapi kami menilai daycare ini sifatnya sementara, jadi tidak perlu jor2an keluar duitnya. Ketiga, kelengkapan dan fasilitas daycare. Kelengkapan dan fasilitas ini tidak sekedar mainan, tapi juga pemberian makanan, minuman (termasuk susu), mandi, dst.

Akhirnya kami temukan sebuah daycare yg memenuhi ke-3 syarat di atas. Maka, usai lebaran kemarin, tepatnya 29 & 30 Agustus 2012, kami titipkan mbak Mika ke daycare. Karena saat itu masih suasana lebaran, maka mbak Mika masuk ke dalam kelompok trial. Kegiatan regularnya sendiri akan dimulai per 3 September 2012.

Usai 2 hari pertama mbak Mika di daycare, kami melihat ada perkembangan yg cukup menggembirakan (untuk saat itu). Yakni, mbak Mika sudah mulai lebih berani berinteraksi dengan orang lain, bahkan yg belum dikenal sekalipun. Maka kami putuskan untuk memasukkan mbak Mika ke kelas reguler. Namun ternyata sejak 3 - 4 Sept, mbak Mika menderita sakit, sehingga baru masuk tgl 5 Sept. Kami tentu bergembira dan berharap mbak Mika memiliki kemajuan2 lain.

Namun ternyata di balik kegembiraan dan harapan kami itu, ada mimpi buruk yg harus kami bertiga hadapi di kemudian hari.

Jika kami flashback, sejak tgl 2 Sept itu selain ada hal menggembirakan yg kami lihat dari mbak Mika, yakni lebih berani berinteraksi dengan orang lain, namun ternyata mbak Mika mulai gelisah saat tidur, entah itu tidur siang ataupun tidur malam. Selain itu, Wify perhatikan, mbak Mika mendadak terlihat dicekam rasa ketakutan pada saat melakukan aktivitas2 tertentu. Bahkan mbak Mika mendadak seringkali suka menangis tanpa sebab.
Kicauan saya di atas pada saat kami belum mengetahui mbak Mika telah mengalami mimpi buruk selama 2 hari di daycare.

HAL INI TIDAK PERNAH TERJADI SEBELUM MBAK MIKA KAMI TITIPKAN DI DAYCARE!

Sungguh kami tidak mengira hal ini akan terjadi akibat kami menitipkan mbak Mika ke daycare. Hingga kemudian saya teringat beberapa hal. Pertama, Wify pernah cerita bahwa ada balita yg tidak lagi dititipkan ke daycare itu oleh ortunya. Lalu pengasuh daycare itu bilang, si balita tersebut anak mami banget bla 3x. Kedua, ada program MENDISIPLINKAN ANAK. Well, kami berdua mengajarkan disiplin kepada mbak Mika, namun jika melihat apa yg dialami mbak Mika, saya curiga disiplin yg diajarkan menggunakan cara2 kekerasan (verbal/sikap). Ketiga, yg ini Wify sendiri yg melihat (dan sekaligus menguatkan kecurigaan saya di poin 2) sang pemilik daycare menarik tangan mbak Mika dg sikap yg kasar dan membentak mbak Mika ketika Wify menjemput. Tindakan si pemilik ini didasarkan karena mbak Mika yg berlari2 mendatangi Wify dan raut mukanya berubah hendak menangis akibat tangannya ditarik si pemilik. Saya yakin mbak Mika berlari saat dijemput Wify karena dia gembira bisa terlepas dari pengasuh2 yg (masih kami curigai, karena tidak ada bukti jelas) melakukan tindakan kekerasan verbal & sikap kepadanya.

Saat saya diberitahu Wify, saya masih di kantor. Dan terus terang, emosi saya nyaris meledak mendengar penuturan Wify.

SAYA MENITIPKAN MBAK MIKA DI DAYCARE ITU UNTUK DIPERLAKUKAN DENGAN BAIK. DAN SAYA PUN SUDAH BAYAR ANDA UNTUK ITU! JADI, APA MASALAHNYA?

Jika pihak daycare beralasan mereka hendak menerapkan disiplin, mestinya mereka pakai otak mereka dulu, bagaimana cara menerapkan disiplin kepada anak kecil (balita) dg baik. Bukan dengan main bentak, menarik tangan dan hal2 lain yg cenderung ke sikap intimidasi!

Dan Sabtu siang ini, saya menyaksikan sendiri bagaimana mbak Mika menjadi gelisah dan tidak tenang tidur siangnya. Seringkali terjaga, menangis, dan berteriak-teriak ketakutan! Trauma yg mendalam sudah dialami mbak Mika. Kami akui ini terjadi karena andil 'kesalahan' kami juga dan akan menjadi tugas kami juga untuk menyembuhkan trauma ini. Entah berapa lama.

Daycare ini juga telah melakukan kesalahan, dengan memberikan susu basi kepada mbak Mika sehingga dia muntah2 dan sakit. Kurang ajarnya, kejadian muntah2 ini tidak langsung dilaporkan kepada Wify saat menjemput mbak Mika, tapi menunggu keesokan harinya ketika Wify mengantar mbak Mika. Kesalahan lain, berbohong dalam memberikan susu.

Semoga sharing kami ini bermanfaat bagi para pembaca.

Moral story:

- mencari daycare yg baik itu tidak mudah

- hati2 dg daycare yg menawarkan 'program' mendisiplinkan anak. saya ngerinya metoda yg diterapkan sama yg (kami curigai) dilakukan di daycare tempat mbak Mika, bersifat pemaksaan. padahal ini anak masih kecil, dan ITU BUKAN ANAK KALIAN!

- para pemilik dan pengasuh daycare, hendaknya kalian pake otak jika hendak berlaku kasar. BAGAIMANA JIKA ANAK KALIAN YG DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU OLEH ORANG LAIN?

- daycare ternyata menjadi mimpi buruk bagi kami bertiga :-(

- kami sendiri sudah memutuskan untuk BERHENTI MENITIPKAN MBAK MIKA KE DAYCARE ITU! kesehatan (mental) mbak Mika lebih utama dari sisa uang bulanan yg kami bayar! MAKAN TUH DUIT!

- mbak Mika dititipkan di daycare dari jam 08.00-16.30

Posted on Saturday, September 15, 2012 by M Fahmi Aulia

8 comments

1.Malam Minggu,saatnya utk #memeTwit.kali ini terkait dg pernikahan,jd saya beri tag #memeKawinan

2.Asa aneh dg hashtag #memeKawinan agak2 parno,tapi ya kita lanjutkan saja ok? :-) *protes bayar!*

3.Mama saya punya teman,ibu2,katakan ibu K.cukup akrab dan dekat dg Mama saya. #memeKawinan

4.Nah,ibu K pny tetangga,ibu J,yg jd tokoh utama #memeKawinan ini.

5.Jadi,ibu J ini punya kebiasaan buruk pada saat menghadiri undangan pernikahan #memeKawinan

6.Kebiasaan buruknya adalah MEMASUKKAN AMPLOP KOSONG! #memeKawinan

7.Padahal suaminya sdh memberi sejumlah uang,namun oleh ibu J diganti dg amplop kosong #memeKawinan

8.Gilanya,bisa dikatakan lebih dari 80% nikahan yg dia hadiri,ibu J lakukan ini! #memeKawinan

9.Suaminya nampaknya tidak tahu kelakuan istrinya ini. #memeKawinan

10.Seiring dg berlalunya waktu,maka anak2 ibu J pun bertambah besar #memeKawinan

11.Salah seorang anak perempuannya dilamar seorang pemuda utk dinikahi *ya iyalah* #memeKawinan

12.Persiapan pernikahan dilakukan.ibu J senang bukan kepalang krn sdh terbayang KEUNTUNGAN yg akan diraihnya #memeKawinan

13.Undangan disebar,sebanyak lebih kurang 2000,krn suami ibu J + calon besannya tmasuk tokoh terpandang #memeKawinan

14.Pada hari H-nya,digelar hajat nikahan anaknya ibu J ini,di sebuah gedung cukup mewah,di Jaksel (jika tdk salah) #memeKawinan

15.Sepanjang acara,ibu J senyum sumringah.mgkn sambil mbayangin duit yg akan diterima ;-) #memeKawinan

16.Usai acara 3 jam,ibu J buru2 'menyelamatkan' amplop2 yg dimasukkan ke kotak #memeKawinan

17.Entah spt apa kesepakatannya,yg jelas isi amplop jd milik ibu J #memeKawinan

18.Namun,selang bbrp waktu kemudian,terdengar teriakan histeris ibu J dr kamarnya #memeKawinan

19.Suami dan anak2nya (yg blm menikah) segera menghampiri kamar tempat ibu J berteriak #memeKawinan

20.Saat suami+anaknya masuk,mereka melihat ibu J berteriak dan berlaku seperti org gila #memeKawinan

21.Di sekeliling ibu J,terlihat kotak amplop dan banyak amplop yg sudah terbuka dan tersebar di mana2 #memeKawinan

22.Setelah memperhatikan dg seksama,mereka melihat kejanggalan..JRENG JRENG #memeKawinan

23.Ternyata amplop2nya KOSONG SEMUA! #memeKawinan

24.Yg mengherankan,sebelumnya TIDAK ADA org yg menyentuh dan mengotak-ngatik isi kotak amplop ituh! #memeKawinan

25.Dg kata lain,ibu J yg lgsg membereskan kotak amplop itu! *cek TL sebelumnya* #memeKawinan

26.Anda bisa bayangkan,lebih dr 2000 AMPLOP yg masuk ke kotak amplop,dan SEMUANYA KOSONG! #memeKawinan

27.Apakah ini karma/pembalasan dari kelakuan ibu J? #memeKawinan

28.Jika tidak salah,kejadian ini jg terjadi pada acara pernikahan anak2nya yg lain! #memeKawinan

29.Masya اَللّهُ,mengerikan sekali kejadian seperti ini! Well,boleh percaya boleh tidak.tapi kasus ini benar2 terjadi!  #memeKawinan

30.Moral story: jgn masukin amplop kosong ke undangan nikah.kasi berapa kek,yg ada di dompet  #memeKawinan

MemeTwit ini dimuat juga di sini.

Gambar dari sini.

Posted on Saturday, September 15, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

9/13/2012

Menjelang Lebaran tiba, saya dapat laporan dari Wify bahwa pengasuh mbah Mika mengirim sms. Semula saya pikir sms selamat lebaran, minal aidin bla 3x. Ternyata pikiran saya salah. SMS yg dikirim (lebih kurang, karena saya tidak terlalu ingat) isinya "Bu, gaji saya dinaikkan tidak?"

Sejenak saya tertegun. Berpikir, ada apa dg pengasuh mbak Mika, kok tiba2 mengirim sms seperti itu? Padahal kami sudah memberikan honor lebih tinggi dari standar yg ada. Kasarnya, kami sudah merusak pasaran honor pengasuh anak yg selama ini ada. Tapi lah kok ini masih minta naik gaji?

Akhirnya, saya diskusi dengan Wify mengenai pengasuh ini. Melakukan pertimbangan untung rugi. Wify juga melaporkan beberapa keluhan mengenai pengasuh yg, menurut saya, agak2 absurd. Dari sekian banyak keluhan yg absurd, ada 1 hal yg paling absurd. Kasarnya absurd dari segala yg absurd. ;-)

Keluhan tersebut adalah si pengasuh mengeluhkan dia kecapekan selama mengurus mbak Mika. Wify sendiri ngomel panjang lebar saat menjelaskan hal ini, karena kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa seharusnya si pengasuh 'tidak berhak' untuk mengeluh seperti itu.

Selama setahun mengasuh, mbak Mika itu bangunnya siang, bisa jam 10 siang baru bangun. Lalu usai mandi, dikasih makan, jalan2, dikasih cemilan, jam 2 siang tidur dan bangun jam 4. Si pengasuh sendiri, datang jam 7.30 dan pulang jam 16.30 (9 jam kerja). Total jenderal, pengasuh itu sendiri hanya bekerja sebanyak 4,5 jam alias 1/2 dari jam kerjanya dia.

Wify sendiri sering memergoki si pengasuh ikut tidur saat mbak Mika tidur.

DAN PEKERJAAN SEPERTI ITU DIBILANG BIKIN CAPE? *ngakak*

Saya dan Wify sempat bercanda, si pengasuh ini belum pernah kerja di Malaysia kali ya, jadinya ngeluh2 kaya gini? Coba dia kerja di Malaysia, dapat majikan yg super galak.

SMS pertama belum kami jawab, karena kami lebih sibuk mengurus diri kami menjelang mudik ke Bandung.

Usai lebaran, datang lagi sms yg sama. Dijawab oleh Wify,"Kayanya kami belum bisa menaikkan gaji kamu." Dijawab oleh pengasuh,"Jika gaji saya tidak naik, maka saya akan berhenti bekerja." Hadeuh, main ancam dan to the point sekali ini pengasuh! :-D

Dengan berbagai pertimbangan ini itu, akhirnya saya dan Wify sepakat utk memberhentikan pengasuh.

Pertimbangan2 yg melatarbelakangi: pertama, kami tidak mungkin menaikkan lagi gajinya. Ga imbang sekali gaji dia dengan loadnya. Mana mbak Mika jarang rewel pula. Kedua, jikapun kami naikkan gajinya, kami khawatir dg keselamatan mbak Mika. Bisa saja si pengasuh masih dendam bla 3x, lalu melakukan hal2 yg tidak baik.

So, kami putuskan hubungan kerja dg si pengasuh.

Seminggu kemudian, kami akhirnya memberhentikan juga ART urusan cuci-setrika. Kali ini kami terpaksa dan berat hati melakukannya. Namun, kami mau tidak mau mesti melakukannya, terutama karena kinerjanya yg kian memburuk usai 2 tahun bekerja.

Hasil setrikaan yg kurang rapi, kamar mandi yg jarang dibersihkan, sampah yg sering tidak dibuang, halaman yg tidak dipel, menjadi catatan kami mengenai anjloknya prestasi ART ini.

Dan ternyata kami pun overrated terhadap ART, meski tidak separah pengasuh mbak Mika.

Usai diskusi maraton, tentu saja maksudnya diskusi yg panjang dan lama, bukan diskusi sambil lari 42 km, kami memberhentikan ART ini.

Sebagai solusi dari tidak adanya pengasuh, kami sudah mempertimbangkan dan menyiapkan mbak Mika untuk dikirim ke kamp militer, eh, ke daycare yg kebetulan letaknya tidak terlalu jauh dari rumah. Wify sendiri sekarang tidak sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga, statusnya kerja sbg freelancer. Untuk urusan rumah tangga, dia masih bisa handle. Tapi jika ada mbak Mika, nah, urusannya bisa repot, terutama jika mesti rapat di client.

Moral story:

- kinerja ART, pembantu, pengasuh, atau apapun itu namanya, tetap mesti diperhatikan!

- kami juga pernah memberhentikan ART.

- istilah apa yg anda gunakan untuk orang yg membantu pekerjaan anda? menurut saya sih ada perubahan cara panggil seperti yg saya tulis di atas :-) saya dan Wify sendiri lebih suka ART :-)

Posted on Thursday, September 13, 2012 by M Fahmi Aulia

2 comments

9/11/2012

Berhubung saya tidak sempat memberikan materi kultwit mengenai aplikasi twitter seperti yg pernah saya janjikan ke pakdhe @cah_ndableg, maka saya buat artikel ini sebagai penggantinya. Dengan artikel ini, saya harap bisa menjelaskan cukup fair, agar tidak terjadi salah tafsir. :-)

Setidaknya ada 3 aplikasi twitter yg pernah saya gunakan di Gemini saya.

1. Twitter for Blackberry
Sebenarnya Blackberry sudah mempunyai aplikasi standar untuk twitteran yang sudah disediakan pihak Twitter.

Bagi saya, aplikasi standar ini benar2 (maaf) tidak cukup memenuhi kebutuhan saya untuk ber-twitter-ria karena fitur2nya yg terlalu simple. Analoginya anda membeli mobil avanza yg benar2 kosongan. Yang penting bisa jalan.

Kelebihannya, menurut saya, aplikasi ini tidak terlalu boros baterai Blackberry.

Nilai: 6.0

2. Uber Social (d/h Uber Twitter)
Sejak pertama kali menggunakan aplikasi US ini, saya sudah tertarik dengan fitur2 yg ditawarkan, antara lain:

- cache (mode offline). jadi, apabila jaringan sedang tidak bersahabat, saya masih bisa melihat kicauan dari following2 saya. jika tidak salah, max kicauan yg bisa dihandle sebanyak 1800 tweets.

- bisa update ke facebook (meski saya ga pernah main facebook)

- jika gagal update, anda bisa masukkan ke draft

- menyimpan hashtag2 yg pernah anda gunakan

- ada fitur mute

- gambar ditampilkan di bawah tweet

Nilai: 7.5

3. Socialscope
Bagi saya, aplikasi ini merupakan aplikasi yg paling ok, meski ada beberapa kelemahan.

Fitur yg dimiliki hampir sama dg fiturnya US, namun kelebihan lain yg saya sukai:

- bisa scroll ke atas dg hanya menekan huruf "N". ada beberapa shortcut lain yg cukup bermanfaat yg bisa dibaca di sini.

- kita bisa create dan menampilkan tab2 baru, entah itu dari list kita ataupun dari seseorang. cocok untuk yg punya 'bakat' stalking. :-) saya gunakan fitur ini terutama untuk menampilkan tweet dari media online. jadi tidak campur aduk dengan TL saya.

- fitur mute-nya lebih ok dari US, bisa diset forever. :-)

Kelemahan SS:

- hashtag yg pernah anda gunakan akan hilang apabila BB anda direstart. hal yg sama kadang2 terjadi pada draft kita ;-(

- lebih boros baterai dibandingkan 2 aplikasi di atas.

- shrink text (url) seringkali tidak bisa bekerja seperti yg diharapkan.

- tdk tahu tweet kita yg di-retweet orang lain

- timeline kita seringkali tidak update (ada tweet kita yg tidak muncul)

Nilai: 8

So, silakan pilih aplikasi twitter utk BB yg paling sreg di hati. :-)

Foto dan gambar dari sini, sini, dan sini.

Moral story:

- aplikasi itu: fiturnya oke, cepat, reliable. anda hanya bisa memilih 2 dari 3 opsi itu.

- saya tidak terlalu suka aplikasi standar (dalam hal ini twitter for blackberry)

- bagi saya pribadi, SS adalah aplikasi twitter terbaik untuk BB.

- penilaian ini sangat subyektif! :-D

Posted on Tuesday, September 11, 2012 by M Fahmi Aulia

2 comments

9/09/2012


Gegara membaca artikel blognya Vicky yang ini, saya jadi teringat dengan pengalaman saya dan Wify menjelang kelahiran mbak Mika (silakan baca di sini, sini, dan sini).

Kesamaan dengan orang Madura di cerita Vicky, kami berdua ngotot agar Wify melahirkan mbak Mika di Bandung. Perbedaannya, latar belakangnya. :-)

Latar belakang kami ingin mbak Mika lahir di Bandung adalah: pertama, mengenai biaya. Biaya melahirkan di Jakarta bisa dibilang ndak masuk akal. Dari hasil survei yg pernah kami lakukan di beberapa rumah sakit, untuk kelas 3 saja biaya yg dikeluarkan berkisar Rp 6-7 juta. Itupun belum termasuk obat2an dan biaya2 lain, mis: konsultasi dg dokter, bla 3x.

Lalu, kami sempat memikirkan operasi caesar jika terjadi kasus darurat, dan itupun harganya juga ndak main2. Total untuk kelas 3 + operasi caesar bisa habis Rp 20 juta.

Jadi, bisa bayangkan biaya untuk kelas 1 (apalagi VIP) + operasi caesar. Saya dan Wify jelas tidak ingin menyusahkan diri sendiri, apalagi melahirkan baru tahap awal dari menerima amanah dari ALLOH SWT. Terlebih saat itu kantor tempat saya bekerja tidak memberikan kompensasi melahirkan yg memadai (maaf, curcol dikit). ;-)

So, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Bandung untuk kelahiran mbak Mika. Total biaya yg dikeluarkan, kelas 1 dan normal = Rp 3 juta saja saudara2! :-)

Kedua, masalah keluarga. Well, kami berasal dari Bandung dan dengan demikian keluarga kami juga lebih banyak di Bandung. Jika melahirkan di Jakarta akan merepotkan kami dan keluarga kami juga. Dengan melahirkan di Bandung, maka keluarga kami bisa lebih bebas jika hendak menengok mbak Mika.

Ketiga, lingkungan. Bisa dibilang kondisi lingkungan di Bandung masih lebih enak daripada di Jakarta (baca: sekitar tempat tinggal kami saat itu). Udara bersih adalah faktor terpenting. :-)

So, kami memang tidak bisa memilih tempat kami dilahirkan, tapi saya dan Wify berikhtiar yg terbaik utk mbak Mika. :-)

Foto dari sini.

Moral story:

- biaya kesehatan di Jakarta bisa bikin shock! :-)

- Bandung tetap menjadi pertimbangan utama kami utk melahirkan (dan kemungkinan membesarkan) mbak Mika, dg faktor2 yg saya tulis di atas.

Posted on Sunday, September 09, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

9/06/2012


Bagi para pengguna twitter di Indonesia, saya yakin anda tentu sudah mengetahui account @TrioMacan2000 yg sedemikian bombastis dan sempat jadi idola para tweeps (termasuk saya) karena isi2 tweetnya cukup mengasyikkan dan penuh teori konspirasi. :-D

Toh, lama2 saya juga bosan membaca tweetnya karena kayanya tidak ada perkembangan. Itu2 saja dan yg paling 'parah' tidak ada bukti yg ditampilkan.

Akun ini kian beken usai terjadi perubahan pemihakan pada pilkada DKI. Sebelum 11 Juli 2012, akun ini dikenal begitu gigih menyerang pasangan Foke-Nara. Namun, usai pilkada, entah kesambet apa, akun ini mendadak menjadi pendukung mati2an Foke-Nara. ;-)

Nah, akun ini mendadak ramai dibicarakan tgl 4 Sept 2012, gara2 melakukan manipulasi dan mengedit tweetnya teman saya, @adigunam, seperti yg terlihat di atas.

Saya masih sempat mendapatkan tweet asli dari Adiguna, dan saya cantumkan seperti yg pernah saya buat artikelnya di sini.
Sementara untuk TrioMacan2000, saya tidak sempat temukan tweetnya. Selain sudah berlalu cukup lama (2 hari), si om triomacan ini punya nafsu nge-tweet yg besar sehingga tweetnya sudah 'tenggelam' (atau dihapus?).

So, dengan aksi manipulasi dan edit tweet seperti itu, apakah akun ini masih layak dipercaya? Cuma orang2 bodoh saja yg masih mau percaya dg kicauan2nya. :-))

Ditambah informasi berikut ini:
Gambar diambil dari sini dan sini.

Moral story:
- ada juga yg 'serius' menulis artikelnya di sini.

- ingin tahu kicauan orang2 yg 'menyindir' @TrioMacan2000 dengan hashtag #3macan2ribu? baca saja di sini.

Posted on Thursday, September 06, 2012 by M Fahmi Aulia

2 comments

9/03/2012



Beberapa hari lalu, saya lupa siapa yg menginformasikan, saya baca bahwa pihak Twitter mengeluarkan aturan baru apabila kita hendak mengutip tweet ke dalam blog kita. Info detailnya bisa anda cek di sini.

Terus terang, awalnya saya pikir aturan ini akan merepotkan, karena saya biasanya menggunakan cara 'barbar', seperti di artikel saya ini. Bahkan cara lebih 'tidak sopan' saya lakukan di artikel ini, dengan copy paste 'mentah2'.

Tapi ternyata ada kelebihannya menggunakan fitur embed ini. Seperti diinformasikan di laman di link yg saya berikan, pembaca blog bisa melakukan interaksi langsung terhadap isi tweet yg tercantum pada blog.

So, di artikel ini, saya mencoba fitur embed ini. Caranya sangat mudah ternyata. Cukup click bagian embed, kemudian copy paste kode HTML-nya ke blog.



Outputnya akan tampak seperti berikut


Sekilas hasilnya mirip dg cara barbar saya. Namun jika anda meng-klik reply, atau retweet, atau yg lainnya maka akan terlihat perbedaannya, seperti anda bisa lihat di bawah ini.


Dengan demikian, si pembaca bisa langsung merespon tweet. Mantap kan? ;-) Bahkan, konon, jika tweet tersebut dihapus, maka otomatis kicauan tersebut juga akan menghilang dari blog2 yg mengutipnya. Nah, untuk hal ini saya sedikit tidak setuju, karena dg demikian bukti 'otentik' akan hilang.

Foto2 dari sini dan sini.

Moral story:
- teknologi mesti berinovasi agar tidak ditinggalkan oleh 'fans'

- sebagai salah satu aplikasi yg digemari (dan digunakan), Twitter selalu berusaha meningkatkan layanannya.

Posted on Monday, September 03, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

9/02/2012


Siang ini saya iseng ngewit sebagai berikut
Tak dinyana, banyak mention masuk dg berbagai komentarnya. Dan saya hanya tertawa terbahak-bahak, saking lucunya. Malah ada yg mengait-ngaitkan dengan Supersemar juga (mungkin terkait dengan hilanganya surat Supersemar 'asli').

Padahal, kicauan tersebut tidak berhenti seperti kicauan di atas, masih ada beberapa kicauan tambahan dan di bagian akhir, saya akhiri dengan menulis:
Jika anda tidak percaya, nama Gus Dur memang TIDAK TERCANTUM dalam daftar Presiden RI. Anda bisa cek juga di sini. ;-)

Yang saya pelajari (lesson learn) dari kasus ini, orang2 Indonesia mudah sekali diprovokasi, bahkan untuk hal2 yg (menurut saya) sepele. Nyaris tidak niatan untuk melakukan cross check, dalam kasus ini, dengan mengikuti TL saya secara utuh, tidak menelan bulat2 informasi yg diterima, padahal informasinya baru sebagian.

Gambar diambil dari sini.

Moral story:

- bangsa Indonesia mudah sekali diprovokasi

- jika anda menerima berita/informasi, hendaknya melakukan cross check. Jika perlu, langsung tanya pada ybs (jika memungkinkan).

Posted on Sunday, September 02, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

8/11/2012



Akhirnya saya dan Wify berkesempatan menonton akhir dari trilogi film The Dark Knight yg dibintangi oleh Christian Bale. Terus terang, usai melihat The Dark Knight, saya punya harapan/ekspektasi yg cukup tinggi untuk film ketiga ini. Terlebih melihat beberapa adegan yg ditayangkan di televisi, membuat saya kian tak sabar untuk menonton film ini.

Tapi, apa lacur?

Film TDKR ternyata tidak se-wah yg saya bayangkan. Berikut beberapa alasan:

1. Musuh yg kurang greget
Terus terang, membandingkan Bane dengan Joker seperti membandingkan apel dengan jeruk. Meski sama2 musuh Batman, namun bagi saya Joker merupakan lawan yg 'selevel' dengan Batman. Bukan dari sisi fisik, karena badan Joker tidaklah kuat. Bahkan hanya Bane yg sanggup membuat Batman sedemikian terluka fisiknya, usai dipatahkan tulang belakangnya.

Namun kengerian dan teror yg ditimbulkan Joker itu yg membuat saya lebih terkesan dg Joker daripada kerusakan fisik yg dilakukan Bane.

2. Alur film yg lambat
Berbeda dg TDK, TDKR terasa sekali alurnya lebih lambat meski pada akhirnya menuju puncak/klimaks. Namun saya mesti akui, tahapan klimaks di TDKR lebih 'runut' daripada di TDK yg senantiasa 'meloncat-loncat' dan lebih membuat jantung berdebar. ;-)

3. Karakter Batman (Bruce Wayne?) yg cengeng
Entah mengapa, saya melihat karakter Batman di TDKR lebih cengeng daripada di TDK. Tidak bisa move on dari (yg diaku-aku sebagai) pacarnya (padahal memilih orang lain) terasa sangat abege alay banget deh! :-))

4. Ending yg menggantung
Nola sengaja membuat ending yg menggantung, dengan harapan jika suatu waktu project Batman ini diteruskan, relatif gampang membangun lagi ceritanya. Anggap saja Batman sudah keluar dulu sebelum menyalakan fitur autopilotnya. Dan ini menurut saya, ending yg lebay yg pernah saya tonton. :-))

Saya pun sudah bisa menduga beberapa adegan yg akan terjadi. Dan bagi saya, hal seperti ini adalah hal yg mengecewakan, karena film yg sudah terprediksi sama seperti petinju yg sudah bisa memperkirakan dia akan menang di ronde ke berapa. :-D

Anyway, saya masih memberikan nilai 8.0/10.0 untuk TDKR, lebih rendah dari TDK yg 9.0/10.0

Gambar dari sini.

Moral story:

- Batman juga manusia, dia bisa lebay bisa gagal move on

- Karakter Catwoman terlalu lebay juga, kurang hidup. Meski demikian, kostumnya lebih ok daripada catwoman-nya Halle Berry :-D

- Batman bukan superhero pertama yg 'kalah' oleh musuhnya. Spiderman lebih 'alami' dalam hal kalah dan apes serta seringkali kalah oleh musuhnya.

Posted on Saturday, August 11, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

7/21/2012



Tepat 10 hari lalu, masyarakat Jakarta mendapat kesempatan untuk memilih seorang pemimpin (baru) untuk memimpin Jakarta. Saya dan Wify sendiri, seperti yg bisa anda baca di sini, gagal memperoleh kesempatan untuk memilih karena tidak tercantum di DPT dan kakunya petugas TPPS.

Hasil dari pemilihan sudah diumumkan oleh KPUD DKI Jakarta, menempatkan pasangan Jokowi - Ahok sebagai pemenang (sementara) dengan memperoleh 43 % suara (yang sah), unggul sekitar 9-10 % dari pasangan Foke - Nara.

Kemenangan ini terus terang membuat saya dan Wify bahagia, karena meski tidak bisa memilih, yg penting Jokowi menang.

Sejak quick count dilakukan di hari-H, sebenarnya sudah terlihat kemenangan pasangan Jokowi-Ahok. Dan sejak saat itu juga muncul (kembali) kampanye hitam mengenai pasangan ini. Beberapa kampanye hitam yg muncul sedemikian menjengkelkan bagi saya, karena sudah keterlaluan.

Kampanye hitam yang keterlaluan, menurut saya adalah selalu mengaitkan pasangan Jokowi-Ahok dengan masa lalu Prabowo yg memang kurang menguntungkan. Peristiwa Mei 1998 selalu dijadikan alasan agar orang2 tidak memilih pasangan ini. Karena jika pasangan ini menang, dikhawatirkan mereka akan mendukung langkah Prabowo, di 2014, untuk maju sebagai presiden.

Plus dengan berita dan informasi mengenai partai moncong putih, partai tempat Jokowi terdaftar sebagai anggotanya.

Saya sendiri, terus terang, dalam pilkada DKI lebih mementingkan TOKOH daripada PARPOL. Itu sebabnya, saya menganalogikan Jokowi seperti Zidane.

Saya menyukai Zidane, bukan klub tempat dia bermain. Juventus, Real Madrid, PSG adalah beberapa klub tempat Zidane pernah bermain. Namun saya tidak begitu menyukai klub2 tersebut (kecuali RM).

Dan nampaknya profil Jokowi-lah yg memang menghipnotis dan membuat banyak orang menaruh harapan dan kepercayaan akan adanya perubahan di Jakarta. Seorang tokoh yg membumi, tidak banyak cakap, namun lebih suka memperlihatkan hasil kerja yg nyata. Dari sisi bersih, saya percaya Jokowi dan Ahok memiliki tingkat kebersihan (dari hal2 yg tercela seperti korupsi, dll) yg tinggi.

So, di putaran 2 kelak, saya berharap saya dan Wify bisa mendapatkan kesempatan memilih, sehingga aspirasi saya bisa tersalurkan dengan baik! :-)

Foto dari sini (utk Zidane), untuk Jokowi saya lupa ambil dari mana. Maaf.

Moral story:

- Jakarta butuh pemimpin yg BERSIH untuk bisa maju

- anggaran DKI Jakarta sebenarnya sangat besar, namun realisasinya sangatlah kurang (tidak ada?)

- saya lebih suka mengangkat/menonjolkan kelebihan Jokowi daripada mengangkat keburukan2 Foke, toh sudah terlihat dan dirasakan hal2 buruknya jadi tidak perlu ditulis ulang kan? ;-)

- jika ada yg beranggapan bahwa Jokowi dan Basuki (Ahok) lari dari tanggung jawab mereka selaku pemimpin rakyat (daerah mereka berasal), maka menurut saya justru mereka sedang menjemput dan bersiap mengemban tanggung jawab yg lebih besar! :-)

Posted on Saturday, July 21, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments

7/12/2012



1. Malam minggu ini,saya akan membahas #memeTwit,krn spt saya srg katakan,saya anti mainstream ;-)

2. #memeTwit yg saya ceritakan berbeda dg #memeTwit sebelumnya.episode malam ini adalah santet.

3. karenanya,#memeTwit saya menjadi #memeSantet. selamat menikmati! :-)

4. cerita #memeSantet dimulai dari pribadi seseorang,katakan namanya Miki.

5. Miki seorang laki2,beristri (masih) satu,dg anak laki2 1. dia bekerja di sebuah perusahaan yg bonafid. #memeSantet

6. karirnya baik,terlebih dia S2 dari sebuah PTN di Jakarta,masa depan cerah terbentang #memeSantet

7. hingga suatu hari,dia merasa tidak enak badan usai pulang kantor. #memeSantet

8. sdh bbrp kali dia merasa badannya tidak ok,namun kali ini agak berbeda. #memeSantet

9. maka,dia minta istrinya untuk memijat tubuhnya.dia pikir masuk anginnya agak parah. #memeSantet

10. sang istri segera menyiapkan peralatan memijatnya.lalu mulailah dia memijat tubuh Miki ini. #memeSantet

11. selang bbrp saat,Miki minta dikerok,krn dia merasa masuk anginnya masih parah. #memeSantet

12. so,duit 500an warna kuning disiapkan untuk mengerok punggungnya Miki. #memeSantet

13. nah,pada saat sedang mengerok tubuh Miki,mendadak istrinya terkejut...JRENG JRENG... #memeSantet

14. karena mendadak dari punggung Miki,muncul BELING (PECAHAN KACA) DAN PAKU! #memeSantet

15. dilanjutkan dengan munculnya DARAH yg timbul perlahan-lahan dan akhirnya mulai mengalir! #memeSantet

16. Miki yg sdg asyik dikerok punggungnya,tak urung menjadi ikut kaget dan panik! #memeSantet

17. keluarnya paku, darah, pecahan kaca, dan barang2 lain dari punggung Miki ini tyt terus berlanjut! #memeSantet

18. jika tidak salah,lebih dari 3 hari!hingga akhirnya dia mengontak temannya,minta nasihat. #memeSantet

19. temannya berkesimpulan bahwa Miki terkena santet!jelas Miki kaget berat! #memeSantet

20. dia merasa tdk punya musuh.lagipula dia berpikir,"INI JAMAN MODERN.DI JAKARTA PULA,masa bisa terjadi?" #memeSantet

21. temennya jawab,"lah kenapa tidak?namanya juga SIHIR,bisa dilakukan lintas generasi&dialami siapapun!" #memeSantet

22. temennya menyarankan Miki untuk memperbanyak ibadah,termasuk sedekah dan membaca Al Qur'an. #memeSantet

23. juga banyak2 baca Ayat Kursi dan 3 surat terakhir Al Qur'an.Dia minta Miki lapor jika 3 hr tdk ada perubahan #memeSantet

24. Hari ke-7,jika tidak salah,Miki lapor bahwa dirinya masih mengeluarkan barang2 aneh dari tubuh. #memeSantet

25. temannya berpikir,bahwa santet yg dialami Miki cukup parah.aneh juga,mengingat Miki orgnya cukup saleh. #memeSantet

26. setidaknya,yg temennya tahu,Miki beribadah cukup baik.meski itu bukan jaminan juga. #memeSantet

27. akhirnya temennya menganjurkan Miki utk menghubungi org yg lebih ahli ttg hal ini,terdekat rumahnya. #memeSantet

28. minta nasihat yg lebih advanced utk mengusir santet yg dialami Miki. #memeSantet

29. Miki menghubungi seseorang yg dikenal memang sering mengurus hal2 seperti ini. #memeSantet

30. usai 'diterawang',Miki diberitahu bahwa dia disantet oleh TEMAN KERJANYA...JRENG JRENG...!! #memeSantet

31. Miki jelas kaget dengan informasi itu!dia berpikir,bahwa selama ini dia tdk ada musuh/bmasalah di kantor. #memeSantet

32. namun,tyt kenyataan berbicara lain.ada teman kantornya yg mgkn tdk suka dg dirinya. #memeSantet

33. entah karirnya atau barangkali pernah bentrok dg-nya,atau barangkali kasus lain yg bikin sakit hati. #memeSantet

34. dan akhirnya orang itu menggunakan santet sbg cara utk membalas dendam. #memeSantet

35. Miki ditanya,apakah dia mau tahu orangnya?lalu,apakah santetnya mau dikembalikan ke temannya itu? #memeSantet

36. berhubung Miki merasa tdk pny musuh,dia memutuskan tdk ingin tahu siapa pelakunya. #memeSantet

37. demikian pula,dia minta santetnya dihilangkan saja. #memeSantet

38. lalu,dia bilang ke temannya,bahwa masalah dia (santet) udah usai,dg cerita hal di atas. #memeSantet

39. temannya salut dg keputusan Miki utk tdk mau tahu pelakunya&minta santetnya dihilangkan. #memeSantet

40. moral story: jgn bikin sakit hati org lain dan jgn sok2an bahwa ga ada sihir di jaman sekarang. #memeSantet

41. maaf jika #memeSantet kurang serem,hehehe.. :-)

Foto dari sini.

Posted on Thursday, July 12, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments



Akhirnya setelah menimbang, memikirkan, dan merenung dengan baik dan cukup lama, saya memutuskan untuk berhenti berlangganan (menggunakan) Telkomsel Flash. Ada banyak penyebab, terutama karena kian tidak laiknya kecepatan Flash selama beberapa waktu terakhir.

Kemarin, Wify pergi ke Grapari di Ambassador untuk mengurus pemberhentian berlangganan. Butuh waktu sekitar 1-2 jam (plus antrian) untuk menyelesaikan urusan ini.

Tidak terasa, sudah 4 tahun saya menggunakan layanan Flash. Sebenarnya saya cukup berat berhenti berlangganan Flash, tapi perasaan sentimentil saya tidak boleh kalah dg kenyataan yg ada, bahwa layanan ini sudah tidak memadai lagi.

So...tidak perlu sentimentil dengan hal2 seperti ini. ;-)

Foto dari sini.

Moral story:

- Layanan Flash ternyata bisa lemot dan bengong ;-)

- Wify sudah membeli Sitra, operator internet yg (mengklaim) menggunakan 4G, menggeser kedudukan 3G yg mulai meredup (?). Kecepatannya sangat mantap! Mungkin lain kesempatan saya akan bahas mengenai hal ini.

Posted on Thursday, July 12, 2012 by M Fahmi Aulia

No comments