10/31/2011


Saya suka dg kata2 motivasi karena banyak dari kata2 itu yg membuat saya bisa lebih bersemangat dalam menggapai impian2 saya. Jika dulu saya biasa membaca buku atau mencari di internet, untuk mendapatkannya, maka dengan adanya twitter saya tidak perlu melakukan hal2 itu, yg notabene menghabiskan banyak waktu.

Selain kata2 motivasi, cerita2 dari orang2 sukses juga menyenangkan sekaligus membakar semangat saya. Mereka kerap menyebut diri mereka motivator. Saya juga, masih melalui twitter, mengikuti (follow) beberapa di antara motivator yg ada dan beredar di ranah twitter.

Nah, dari beberapa motivator yg saya ikuti, nampaknya mereka punya perasaan sensi yg tinggi. Maksud saya, mereka itu:

1. Cenderung tidak mau dikoreksi oleh orang yg ga selevel mereka. Saya pernah mengoreksi pernyataan seorang motivator penganjur hidup mulia, untuk pernyataannya. Saya lupa apa persisnya pernyataannya yg saya koreksi. Namun, pernyataannya itu terkait dengan agama. Nah, boro2 koreksi saya di-RT, di-reply saja tidak. Padahal, seingat saya, pernyataannya itu bisa menyesatkan jika tidak ada keterangan lebih lanjut. Sementara itu, saya perhatikan jika koreksi dilakukan oleh 'geng-nya', maka koreksi tsb langsung di-RT dan dikomentari.

2. Selera humor yg 'payah'. Sama dengan poin 1, jika sesama 'geng-nya' mengomentari atau membuat lelucon ttg dirinya, barulah di-RT atau direspon. Saya sendiri pernah 'ngerjain' seorang motivator. Ngerjainnya karena pernyataan/statement humornya sendiri. Untuk hal ini, saya masih ingat dan membekas. Jadi, si motivator ini menulis (lebih kurang),"Ternyata sakit masuk angin itu bisa lenyap dengan pijitan istri saya." Nah, saya reply seperti ini,"wah, pak [tiiiit,sensor] kalo saya masuk angin, saya minta pijit istri anda ya?" Mungkin terdengar kurang ajar, tapi toh saya kan mengutip pernyataan dia, jadi 'mestinya' ya ga salah donk? Hahhaha.. :-))

3. Sensi dg panggilan tertentu. Jangan panggil saya om! Kalo kasus ini kejadiannya hari Minggu kemarin. Seorang motivator aliran kanan ngambek dan memblok banyak orang karena dirinya dipanggil om. Ada apa ini? Kenapa begitu sensi dan (katanya) enek dipanggil om? Apa karena om berkonotasi negatif jika dikaitkan dengan om senang? Padahal, panggilan om ya wajar2 saja, apalagi di Jakarta. Saya dan rekan kerja kadang2 saling panggil dengan sebutan om, dan tidak ada masalah. Tapi anehnya, dia tidak mau disebut om namun membalas,"tanya saja tantemu." Aneh sekali!

4. Terlalu muluk. Beberapa motivator yg saya temui mengajak banyak followernya utk bermimpi dan berusaha. Yg saya sesalkan, beberapa motivator cenderung menggampangkan permasalahan. Menyuruh seseorang resign dari tempat kerjanya lalu memulai bisnis saat itu juga! Ebuset, itu mah namanya menjerumuskan seseorang ke jurang! Setahu saya, tidak ada tawaran untuk menjadi mentor atau pembimbing utk para follower yg hendak berbisnis itu, namun ga ada hujan ga ada angin, nyuruh resign begitu saja. Padahal berbisnis itu super duper tidak mudah. Next time deh saya tulis artikelnya. Insya ALLOH.

Walhasil, banyak motivator yg akhirnya saya mute saja, terutama yg tersangkut dg 4 poin di atas. Belum sampai pada taraf unfollow karena satu dan lain hal, hahaha.

Ingat motivator yg 'bermasalah', saya jadi teringat Mario Teguh yg sempat kena masalah juga. ;-)

Menurut anda, bagaimana mestinya seorang motivator itu?

Gambar dari sini.

Moral story:
- motivator mestinya jgn sungkan untuk dikritik, oleh siapapun.

- apakah seorang motivator harus selalu menyampaikan hal2 yg positif? apakah dia tidak pernah mempedulikan hal2 negatif hanya karena tidak ingin waktunya tersita utk mengurus hal2 seperti itu?

- apakah kritik selalu berkonotasi negatif? jika demikian, kasihan sekali para motivator tersebut! :p

- kadang2 saya melihat motivator tidak jauh berbeda dengan para MLM-ers yg sedang mencari downline. bedanya, para motivator terkadang (seringkali?) menjual jasa melalui training2 dan buku2. ;-)

- hadeuh, habis ini kayanya saya bakal dihujat ramai2 oleh para fanboy motivator deh! :-))

Posted on Monday, October 31, 2011 by M Fahmi Aulia

4 comments

10/29/2011


Well, ini postingan antara penting dan ga penting. Ga penting karena bisa dianggap ngajari yg ga bener. Penting ya karena siapa tahu bermanfaat jika terjadi hal2 yg sangat sangat penting. Harapan saya, usai membaca postingan ini, tidak lantas menjadikan pembenaran karena sedang ada hal2 penting. :-p

Pokoknya saya tidak bertanggung jawab dah dengan tindakan yg terjadi/dilakukan. Analoginya sama dg pembuat bom.

Ah, sudahlah...mari kita lanjutkan.

Well, sebagai pengguna jalan di Jakarta, tentu sudah mafhum dg kemacetan yg terjadi (setiap saat) di sudut2 jalan di Jakarta. Akibatnya, banyak pengguna jalan yg melirik busway (jalur Trans Jakarta) sebagai alternatif.

Terlepas dari penggunaan busway yg menyalahi kodrat, berikut ini beberapa tips menggunakan busway.

Pertama, pastikan tidak ada polisi (ataupun petugas DLLAJR) di awal, tengah atau ujung busway. Syarat ini jelas sangat mutlak, karena jika ada polisi yg berdiri di awal, tengah atau ujung busway, itu berarti anda sebenarnya MEMANG dilarang masuk busway. Mau mencoba nerobos sih boleh2 saja, asal siap2 kena tilang.

Kedua, jikapun ada polisi, pastikan polisinya MEMBOLEHKAN anda masuk busway. Untuk kasus2 tertentu, ternyata polisi membolehkan para pengguna jalan, terutama motoris, untuk menggunakan busway. Mudah2an tidak ada niat buruk dari polisi, dengan mengijinkan masuk busway tapi di ujung sudah ada yg menanti utk menilang, hahaha.

Ketiga, kondisi di jalur biasa super macet. Nah, kalo ini biasanya banyak para pengguna jalan yg 'otomatis' pindah jalur, masuk busway. Terutama di koridor2 yg memang penjagaannya tidak ketat, seperti di jalur jalan Panjang (dan sebagian di jalan Gatot Subroto).

Keempat, beramai-ramai. Jika anda melaju sendirian di busway, ada 2 kemungkinan. 1, anda super berani, atau 2, anda idiot! :-)) Sendirian menerobos dan menggunakan busway itu jelas2 mengundang anda untuk ditilang dg sukses. Jika beramai-ramai, setidaknya polisi agak2 kebingungan mencari siapa yg hendak ditilang. Kecuali anda juga apes, ya kena tilang dah, hahaha.

Kelima, cek ketinggian pembatas busway. Hal ini perlu dilakukan, agar jika saat di perjalanan anda melihat ada polisi sedang nongkrong siap menilang, maka anda bisa langsung menyelamatkan diri, dg menerobos pembatas busway. Hati2 dg ketinggian pembatas ini, karena jika anda salah perhitungan, maka bagian bawah kendaraan anda akan menjadi korban.

Keenam, jika anda ingin bisa menerobos dan menggunakan busway dg aman sentausa, tanpa perlu takut kena tilang, ya tinggal pilih salah 1 kendaraan yg digunakan. Kendaraan pejabat, dengan resiko ada yg melaporkan serta jadi bahan cemoohan di twitter; kendaraan militer, ya dg asumsi ada kondisi darurat (negara dalam keadaan perang, misalnya); ambulance, utk yg ini no komen, hahaha.

Demikian tips penting & ga penting ini. Sekali lagi, saya tidak bertanggung jawab dg tindakan yg anda lakukan, hahaha. *evil grin*

Foto dari sini.

Moral story:
- menerobos dan menggunakan busway sebenarnya dilarang, tapi toh tetap masih banyak yg menggunakan

- jikapun anda gunakan busway, yaaaa mudah2an karena anda memang benar2 kepepet

- jangan menjadi orang tolol dan idiot saat menggunakan busway, yakni MENGKLAKSON TRANS JAKARTA YG SEDANG MENAIKKAN/MENURUNKAN PENUMPANG! gemes saya saat melihat hal ini terjadi di jalur Trans sepanjang Gatot Subroto beberapa hari lalu. pengen deh nggetok motoris2 idiot itu! ;-)

- menggunakan busway BUKAN JAMINAN tidak terkena macet.

Posted on Saturday, October 29, 2011 by M Fahmi Aulia

2 comments

10/27/2011


Kali ini saya hendak berbagi cerita tentang joki 3in1.

Saya yakin joki 3in1 adalah 'sesuatu' yg hanya bisa ditemukan di Jakarta. Saya katakan 'sesuatu' karena joki 3in1 bisa dibilang sebuah keunikan. Dia bisa dijadikan profesi (yg serius) meski tidak sedikit yg melakukannya sebagai sambilan saja.

Saya sempat menulis beberapa artikel tentang joki 3in1 ini. Bisa dikatakan tidak serius2 amat lah. Akan berbeda dengan artikel saya ini. *tsaahhh*

Seperti kita ketahui bersama, joki 3in1 lahir dari kelihaian orang2 Indonesia dalam menyiasati hukum. Ketika itu terbit Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 4104/2003 Tanggal 23 Desember 2003 yang bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas (kemacetan) di jalur-jalur tertentu dengan prinsip keadilan. Maka sejak saat itu beberapa jalan (terutama jalan2 protokol) di kawasan Jakarta tidak bisa dilalui mobil pribadi dengan jumlah penumpang kurang dari 3 orang.

Dampaknya jelas, orang2 yg berkantor di kawasan2 3in1 tersebut mesti putar otak bagaimana cara mereka untuk bisa ke kantor, yang lokasinya akan menyulitkan mereka untuk mencapainya. Beberapa kantor yg 'beruntung' bisa membuka akses pintu/jalur belakang, yang bebas 3in1, untuk para pegawainya.

Lalu bagaimana yg lainnya?

Nah, di sinilah kita mesti mengakui bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa yg bodoh! Menyiasati keadaan (baca: hukum) selalu bisa mereka lakukan. Celah hukum bisa 'dikibuli' sedemikian rupa sehingga bisa menjadi ladang penghasilan.

Entah siapa yg memulai, muncullah orang2 yg berperan sebagai joki. Mereka menawarkan diri untuk menjadi penumpang tambahan (1 atau 2 orang) untuk menemani pemilik mobil menembus jalur 3in1. Sebagai imbalannya, mereka akan menerima uang.

Menemukan mereka tidaklah sulit. Mereka bisa ditemukan kira2 mulai 300 meter sebelum kawasan 3in1. Gaya mereka bermacam-macam. Mulai dari yg mengenakan seragam sekolah (dan saya tidak yakin mereka masih sekolah), ada yg bergaya orang kantoran. Kadang bisa ditemukan juga ibu2 yg menggendong bayi (kalo yg ini dihitung 2 orang), lalu tidak sedikit ABG yg juga menawarkan diri untuk menjadi joki.

Saya sendiri berkesempatan memanfaatkan jasa mereka ini.

Tarif yg saya bayar Rp 10 ribu/orang, plus tambahan ongkos Rp 5000. Dan setahu saya, tarif joki 3in1 memang segitu, sejauh apapun anda menempuh perjalanan. Menurut saya, berdasarkan pengalaman berkendara di Jakarta selama ini, membayar Rp 10-20 ribu kepada joki lebih baik daripada anda harus kena tilang dan membayar Rp 100 ribu. Ataupun jika anda ingin disidang, jelas waktu dan tenaga akan terbuang lebih banyak lagi.

Perilaku para joki ini sendiri cukup menarik untuk diamati.

Dari obrolan yg pernah saya lakukan, ada bapak2 yg sudah cukup tua umurnya. Dia menjadi joki ternyata memang serius menekuni profesi ini. Dalam sehari dia bisa membawa pulang sekitar Rp 100 ribu. Saya tidak tahu persis, apakah itu minimal atau maksimal atau rata-rata.

Ada juga anak muda *wehk...ketahuan deh saya sudah tua,hahaha* yg berpikiran daripada keluyuran ga jelas, mending jadi joki biar bisa dapat tambahan duit jajan.

Yang lebih mengejutkan, saya pernah menemui joki 3in1 LULUSAN ITB! Dan ternyata setelah ngobrol, dia adalah praktikan saya di Lab Fidas! Ya ALLOH, saya hampir tidak percaya dengan kenyataan ini!

Saya rahasiakan saja identitasnya. Dari cerita yg saya lakukan dengannya, dia menjadi joki karena baru beberapa waktu lalu keluar dari pekerjaannya di sebuah kantor. Saya lupa kantor apa. Di sana dia menjadi analis. Dia keluar karena tidak suka dengan lingkungan kerjanya. Dari suaranya, saya merasa dia tidak terlalu merasa terbebani dg keluar dari pekerjaan itu. Suaranya cenderung menyiratkan perasaan senangnya karena bisa terlepas dari kondisi kantor yg tidak dia sukai.

Sayangnya, saya bukanlah seseorang yg punya wewenang untuk merekrut pegawai. Sehingga saya hanya bisa menjadi pendengar yg baik. Saat saya menurunkan dia di sekitar Polda (SCBD), saya merasa ada kepedihan yg saya rasakan meski (seperti saya tulis) dia merasa biasa saja menjadi joki 3in1. Hitung2 sambil nunggu panggilan kerja katanya.

Ah, salut untukmu teman!

Kembali ke kisah joki 3in1.

Saat hendak menggunakan jasa joki 3in1, saya biasanya pilih2 juga. Weiitss..bukan sok, tapi saya biasanya memilih joki 3in1 yg orangnya bersih, rapi, terawat. Rambut acak2an, bersendal jepit, kaos kumal, jelas saya coret.

Saya pikir, wajar jika saya memilih joki yg hendak menemani saya dalam perjalanan. Kebayang jika jokinya jorok, bau, bla 3x, memangnya tahan menempuh sekian jarak? Belum lagi jika macet. Beuuhhh...puyeng dah! Parfum mobil jelas ada, tapi saya tidak yakin bisa mengusir bau, terlebih jika memang keterlaluan bau badannya, hahaha.

Ada tips dari teman saya yg lebih sering menggunakan jasa joki 3in1. Dia menyarankan saya untuk mencari joki 3in1 di sekitar Senayan City, Kebun Sirih, dan blok M (kebetulan itu jalur2 yg biasa dia lewati). Joki2 3in1 di daerah2 itu rata2 lebih rapi dan terawat. Kalo beruntung, ujarnya, ada joki 3in1 ABG yg cakep. Saya hanya ngakak mendengarnya. :-))

Dipikir-pikir, memang enak juga jadi joki 3in1. Naik mobil, dibayar pula. Kalo sedang beruntung, ya bisa naik mobil mewah keluaran terbaru. Tapi ya syaratnya mesti berpenampilan bersih lah.

Di sisi lain, saya sempat terpikir juga, apakah joki 3in1 ini ada niat jahat dg orang yg meminta bantuannya? Atau malah sebaliknya, jangan2 mereka bisa menjadi korban kejahatan? Penculikan atau perkosaan misalnya!?

Saya sendiri belum pernah (atau terlewat?) mendengar kabar kejahatan yg menimpa joki 3in1 ataupun orang yg butuh bantuannya. Hanya saja, sempat pernah membaca (atau mendengar, saya tidak tahu persis) ada laki2 hidung belang yg memanfaatkan para joki 3in1 (perempuan) untuk memuaskan nafsu seksnya selama mereka menemani perjalanan. Naudzubillah, semoga itu hanya isu saja...tidak pernah terjadi! :-(

Bagi saya, joki 3in1 merupakan orang yg mesti dihormati dan diperlakukan dengan baik. Simbiosis mutualisme lah.

Sempat terbersit pikiran iseng untuk menjadi joki 3in1. Sekedar ingin tahu saja sensasinya dan punya pengalaman. Tapi jika saya melakukan itu, berarti saya merebut lahan mereka. Apapun alasan saya. Terlebih jika 'sekedar' ingin tahu doank. :-)

So, apa pengalaman anda dengan joki 3in1?

Foto dari sini.

Moral story:
- joki 3in1 punya penghasilan yg lumayan, sayangnya nilainya fluktuatif.

- bahkan lulusan ITB pun pernah ada yg menjadi joki 3in1!

- perlakukan joki 3in1 dengan baik! :-)

- cerita yg menarik ttg joki 3in1, layak disimak!

Posted on Thursday, October 27, 2011 by M Fahmi Aulia

2 comments

10/24/2011


Husss...jangan mudah terpancing dengan judul artikel,apalagi artikel di blog ini. Artikel ini TIDAK MENGANDUNG konten pornografi kok, apalagi yg sifatnya provokatif.

Baik...baik, saya akan jelaskan apa yg dimaksud dengan gagahi.

Gagahi adalah kependekan dari GAji dan GAya HIdup.

Bukan hal yg porno atau nyerempet2 kan? ;-)

Jadi begini, saya hendak sedikit membahas tentang gaji dan gaya hidup. Seringkali keduanya tidak beriringan. Dalam artian, seringkali (kebanyakan?) gaya hidup seseorang sangat menghabiskan gajinya. Atau dengan kata lain besar pasak daripada tiang.

Tidak banyak orang yg menyadari bahwa gaya hidup mereka berubah seiring dengan gaji yg diterima, ataupun kenaikan gaji ataupun pendapatan yg diterimanya.

Contoh paling gampang ya coba anda bandingkan gaya hidup anda saat masih mahasiswa dengan sekarang. Saat mahasiswa, saya yakin sebagian besar dari kita begitu akrab dengan yg namanya mie instant. Pagi, siang, malam, kapanpun makannya, mie instant biasanya menemani. Atau kalaupun tidak, nasinya sepiring penuh lalu lauknya ya gorengan 2-3 potong.

Intinya, karena duit belum ada (cukup utk hidup) maka gaya hidupnya pun di'sesuaikan' (kata yg halus untuk bilang hidupnya MELARAT, hahaha).

Seiring dengan berjalannya waktu, saat mulai kerja, maka kebutuhan makan sudah terpenuhi. Maka anda mulai 'mencari cara' untuk menghabiskan uang anda. Bagi yg sudah ngebet kawin, biasanya langsung mati2an menabung. Sehingga hidupnya pun (sebelum pernikahan) tidak jauh beda dg nasibnya saat mahasiswa. GETIR...bedanya, sudah ada yg siap diajak MELARAT BARENG, hahaha.. :-))

Nah, saat pacaran pun saya yakin sudah jarang yg ngajak pacarnya makan indomie. Kecuali memang pengen diputus. :-)) *bukan pengalaman pribadi*

Gaji anda naik, maka gaya hidupnya sudah mulai berubah. Beli ini, beli itu. Gadget baru, saya yakin tidak akan ketinggalan. Belum lagi jalan ke mall, beliin hadiah buat pacar. Pokoknya seabreg lah.

Yang paling terasa dan terlihat perubahan gaya hidup biasanya makanan. Entah berapa banyak dari anda2 yg sudah sukses sekarang, masih mau nongkrong dan makan pecel lele saat kalian mahasiswa dulu. Saya rasa anda2 akan menjadi jijik dan terheran-heran saat mendatangi warung makan anda dulu. "Gue kok dulu doyan ya makan di sini? Dan masih bisa hidup pula?" Begitu mungkin ujar batin anda. :-))

Atau, siapa yg masih mau jalan kaki dari kampus ITB ke Gramedia, misalnya. Saya tidak yakin banyak yg masih mau. Dengan punya duit, pakai angkot atau malah dengan motor/mobil sendiri, ke Gramedia tidak perlu berkeringat (lagi).

Efek dari perubahan gaya hidup, terutama yg seringkali tidak sesuai dengan gaji/uang yg masuk, ya jelas...anda akan tekor. Jika sudah begini, lupakan menabung ataupun investasi.

Saya dan Wify sendiri, alhamdulillah, tidak terlalu berubah banyak gaya hidup kami meski gaji sudah berbeda cukup signifikan. Makan pecel lele di warung pinggir jalan ataupun nongkrong di warung Salman pun kami tidak sungkan dan ragu.

Keuntungan dari tidak mengubah gaya hidup anda, selain dari bisa menabung dan investasi, anda tidak akan mudah shock jika suatu waktu anda 'kepepet' mesti menjalani hidup itu. Misalnya karena anda mendadak berhenti dari pekerjaan dan pesangon ataupun duit yg tersisa tidak cukup/tidak bisa menopang gaya hidup anda yg sudah kadung tinggi.

Ya anda bisa bayangkan, jika anda bergaji Rp 5 juta, tapi gaya hidup anda menghabiskan uang sebesar Rp 4,8 juta. Akan sangat repot menabung/investasi dg uang 'cuma' Rp 200k/bulan. Atau misalnya ada kenaikan gaji menjadi Rp 5,5juta, tapi gaya hidup anda ikut naik juga menjadi Rp 5,4juta. Malah lebih parah dari kondisi sebelum anda naik gaji. :-(

Saya dulu pernah bercanda dengan teman, jangan sampai gaji dan gaya hidup mempunyai bentuk seperti grafik eksponensial. BAKAL BANGKRUT ABIS! :-))

So, yg hendak saya tekankan di sini, hiduplah dg wajar.

1. Tidak perlu terlalu sering ganti2 gadget, kecuali anda memang punya duit 'tanpa nomor seri'

2. Hidup dg wajar saja. Makan tidak perlu sering2 di tempat mewah. Makan di rumah (masak sendiri) sebenarnya sudah cukup.

3. Meski demikian, jgn terlalu pelit dg diri sendiri. Sesekali ajak pasangan/keluarga anda makan di tempat yg enak. Sebulan sekali boleh lah. Atau saat tanggal2 istimewa. Ingat kan dg cerita kenalan adik saya yg mati gara2 menabungnya keterlaluan? ;-)

Bagaimana dg gagahi anda? Sudah seimbang? Atau lebih berat ke mana? Gaji (bisa menabung) atau Gaya Hidup (boros)?

Gambar dari sini dan sini.

Moral story:
- jangan terlalu menuruti nafsu anda, terutama gaya hidup anda, yg bisa menghabiskan banyak duit (gaji) anda.

Posted on Monday, October 24, 2011 by M Fahmi Aulia

2 comments

10/23/2011


Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Seorang ahli pedang akan mati oleh pedang.

Dua peribahasa itu selalu saya ingat, dan seringkali teringat lagi apabila ada seseorang yg mati.

Dan peribahasa kedua ini teringat lagi saat saya mendapatkan berita bahwa Marco Simoncelli (saya biasa menyebutnya si Brokoli) tewas saat menjalani pertandingan Moto GP di Sepang hari Minggu sore. Saya sedang menemani mbak Mika berenang, sehingga saya tidak sempat menyaksikan secara langsung Moto GP.

Dari informasi yg saya dapatkan, Simoncelli sedang dalam pertarungan sengit dg Colin Edward dan Valentino Rossi, saat 'mendadak' jatuh sendiri dan dia 'disikat' oleh Edwards dan menabrak Rossi sehingga helmnya terlepas.

Terus terang, saya sempat berharap si Brokoli masih selamat, namun dari kicauan2 yg saya terima, informasi yg saya dapat justru si Brokoli akhirnya meninggal dunia. :-( Ya, saya pikir kematian masih lebih baik dia terima daripada dia bisa hidup namun dg kondisi fisik yg cacat. :-(

Saya jadi teringat lagi dengan kecelakaan yg menimpa Deni Pedrosa dg Simoncelli di serial Moto GP di Perancis. Usai kecelakaan yg nyaris menewaskannya, Pedrosa mengecam gaya membalap si Brokoli yg dianggap berbahaya. Pedrosa mengeluarkan pernyataan (lebih kurang) bahwa jika si Brokoli tidak memperbaiki cara membalap, maka kelak akan membahayakan dirinya dan orang lain (lebih banyak lagi). Brokoli sendiri menyatakan dirinya akan berhati-hati lagi membalap di masa mendatang.

Namun seingat saya, Brokoli menyangkal dirinya menjadi penyebab kecelakaan, bahkan dia bilang bahwa dia siap mati jika memang itu dia penyebabnya. Melihat kecelakaan tragis ini, saya berharap ingatan saya yg salah. :-(

Di BB grup, saya sempat terlibat bincang2 dg teman saya yg doyan menganalisa Moto GP. Dia mengatakan bahwa sebenarnya Moto GP ini seperti Final Destination untuk VALENTINO ROSSI. Alasannya, saat di Philips Island kemarin sebenarnya ban belakang Bautista sudah menyenggol dirinya dan balap di Sepang pun, hal yg sama terulang pada diri Rossi. Namun, alih2 mencabut nyawa Rossi, si Brokoli yg celaka dan kehilangan hidup di lapangan.

Terlepas dari kecelakaan itu, saya beranggapan hidup Brokoli berakhir dg 'senang', dalam artian dia mati oleh sesuatu yg dia cintai dg sepenuh hati, dalam hal ini balap motor. Terus terang, saya sedih juga dg kematian Brokoli ini. Tidak ada lagi gaya membalap yg bikin keder pembalap lain. Gaya membalap yg, terus terang, meski bisa dikatakan berbahaya namun memberikan suntikan adrenalin bagi para pemirsa.

Selamat tinggal Simoncelli, selamat tinggal kepala Brokoli. Salah satu event yg tidak saya lupakan, saat dia tidak mengenakan topi yg mestinya dikenakan oleh juara (yg meraih podium) dikarenakan topinya kekecilan (atau kepalanya terlalu besar akibat rambutnya yg keriting2). :-(

Foto dari sini.

Moral story:
- Bagi para pengendara di Moto GP & Formula 1 serta balap kendaraan lain, mereka beresiko kehilangan nyawa. Dan musti siap dan punya nyali untuk itu.

- Simoncelli sebenarnya digadang-gadang akan menjadi pembalap baru yg sinarnya akan berkilau (shining star) karena punya gaya membalap yg khas (namun membahayakan).

Posted on Sunday, October 23, 2011 by M Fahmi Aulia

No comments

10/22/2011


Seiring dengan berjalannya waktu, sebuah barang lambat laun akan menjadi usang dan kinerjanya tidak akan sebaik di awal pembelian. Demikian pula halnya dengan modem 3G yang kami miliki. Kami beli bersamaan dengan kami berlangganan layanan Telkomsel Flash sekitar 3 tahun lalu.

Nah, sejak bulan Juli 2011 lalu, kinerja modem semakin meredup. Seringkali dia bengong padahal sinyalnya HSDPA dan lampu indikator berwarna hijau. Jelas ini membuat kami kesal, terutama karena kehidupan kami (err...terutama saya) sebagai penikmat internet menjadi terganggu.

Terutama sejak bulan September 2011 kinerja modem kian drop. Sering mendadak disconnect padahal saya sedang berselancar. Tidak ingin berlama-lama, akhirnya saya berinisiatif membuat layanan wireless di rumah.

Mengapa wireless? Hal ini dikarenakan Wify juga seringkali ingin berselancar ke internet, padahal saya sedang gunakan modem 3G-nya. Dengan adanya wireless, maka kami tidak perlu lagi direpotkan dengan copot-pasang modem.

Usai tanya ke beberapa teman di twitter, akhirnya saya memutuskan membeli router TP-LINK 3420. Ada beberapa pertimbangan mengapa saya membeli modem jenis ini:

1. harganya cukup murah (silakan cek harganya di toko2 online)

2. mendukung modem 3G dan koneksi WAN (dengan demikian, jika saya hendak sambungkan dengan layanan Speedy atau First Media di kemudian hari, saya tidak perlu beli lagi peralatan tambahan)

3. setting yg mudah

4. keamanan yg cukup terjamin

Di samping itu, saya juga membeli modem 3G, sebagai pengganti modem 3G yg sudah mulai empot2an kinerjanya.

Usai membeli barang2 tersebut di 'calo' langganan saya (@askvicong), saya segera merakit barang2 tersebut. Tidak butuh waktu lama untuk melakukan setting dan terhubung ke internet. :-)

Kini saya dan Wify bisa menggunakan internet pada saat bersamaan tanpa perlu lagi repot pasang-copot modem.

Moral story:
- barang elektronik mempunyai life time rata2 3-5 tahun, tergantung penggunaan

- dengan kebutuhan berinternet yg semakin tinggi, maka dibutuhkan layanan yg bisa mengakomodir. wireless adalah solusinya! :-)

- router TP-LINK 3420 SANGAT MUDAH digunakan. alternatif lain tentu ada, tapi karena saya tidak pakai, maka jelas saya tidak rekomendasikan, hehehe.

- jika anda beli router TP-LINK 3420 utk terhubung dengan modem 3G, cek dahulu kompatibilitas modemnya.

Posted on Saturday, October 22, 2011 by M Fahmi Aulia

No comments

10/20/2011




Tanggal 6 Oktober lalu, saya dikejutkan dengan wafatnya Steve Jobs, salah satu orang yg pengaruhnya cukup besar, terutama di bidang IT. Well, setidaknya itu menurut saya.

Pengaruhnya yg besar, tidak saja di Amerika, bahkan di seluruh dunia, jelas tidak bisa diremehkan. Bagaimana budaya baru yg dia ciptakan, dengan iPod ciptaannya yg menggeser dan menjungkalkan kedigjayaan walkman selama puluhan tahun bisa disebut sebagai hal yg fenomenal.

Banyak orang yg pro kontra dengan Steve Jobs. Beberapa gambar saya tampilkan di bawah ini. Hal yg lumrah dan biasa, menurut saya. Tidak ada sosok yg tidak dipandang dari sisi negatif.

Satu2nya barang produksi Apple yg saya miliki 'hanyalah' iPod nano, hadiah dari Wify untuk ulang tahun saya, 2 tahun lalu. Toh, bukan berarti saya tidak pernah berhubungan/kontak dengan produk Apple lainnya. Tapi memang bisa dikata, produk2 Apple itu tidak cukup terjangkau oleh kebanyakan orang. Saya sendiri sebenarnya berniat untuk membeli dan mencoba produk Apple lainnya, setidaknya iPhone atau iPad. Namun tidak untuk saat ini. Barangkali 1-2 tahun ke depan. *siapin selipan di dompet*

Steve Jobs sendiri dikenal sebagai orator ulung. Dalam artian, jika dia berbicara maka orang2 akan terpukau dan selalu menunggu kalimat berikutnya yg akan dia sampaikan. Dan ini memang cool, menurut saya, yg cukup sering berbicara di depan orang dan tahu bagaimana sulitnya menyedot perhatian orang untuk sebuah penampilan di depan selama lebih dari 30 menit.

Salah satu pidato Steve Jobs yg cukup menggugah bisa anda tonton di Youtube. Steve Jobs tidak sekedar berpidato, namun juga curcol mengenai kondisi dia usai diketahui menderita sakit kanker.


Banyak sekali warisan Steve Jobs yg kita terima. Dan cukup banyak quote menarik dari dia. Beberapa di antaranya saya lihat mirip sekali dengan quote dari Rasululloh SAW. Dan jika merujuk ke keturunannya, Steve Jobs memang ada darah muslim. Well, ga ada hubungannya sih, cuma saya ikut 'terpancing' saja ngait2in, hahaha.

Foto2 dan gambar2 yg saya pasang di sini saya comot dari banyak website. Sayangnya, saya lupa url-nya, tapi beberapa saya ambil dari 9gag.com. Mohon maaf utk ketidaknyamanannya. :-)





Berikut ini beberapa artikel yg layak untuk anda simak.
  • http://gizmodo.com/5847300/where-were-you
  • http://gizmodo.com/5847415/the-best-visual-tributes-to-steve-jobs-around-the-web/gallery/16
  • http://gizmodo.com/5847375/notable-reflections-on-steve-jobs
  • http://tekno.kompas.com/read/2011/10/06/14583412/Inilah.Sepuluh.Karya.Terpenting.Steve.Jobs.
  • http://internasional.kompas.com/read/2011/10/06/12530927/Steve.Jobs.Saya.Bukan.Hamba.Uang
  • http://money.cnn.com/galleries/2011/technology/1110/gallery.how_steve_jobs_changed_the_world.fortune/2.html
  • http://www.wired.com/gadgetlab/2011/10/steve-jobs-greatest-achievements/
  • http://www.fastcompany.com/1775918/steve-jobs-media-mashup
  • http://www.wired.com/epicenter/2011/10/jobs/
  • http://www.sudutpandang.com/2008/04/steve-jobs-vs-bill-gates-simplicity-vs-complexity/
Moral story:
- Steve Jobs adalah salah satu pengubah dunia

- Ada 3 buah apel yg sangat mempengaruhi hidup manusia. Apel yg dimakan Nabi Adam as & Siti Hawa, apel yg menginspirasi Newton, dan apel buatan Steve Jobs. ;-)

- Meski rival dan berseteru, toh Bill Gates tetap kagum dg Steve Jobs. Demikian juga sebaliknya. Bahkan BG merasa kehilangan rivalnya ini.

- Kisah SJ dan BG bisa anda lihat di film "Pirates of Silicon Valley"

Posted on Thursday, October 20, 2011 by M Fahmi Aulia

2 comments

10/17/2011

Akhirnya saya berkesempatan untuk menuliskan review ttg buku ini. Sebelumnya saya sempat njepret bukunya di sini.

Sebuah buku yg cukup menarik, saya beli usai melihat kicauan beberapa teman mengenai mas Harry ini. Penasaran juga karena saya belum pernah temui seorang tukang becak menulis buku dan berkecimpung dengan media sosial.

Buku ini bercerita ttg mas Harry, seorang tukang becak intelek (menurut saya). Tapi isi bukunya tidak melulu curhat ttg kisah hidupnya sebagai seorang tukang becak. Justru di buku ini kita bisa temui banyak ide yg dilontarkan mas Harry terkait dengan becak dan kota Yogyakarta, kota yg dikenal sebagai salah satu tujuan wisata (turis dari dalam dan luar negeri).

Cukup menyenangkan membaca buku ini. Saya jadi tahu (lebih banyak) tentang becak, entah itu sejarahnya ataupun model2nya.

Di buku ini juga mas Harry curhat ttg kehidupan tukang becak, terutama yg sering mangkal di Malioboro dan sekitarnya. Bagaimana kondisi mereka kian tersisihkan oleh kendaraan lain (yg lebih murah meriah), lalu tarif mbecak yg tidak bisa diterima pelanggan.

Namun curhat mas Harry tidak hanya hal2 yg menderita. Dia juga punya impian mengenai nasib kaumnya di masa depan.

Jika boleh saya katakan, impiannya cukup gila (meski masuk akal). Dengan menjadikan beberapa kawasan wisata di Yogyakarta sebagai area KHUSUS becak! Wah, alamat bakal terjadi rebutan 'lahan dapur' jika hal ini diwujudkan. Kecuali pihak Keraton (baca: Sultan) turun tangan, barangkali impian ini bisa diwujudkan. :-)

Keunikan mas Harry sebagai tukang becak tidak hanya berhenti di situ. Dia juga terhubung dengan media sosial seperti Facebook dan Twitter. Tidak heran jika dia cukup dicari orang (turis) untuk mengantar mereka jalan2, karena mas Harry menguasai beberapa bahasa asing.

So, tidak ada yg salah menjadi tukang becak. Selama rejeki yg dia peroleh didapat dengan cara yg halal, insya ALLOH, tukang becak akan jauh lebih mulia daripada pejabat yg kerjanya jadi garong, tukang colong duit rakyat. ;-) *hadeuh, pesan politik,hahaha*

Moral story:
- tukang becak merupakan profesi yg kian suram :-(

- meski jadi tukang becak, bukan berarti mesti kampungan dan ketinggalan jaman. Justru tukang becak juga bisa memanfaatkan teknologi untuk membawa nilai lebih.

Posted on Monday, October 17, 2011 by M Fahmi Aulia

No comments

10/16/2011

Tahun ini, setidaknya saya dikejutkan dengan kabar meninggalnya 2 orang teman saya. Keduanya masih cukup muda umurnya, 33 dan 37 tahun.

Yang pertama, Ari Purnama. Teman SMA saya. Dari dia, saya mengenal dan tahu lebih banyak mengenai band legendaris, The Beatles. Bisa dikatakan Ari Purnama ini seorang beatlemania. Pengetahuannya, koleksinya, bahkan lagu2 yg dimainkan dan dinyanyikannya ga jauh dari The Beatles. Ari sering membayangkan dirinya sebagai John Lennon. Jika sudah begini, saya hanya bisa ngakak2 saja. :-))

Bahkan kami pernah (dengan 'tololnya') berfoto di BIP (saat masih gedung lama) dengan pose album The Beatles "HELP". Dan hasil fotonya sukses...gagal total, ahhaha.

Ari Purnama juga yg pertama kali memperkenalkan bakpau rasa daging sapi (jika di Bandung biasanya disebut dengan nama bakpau asin. Dia juga yg pertama kali mengajak saya ke tempat kuliner yg cukup enak dan murah meriah, di daerah Kebun Bibit, dekat kantor Gubernur. Serta Ari Purnama juga yg mengajak saya untuk mau berlatih karate.

Sejak SMA, Ari Purnama memang mempunyai keluhan, tangannya sering keringetan. Entah, saya tidak tahu persis apakah dirinya memang mengidap penyakit jantung atau sejenisnya, berdasarkan ciri-ciri tersebut. Namun, dia memang seringkali kepayahan jika sudah berolahraga, terutama lari.

Usai mendengar berita wafatnya, saya sempat berusaha mencari foto2 koleksi saya, yg ada sosok Ari di dalamnya. Sayang sekali, barang2 saya di Bandung sudah agak2 susah dilacak keberadaannya. Jika saya temukan kelak, saya akan pajang foto tersebut di sini, insya ALLOH.

Berikutnya, saya agak2 shock juga saat mendengar teman saya saat kuliah, John Fernando meninggal dunia tgl 12 kemarin. Dimulai dari berita dia masuk rumah sakit karena sakit stroke di hari Senin.

John adalah salah seorang teman yg saya kenal saat saya ikut berkecimpung di Unit Kebudayaan Jepang. Orangnya menyenangkan, ramai, banyak bicara terutama kalo sudah membahas anime.

Well, saya tidak terlalu dekat dengan dirinya, tapi saya masih beberapa kali kontak, terutama via sms. Selain itu, saya sempat beberapa kali (2-3 kali) melihat dirinya keluar dari gedung XTrans di Pancoran. Sempat ingin ngobrol, namun karena saya sedang di lajur kanan, ya tidak mungkin lah.

Dengan kedua teman ini, saya punya 'hutang' cukup berat, yang nampaknya saya tidak bisa lunasi dengan kondisi keduanya sekarang. :-(

Hutang tersebut adalah janjian untuk ketemuan dan ngobrol-ngobrol di satu tempat. :-(

Saya masih ingat, tahun lalu Ari Purnama mengajak saya ketemuan saat Lebaran. Saya sanggupi untuk ketemu di BIP. Namun karena satu dan lain hal, Ari terpaksa membatalkan pertemuan itu. Dia memberikan alamat rumahnya ke saya dan berharap saya bisa datang.

Berhubung tahun lalu mbak Mika masih kecil dan waktunya (saya di Bandung) mepet, saya tidak bisa penuhi. Saya katakan,"Ri, lebaran tahun depan saja ketemuannya ya? Saya mesti kembali ke Jakarta soalnya." Dan ternyata Ari meninggal terlebih dahulu, 1 bulan sebelum Ramadhan tiba. :-(

Dengan John pun sama. Kontak saya terakhir, saya tanya ke dia, apakah memang dia yg siang itu saya lihat sedang menunggu kendaraan untuk pulang ke rumahnya? (catatan, John kerja di Schlumberger, jika tidak salah di bagian IT-nya) John membenarkan bahwa itu memang dirinya. Dia juga mengajak ketemuan. Saya jawab (jika tidak salah) lain kali saat dia kembali lagi pulang dari Riau.

Mengingat hutang dengan kedua teman ini, saya merasakan kesedihan yg luar biasa. Sedih karena saya tidak bisa melunasi hutang ini dan sedih karena saya cukup kehilangan 2 teman ini, terutama Ari Purnama yg baru sempat kontak lagi kira2 April 2010 usai saya tidak pernah kontak sejak lulus SMA.

Cu friends, semoga ALLOH SWT menerima amal kebajikan kalian dan mengampuni dosa2 kalian. Hutang pertemuan kita mungkin hanya bisa dilunasi di hari kemudian, di saat kita (insya ALLOH) masuk ke surga-Nya. :-(

Moral story:
- kapan terakhir kali anda bertemu dengan teman2 terbaik yg anda miliki?

- kematian tidak menghampiri orang2 berusia lanjut, namun juga usia muda.

Posted on Sunday, October 16, 2011 by M Fahmi Aulia

No comments

10/08/2011


Sekitar 10 hari lalu, saya mendapat informasi dari twitter, bahwa @motivakids hendak melangsungkan gathering (kumpul2). Hmm...mengingat saya sekarang adalah seorang Pibi, yg notabene mesti lebih memperhatikan kondisi mbak Mika, maka sayapun berniat menghadiri acara kumpul2 ini. Tidak lupa saya ajak Wify untuk ikut serta.

Oya, saya lupa cerita mengenai @motivakids ini. Entah bagaimana caranya dan dari siapa saya mendapat informasi mengenai akun twitter ini, tau2 saya sudah follow. Isinya cukup menarik, terutama bagi pasangan yg sudah mempunyai anak, ataupun bagi yg masih single tapi tertarik dengan anak kecil dan/atau sering berinteraksi dengan anak (misalnya guru). Banyak sekali tips dan trik yang disampaikan, entah itu ttg kondisi anak, pendidikan anak, cara ngobrol dengan anak, dan masih banyak lagi.

Jadi, bagi anda yg senang dengan anak kecil (atau malah punya anak kecil) bisa follow @motivakids.

Hari Sabtu siang, 1Oktober 2011, kami tiba di Episentrum Walk, lokasi pertemuan. Saat kami tiba di lantai 3, kami disambut dengan poster @motivakids yg anda bisa lihat di bagian atas artikel ini.

Sempat melihat-lihat pameran fotografi STAR WARS yg dilakukan oleh Seno Haryo, kami dapati ternyata pameran ini masuk MURI, hanya saja saya lupa untuk kategori apa. Saya juga lupa untuk memotret piagam MURI-nya. Phew. Menarik juga pameran fotografinya. Banyak yg ditampilkan, terutama bagi fans Darth Vader, anda pasti senang melihat pameran ini.


Akhirnya kami tiba di lokasi gathering. Usai mendaftar, kami mendapat pin @motivakids.


Ternyata @motivakids didirikan oleh 3 orang, yakni Adez, Asha Wadya, dan Royas Amri Bestian. Saya dan Wify sempat kira para founder @motivakids adalah perempuan/ibu-ibu. Ternyata dugaan kami salah, eheheh.

Sempat mengobrol dengan mas Adez, sebelum akhirnya acara dimulai.
Cukup seru acaranya, terutama saat kami saling berbagi pengalaman mengenai mengasuh dan mendidik anak. Ada mbak Lala dan mas Dony(?) yg bertanya dan turut berbagi cerita.

Selanjutnya acara diteruskan dengan cerita Seno Haryo mengenai pameran fotografi dan latar belakangnya. Termasuk di dalamnya cerita ttg passion dalam bekerja.

Lalu mas Adez sempat mengajarkan parenting hip hop bersama Willy Winarko. Hahaha..saya baru ngeh ternyata ada cara mengasuh anak dg diiringi lagu. *noted* :-)

Terakhir ada mas Rauf Raphanus yg membagikan Paper Replik berupa tokoh-tokoh @motivakids. Dari situ kami diajari membuat tokoh 3D yg terbuat dari kertas. Saya sudah pernah melihat paper replik sebelumnya, tapi belum pernah mencoba merakitnya. Nampaknya seru juga! :-)

Senang sekali mengikuti acara ini. Menambah wawasan dan teman. Sampai ketemu lagi! ;-)

Moral story:
- pendidikan anak mesti dimulai sedini mungkin, bahkan sebelum punya anak, si ortu sudah mesti dibekali dengan pengetahuan pendidikan anak yg cukup.

- mendidik anak dengan kekerasan sudah bukan jamannya lagi.

- beri contoh yg baik agar anak meniru hal2 yg baik juga.

- lakukan komunikasi dengan anak se-intens mungkin.

- jaman anda dg anak anda akan SANGAT BERBEDA! jangan paksakan pendidikan jaman anda untuk anak anda!

Posted on Saturday, October 08, 2011 by M Fahmi Aulia

2 comments